Share

16. Jatuh Sakit

Author: Alya Feliz
last update publish date: 2026-04-06 09:27:31

Kamila menatap ibu mertuanya heran. Umumnya, ibu mertua pasti akan membela anaknya mati-matian dan menyalahkan menantunya. Normalnya, Bu Aminah akan mencaci maki Kamila dan menyalahkan dirinya karena Putra selingkuh. Dan biasanya, ibu mertua meminta menantu untuk memaklumi kelakuan bejad anaknya. Seperti yang dialami oleh Arin.

"Kenapa, Nduk? Kok begitu melihat ibu?" tanya Bu Aminah heran.

"Ibu...nggak menyalahkan saya?"

Bu Aminah menatap Kamila semakin heran. "Lha kenapa? Memangnya kamu ada sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Karma Suami Mendua    18. Pertengkaran Pasangan Selingkuh

    [Transaksi gagal. Saldo tidak mencukupi]Putra mengumpat dengan kasar sambil memukul mesin ATM. Amarahnya menggebu-gebu karena berkali-kali gagal menarik uang tunai."Kamila sialan! Istri nggak tahu diri! Istri durhaka!"Jarinya menyentuh menu cek saldo di layar mesin dan muncullah angka 50.120. Dadanya bergemuruh. Uangnya sudah habis dan dia tidak punya simpanan lagi, karena semuanya diambil oleh istrinya."Brengsek! Kalau tahu begitu, duitnya aku simpan di rekening lain aja."Dia keluar dari ruang ATM dengan wajah garang, membuat orang-orang yang sedang antri otomatis menyingkir karena takut. Di saat bersamaan, terdengar suara adzan yang berkumandang dengan keras.Putra memegangi telinganya yang berdengung dan terasa sakit, lalu kembali mengumpat. Dia benci suara adzan yang mengganggu telinganya.Padahal, dulu Putra adalah santri yang paling rajin sholat ketika di pesantren. Dia tidak hanya melakukan sholat wajib, tetapi juga sholat sunah terutama tahajud. Sekarang, dia sudah lupa s

  • Karma Suami Mendua    17. Papa Harsa

    "Imunnya drop dan dia stress. Apakah selama ini, anak anda bermasalah dengan ayahnya? Karena selama pemeriksaan, dia terus mengigau tentang ayahnya yang jahat."Kamila merasa syok bukan main. Efek perselingkuhan suaminya benar-benar berdampak sangat besar dan membuat anaknya tertekan. Air matanya mengalir tanpa bisa dicegah.Seandainya dia tahu akan memergoki suaminya selingkuh, dia tidak akan mengajak Fiona hari itu."Anak saya memang sedang selingkuh, Pak Dokter, dan sayangnya cucu saya ikut melihatnya sendiri." Bu Aminah mengambil alih.Dokter itu mengangguk-angguk. "Jauhkan dia dari penyebab stress dan tertekan. Terus temani dia dan alihkan perhatiannya ke hal-hal yang menyenangkan. Buat dia merasa nyaman dan aman. Kepedulian orang-orang di sekitarnya yang menyayanginya sangat berpengaruh untuk kesembuhannya."Kamila mengangguk-angguk. Dia tidak bisa berbicara banyak karena luapan berbagai macam emosi di dalam dadanya.Entah apa lagi yang dibicarakan oleh dokter dan ibu mertuanya,

  • Karma Suami Mendua    16. Jatuh Sakit

    Kamila menatap ibu mertuanya heran. Umumnya, ibu mertua pasti akan membela anaknya mati-matian dan menyalahkan menantunya. Normalnya, Bu Aminah akan mencaci maki Kamila dan menyalahkan dirinya karena Putra selingkuh. Dan biasanya, ibu mertua meminta menantu untuk memaklumi kelakuan bejad anaknya. Seperti yang dialami oleh Arin."Kenapa, Nduk? Kok begitu melihat ibu?" tanya Bu Aminah heran."Ibu...nggak menyalahkan saya?"Bu Aminah menatap Kamila semakin heran. "Lha kenapa? Memangnya kamu ada salah apa?"Kamila menunduk. "Mas Putra selingkuh. Mungkin, itu semua karena kesalahan saya. Nggak becus sebagai istri. Mungkin saya kurang bisa menyenangkan dia hingga dia mencari kesenangan pada wanita lain."Bu Aminah menepuk lengan atas Kamila dan berdecak. "Pemikiran macam apa itu? Selingkuh itu atas kesadaran sendiri, bukan karena kesalahan istri. Kalau memang dia sudah tidak cocok denganmu, seharusnya dia memulangkan kamu pada kedua orantuamu. Bukan malah memilih jalan yang hina seperti itu

  • Karma Suami Mendua    15. Berduka Bersama

    "Apaan sih?" Kamila berdiri dan mengikuti Fiona yang sudah berlari menuju ke kamar."Mil! Itu kakak iparmu kok berasa yang jadi bapaknya Fiona?" teriak Arin."Halah, cuma halusinasimu aja kali!" balas Kamila sambil berteriak juga.Dewi menyenggol lengan Arin. "Udah lihat videonya, kan?"Arin mengangguk. Mereka berdua saling pandang penuh arti. Mereka melihat dengan jelas insiden Putra yang ditarik oleh Rebecca ketika hendak mengejar Kamila. Netizen berasumsi bahwa Kamila dan Harsa adalah pasangan suami-isteri. Jadi, video yang viral itu justru salah kaprah."Dahlah. Yang penting nggak ada adegan ipar adalah maut. Ayo pulang," ajak Arin sambil menarik Dewi keluar dari rumah Kamila."Eh, tapi kok aku jadi nge-ship Kamila dan Harsa ya? Berasa di novel-novel romance gitu loh. Sentuhan maut kakak iparku, terjerat pesona kakak ipar." Dewi mulai melantur."Dewiii, jangan kebanyakan baca novel begituan!""Duh, aku malah yang tadi deg-degan, Rin. Berasa lagi nonton adegan film. Auranya jadi pi

  • Karma Suami Mendua    14. Rencana Masa Depan

    "Tumben kamu nggak menyuruh dia untuk langsung bercerai seperti kamu dulu, Rin?" tanya Dewi heran."Itu beda cerita. Mantan suamiku dulu kere, jadi buat apa dipertahankan? Mau dimintai harta gono-gini aja dia nggak punya apa-apa. Nah, kalau Kamila ini, suaminya banyak duit. Sayang kalau langsung dilepas begitu aja. Apalagi kalau Putra menikahi pelakor itu, jelas tuh pelakor yang akan menikmati semua hartanya Putra."Dewi mengangguk-angguk, begitu juga dengan Kamila."Jadi, aku udah bener ya mengambil tabungan dia? Aku nggak rela duit dia selama ini dinikmati oleh pelakor itu," tanya Kamila untuk meyakinkan diri.Arin mengangguk. "Itu hak kamu dan anakmu. Lagian suamimu itu aneh. Agamis, tapi kok malah menafkahi pelakor? Harusnya kalau dia memang paham agama, justru uangnya diserahkan ke kamu dan anakmu. Setiap rupiah kan dihisab nanti di akhirat. Kalau uangnya dikasihkan ke anak istri, udah pasti dihitung pahala."Kamila mengangguk setuju. Mereka yang tidak begitu paham agama saja jus

  • Karma Suami Mendua    13. Mulai Takut

    Putra langsung merebut ponsel Evelyn untuk melihat-lihat foto dan video di akun Inchigram milik istrinya. Semuanya berisi tentang mereka bertiga. Komentar-komentar netizen membuat hati Putra panas.[Kak, suami baru kah? Lebih perhatian yang ini deh. Mana lebih ganteng juga.][Eh, bukannya suaminya yang dulu sama cewek lain ya? Kemarin aku lihat mereka di resto mie level. Sempat ada drama. Kayaknya memang udah cerai. Si cowok selingkuh sama cewek jelek banget.]Tidak tahan dengan komentar-komentar menyakitkan itu, Putra menutup video yang menampilkan Fiona sedang bermanja-manja di gendongan Harsa, sedangkan Kamila merekam dengan kamera depan hingga tampak sebagian wajahnya.Putra mencari-cari koleksi foto-foto dirinya dan anak istrinya di akun Kamila, tapi nihil. Keningnya berkerut. Kamila sudah menghapus semuanya?"Aku lihat foto-foto dan video kalian udah nggak ada. Jadi kukira, kalian udah cerai. Kamu udah mau nikah juga kah? Kemarin orang-orang heboh soalnya melihat kamu sama cewek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status