Share

Karma Suami Mendua
Karma Suami Mendua
Author: Alya Feliz

1. Gambar Aneh

Author: Alya Feliz
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-14 09:14:52

"Jaman sekarang, masalah ranjang pun diposting di medsos."

"Ih, masa sih? Kok nggak malu ya? Jadi nggak ada privasi. Persis seperti perselingkuhan. Malah diumbar di medsos."

Kamila melirik dua walimurid yang sibuk bergosip, salah satunya menunjukkan layar ponsel dengan antusias.

Dia sama sekali tidak tertarik. Kedatangannya ke sekolah TK anaknya adalah untuk menjemput, karena sebentar lagi waktunya pulang sekolah. Dia tidak terlalu dekat dengan walimurid lain, kecuali dengan dua orang yang sibuk bergosip itu.

"Mil, kamu nggak curiga suamimu macam-macam?" Arin, walimurid yang juga tetangga Kamila, menatap Kamila dengan sorot mata penasaran.

"Ah, menikah itu harus saling percaya. Dalam agama, nggak boleh terus mencurigai pasangan biar pernikahan langgeng," sahut Dewi, sahabat Kamila sejak SMA.

Arin mencibir. "Aku dan mantan suamiku dulu juga saling percaya. Malah kami serumah, nggak LDM seperti Kamila. Tapi tetap saja, dia selingkuh dengan teman kerjanya di pabrik."

Kamila tersenyum. "Ya, moga-moga aja suamiku nggak macam-macam. Lagian dia paham agama, pasti bisa menjaga diri dan ngerti kalau zina itu dosa besar."

Arin berdecak, lalu mengibaskan tangan. "Jaman sekarang nggak usah terlalu naif. Justru yang paham agama, biasanya yang paling gampang selingkuh. Kalau ketahuan, bilang aja udah nikah sirri. Macam selebriti yang lagi rame kasusnya itu loh, yang merebut suami orang."

Kamila memperhatikan penampilan Arin. Janda anak satu itu memang kurang memperhatikan penampilan. Datang ke sekolah saja hanya memakai daster dan tidak ada riasan apa-apa di wajah. Dalam hati, Kamila membatin. Pantas saja mantan suaminya selingkuh. Penampilan Arin memang kurang menarik.

Berbeda dengan Kamila yang selalu on point dalam berpenampilan. Dia rutin melakukan perawatan wajah dan tubuh demi suaminya. Dia juga pintar memilih outfit yang membuatnya terlihat selalu stylish.

"Udah ah. Ngeri aku kalau membahas soal perselingkuhan," sela Dewi dengan wajah kurang suka.

"Nih ya, aku kasih tahu. Laki-laki itu, akan menggunakan alasan sekecil apapun untuk selingkuh. Nggak peduli kamu secantik apa, sepintar apa, bahkan meskipun kamu sudah pro di atas ranjang, mereka tetap punya alasan untuk selingkuh," tutur Arin menggebu-gebu.

Kamila menatap layar ponselnya yang menampilkan satu pesan dari Putra, suaminya. Bibirnya menyunggingkan senyum. Pria itu selalu menyempatkan diri untuk membalas pesannya, apalagi jika itu menyangkut Fiona, putri mereka.

"Ck, baru juga anak satu, masih seneng-seneng. Tunggu saja saat suamimu kecantol janda di sana. Kenapa kamu dan anakmu nggak ikut pindah saja? Laki-laki itu harus diawasi biar nggak jelalatan," komentar Arin lagi.

Kamila tidak mempedulikan ocehan Arin. Dia sempat membaca notifikasi pesan dari Putra di layar ponsel.

[Aku lagi nggak di rumah, sayang. Kamu masuk aja. Kunci....]

Ibu jarinya menggeser layar ponsel ke atas, lalu masuk ke aplikasi pesan berwarna hijau. Keningnya berkerut saat mendapati bahwa pesan dari Putra tiba-tiba saja dihapus, padahal Kamila belum sempat membaca seluruh isi pesannya.

Dengan cepat, dia mengetik balasan. Hatinya merasa tak nyaman.

Kamila : [Kenapa dihapus?]

Beberapa detik kemudian, balasan dari Putra masuk.

Putra : [Maaf salah kirim, Dek. Tadi teman Mas pinjam hp mau ngirim pesan ke pacarnya.]

Kamila langsung percaya. Suaminya memilih untuk kos begitu dipindahtugaskan ke Surabaya, dengan alasan uangnya untuk membangun rumah di kampung mereka.

Bagaimana Kamila tidak semakin mencintai sang suami? Mereka sekarang memiliki rumah sendiri yang begitu nyaman. Kamila tidak perlu tinggal serumah dengan mertuanya, meskipun ibu mertuanya baik.

"Mil, coba sekali-sekali datangi kos suamimu. Nggak usah ngomong, biar jadi kejutan. Biar kamu lega. Nanti jangan-jangan seperti mantanku yang mampir ke rumah gundiknya...."

Kamila menghela nafas panjang dan semakin jengah dengan topik obrolan yang terus dibahas oleh Arin. Dia melirik Dewi yang terlihat begitu serius menyimak sambil sesekali mengangguk-angguk.

Dewi adalah istri dari seorang guru PNS yang ditugaskan di kecamatan tetangga. Seperti dirinya, Dewi juga sangat percaya pada suaminya. Setiap hari, suami Dewi selalu pulang tepat waktu dan tidak pernah neko-neko.

"Nggak semua orang seperti mantan suami kamu, Rin. Buktinya, suamiku dan suami Dewi setia," ucap Kamila saat anak-anak mulai berlarian keluar kelas sambil membawa tas. Beberapa ada yang menjinjing sepatu.

Arin sempat menanggapi, tapi Kamila lebih memilih untuk mengabaikan. Dia fokus mencari-cari keberadaan Fiona yang tidak ada di antara para siswa.

"Mama Fiona!"

Kamila menoleh. Seorang walimurid mendekatinya sambil menggandeng seorang anak perempuan. Sepertinya dari kelas TK A.

"Ya? Ada apa, Ma?"

"Dipanggil Bu Eka. Disuruh ke kantor."

"Oh, oke. Makasih ya, Ma." Kamila tersenyum dan langsung melenggang menuju ke kantor guru yang ada di sebelah kelas B.

Tidak ada pikiran yang aneh-aneh. Kamila pikir, mungkin ada urusan administrasi atau keuangan yang harus diselesaikan, meskipun dia sudah melunasi semua biaya sekolah.

Saat masuk ke kantor, Kamila heran karena Fiona ternyata juga berada di sana. Hanya ada Bu Eka, guru kelas B, yang tersenyum begitu Kamila masuk.

"Ada apa ya, Bu?" tanya Kamila mulai khawatir. Dia duduk di sebelah Fiona. Apakah anaknya membully temannya? Tapi, Fiona begitu lemah lembut saat di sekolah.

Bukannya menjawab, Bu Eka malah mendorong buku gambar di atas meja.

Kamila melihat gambar dua manusia. Laki-laki dan perempuan, dikelilingi oleh warna kuning dan jingga. Dia membaca nama yang tertera di atas gambar. Fiona.

"Ada yang salah dengan gambar ini, Bu?" tanya Kamila tak mengerti.

"Begini, Ma. Saya menugaskan anak-anak untuk menggambar bebas. Anak-anak lainnya menggambar buah, rumah, gunung, dan lain-lain selayaknya gambar anak-anak. Sementara Fiona....coba bilang ke mama kamu, ini gambar apa, sayang?"

Fiona diam. Tidak seperti biasanya, anak itu terlihat sedikit dingin saat menatap gambar hasil buatannya. Kamila mengernyit heran. Belum pernah dia melihat Fiona seperti itu sebelumnya. Selama ini, Fiona selalu ceria dan cerewet.

"Gambar apa itu, sayang?" tanya Kamila dengan hati penasaran bukan main.

"Papa. Sama tante. Mereka dibakar api."

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Karma Suami Mendua    18. Pertengkaran Pasangan Selingkuh

    [Transaksi gagal. Saldo tidak mencukupi]Putra mengumpat dengan kasar sambil memukul mesin ATM. Amarahnya menggebu-gebu karena berkali-kali gagal menarik uang tunai."Kamila sialan! Istri nggak tahu diri! Istri durhaka!"Jarinya menyentuh menu cek saldo di layar mesin dan muncullah angka 50.120. Dadanya bergemuruh. Uangnya sudah habis dan dia tidak punya simpanan lagi, karena semuanya diambil oleh istrinya."Brengsek! Kalau tahu begitu, duitnya aku simpan di rekening lain aja."Dia keluar dari ruang ATM dengan wajah garang, membuat orang-orang yang sedang antri otomatis menyingkir karena takut. Di saat bersamaan, terdengar suara adzan yang berkumandang dengan keras.Putra memegangi telinganya yang berdengung dan terasa sakit, lalu kembali mengumpat. Dia benci suara adzan yang mengganggu telinganya.Padahal, dulu Putra adalah santri yang paling rajin sholat ketika di pesantren. Dia tidak hanya melakukan sholat wajib, tetapi juga sholat sunah terutama tahajud. Sekarang, dia sudah lupa s

  • Karma Suami Mendua    17. Papa Harsa

    "Imunnya drop dan dia stress. Apakah selama ini, anak anda bermasalah dengan ayahnya? Karena selama pemeriksaan, dia terus mengigau tentang ayahnya yang jahat."Kamila merasa syok bukan main. Efek perselingkuhan suaminya benar-benar berdampak sangat besar dan membuat anaknya tertekan. Air matanya mengalir tanpa bisa dicegah.Seandainya dia tahu akan memergoki suaminya selingkuh, dia tidak akan mengajak Fiona hari itu."Anak saya memang sedang selingkuh, Pak Dokter, dan sayangnya cucu saya ikut melihatnya sendiri." Bu Aminah mengambil alih.Dokter itu mengangguk-angguk. "Jauhkan dia dari penyebab stress dan tertekan. Terus temani dia dan alihkan perhatiannya ke hal-hal yang menyenangkan. Buat dia merasa nyaman dan aman. Kepedulian orang-orang di sekitarnya yang menyayanginya sangat berpengaruh untuk kesembuhannya."Kamila mengangguk-angguk. Dia tidak bisa berbicara banyak karena luapan berbagai macam emosi di dalam dadanya.Entah apa lagi yang dibicarakan oleh dokter dan ibu mertuanya,

  • Karma Suami Mendua    16. Jatuh Sakit

    Kamila menatap ibu mertuanya heran. Umumnya, ibu mertua pasti akan membela anaknya mati-matian dan menyalahkan menantunya. Normalnya, Bu Aminah akan mencaci maki Kamila dan menyalahkan dirinya karena Putra selingkuh. Dan biasanya, ibu mertua meminta menantu untuk memaklumi kelakuan bejad anaknya. Seperti yang dialami oleh Arin."Kenapa, Nduk? Kok begitu melihat ibu?" tanya Bu Aminah heran."Ibu...nggak menyalahkan saya?"Bu Aminah menatap Kamila semakin heran. "Lha kenapa? Memangnya kamu ada salah apa?"Kamila menunduk. "Mas Putra selingkuh. Mungkin, itu semua karena kesalahan saya. Nggak becus sebagai istri. Mungkin saya kurang bisa menyenangkan dia hingga dia mencari kesenangan pada wanita lain."Bu Aminah menepuk lengan atas Kamila dan berdecak. "Pemikiran macam apa itu? Selingkuh itu atas kesadaran sendiri, bukan karena kesalahan istri. Kalau memang dia sudah tidak cocok denganmu, seharusnya dia memulangkan kamu pada kedua orantuamu. Bukan malah memilih jalan yang hina seperti itu

  • Karma Suami Mendua    15. Berduka Bersama

    "Apaan sih?" Kamila berdiri dan mengikuti Fiona yang sudah berlari menuju ke kamar."Mil! Itu kakak iparmu kok berasa yang jadi bapaknya Fiona?" teriak Arin."Halah, cuma halusinasimu aja kali!" balas Kamila sambil berteriak juga.Dewi menyenggol lengan Arin. "Udah lihat videonya, kan?"Arin mengangguk. Mereka berdua saling pandang penuh arti. Mereka melihat dengan jelas insiden Putra yang ditarik oleh Rebecca ketika hendak mengejar Kamila. Netizen berasumsi bahwa Kamila dan Harsa adalah pasangan suami-isteri. Jadi, video yang viral itu justru salah kaprah."Dahlah. Yang penting nggak ada adegan ipar adalah maut. Ayo pulang," ajak Arin sambil menarik Dewi keluar dari rumah Kamila."Eh, tapi kok aku jadi nge-ship Kamila dan Harsa ya? Berasa di novel-novel romance gitu loh. Sentuhan maut kakak iparku, terjerat pesona kakak ipar." Dewi mulai melantur."Dewiii, jangan kebanyakan baca novel begituan!""Duh, aku malah yang tadi deg-degan, Rin. Berasa lagi nonton adegan film. Auranya jadi pi

  • Karma Suami Mendua    14. Rencana Masa Depan

    "Tumben kamu nggak menyuruh dia untuk langsung bercerai seperti kamu dulu, Rin?" tanya Dewi heran."Itu beda cerita. Mantan suamiku dulu kere, jadi buat apa dipertahankan? Mau dimintai harta gono-gini aja dia nggak punya apa-apa. Nah, kalau Kamila ini, suaminya banyak duit. Sayang kalau langsung dilepas begitu aja. Apalagi kalau Putra menikahi pelakor itu, jelas tuh pelakor yang akan menikmati semua hartanya Putra."Dewi mengangguk-angguk, begitu juga dengan Kamila."Jadi, aku udah bener ya mengambil tabungan dia? Aku nggak rela duit dia selama ini dinikmati oleh pelakor itu," tanya Kamila untuk meyakinkan diri.Arin mengangguk. "Itu hak kamu dan anakmu. Lagian suamimu itu aneh. Agamis, tapi kok malah menafkahi pelakor? Harusnya kalau dia memang paham agama, justru uangnya diserahkan ke kamu dan anakmu. Setiap rupiah kan dihisab nanti di akhirat. Kalau uangnya dikasihkan ke anak istri, udah pasti dihitung pahala."Kamila mengangguk setuju. Mereka yang tidak begitu paham agama saja jus

  • Karma Suami Mendua    13. Mulai Takut

    Putra langsung merebut ponsel Evelyn untuk melihat-lihat foto dan video di akun Inchigram milik istrinya. Semuanya berisi tentang mereka bertiga. Komentar-komentar netizen membuat hati Putra panas.[Kak, suami baru kah? Lebih perhatian yang ini deh. Mana lebih ganteng juga.][Eh, bukannya suaminya yang dulu sama cewek lain ya? Kemarin aku lihat mereka di resto mie level. Sempat ada drama. Kayaknya memang udah cerai. Si cowok selingkuh sama cewek jelek banget.]Tidak tahan dengan komentar-komentar menyakitkan itu, Putra menutup video yang menampilkan Fiona sedang bermanja-manja di gendongan Harsa, sedangkan Kamila merekam dengan kamera depan hingga tampak sebagian wajahnya.Putra mencari-cari koleksi foto-foto dirinya dan anak istrinya di akun Kamila, tapi nihil. Keningnya berkerut. Kamila sudah menghapus semuanya?"Aku lihat foto-foto dan video kalian udah nggak ada. Jadi kukira, kalian udah cerai. Kamu udah mau nikah juga kah? Kemarin orang-orang heboh soalnya melihat kamu sama cewek

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status