MasukRumah tangga Clara Wijaya retak oleh pengakuan sang suami yang menghamili sekretarisnya. Seolah belum cukup menderita, suaminya memutuskan untuk membawa sang madu untuk tinggal satu atap dengan Clara. "Dia telah mengandung anakku, sesuatu yang tak bisa kudapatkan darimu. Dan kau harus menerimanya demi aku!" Samuel. "Hanya karena aku mandul, kau mencampakkanku begitu hebat. Tidakkah kau tahu, aku tulus mencintaimu," Clara. Saat merasa gelisah akan keadaan yang dihadapi, perempuan malang itu masuk kedalam club malam untuk menghibur diri. Siapa sangka, Clara yang mabuk malah menghabiskan malam dengan seorang CEO tampan billioner. Pria itu menawari Clara sebuah kontrak kerjasama untuk membalas suaminya. "Apakah kamu setuju untuk membalas suamimu, dengan syarat, kamu harus tidur denganku setiap kali aku mau," Christan. Apakah hanya karena menginginkan tubuh molek perempuan itu, Christan memberikan tawaran mengejutkan ini? Atau apakah pria itu menyimpan alasan yang disembunyikan dari Clara?
Lihat lebih banyak"No. I don’t want her. She can’t be my mate," Alex said with pure disgust in his eyes, his gaze slowly dragging over my body like I was something filthy.
Today was supposed to be the best day of my life—my mate ceremony. At eighteen, I was finally of age, finally ready to be bonded. I had imagined so many things… but never this. And who did the Moon Goddess pair me with? Alex Robinson. Of all the people. The Beta’s son. The future second-in-command of our pack. The one everyone admired and whispered about. But me? He had never liked me. I knew that much. And now, standing in front of him, it was clear he never would. I already knew what would follow—rejection. "But there’s nothing wrong with her, son," his father said, trying to reason. "I know," Alex replied, his tone sharp. "But I don’t want her. I’m already in love—with my girlfriend. I’m not settling for some big-for-nothing girl." Yes, you heard him right. I’m not your typical tall, slender, perfect mate material. I’m curvy. Five foot five. I have thick glasses because of my eyesight, short dark hair, and clothes that are more functional than fashionable—because my family can only afford so much. I try my best, but clearly… it’s not enough. His words were a slap to my face. My wolf whimpered inside me, wounded by the rejection. Who would ever choose someone like me? Still, I refused to let him have the last word. "So I, Alex Robinson, reject you, Aina Wilfred," he said, sealing the pain I already saw coming. But I lifted my chin and stared him dead in the eye. "I, Aina Wilfred, reject you, Alex Robinson." Gasps erupted from the crowd. My mother stiffened beside me, her face twisting in shock. "What?" she snapped. "Take that back!" she hissed, angry, almost panicked. But I didn’t move. I was staring at the man who had been my mate only a moment ago—watching as something flickered behind his eyes. Regret? Doubt? I don't even know. He ground his teeth and forced the words out. "It is done." Then, as if to hammer it in, he walked straight to her—Miranda Warren. The perfect blonde, the pretty little thing with the fake smile and too much perfume. "Miranda Warren will be my mate—the one I choose to spend my life with," he announced to the entire pack, holding her hand like some grand prize. She didn’t miss her moment either. Miranda threw me a cruel smirk and pinched her nose like I stank, before they both turned and walked away. They got into their car parked right in the center of the pack square and drove off without so much as a backward glance. Around me, wolves who had already found and accepted their mates were laughing, kissing, holding hands—celebrating. And I just stood there. Like a damn signboard. My mother shook her head, clearly disappointed, and walked off with a long sigh. She didn’t say a word. Not even a glance. Just turned and left, like I was already someone else's problem. Everything around me started to blur. There it was again—that feeling. The weight of invisibility. Like I didn’t exist. No one came to check on me. No one asked if I was okay. They were all too busy wrapped around their mates, living in their new perfect little worlds. I hadn’t moved. I stayed rooted to the same spot—the exact place where our eyes had met for the first time. The bond had sparked instantly. I had felt it… and so had he. But the moment Alex felt that connection, it was like his entire world collapsed around him. Like having me as a mate was a curse he couldn’t wait to throw away. The sun dipped quickly, casting the square in shadows. The sky turned cold and gray, matching the hollow ache inside my chest. But I didn’t leave. This was how I handled pain—quietly, without tears, without screaming. Just stillness. Then, I heard it. A voice. Low. Rough. Tempting. “Aina.” Just the way he said my name sent a shiver down my spine. I turned, slowly, heart already thudding—and there he was. Osborne Cliff. The Alpha’s son. Tall. Broad. Dangerous. And the best friend of the boy who had just rejected me. He stood there with his hands in his pockets, lips curled into the kind of smile that could melt through steel. His piercing eyes locked onto mine like I was something worth looking at—something worth claiming. But wait—how did he know my name? Osborne Cliff had never spoken to me before. Not even once. So why now? Why here? Was this some kind of twisted joke? Had he come to mock me after his best friend humiliated me in front of the entire pack? Was this his way of kicking me while I was already down? He hadn’t even been at the mate gathering. While everyone else was out searching for their other half, I didn’t see him once. No girl clinging to his arm. No whispers about who he might end up with. And as far as I knew, he didn’t have a mate either. So why was he here? He walked toward me, slow and deliberate, like a predator who already knew his prey had nowhere to run. I blinked as his scent hit me—earthy, masculine, rich and warm like cedar and smoke. It wrapped around me, making my skin prickle. Comforting… and chilling. He stopped in front of me and towered above me, that same half-smile still tugging at his lips. I felt small next to him, not just in size but in presence. Like he could crush me without trying—but chose not to. Then he bent down just enough to bring his eyes level with mine. The teasing smirk faded slightly, replaced with something darker. Something… intense. "Aina," he said, his voice low and rough, “it’s good he rejected you.” I flinched. His words struck deep, sharper than Alex’s had. My throat tightened. A knot rose in my chest. Goddess, I was going to cry—and I hated that he’d see it. Why would he say something so cruel? What did I ever do to deserve this? I was about to look away, but he wasn’t done. "Because I would’ve killed him myself if he hadn't," he said. Wait—what?Kuala Lumpur, Malaysia. 15 Agustus 2021, 10:33 AM.Mereka melanjutkan dengan penuh semangat membahas detil teknis, saling bertukar pandangan dan pengetahuan tentang mesin-mesin canggih yang menggerakkan koleksi mobil sport mereka. Percakapan ini bukan hanya menggambarkan cinta mereka pada keindahan desain, tetapi juga rasa kagum mereka terhadap prestasi teknologi yang luar biasa dalam dunia otomotif.Pembahasan tentang mobil sport beralih ke dunia balap F1, di mana Christian dan Ismail bersemangat untuk membahas pertandingan yang terjadi pada tahun dua ribu dua puluh.Christan dengan semangat berkata, "Tahun dua ribu dua puluh benar-benar memberikan persaingan yang intens di dunia F1. Lewis Hamilton dengan Mercedes-nya tampil mengesankan. Konsistensinya luar biasa dan membuatnya meraih gelar juara dunia untuk yang ketujuh kalinya."Ismail menanggapi, "Benar sekali, Christan. Hamilton benar-benar menjadi dominan. Tapi Max Verstappen dan Red Bull Racing juga memberikan penampilan yang me
Selangor, Malaysia. 15 Agustus 2021, 9:38 AM.Setelah perjalanan laut yang indah, romantis dan begitu menyenangkan, super yacht mewah milik keluarga Winata akhirnya menepi di pelabuhan Klang, Malaysia. Clara dan Christian melangkah keluar dari kapal, di sambut oleh kehangatan sinar matahari tropis dan udara yang segar di semenanjung daratan Selangor.Christan tersenyum pada Clara, “Selamat datang di Malaysia, sayang. Ayo, kita temui Zainab.”Mereka berdua dijemput oleh sebuah Limousin yang tampak elegan, mobil mewah itu telah disiapkan oleh Zainab untuk menyambut Christan dan Clara.Christan membukakan pintu Limousin tersebut untuk Clara, yang kemudian melangkah masuk ke dalam dengan anggun. Limousin tersebut bergerak dengan santai, menuju Mandarin Oriental, sebuah hotel mewah yang terletak di pusat kota Kuala Lumpur.Setibanya di hotel, mereka disambut oleh staf hotel yang begitu ramah. "Selamat petang, Tuan dan Puan. Adakah yang boleh saya bantu? Good afternoon, Sirs and Madam. Is th
Singapura, Singapura. 15 Agustus 2021, 8:47 AM.Dengan api cemburu yang masih membara, Clara memilih pakaian yang paling seksi dan mencolok untuk dipakai olehnya, memastikan bahwa dirinya akan jauh lebih cantik dibandingkan dengan Zainab.Clara mengenakan Gaun Mini Dior berwarna merah, yang pernah dikenakan juga oleh Selena Gomez. Christan yang melihat penampilan vulgar Clara, merasa terkejut. "Apa yang sedang kamu pakai, Clara?" tanya Christan, seraya mengerutkan dahinya terheran-heran.Clara menaikkan dagunya agar tampak percaya diri, dan berkata, "Jangan pedulikan aku."Saat mereka telah selesai bersiap-siap, Clara bertanya, "Kita akan ke sana naik apa, Christian?"Christian tersenyum dan menjawab, "Kita akan menggunakan private yatch milik keluargaku yang berada di pelabuhan."Saat mereka keluar dari vila, sebuah Lamborghini Urus berwarna hitam elegan telah menunggu di depan. Clara memandang kendaraan tersebut dengan kagum, "Wow, Christian, ini mobil apa?"Christian tertawa, "Ini
Singapura, Singapura. 15 Agustus 2021, 7:15 AM.Matahari terbit dengan kelembutan di balik jendela vila pinggir pantai Singapura, menyoroti Clara dan Christian yang baru saja membuka matanya. Mereka terbangun dengan pelukan hangat, saling menatap dengan senyuman bahagia. Suara ombak memeluk mereka, menambah keindahan pagi yang tenang.Clara mencuri ciuman lembut dari bibir Christian, "Pagi ini terasa begitu indah, sayang."Christian tersenyum, "Iya, jauh lebih indah lagi karena aku bersamamu." Mereka berdua menikmati momen intim itu, merasakan kebahagiaan yang memenuhi hati mereka.Dengan pelan, Clara menyentuh wajah Christian, "Aku sangat bersyukur karena kamu selalu ada di sisiku. Terima kasih, i love you so much, Chrsitan."Kedua insan yang tengah dimabuk asmara tersebut saling menatap dengan mata penuh keterpesonaan, merasakan cinta yang semarak di antara mereka seperti ombak yang tak henti berayun.Mereka berdua bergegas dari tempat tidur dengan penuh kebahagiaan. Clara dan Chris
Jakarta, Indonesia. 13 Agustus 2021, 7:15 AM.Suasana pagi di kediaman megah Christan begitu tenang. Aroma kopi segar dan wangi masakan mewah memenuhi udara saat Clara, Christan, dan si kecil Julian duduk bersama di meja makan yang megah.Clara tersenyum penuh kasih saat memberikan suguhan pagi kepada
Jakarta, Indonesia. 12 Agustus 2021, 11:23 AM.Tom, dengan tekad untuk mengungkap kebenaran di balik jebolnya brankas perusahaan Clara, mengambil ponselnya dan menekan nomor seorang hacker paling handal di luar negeri. Setelah beberapa kali dering, sambungan terbuka.Tom menggenggam ponsel pintarnya d
Jakarta, Indonesia. 12 Agustus 2021, 10:49 AM.Saat mobil melaju di jalanan yang ramai, Christan tersenyum pada Clara, "Clara, aku punya ide. Bagaimana kalau kita pergi ke rumah keluargaku di Singapura? Aku ingin keluargaku mengenalmu lebih baik, agar keluargaku tidak curiga dengan hubungan palsu kit
Jakarta, Indonesia. 12 Agustus 2021, 8:23 AM.Keesokan harinya, sinar matahari mulai menyapa lembut. Christan sudah bersiap-siap untuk menemui pengacaranya, Tom. Dia menghampiri kamar Clara dan mengetuk pintu dengan lembut."Clara, waktu untuk bangun. Kita punya janji dengan pengacaraku pagi ini," uca












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak