LOGINSaat masih berbicara melalui telepon dengan Sabrina, Jimmy menerima panggilan dari Yasmin. Setelah mengakhiri percakapannya dengan Sabrina, Jimmy langsung menelepon Yasmin kembali.Begitu panggilan tersambung, Yasmin langsung menyampaikan tujuannya. "Aku ingin ketemu dan bicara sama kamu. Kamu lagi di mana sekarang?"Jimmy juga menjawab dengan lugas dan memberitahukan alamat hotel tempat mereka menginap. Setelah berbicara singkat, keduanya pun mengakhiri panggilan.Baru menjelang tengah malam, Yasmin tiba dari Lotara.Mendengar ketukan dari luar kamar, Jimmy bangkit dan membuka pintu. Sesuai dugaan, yang berdiri di luar memang Yasmin. Jimmy tersenyum dan bertanya, "Jadi, kita mau bicara di luar atau di kamarku saja?""Di kamarmu saja." Sambil menjawab, Yasmin langsung melangkah masuk.Jimmy menutup pintu, lalu menoleh ke arahnya sambil bercanda, "Kamu masuk ke kamar pria tengah malam begini. Nggak takut aku macam-macam sama kamu?"Yasmin melemparkan tatapan kesal kepadanya. "Kalau mema
Saat hari mulai gelap, Jimmy membawa Yunan tiba di Keluarga Riyardi. Setelah menekan Keluarga Riyardi dengan kekuatan mutlak, Jimmy juga menyampaikan syaratnya kepada mereka. Karena tidak mampu melawan tekanannya, Keluarga Riyardi akhirnya terpaksa menyetujui untuk berada di bawah komando Yasmin.Setelah itu, Jimmy dan Yunan meninggalkan tempat tersebut dan mencari hotel untuk beristirahat. Informasi yang dia peroleh dari Keluarga Riyardi hampir sepenuhnya sama dengan informasi dari dua keluarga lainnya.Semua petunjuk pada akhirnya mengarah kepada Purbaloka dan Ervon.Dari Keluarga Riyardi, Jimmy juga mengetahui bahwa mereka sebenarnya sudah mendengar tentang hadiah buronan yang berkaitan dengan Sabrina. Namun, mereka tidak berani bertindak. Mereka khawatir Nara masih hidup.Atau mungkin ada seseorang yang sengaja ingin memancing mereka keluar untuk membantu Nara balas dendam.Setelah kembali ke hotel, Yunan terus mendesaknya dengan berbagai pertanyaan. Jimmy pun menceritakan semua in
Yasmin hanya merasa kepalanya berdengung tanpa henti. Pikirannya benar-benar kosong. Bahkan dia sendiri tidak tahu ke mana kesadarannya melayang.Satu Keluarga Gutawa saja sudah membuatnya merasa seperti sedang bermimpi. Sekarang Keluarga Riyardi dan Keluarga Saif juga akan diberikan kepadanya? Kalau benar begitu, bukankah dia akan memiliki begitu banyak petarung kuat di bawah komandonya?Mungkin jika dipilih secara acak, siapa pun di antara mereka bisa mengalahkannya yang hanya seorang petarung tingkat tujuh! Apa sebenarnya yang ingin dilakukan bajingan ini? Apa yang telah dilakukan ketiga keluarga itu hingga membuatnya begitu marah?Jimmy bahkan ingin menyerahkan tiga keluarga bela diri kuno terkuat di wilayah dataran tengah ke bawah komandonya! Jimmy tidak memedulikan keterkejutan Yasmin. Tatapan dinginnya kembali jatuh pada Wiko."Katakan jawabanmu. Jangan menguji kesabaranku."Perkataan Jimmy itu jelas merupakan ultimatum terakhir bagi Wiko.Dalam hatinya, tentu ada seratus alasan
"Aku akan memberimu tiga keluarga besar!"Mendengar perkataan Jimmy, Yasmin dan Ibnu langsung tertegun bersamaan.Apa maksudnya? Jangan-jangan Keluarga Gutawa adalah salah satu dari tiga keluarga yang ingin dia berikan kepada Yasmin?"Tiga ... keluarga besar?" Sudut wajah Yasmin sedikit berkedut. "Termasuk ... Keluarga Gutawa?""Ya." Jimmy mengangguk ringan. Lalu, dia mengangkat pandangannya ke arah Wiko dan berkata dengan nada yang tidak memberi kesempatan untuk dibantah, "Mulai sekarang, seluruh Keluarga Gutawa berada di bawah komando Jenderal Yasmin. Semua orang harus mematuhi perintahnya."Apa?!Mendengar perkataan Jimmy, napas Wiko langsung menjadi berat.Seluruh anggota Keluarga Gutawa juga menunjukkan ekspresi terkejut. Mereka seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Bahkan putra bungsu Wiko yang sedang bertarung dengan Yunan langsung menghentikan pertarungannya.Setelah beberapa detik terdiam, tatapan penuh kemarahan langsung tertuju kepada Jimmy dari segal
Sayangnya, Yunan tidak mau mengatakan apa pun, sehingga Yasmin juga tidak memiliki cara lain untuk mencari tahu. Jimmy dan Wiko berbicara di sana selama setengah jam. Mereka pun menunggu di sini selama setengah jam penuh.Barulah ketika Jimmy dan Wiko selesai berbicara lalu berdiri, dan melihat bahwa Jimmy tidak berniat bergerak lagi, Yasmin diam-diam menghela napas lega.Namun ketika melihat wajah Wiko yang dipenuhi kekhawatiran, hati Yasmin kembali menjadi gelisah. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya dibicarakan Jimmy dan Wiko.Akan tetapi, Wiko tampak sangat ketakutan. Saat berbalik, wajahnya dipenuhi kesuraman dan kecemasan. Jimmy langsung berjalan ke hadapan Yunan dan berkata sambil tersenyum, "Urusanku sudah selesai. Sekarang giliranmu menyelesaikan urusanmu."Yunan mengangguk.Lalu dengan wajah dingin, dia bertanya kepada anggota Keluarga Gutawa, "Siapa di sini yang merupakan petarung tingkat tujuh?"Semua orang menatap Yunan dengan bingung.Pada akhirnya, putra bungsu Wiko yang
Ucapan Yasmin yang mengatakan bahwa dia tidak sanggup menyinggung Jimmy itu, telah cukup untuk menggambarkan ketidakberdayaannya. Dia memang benar-benar tidak sanggup menghadapi Jimmy!Apalagi Keluarga Gutawa.Tidak perlu dibahas lagi.Di antara anggota Keluarga Gutawa saja, ada beberapa orang yang kekuatannya berada di atas dirinya. Namun sekuat apa pun Keluarga Gutawa, mereka tetap hanyalah sebuah keluarga bela diri kuno.Sedangkan di belakang Yasmin berdiri seluruh kekuatan negara.Jika diperlukan, pihak atasan bisa sewaktu-waktu mengirim beberapa petarung kuat untuk membantu mereka. Namun bahkan jika Nargari datang sendiri, dia tetap hanya akan berakhir kalah di tangan Jimmy.Menurut perkiraannya, bahkan jika Nargari membawa semua petarung tingkat sembilan yang mereka ketahui dan menyerbu bersama-sama, kemungkinan besar mereka tetap akan gagal menghadapi Jimmy.Bajingan ini benar-benar terlalu mengerikan!Mendengar ucapan Yasmin, wajah Wiyata langsung berubah. Bahkan Yasmin saja ti
Setelah mentraktir Zisel makan dengan sederhana, Jimmy meninggalkannya dan pergi sendiri naik motor dengan kejam. Kalau tidak segera pergi, dia takut benar-benar berubah jadi bejat. Melihat Jimmy lari terbirit-birit, Zisel langsung tertawa terpingkal-pingkal.Setelah berpisah dengan Zisel, Jimmy lal
Zisel mengusulkan untuk mengantar Jimmy pulang, dan Jimmy pun tidak menolak.Sepanjang perjalanan, Zisel terus bertanya ke sana kemari seperti anak kecil yang penuh penasaran. Jimmy sedang memikirkan banyak hal, jadi jawabannya pun seadanya.Kejadian malam ini kembali membuktikan dugaannya sebelumny
Setengah jam kemudian, Jimmy yang menaiki taksi sampai di Rumah Sakit Diloam. Kala ini, keluarga Andra dan Marcus sudah menunggu di depan pintu rumah sakit.Begitu Jimmy turun dari taksi, Zisel yang tidak puas mengeluh kepada Laura, "Suamimu ini benar-benar sombong, padahal dia itu cuma satpam! Masa
"Jangan, jangan ...."Wajah Zisel langsung pucat pasi. Tangan yang mencengkeram baju Jimmy pun bergetar tanpa henti. Jimmy menatap Zisel dengan ekspresi tak berdaya.Bukannya dia pongah sekali waktu di perusahaan Keluarga Sucipto dulu? Kenapa sekarang malah ketakutan setengah mati?Wajah Wirya tampa







