登入Kesuksesan Adrian ada yang terlihat oleh Kamila, ada pula yang tidak terlihat oleh Kamila, seperti ketekunan dan kegigihan Adrian, kebaikan hati Adrian dan lain-lain.Adrian tidak pulang, juga tidak lagi dibuntuti oleh Kamila. Akan tetapi, Adrian masih sangat lihai dalam mengelabui orang yang sedang menguntitnya. Setelah sibuk menangani kasus keracunan Hotel Kota Raksi selama berhari-hari, Adrian merasa agak kelelahan, sehingga dia pun mengambil cuti selama tiga hari.Tiga hari itu dihabiskan Adrian di tempat Resti. Hal ini membuat Resti merasa tersanjung. Namun, Adrian tetap tidak berhubungan badan dengannya, sehingga membuat Resti merasa agak kesal.Setelah beristirahat dengan baik, Adrian kembali bekerja.Hari ini, begitu Adrian keluar dari ruang gawat darurat, dia melihat Kamila, Haris dan anggota Keluarga Hadinata lainnya sedang menunggunya di ruang kerjanya. Semuanya menatap Adrian dengan cemas.Kamila lalu berkata, "Sayang, tolong selamatkan seseorang kali ini."Adrian baru saja
Setelah Adrian pergi, Bagas memanggil adiknya untuk bicara empat mata. Bagas menceritakan permintaan Adrian yang keterlaluan itu.Alya pun terkejut dan berkata, "Kalau begitu, itu nggak aneh. Sita yang begitu sombong saja secara khusus menantang Adrian dalam adu ilmu pengobatan dan bahkan nggak bisa menang. Jelas terlihat kalau Adrian itu bukan orang sembarangan. Dia pasti punya kelebihan yang luar biasa sehingga bisa jadi menantu Keluarga Hadinata. Selama belasan tahun sebelumnya, dia nggak terkenal dan nggak menarik perhatian. Tapi, belakangan ini, dia sudah melakukan operasi dengan tingkat kesulitan yang paling tinggi. Setelah dipromosikan menjadi ketua tim medis, kinerjanya juga sangat luar biasa. Menawarkan racun kali ini makin mendorong kemampuan medis dan rasa percaya dirinya ke puncak. Kamu begitu bodoh karena secara sukarela masuk perangkapnya. Kalau dia nggak memanfaatkan kesempatan ini untuk mengendalikanmu, berarti dia benar-benar bodoh.""Jangan lagi menceramahiku. Apa yan
Adrian sebenarnya ingin menjenguk Bagas, yang sudah memasuki proses pemulihan. Namun, setiap kali Adrian datang untuk memeriksanya, Bagas selalu berpura-pura tidak sadarkan diri dan tidak mau bicara dengan Adrian.Akan tetapi, Alya justru cukup kooperatif. Apa saja dia ceritakan kepada Adrian, misalnya soal keracunan di Hotel Kota Raksi. Hal itu sudah lama direncanakan oleh Bagas. Racun itu sebelumnya disembunyikan di dalam sebuah toples bumbu. Jadi, begitu toples bumbu itu dibuka dan dipakai, semua orang akan keracunan secara bersamaan.Bagas sudah menyiapkan tiga siasat dan Hotel Kota Raksi adalah salah satunya. Selain itu, masih ada dua tempat lainnya. Alya sendiri tidak tahu, jadi dia tidak bisa memberi tahu Adrian. Ketika Alya menduga jika yang menjadi targetnya itu mungkin adalah Keluarga Estiawan atau Keluarga Nandana, Adrian pun berhenti menyelidikinya.Lindri datang ke Departemen ICU dan langsung mencari Adrian. Dia berkata, "Adrian, aku nggak menyangka kemampuan medismu sudah
Adrian tetap menyelamatkan orang-orang yang keracunan dan tidak sadarkan diri itu dengan profesional. Dia tidak bertindak cepat seperti saat menyelamatkan Bagas dan Alya yang langsung sadar begitu ditangani, melainkan menetralkan racun mereka terlebih dahulu, sehingga yang paling cepat sekalipun baru akan sadar keesokan harinya.Hotel Kota Raksi juga memiliki hubungan dengan Grup Hadinata. Dengan menahan orang-orang yang keracunan ini, Adrian juga bisa melihat bagaimana reaksi Kamila. Kali ini, Kamila terlibat masalah besar. Jika Kamila kewalahan menanganinya, dia pasti akan meminta bantuan selingkuhannya. Pada saat itu, selingkuhan Kamila tersebut pasti akan muncul dengan sendirinya.Meski masih ada yang disembunyikan, prestasi Adrian tetap menjadi yang paling mengesankan.Dinas Kesehatan memiliki tim kerja khusus yang menangani insiden keracunan massal ini. Anggota tim tersebut menemukan bahwa upaya penyelamatan di Rumah Sakit Umum dilakukan dengan sangat baik. Dua puluh lima korban
Keesokan harinya, Adrian menerima dua pasien istimewa, yaitu kakak beradik Bagas dan Alya. Mereka juga keracunan dan tidak sadarkan diri.Adrian merasa agak aneh, tetapi tetap menyelamatkan mereka terlebih dahulu.Setelah Bagas siuman, Adrian pun bertanya kepadanya, "Siapa yang meracuni kalian?""Aku juga nggak yakin," jawab Bagas dengan lemah. Dia enggan bicara lebih banyak, lalu memejamkan mata dan segera tertidur.Namun, ketika Adrian bertanya kepada Alya, dia justru mendapatkan jawaban yang berbeda.Alya meminta Adrian menyuruh orang-orang di sekitarnya untuk pergi, lalu berkata, "Ini semua sandiwara yang dirancang dan dimainkan sendiri oleh Kak Bagas. Itu karena ada orang dari Keluarga Nandana yang datang menyelidiki kami. Jadi, kami terpaksa meracuni diri sendiri.""Kalian …." Adrian tidak bisa berkata-kata. Namun, dia harus mengakui jika cara yang dilakukan Bagas ini memang cukup kejam.Adrian pun kembali bertanya, "Kalian nggak takut mati karena racun sendiri? Bagaimana kalian
Kelima pengawal itu akhirnya lemas semua dan terduduk di tanah. Mereka bersandar pada bodi mobil dan tidak berdaya."Apa yang kamu oleskan ke mereka?" Kamila juga sempat muntah. Namun, setelah meninggalkan kantor, dia langsung baik-baik saja.Akan tetapi, kondisi para pengawal itu masih belum membaik. Kamila berpikir sejenak. Satu-satunya kemungkinan adalah sesuatu yang dioleskan Adrian ke lubang hidung para pengawal itulah yang menjadi biang keladinya."Gel parfum. Wangi banget. Kamu juga mau dioles?" Adrian mengeluarkan benda itu dan hendak mengoleskan sedikit ke Kamila. Namun, Kamila tidak berani menerimanya dan buru-buru menghindar."Kamila, jangan macam-macam denganku. Kalau nggak, masalah ini nggak akan berakhir damai seperti sekarang ini. Tuntutanku sederhana saja, katakan padaku siapa laki-laki di luar sana yang menjalin hubungan denganmu dan siapa ayah kandung anak-anak itu, lalu kita bercerai," kata Adrian dengan serius."Aku nggak melakukan hal yang mengkhianatimu! Ayah anak
Adrian masuk ke bar dan mencari wanita pemilik bar tersebut. Begitu melihat pemilik bar itu berambut panjang bergelombang dan berwarna hitam legam, Adrian kembali curiga jika rekaman kamera pengawas yang dilihatnya di hotel adalah palsu.Benar saja, saat Adrian ingin mengembalikan biaya kamar dan ua
Menghadapi tuntutan istrinya yang tidak masuk akal itu, Adrian tentu saja langsung menolaknya. "Nggak mungkin! Aku nggak salah bicara. Hasil tes DNA itu nyata, jadi perselingkuhanmu itu juga nyata. Kamu sudah nggak setia dan nggak suci lagi. Jadi, pernikahan kita nggak ada gunanya lagi dipertahankan
Dahulu, Kamila adalah wanita tercantik di Kota Raksi. Meski sekarang sudah menginjak usia 40 tahun, Kamila merawat tubuhnya dengan sangat baik dan hidup dalam gelimang kemewahan. Alih-alih terlihat menua, parasnya justru tampak seperti wanita berusia 28 tahun. Usia 40 tahun itu seakan hanya menambah
Entah sudah berapa lama waktu berlalu, Adrian terbangun dari rasa pusing akibat mabuk berat dan menyadari jika dirinya sudah berada di sebuah tempat tidur hotel yang mewah dan besar.Di balik selimut, Adrian mendapati dirinya sama sekali tidak mengenakan apa-apa. Melihat jejak-jejak kekacauan yang a







