بيت / Male Adult / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 426 sakit, tapi mantap!

مشاركة

Bab 426 sakit, tapi mantap!

مؤلف: Miss Luxy
last update تاريخ النشر: 2026-04-03 16:52:02

Aland dan Vina langsung menoleh ke arah pintu. Satu tangan Aland membekap mulut Vina agar wanita itu tidak bersuara.

"Siapa?" Suara Aland yang pertama kali Nyonya Ratna dengar.

"Aland, jangan buat Vina terlalu lama! Anak-anak sudah menunggu kalian untuk sarapan. Cepatlah sedikit, Tante tahu kalian masih ada di dalam, kan!" ucap Nyonya Ratna di balik pintu kamar itu.

"Vina! Dia tidak ada di kamarku, Tan. Dia sudah keluar dari tadi!" jawab Aland berbohong. Padahal saat ini Vina berada di ba
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 505 menikah adalah sesuatu yang indah

    "Aku tidak punya istri!" Erick langsung menjawabnya. "Ohhh, sorry. Aku tidak tahu!" "Tidak apa-apa. Aku memang belum kepikiran untuk menikah sampai wanita yang aku cintai belum aku dapatkan," kata Erick seolah dirinya begitu mengharapkan Vina. Vina menoleh ke suaminya. Lalu dengan bangganya ia memperkenalkan Aland sebagai suami yang sangat baik dan penyayang. Setidaknya Vina ingin menunjukkan pada Erick bahwa Aland adalah pria pilihannya. Karena ia merasa Erick masih mengharapkan dirinya. "Ohhh aku berharap kamu segera mendapatkan jodohmu, Rick. Menikah adalah sesuatu yang indah. Aku juga sangat bersyukur karena mendapatkan suami yang begitu baik seperti dia. Dan aku berharap kamu bisa mendapatkan istri yang mencintaimu dengan tulus seperti aku yang mencintai suamiku dengan tulus! Dan sekarang kami sedang menunggu kelahiran buah hati kami yang ketiga" Lagi-lagi, kata-kata Vina semakin membuat Erick panas. Pria itu mengepalkan tangannya di atas meja. Melihat Vina yang memperlakuka

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 504 penggemar berat

    Vina sendiri melihat betapa besarnya rumah Erick Hermawan. Bahkan ia sendiri tidak percaya, apa benar ini rumah Erick temannya dulu? "Ini rumah Erick, Mas?" tanya Vina sambil memperhatikan arsitektur bangunan rumah itu. "Ya! Ayo kita masuk!" Aland membawa istrinya berjalan bersama. Vina sendiri nampak begitu mesra dan menempel pada lengan suaminya. Mereka berdua segara disambut oleh tuan rumah. Erick sudah menunggu keduanya dengan antusias. Dari kejauhan, Vina mengerutkan keningnya saat melihat Erick yang sedang berdiri sambil tersenyum padanya dan sang suami. Benar, dugaannya sama sekali tidak meleset bahwa itu memang Erick, temannya dulu. "Erick!" ucap Vina secara tak sadar. Aland menoleh dan berkata. "Benar dia Erick temanmu?" tanyanya untuk memastikan. "Iya, Mas. Dia memang Erick!" Vina tidak menampik sama sekali. Sementara itu Erick segera mengucapkan kata-kata sambutan untuk kedatangan Aland dan istrinya. "Selamat datang Tuan dan Nyonya Aland Orlando. Suatu kehormata

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 503 aku sangat mencintaimu

    "Dih apa sih! Mending gitu daripada kayak tadi. Yang tadi kayak habis aku acak-acak," sahut Vina. Aland tertawa kecil sambil meraih tangan istrinya. "Memangnya kenapa kamu acak-acak rambutku?" "Ya, nggak apa-apa. Pokonya gitu. Udah ah, sekarang gantian sisirin rambutku!" Vina menyuruh suaminya untuk menyisir rambutnya. Dengan senang hati pria itu akan melakukannya.Aland berdiri dan berganti meminta istrinya untuk duduk di kursi rias. "Oke, silakan duduk Tuan putri!" ucap Aland sambil membungkukkan badannya layaknya pelayan yang sedang mempersilakan majikannya. Vina yang saat itu sudah mengenakan dress elegan warna Navy nampak diam saat sang suami berganti menyisir rambutnya. Lalu Aland mengambil sisir kemudian ia menyisir rambut istrinya dengan pelan. Rambut Vina yang hitam panjang mengingatkan Aland tentang sesuatu. Pria itu menyisir sambil senyum-senyum. Vina mengerutkan keningnya ketika melihat pantulan bayangan wajah sang suami pada cermin. "Kamu kenapa senyum-senyum gitu

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 502 aku akan menunggumu

    "Tapi, Rick. Mama nggak yakin kamu bisa melakukannya. Justru Mama sangat takut sekali. Tuan Aland Orlando itu bukan pria sembarangan. Dia itu terkenal kejam dan tidak segan-segan membunuh orang yang menyakiti keluarganya. Lebih-lebih kamu ingin mengusik istrinya. Mama mohon, pikirkan sekali lagi tentang rencanamu itu!" ucap Nyonya Rose yang begitu khawatir dengan anak semata wayangnya itu. Erick berdiri dengan tegas. Ia mematikan puntung rokok itu pada asbak. Dalam tatapan matanya ia sudah bertekad kuat untuk mendapatkan Vina. Apa pun rintangannya, dia akan tetap melakukannya. "Tekad ku sudah bulat. Aku tidak peduli dengan pria itu. Yang jadi tujuan utamaku adalah membawa Vina pergi jauh dari sini!" ucap Erick dengan tatapan matanya yang tajam. Obsesinya terhadap Vina sangat besar. Pria itu tidak peduli dengan bahaya. Demi untuk mendapatkan wanita yang dicintainya, ia rela melakukan apa pun untuk mendapatkan Vina. Meskipun nyawa taruhannya. **** Malam yang dinanti pun ti

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 501 hal yang sia-sia

    "Ohhh ya, Mas. Jujur aku sedikit kaget waktu kamu bilang nama laki-laki itu. Soalnya aku dulu pernah punya teman satu kelas yang namanya sama persis dengan nama klien baru kamu itu. Erick Hermawan!" ungkap Vina. Di sini Aland juga tak kalah terkejutnya. Apa mungkin Vina memang teman sekolah Erick?"Masa?" "Iya, Mas! Aku pikir mungkin itu orang lain, tapi kenapa namanya sama persis, Erick Hermawan. Dulu temenku juga Erick Hermawan namanya. Dia cowok yang lucu dan sangat pendiam. Dia juga pinter dan jago matematika. Dia sering kasih aku jawaban secara diam-diam, pokoknya si Erick itu termasuk cowok yang baik banget!" ungkap Vina seperti apa yang ia rasakan tentang temannya yang bernama Erick Hermawan. Aland manggut-manggut, jika benar Erick Hermawan itu adalah teman masa kecil sang istri, itu artinya ini adalah sebuah kebetulan yang luar biasa. "Wah, jika benar dia temanmu. Itu bagus dong! Dengan begitu kerjasama antara perusahaan kita dan perusahaannya bisa semakin lancar!" kata Al

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 500 diundang makan malam

    "Lah itu tadi udah jelas. Ayah lama-lama menakutkan. Masa Mama mau dimakan!" ucap Nala dengan ekspresinya yang lucu. Sedangkan ketiga anak laki-laki itu tampak saling menatap. Mereka juga tidak mengerti kenapa ayah mereka ingin makan daging mamanya. "Eh tapi Nala bener loh. Ayah memang aneh!" sahut Nathan, kakak kembar Nala. Aland sendiri tampak salah tingkah. Bagaimana lagi ia menjelaskan pada anak-anaknya jika mereka sudah salah paham. "Eh, eh, bukan begitu maksud ayah. Aduhhh...!" Aland terlihat panik dan hal itu membuat Vina makin tertawa geli. Benar-benar suaminya itu memang agak-agak. Tak berselang lama Ayu datang dengan membawa segelas susu hangat untuk ayahnya. Sesuai permintaan, Ayu mengambilkan segelas susu hangat yang baru saja ia hangatkan. Susu yang langsung diperah dari sumbernya. "Ini susunya sudah datang, ayah!" seru Ayu sambil memberikan segelas susu hangat itu. Aland terkejut, ia sedang tidak ingin minum susu itu, tapi yang ia maksud adalah susunya Vina. "S

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status