Share

Bab 9

Author: Magnus
Melihat Fernando menuduhnya tanpa mencari tahu lebih dulu, rasa sakit dan kecewa di hati Clark memuncak. Namun, dia masih berusaha tenang dan ingin menjelaskan semuanya.

"Dia yang duluan nyuruh orang untuk perkosa aku, jatuh dari tangga juga aktingnya sendiri. Kalau kamu nggak percaya, pergi saja ke ruangan itu, pengemis itu masih ...."

Mendengar ucapannya, Jennah langsung panik. Dia menangis sambil membela diri.

"Bukan begitu, Fernando. Dia yang duluan maki aku sebagai pelakor, katanya aku merusak hubungan kalian sebagai teman masa kecil, jadi dia mendorongku. Aku nggak melakukan apa-apa, kenapa dia kejam sekali fitnah aku?"

Di antara mereka berdua, Fernando memilih percaya pada Jennah tanpa ragu. Dia memeluk Jennah dan melampiaskan semua amarahnya pada Clark.

"Mana mungkin Jennah melakukan hal seperti itu? Kamu yang dorong dia jatuh, sekarang masih berani membalikkan keadaan? Dari kecil kamu memang selalu nempel sama aku. Aku bertahan bersamamu hanya karena hubungan kedua keluarga. Karena kamu nggak tahu diri dan terlalu berharap, kalau begitu pergi saja!"

Hati Clark benar-benar membeku setelah mendengar kata-kata itu. Fernando menatapnya tanpa berkedip dan setiap kata diucapkan dengan tegas.

"Oke! Seperti maumu, kita putus hubungan sepenuhnya!" Nada bicara yang ketus itu malah membuat amarah Fernando semakin meluap.

Melihat punggungnya yang berjalan dengan tertatih menuruni tangga, Fernando juga tidak mau kalah. Dia melemparkan kata-kata dengan kasar, "Jangan sampai aku lihat kamu lagi!"

Clark tahu, mereka memang tidak akan pernah bertemu lagi. Karena itu, dia tidak berhenti sedikit pun dan pergi tanpa menoleh.

Setelah beristirahat semalam, Clark bangun dan merobek lembar terakhir kalender. Dia membawa koper dan hendak menuju garasi, tapi tiba-tiba dipanggil oleh orang tuanya.

"Clark, orang tua Fernando ngundang kita sekeluarga untuk makan siang terakhir bersama. Letakkan barangmu dan cepat ke sini."

Meski hatinya merasa enggan, Clark tahu bahwa apa pun yang terjadi antara dia dan Fernando, itu tidak ada hubungannya dengan orang tua mereka.

Setelah ragu beberapa detik, dia tetap mengangguk. Untungnya dalam makan siang kali ini, Fernando tidak ada di rumah. Ayah dan ibu Fernando terus meneleponnya karena ingin memintanya pulang. Namun setelah lebih dari sepuluh kali panggilan, tetap tidak ada yang menjawab.

Melihat makanan sudah tersaji di meja, Clark berpikir sejenak lalu berkata pelan, "Sekarang dia mungkin lagi temani pacarnya. Cuma makan siang saja, nggak datang juga nggak apa-apa. Jangan ganggu kencan mereka."

Keluarga mereka juga sedang mengejar waktu untuk naik pesawat, jadi memang tidak bisa menunggu lagi. Barulah saat itu orang tua Fernando meletakkan ponsel dan mengajak semua orang duduk. Makan siang itu terasa penuh haru, kedua keluarga terus mengenang masa lalu.

Clark hanya mendengarkan dalam diam. Dia hanya fokus makan dan jarang berbicara. Setelah selesai, mereka berfoto bersama di halaman sebagai kenang-kenangan.

Pukul satu siang, keluarga Clark membawa koper dan berangkat. Orang tua Fernando juga ikut mengantar. Sesampainya di bandara, orang tua Fernando kembali menelepon Fernando beberapa kali.

Tetap tidak ada jawaban.

Mereka menghela napas sambil menatap keluarga sahabat lama itu dengan penuh penyesalan. Nada bicara mereka dipenuhi rasa bersalah. "Fernando akhir-akhir ini sibuk sama urusan nikahan, dia masih belum tahu kalian mau pindah. Nanti kalau dia pulang dan melihat rumah kosong, pasti dia akan sangat sedih."

Clark menggeleng pelan dan berkata dengan datar, "Nggak bakal."

Keempat orang tua itu menatapnya dengan heran.

"Kenapa?"

Pengumuman boarding terdengar tepat di saat itu. Clark tidak menjawab, melainkan hanya berpamitan dengan sopan kepada orang tua Fernando. Ayah dan ibunya juga mengeluarkan amplop dari saku dan menyerahkannya kepada mereka.

"Kami nggak bisa hadir di pernikahan Fernando. Tolong sampaikan sama dia, kami mengucapkan selamat menempuh hidup baru."

Di momen perpisahan itu, kedua keluarga dipenuhi rasa haru.

Clark berdiri sendirian di samping. Dia membuka ponselnya, lalu memblokir dan menghapus semua kontak Fernando. Setelah selesai, dia merangkul orang tuanya dan melambaikan tangan kepada orang Fernando, lalu berbalik menuju gerbang keberangkatan.

Tanpa pernah menoleh lagi.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status