Share

Bab 7

Author: Magnus
Di tengah pesta ulang tahun, Fernando dan Jennah mengumumkan tanggal pernikahan mereka di depan semua orang. Baru saat itu Clark tahu, ternyata hari ini bukan hanya ulang tahun Fernando, tapi juga pesta pertunangan mereka.

Seluruh ruangan dipenuhi tepuk tangan meriah, semua orang memberikan ucapan selamat.

Clark duduk sendirian di sudut, melihat mereka berciuman penuh kebahagiaan. Namun, hatinya tidak lagi terpengaruh. Saat sesi bersulang, Jennah menggandeng lengan Fernando dan berjalan mendekat. Dia tersenyum sambil mengangkat gelas.

"Nona Clark, kamu dan Fernando sangat dekat. Waktu kami menikah nanti, kamu mau jadi bridesmaid nggak?"

"Maaf, hari itu aku ada urusan, nggak bisa menghadiri pernikahan."

Mendengar penolakannya yang tegas, raut wajah Fernando langsung berubah. Dia melirik Clark dengan dingin dan berkata dengan kaku, "Terserah mau datang atau nggak, yang penting hadiahnya sampai."

Clark mengangguk pelan. "Tenang saja. Mengingat hubungan kita, aku pasti bakal ngasih amplop yang besar." Nada bicaranya sangat tulus, seolah benar-benar sedang memberi restu pada mereka.

Mengingat apa yang dia dengar di toko beberapa hari lalu, kilatan emosi yang rumit melintas di mata Fernando.

Di saat itu, musik piano ceria mulai dimainkan. Fernando tidak tahu harus berkata apa, dia lalu menggandeng Jennah masuk ke lantai dansa. Sorot lampu mengikuti gerakan mereka yang menari dengan ringan.

Melihat kemesraan mereka, para tamu yang menonton penuh rasa iri dan kekaguman.

"Benar-benar pasangan serasi. Tapi baru kenal sebulan langsung bertunangan, apa nggak terlalu buru-buru?"

"Kamu nggak tahu saja. Fernando sudah suka sama Jennah selama bertahun-tahun. Akhirnya dia berhasil dapatin Jennah, tentu saja kepengin buru-buru mengikatnya dengan status."

Clark bersandar di sofa sambil menatap mereka dengan tenang. Namun, pikirannya terasa kacau. Dansanya dulu diajarkan oleh Fernando. Waktu itu, mereka belum terlalu kompak. Clark yang memakai sepatu hak tinggi sering tidak sengaja menginjak kaki Fernando.

Fernando tidak marah sama sekali. Dia hanya mendekat ke telinga Clark dengan senyum nakal. "Setiap diinjak sekali, harus dibayar satu ciuman."

Hari itu, Clark belajar menari. Kaki Fernando memar karena diinjak, sementara bibir Clark juga menjadi bengkak karena dicium olehnya. Clark dulu mengira Fernando juga menyukainya. Dia beranggapan bahwa di dunia Fernando, posisi Clark sudah seperti seorang pacar.

Namun setelah Jennah kembali dan melihat sendiri bagaimana Fernando memperlakukannya dengan penuh perhatian, Clark baru sadar betapa konyol pikirannya selama ini. Di tengah lamunannya, tiba-tiba seseorang mendekat dan membungkuk, mengajaknya berdansa.

Awalnya Clark tidak ingin. Namun, karena pria itu terus bersikeras dan melihat semua orang juga sedang menari, Clark akhirnya menyetujuinya karena tidak ingin merusak suasana.

Dua orang asing yang baru bertemu ini malah bergerak dengan selaras. Dalam alunan musik yang lembut dan mengalun, mereka menari dengan perlahan.

Telapak tangan pria itu hangat, seolah memiliki kekuatan magis. Perlahan-lahan, Clark pun mulai rileks dan tenggelam dalam tarian. Itu adalah pertama kalinya Fernando melihat Clark tersenyum dalam malam itu. Wajahnya pun langsung berubah muram.

Tatapan Fernando yang kesal sesekali tertuju pada Clark, sehingga membuat langkahnya beberapa kali salah tempo. Menyadari Fernando sedang tidak fokus, Jennah meliriknya dan matanya sedikit berkilat.

Setelah irama berubah, semua orang di lantai dansa bertukar pasangan. Saat menyadari tangan yang menggenggamnya kini adalah Fernando, Clark tertegun sejenak, lalu menundukkan pandangan.

Baru saja berputar satu kali, tiba-tiba terjadi sesuatu. Lampu gantung kristal di atas longgar, lalu langsung terjatuh dengan keras.

Fernando refleks melepaskan tangannya dan berlari melindungi Jennah, serta membawa Jennak menjauh dari area berbahaya.

Clark yang tertinggal di tempat, hampir kehilangan keseimbangan. Lampu itu jatuh menyapu bahunya dan meninggalkan luka panjang di tangannya. Darah langsung mengalir, gaun putihnya ternoda merah.

Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh. Dia tidak bisa menahan diri dan mengerang, wajahnya tampak pucat pasi.

Hanya beberapa langkah dari sana, Fernando memeluk Jennah sambil menenangkannya dengan lembut, lalu segera pergi. Dari awal sampai akhir, dia bahkan tidak menoleh ke arah Clark sekali pun.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status