共有

BAB 40 — Balasan

作者: Noobunagi
last update 公開日: 2026-06-09 13:00:45

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 44 — Catatan Damar Wangi

    Malam setelah kembali dari titik itu, Rengganis tidak langsung bicara.Menyalakan tungku. Membuat teh. Duduk di lantai dengan cara yang sama seperti selalu — tapi ada sesuatu yang berbeda di cara dia duduk malam ini. Lebih berat. Lebih seperti seseorang yang sedang memutuskan sesuatu yang sudah lama ditunda.Arka menunggu."Catatan Damar Wangi," kata Rengganis akhirnya. "Aku tidak bilang aku tidak tahu di mana — aku bilang kita perlu mencarinya.""Bedanya?"

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 43 — Titik

    Mereka berangkat keesokan paginya sebelum langit terang.Bukan karena perlu terburu-buru, tapi karena Rengganis bilang bahwa di Rimba yang sedang berubah, subuh adalah waktu paling stabil. Bayu bergerak paling dapat diprediksi di antara gelap dan terang, sebelum sesuatu yang lebih besar mulai aktif."Seberapa jauh?" tanya Arka saat mereka berjalan keluar."Enam jam kalau jalur biasa. Lima kalau lewat jalur yang aku tahu.""Lebih cepat, tapi tidak nyaman. Akar lebih tinggi, pohon lebih rapat, dan ada bagian yang harus dilalui di bawah air setinggi lutut.""Jalur itu," kata Arka.Rengganis hanya berjalan....Dua jam pertama terasa lebih mudah daripada perjalanan ke Akar Wangi.Bukan karena medannya berbeda, tapi karena Arka sudah tahu cara membaca Rimba. Cara memilih langkah, membiarkan niat terbaca, dan berada di tempat ini tanpa melawannya.Yang berubah adalah Rimba itu sendiri.Makhluk-makhluk yang biasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 42 — Kembali ke Rimba

    Perjalanan kedua ke Rimba Dayak Batin terasa berbeda dari yang pertama.Bukan karena jalannya berubah. Jalan besar yang sama, jalan tanah yang sama, desa kecil yang sama di perbatasan. Tapi ada sesuatu yang berbeda di cara Arka berjalan di dalamnya — lebih sedikit memperhatikan hal-hal yang dulu perlu dia perhatikan, lebih banyak ruang di kepalanya untuk memperhatikan hal-hal yang baru.Seperti perbedaan antara pertama kali masuk ruangan gelap dan kali kedua — gelap yang sama, tapi mata yang sudah tahu cara mulai membacanya....Di warung per

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 41 — Bulan Ketiga

    Bulan ketiga pengobatan Prawira dimulai dengan kabar yang tidak Arka antisipasi.Tabib itu datang sendiri ke rumah — tidak menunggu jadwal kunjungan rutin. Duduk di ruang tamu dengan wajah yang tidak menunjukkan kabar buruk tapi juga tidak menunjukkan kabar baik. Hanya wajah seseorang yang punya sesuatu untuk disampaikan dan ingin menyampaikannya dengan benar.Arka, ibunya, dan Prawira duduk di hadapannya.Sari diusir ke kamar — dengan protes yang cukup keras untuk terdengar dari dua pintu."Siklus kedua," kata tabib itu, "meresp

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 40 — Balasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 39 — Surat Kedua

    Surat kedua dari Rengganis datang di akhir bulan kedua.Arka membacanya di teras pagi itu, sebelum sarapan, dengan kopi yang belum habis di tangannya."Rimba berubah lebih cepat dari yang aku perkirakan. Bukan di tepi — di bagian dalam. Senggelong yang biasanya tinggal di sana sudah tidak ada. Bajang Akar di sungai kecil sudah pergi sejak dua minggu lalu. Makhluk yang sudah jadi bagian Rimba selama ratusan tahun tidak pergi tanpa alasan.Bayu di bagian dalam mulai tidak stabil — bergerak dengan pola yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status