Compartilhar

Bab 298

Autor: Galih Rembulan
Keesokan harinya, Adrian menerima dua pasien istimewa, yaitu kakak beradik Bagas dan Alya. Mereka juga keracunan dan tidak sadarkan diri.

Adrian merasa agak aneh, tetapi tetap menyelamatkan mereka terlebih dahulu.

Setelah Bagas siuman, Adrian pun bertanya kepadanya, "Siapa yang meracuni kalian?"

"Aku juga nggak yakin," jawab Bagas dengan lemah. Dia enggan bicara lebih banyak, lalu memejamkan mata dan segera tertidur.

Namun, ketika Adrian bertanya kepada Alya, dia justru mendapatkan jawaban yang
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 298

    Keesokan harinya, Adrian menerima dua pasien istimewa, yaitu kakak beradik Bagas dan Alya. Mereka juga keracunan dan tidak sadarkan diri.Adrian merasa agak aneh, tetapi tetap menyelamatkan mereka terlebih dahulu.Setelah Bagas siuman, Adrian pun bertanya kepadanya, "Siapa yang meracuni kalian?""Aku juga nggak yakin," jawab Bagas dengan lemah. Dia enggan bicara lebih banyak, lalu memejamkan mata dan segera tertidur.Namun, ketika Adrian bertanya kepada Alya, dia justru mendapatkan jawaban yang berbeda.Alya meminta Adrian menyuruh orang-orang di sekitarnya untuk pergi, lalu berkata, "Ini semua sandiwara yang dirancang dan dimainkan sendiri oleh Kak Bagas. Itu karena ada orang dari Keluarga Nandana yang datang menyelidiki kami. Jadi, kami terpaksa meracuni diri sendiri.""Kalian …." Adrian tidak bisa berkata-kata. Namun, dia harus mengakui jika cara yang dilakukan Bagas ini memang cukup kejam.Adrian pun kembali bertanya, "Kalian nggak takut mati karena racun sendiri? Bagaimana kalian

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 297

    Kelima pengawal itu akhirnya lemas semua dan terduduk di tanah. Mereka bersandar pada bodi mobil dan tidak berdaya."Apa yang kamu oleskan ke mereka?" Kamila juga sempat muntah. Namun, setelah meninggalkan kantor, dia langsung baik-baik saja.Akan tetapi, kondisi para pengawal itu masih belum membaik. Kamila berpikir sejenak. Satu-satunya kemungkinan adalah sesuatu yang dioleskan Adrian ke lubang hidung para pengawal itulah yang menjadi biang keladinya."Gel parfum. Wangi banget. Kamu juga mau dioles?" Adrian mengeluarkan benda itu dan hendak mengoleskan sedikit ke Kamila. Namun, Kamila tidak berani menerimanya dan buru-buru menghindar."Kamila, jangan macam-macam denganku. Kalau nggak, masalah ini nggak akan berakhir damai seperti sekarang ini. Tuntutanku sederhana saja, katakan padaku siapa laki-laki di luar sana yang menjalin hubungan denganmu dan siapa ayah kandung anak-anak itu, lalu kita bercerai," kata Adrian dengan serius."Aku nggak melakukan hal yang mengkhianatimu! Ayah anak

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 296

    Adrian tidak mengaku, juga tidak bersikap baik kepada Haris, sehingga membuat Haris sangat marah dan pergi dengan perasaan kesal.Tak lama kemudian, Adrian menerima telepon dari Kamila. Kamila langsung bertanya kepada Adrian, "Sayang, Ayah mencarimu, apa dia menyulitkanmu?""Menurutmu, apa dia datang untuk menunjukkan kepedulian atau memujiku? Aku tahu, kamu juga curiga kalau aku yang meracuni Darsa. Kamu sudah gila, ya?" Adrian langsung balik bertanya."Soal ini, aku juga merasa kalau bukan kamu yang melakukannya. Kami sedang menyelidikinya. Aku yakin sebentar lagi akan ada kesimpulannya.""Aku sudah lapor polisi. Pihak kepolisian akan turun tangan menyelidiki. Apa pun kebenarannya, pasti akan ada kesimpulannya. Oh, mumpung kamu menelepon, aku akan tanya padamu. Bagaimana kamu menangani soal Sita yang meracuni tiga pembantu di rumahmu itu?" Adrian tahu, selama Kamila ikut mengurusi masalah Keluarga Estiawan, dia pasti akan bertemu dengan Sita. Bahkan, mereka berdua sudah pernah bertem

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 295

    Lindri tidak berhasil membawa kakeknya ke Rumah Sakit Umum dan Adrian juga tidak pergi ke Rumah Sakit Pengobatan Tradisional.Melalui orang yang dikirim Rumah Sakit Umum, Adrian juga mengetahui sedikit tentang kondisi Darsa. Darsa dipastikan keracunan dan masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Lantaran belum memeriksa nadi Darsa dan belum melihat hasil laboratorium dan CT scan secara spesifik, Adrian pun belum bisa menarik kesimpulan."Apa ini perbuatan Sita?""Tapi itu sepertinya nggak mungkin. Darsa itu bawahan Keluarga Nandana. Sita nggak mungkin sebodoh itu untuk melakukan hal semacam ini. Apa mungkin Sita benar-benar sekejam itu, sampai tega menyakiti orangnya sendiri?""Atau, jangan-jangan Sita menganggapku orang yang baik dan pasti akan menyelamatkan Darsa?"Adrian tidak bisa memahaminya. Oleh karena itu, Adrian pun berhenti memikirkannya dan menghabiskan malam di kantornya.Keesokan harinya saat kembali bekerja, Adrian langsung dipanggil oleh mantan direktur rumah sakit. Mant

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 294

    Bagi keluarga bangsawan sebesar ini, kalau diserang dari luar, nggak akan langsung bisa dihancurkan dalam sekejap. Mereka masih punya sisa kekuatan dan pengaruh. Kehancuran total baru akan terjadi kalau anggota keluarganya mulai saling menghancurkan dan merusak dari dalam.Adrian merasa, ungkapan ini juga cocok untuk Keluarga Nandana. Jika Keluarga Nandana benar-benar seperti Keluarga Riyanto sebelumnya, yang rapuh dan tidak berdaya, tentu mereka sudah lama dihancurkan oleh orang-orang faksi ibu kota. Ketika faksi ibu kota datang ke Kota Raksi dan mendirikan Grup Dunia Baru, Keluarga Nandana tidak peduli. Hal itu jelas menunjukkan jika faksi ibu kota tidak akan memberikan dampak kehancuran yang fatal bagi Keluarga Nandana. Sementara itu, Grup Dunia Baru sendiri di Kota Raksi tidak memiliki fondasi, dukungan lokal, ataupun basis yang kuat, sehingga tidak akan bertahan lama.Oleh karena itu, Keluarga Nandana pun bisa bersikap tenang.‘Kamila, perkembanganmu yang begitu pesat selama berta

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 293

    Adrian kembali menerima pasien lama yang penyakitnya kambuh. Kondisinya terlihat sangat serius. Namun, setelah diperiksa, dipastikan itu keracunan makanan. Setelah diberi penawar racun, tidak ada masalah lagi.Hari itu, Adrian menerima telepon dari Kamila, yang mengatakan bahwa seperti yang dikatakan Adrian, tiga orang pembantu di rumah tiba-tiba keracunan makanan dan butuh pertolongan Adrian.Awalnya Adrian tidak banyak berkomentar. Dia hanya menyuruh Kamila membawa mereka ke tempatnya. Namun, kemudian, Adrian mengetahui jika para pasien itu ternyata dirujuk dari Rumah Sakit Pengobatan Tradisional. Rupanya, saat ketiga pembantu itu jatuh sakit, Kamila sebenarnya sempat berpikir untuk membawa mereka ke Rumah Sakit Umum, untuk mencari Adrian. Namun, mengingat kejadian Yunita si pembantu muda itu sebelumnya, serta kejadian Sofia yang terus-menerus muntah-muntah baru-baru ini, Kamila pun merasa jika Adrian mungkin akan kembali melakukan kecurangan. Oleh karena itu, Kamila tidak langsung m

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 2

    Entah sudah berapa lama waktu berlalu, Adrian terbangun dari rasa pusing akibat mabuk berat dan menyadari jika dirinya sudah berada di sebuah tempat tidur hotel yang mewah dan besar.Di balik selimut, Adrian mendapati dirinya sama sekali tidak mengenakan apa-apa. Melihat jejak-jejak kekacauan yang a

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 1

    Adrian Pramudya terpaku menatap tiga lembar hasil tes DNA di depannya. Tulisan "Dinyatakan Tidak Memiliki Hubungan Darah" di dalam stempel merah itu terlihat begitu menusuk mata.Ketiga putrinya sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya.Putri sulungnya berusia 15 tahun, putri kedua 11 tah

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 7

    Menghadapi tatapan menyelidik Haris, Adrian pun berkata, "Ini benar. Awalnya aku juga nggak percaya dengan kenyataan ini. Makanya, aku melakukan beberapa kali tes. Tapi, hasilnya … kesimpulannya selalu sama."Haris tidak terburu-buru untuk berbicara. Dia menatap Adrian dengan tajam, seakan sedang me

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 6

    Mendengar hal itu, Adrian yang sudah bersiap sejak awal tidak takut untuk membalas tatapan istrinya. "Kamila, kamu sekarang orang terkaya di Kota Raksi. Kekayaanmu diperkirakan mencapai 160 triliun. Aku nggak bakal jadi orang yang serakah dan minta setengah dari kekayaanmu, karena itu bukan aku yang

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status