Share

Bab 6

Author: Magnus
Keesokan paginya, begitu Clark turun ke lantai bawah, dia langsung melihat Fernando. Raut wajah Fernando tampak gelap. Dia duduk di sofa dan memanggil dengan nada dingin, "Clark!"

Clark bisa mendengar bahwa suasana hati Fernando sedang sangat buruk. Namun, Clark sama sekali tidak berniat menenangkannya, sikapnya juga tetap datar.

"Oh, selamat pagi. Kebetulan aku mau keluar untuk kencan sama pacarku, jadi nggak bisa jamu kamu. Silakan saja."

Amarah yang sudah ditahan Fernando selama beberapa hari langsung tersulut. Dia berdiri dengan kasar dan mencengkeram tangan Clark sambil menatapnya dengan sorot yang kelam.

"Kamu punya pacar dari mana?"

Clark tidak menjawab, wajahnya juga sama sekali tidak gentar.

Api di dalam hati Fernando semakin membesar, tanpa sadar genggamannya semakin kuat. "Sudah bisu, ya? Jawab!"

Clark mencoba melepaskan tangannya yang sudah memerah karena dicengkeram, nada bicaranya tetap dingin. "Apa hubungannya sama kamu? Kamu nggak merasa ikut campur terlalu jauh?"

Melihat situasi hampir memanas, ibu Clark yang kebetulan turun langsung memisahkan mereka.

"Aduh, anak ini cuma lagi kesal. Di masa seperti ini dia juga lagi sibuk, mana mungkin sempat punya pacar. Kalau mau pacaran juga tunggu beberapa waktu lagi. Kalian 'kan sudah barengan dari kecil, nggak ada yang nggak bisa dibicarakan. Jangan bertengkar."

Karena ada orang tua di sana, keduanya menahan emosi dan duduk kembali.

Setelah ibu Clark pergi, Fernando juga menyadari dirinya tadi agak berlebihan. Setelah sedikit tenang, dia teringat ucapan tadi dan mengerutkan kening.

Ibu Clark tadi bilang sedang sibuk? Ada apa sebenarnya? Kenapa harus menunggu beberapa waktu lagi?

Fernando tidak mengerti, jadi dia hanya bisa bertanya, "Kamu tadi bohong?"

Clark meliriknya sekilas, lalu duduk di sudut, "Kamu ada perlu?"

Melihat Clark mengalihkan topik, Fernando sadar itu hanya cara Clark untuk menghindar. Dia menghela napas lega, lalu langsung menanyakan hal utama, "Kenapa kamu nggak datang di ulang tahunku?"

"Sibuk, nggak ada waktu."

Melihat sikap Clark yang dingin, Fernando semakin kesal dan suaranya tanpa sadar meninggi. "Kamu sibuk apa? Memangnya ada yang lebih penting dari ulang tahunku? Bukannya kamu yang paling menantikannya di tahun-tahun sebelumnya?"

Clark meneguk air, suaranya tetap datar tanpa emosi, "Sekarang sudah beda. Kamu sudah punya pacar. Hal seperti ini seharusnya kamu ngomong sama Jennah, bukan sama aku yang cuma orang luar."

Entah mengapa, saat mendengar kata "orang luar", Fernando merasa tidak nyaman. Dia menyilangkan kaki, kedua tangannya terlipat.

"Aku nggak peduli. Tahun ini kamu harus datang. Kamu ingat nggak beberapa tahun lalu kamu pernah menjanjikan tiga permintaan padaku? Yang pertama, merajutkan aku syal. Yang kedua, menemani aku mendaki gunung bersalju. Semua sudah kamu penuhi. Sekarang aku mau pakai permintaan ketiga, kamu harus datang ke ulang tahunku."

Kali ini, Clark tidak membalas dengan nada tajam. Dia hanya menunduk diam. Sikap diam itu justru membuat Fernando semakin tidak nyaman dan suaranya makin dingin.

"Kamu sudah lupa kenapa dulu kamu menyetujui tiga permintaan itu?"

Tentu saja Clark ingat.

Tiga tahun lalu, mereka pergi ke pantai dan bertemu arus pasang. Kakinya kram dan dia terseret ke laut dalam. Fernando bahkan rela mempertaruhkan nyawanya untuk melompat menyelamatkan Clark. Dia sendiri malah hampir tenggelam karena kehabisan tenaga.

Clark menangis hingga hampir pingsan di samping ranjang rumah sakit, bahkan sempat terpikir ingin mengakhiri hidup bersama Fernando.

Saat Fernando sadar, dia menghapus air mata Clark dengan lembut. Dia berkata dengan pelan, "Kalau kamu nangis sampai begini, orang bakalan ngira aku sudah mati."

"Aku khawatir sama kamu, kamu malah masih bisa ngomong begitu!" Clark yang merasa kesal pun memukul Fernando dengan pelan. Sambil meminta maaf, Fernando menenangkannya, "Iya, iya. Kalau kamu benar-benar peduli sama aku, penuhi saja tiga permintaanku."

Mengingat masa lalu itu, Clark kembali tidak bisa berkata-kata.

Ruangan itu sunyi cukup lama, sampai akhirnya dia memberi jawaban, "Oke, setelah permintaan ketiga selesai ...."

Tiba-tiba suara telepon berdering.

Fernando mengangkat telepon sambil berdiri dan berjalan keluar. "Yang penting kamu sudah setuju. Besok kamu harus datang."

Melihat punggungnya menghilang di luar pintu, Clark melanjutkan sisa kalimatnya dengan pelan, " ... kita nggak perlu saling berhubungan lagi."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status