Share

Bab 434 prank

Auteur: Miss Luxy
last update Date de publication: 2026-04-07 17:59:44

Vina melihat Aland yang sudah tak sadarkan diri. Di samping pria itu ada Nyonya Ratna dan Bu Mar yang menolong dan membangunkan nya.

"Aland, bangun! Ya Tuhan kamu kenapa?" seru Nyonya Ratna dengan nada kekhawatiran. Begitu juga dengan Bu Mar yang tak kalah cemasnya.

"Ramli, bangun, Ram! Kamu jangan main-main sama kami. Ramli, ingat anak-anakmu pasti sedih lihat kamu begini. Ayo bangun!" Bu Mar berusaha untuk menggoyang-goyangkan tubuh menantunya itu. Tapi tetap saja Aland tak kunjung bangun
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 495 hamil di luar nikah

    "Iya, Vin. Sekarang Tante sedang menemani dia. Kasihan, dia kesakitan sekali! Tante bisa rasakan itu! Karena Tante juga pernah melahirkan. Emm maksudnya Tante bisa merasakan bagaimana wanita yang sedang melahirkan itu!" ucap Nyonya Ratna seolah wanita itu pernah melahirkan. Padahal diketahui wanita itu tidak memiliki anak meskipun ia seorang janda. "Iya, Tante. Ya Tuhan, semoga Ani dan bayinya selamat. Aku ikutan panik," balas Vina sambil mengusap perutnya. Ia tahu bagaimana paniknya seorang wanita yang hendak melahirkan. "Iya Sayang. Tante juga berharap kamu segera melahirkan!" kata Nyonya Ratna. Di saat itu, Ani yang sedang menunggu kontraksi penuh, ia ingin sekali bicara dengan Vina. Nyonya Ratna mengerti dan ia mengizinkan Ani untuk berbicara dengan Vina. "Vina, Ani ingin bicara!" Mendengar itu, Vina segera mengiyakan permintaan wanita itu. "Halo, Mbak Vina!" Suara Ani terdengar lemah namun ia berusaha untuk kuat. "Ani, Ani kamu baik-baik saja, kan? Kamu harus kuat y

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 494 harus berhati-hati

    Tak berselang lama, mobil Mercedes Benz yang ditumpangi oleh Aland Orlando tiba di depan gedung bertingkat itu. Seorang pria sudah menunggunya. Iya, Erick Hermawan sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan suami Vina itu. Aland turun bersama sang asisten. Pria itu melihat Erick Hermawan yang sedang berdiri di depan kantornya. Sepertinya pria itu baru saja datang. Saat Aland hendak menemui pria itu, Romi membisikkan sesuatu pada sang bos. "Anda harus berhati-hati, Bos. Kita harus tetap waspada meskipun dia terlihat baik!" Aland terdiam sejenak. Pria itu memang tidak pernah mendengar berita miring tentang Erick. Tapi ucapan Romi cukup membuatnya berpikir lagi. Aland melanjutkan langkahnya. Di sana, ia sudah disambut hangat dengan sebuah senyuman. Seorang pria yang berusia sama dengan istrinya, terlihat sangat antusias menunggu nya. "Halo Tuan Aland! Senang sekali bisa bertemu dengan Anda!" kata Erick mengawali obrolan mereka sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 493 tidak boleh memiliki

    Aland merasakan sensasi yang ditarik tapi rasanya sangat nyut-nyutan. "Salah sendiri! Kamu yang mulai duluan!" sahut Vina. "Ya aku kan gemes, aku belum puas mimik cucu kamu. Keburu anak kita lahir, aku mimik apa dong!" jawab Aland yang masih enggan pergi. Ia masih betah menggoda istrinya yang baginya terlihat cantik dan lucu. Apalagi saat itu Vina sedang memakai daster selututyang membuat penampilannya makin gembul. "Ya udah masih banyak susu yang lainnya, Mas. Kamu bisa minum sepuasnya. Tuh, kayak susu kambingnya si Wiwik yang ada di kampung. Malah menyehatkan!" kata Vina sambil menyilangkan kedua tangannya. "Iya juga sih. Tapi aku nggak suka rasanya. Rasanya bau puting kambing!" seloroh Aland tanpa dosa. Kali ini Vina tertawa kecil mendengar pengakuan suaminya. "Memangnya kamu tahu rasanya puting kambing? Pernah minum langsung dari sumbernya?" tanya Vina yang masih penasaran dengan jawaban suaminya. "Hehehe ya nebak-nebak aja sih. Namanya juga susu kambing. Pasti khasiatn

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 492 dasar pikun!

    Vina tersenyum sumringah mendengar jawaban suaminya. "Bener, dua bulan kamu sanggup bobo sendiri tanpa aku?" goda Vina. "Ya harus bisa. Kamu sendiri yang ngomong tadi kalau kamu minta dua bulan buat aku bisa! Padahal sebenarnya aku nggak mau seperti itu!" Kalimat terakhir yang Aland katakan, seketika membuat Vina melototkan matanya. "Apa katamu?" sahut wanita itu. Aland mendadak terkejut dan ia ingat-ingat apa yang baru saja ia katakan. "Ohhh iya, maksudku aku mau puasa dua bulan kok. Kan semua itu demi kamu dan anak kita!" jawab Aland sambil mengulum senyumnya. Vina memutar bola matanya dan ia tahu jika suaminya sedang putra setuju. **** Sementara itu di tempat lain jauh dari luar negeri. Seorang pria tampan sedang menatap foto seorang wanita. Pria berwajah tegas dan bertubuh proposional itu sepertinya sedang merencanakan sesuatu. "Aku akan datang. Vina, tunggu kedatanganku!" gumamnya sambil tersenyum miring. Iya, foto yang ia pandangi itu adalah foto Vina saat masih muda

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 491 puasa dua bulan

    "Mas, stop!" desis Vina sambil menjambak rambut suaminya yang tidak mau berhenti. Sepertinya pria itu sangat menikmatinya apalagi setelah dicukur bersih. Kondisi di sana terasa lebih basah dan nikmat. Lidah, gigi dan hisapan sedang bersatu untuk membuat Vina bahagia. Sungguh, wanita itu mendesah hebat. Tubuhnya menegang saat rasa nikmatnya seperti sedang berada di atas ubun-ubun. Aland mengerang sambil terus memainkan lidahnya ke seluruh permukaan tanpa terkecuali. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Vina merasakan ada sesuatu yang ingin menyembur. "Mas, aku... Aku mau keluar!" rintih wanita itu sering dengan pinggulnya yang ia gerak-gerakkan. Mendengar itu, seketika Aland berhenti dan tersenyum nakal pada istrinya. Tentu saja Vina merasa kecewa karena ia gagal mendapatkan pelepasan nya. "Kenapa berhenti?" tanyanya memelas. Aland tidak menjawabnya. Tapi pria itu justru mulai merambat dan melakukan sesuatu yang tidak terduga. "Ahhhh!" Vina tersentak kaget. Tapi i

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 490 terjepit

    Mau tidak mau, Aland harus menuruti permintaan sang istri. Demi istrinya, ia merelakan alat pencukur kumisnya digunakan untuk mencukur kumis bawah.Vina tersenyum sambil berbaring. Dibukanya kedua kakinya untuk memudahkan Aland mencukur bulu-bulu di sana.Pria mulai menyalakan mesinnya, lalu ia menundukkan kepalanya dan langsung mengeksekusinya."Yang lembut ya, Mas. Jangan kasar-kasar!" ucap Vina sambil merebahkan kepalanya di atas bantal."Hmmm!"Aland cuma berdehem. Kembali ia melanjutkan pekerjaannya. Dengan sangat lembut ia mulai mencukur bulu-bulu halus itu. Sejenak pria itu tersenyum menyeringai melihat istrinya yang begitu seksi."So beautiful!" ucapnya sambil menggerak-gerakkan mesin pencukur rambut itu. Ia memulainya dari arah atas turun ke bawah secara perlahan.Memang, Vina termasuk wanita yang memiliki bulu-bulu lebat pada permukaan kulitnya, terutama area intim nya yang tidak pernah terlihat oleh sinar matahari. Terlihat sangat lebat melebihi lebatnya hutan Amazon.Suara

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status