Share

Bab 289

Author: Darrel Gilvano
Andra sedikit ragu, tetapi akhirnya tetap mengangkat telepon dari putrinya. Mendengar penjelasan Laura di ujung telepon, ekspresi Andra tiba-tiba berubah. Matanya menatap lurus ke arah Jimmy.

Lebih dari satu menit kemudian, Andra menutup telepon. Namun, pandangannya masih belum lepas dari Jimmy.

Jimmy tersenyum sambil menatap balik Andra, lalu bercanda, "Kenapa lihat aku sampai begitu? Apa ada bunga di wajahku?"

"Kamu yang minta Pak Mukhtar untuk obati ayahku?" tanya Andra.

Jimmy tidak mengakui,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 310

    Melihat Rigen yang berlutut di tanah sambil memohon ampun, wajah Leonel langsung berubah-ubah antara pucat dan merah.Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Howard ternyata begitu menghargai Jimmy.Sialan! Dia baru saja bertemu Laura dan sebenarnya ingin menunjukkan kemampuannya di depan Laura, agar Laura mengaguminya. Dengan begitu, Laura pasti akan menjadi miliknya cepat atau lambat.Sekarang, Howard justru membuatnya kehilangan muka seperti ini! Apa dia sudah tidak menginginkan investasi 10 triliun lebih itu?"Sepertinya kamu sang pembawa rezeki juga nggak terlalu penting ya!" Zisel menatap Leonel dengan tatapan mengejek."Aku sudah bilang, jangan terlalu sok hebat. Nanti wajahmu malah bengkak karena ditampar. Tapi kamu nggak mau percaya.""Oh ya?" Leonel mendengus dingin, lalu berkata dengan gigi bergemeletuk, "Justru bagus kalau Howard datang. Aku ingin melihat sendiri, mana yang lebih penting baginya. Investasi triliunan itu atau temannya ini!"Dia tidak percaya Howard akan menyin

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 309

    "Sepertinya hari ini aku perlu menyadarkan kalian, siapa sebenarnya yang kotoran di sini." Sambil berkata begitu, Leonel mengeluarkan ponselnya dan menelepon Howard.Melihat tindakan Leonel, ekspresi Laura langsung berubah. Dia buru-buru menarik Zisel ke samping dan berbisik pelan, "Dia itu pembawa uang bagi Howard. Dia memegang investasi lebih dari 10 triliun!""Meskipun Jimmy kenal Pak Howard, kalian tetap nggak mampu menyinggungnya! Cepat minta maaf padanya, nanti aku bantu menengahi supaya masalah besar jadi masalah kecil!"Zisel sedikit terkejut, lalu tersenyum sambil menggeleng. "Jimmy memang benar. Kamu sebenarnya nggak punya niat jahat, cuma otakmu saja yang kurang jalan."Dia sama sekali tidak meragukan bahwa Laura memang bermaksud baik pada mereka. Namun, cara berpikir Laura memang tidak terlalu bagus.Dia juga tidak memikirkannya. Kalau Howard benar-benar sangat menghargai Leonel, seberapa sibuk pun dia pasti akan datang sendiri menemani Leonel makan.Sepuluh triliun investa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 308

    Rigen mana mungkin mampu menahan satu tamparan dari Jimmy. Begitu tamparan itu mendarat, Rigen langsung dipukul hingga kepalanya pusing. Tubuhnya terhuyung-huyung, lalu jatuh ke tanah."Pak Rigen!""Berani sekali kamu memukul Pak Rigen!""Kalian tunggu saja sampai tempat ini tutup!"Melihat Rigen dipukul, beberapa orang segera panik dan buru-buru membantu Rigen berdiri.Rigen mengangkat tangan untuk menyeka darah di sudut bibirnya, lalu menatap Jimmy dengan wajah muram. Sambil menggertakkan gigi, dia berkata, "Kamu akan mati! Aku pasti akan ....""Pak Rigen!" Laura buru-buru menghentikan Rigen, menggeleng untuk mengingatkannya, "Jimmy kenal Pak Howard."Hati Rigen langsung bergetar, lalu dia menatap Jimmy dengan heran. "Kamu kenal Pak Howard?"Jimmy tersenyum sambil mengangguk. "Karena itu, aku membantu Pak Howard mengajarimu gimana seharusnya cara bekerja."Mendengar itu, wajah Rigen langsung berkedut keras. Kalau bukan karena kata-kata Laura tadi, dia pasti tidak akan membiarkan masa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 307

    "Seorang pelayan saja berani bicara seperti ini kepadaku?" Orang itu menatap pelayan dengan garang."Cepat panggil bos kalian! Hari ini dia harus datang sendiri menyambut kami! Kalau nggak, aku pastikan tempat ini nggak bisa buka lagi!"Pelayan itu menggertakkan giginya, memegangi pipinya, lalu berlari masuk.Saat ini, Zisel sedang memimpin seluruh karyawan merayakan kebebasan Jimmy. Dia bahkan mengumumkan bahwa gaji semua orang akan digandakan bulan ini.Membuat para karyawan seperti disuntik semangat, mereka bersorak-sorai dan berbaris untuk bersulang dengan Jimmy.Saat semua orang sedang sangat bersemangat, pelayan yang tadi ditampar berlari masuk sambil memegang wajahnya dan menangis, lalu mengatakan bahwa ada orang yang datang membuat keributan."Ada yang buat keributan?" Jimmy mengerutkan kening dan bertanya, "Apa yang terjadi?"Pelayan itu tidak menyembunyikan apa pun, menceritakan secara singkat apa yang telah terjadi.Setelah mendengar penjelasan pelayan itu, Jimmy dan Zisel s

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 306

    Dalam perjalanan menuju Resor Scene, Laura baru tahu Howard sebenarnya berencana menjamu Leonel secara pribadi.Namun, di pihaknya tiba-tiba ada urusan penting, jadi dia hanya bisa mengatur beberapa eksekutif perusahaan untuk menemani Leonel.Rigen adalah wakil presdir eksekutif Grup Horizon. Di Grup Horizon, dia bisa dibilang adalah orang nomor dua. Ini benar-benar level eksekutif yang sangat tinggi. Harapan di hati Laura langsung menyala kembali.Dalam obrolan santai, Laura juga mengetahui bahwa sekarang Leonel adalah eksekutif di perusahaan investasi papan atas dalam negeri, Titan Capital. Kali ini, dia datang ke Bataram untuk membicarakan investasi dengan Grup Horizon.Kabarnya, nilai investasinya lebih dari 10 triliun. Mendengar semua itu, Laura sangat terkejut sekaligus semakin kagum pada Leonel.Leonel tidak memiliki keluarga besar yang kuat di belakangnya. Dia bisa mencapai posisi seperti sekarang sepenuhnya berkat usahanya sendiri. Dibandingkan dengan orang-orang seperti merek

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 305

    Namun, Bisma tetap bersikeras dan tidak mau mengalah sedikit pun.Pada akhirnya, Bisma benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi, jadi dia hanya bisa berkata, "Di tempatku ini, Grup Sucipto jelas nggak akan lolos. Kalau Bu Laura benar-benar ingin bekerja sama dengan kami, bisa coba cari Jimmy. Selama dia yang bicara, Pak Howard pasti akan setuju."Mencari Jimmy? Hati Laura langsung terasa seperti tertusuk. Dia baru saja resmi bercerai dengan Jimmy, lalu sekarang harus pergi mencarinya untuk meminta bantuan?Kalau begitu, bukankah benar seperti yang dikatakan ayahnya, benar-benar tidak punya harga diri lagi?Sambil tersenyum pahit, Laura kembali mencoba meyakinkan Bisma. Namun, sikap Bisma sangat jelas.Di tempatnya, Grup Sucipto pasti tidak akan lolos. Apa pun yang Laura katakan tidak ada gunanya.Laura tidak punya pilihan lain. Melihat sudah hampir waktunya makan siang, dia mengusulkan untuk mentraktir Bisma makan, tetapi Bisma menolak dengan alasan sudah ada janji lain.Laura kel

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 82

    Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 85

    "Hmm ... boleh juga." Rubah Perak mengangguk, berkata dengan agak enggan. "Jenderal terlalu berbelas kasih pada Jimmy. Kalau menurutku, orang tak tahu malu seperti itu memang harus diberi pelajaran keras supaya kapok!""Selain memukulinya, memang kamu bisa menghukumnya bagaimana lagi?" Yasmin tersen

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 76

    Angin malam berembus pelan. Jimmy dan Bisma menghentikan skuter listrik, lalu berjalan santai menyusuri tanggul sungai."Jimmy, sejak kapan kamu punya pengaruh sebesar ini?" Sambil berjalan, Bisma akhirnya tak tahan untuk bertanya."Aku mana punya pengaruh." Jimmy menggeleng sambil tersenyum. "Yang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 84

    Setelah menerima telepon dari Laura, Jimmy masih agak bingung.'Yasmin salah minum obat? Kenapa dia cari masalah denganku? Sialan, bajingan mana lagi yang mengadu domba kami?''Jangan-jangan ... Rafael? Berengsek! Pasti bocah tolol itu!''Selain pamer dan cari muka, bajingan itu seharian cuma bisa c

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status