Share

Bab 8

Author: Magnus
Mendengar dokter mengatakan bahwa luka yang dialaminya tidak mengenai tulang, Clark akhirnya menghela napas lega. Setelah luka dibalut, dia pun pulang.

Hari perpisahan semakin dekat, ruang tamu dipenuhi dengan koper dalam berbagai ukuran. Clark beristirahat dua hari, lalu memberi tahu beberapa teman dekat tentang rencana imigrasi. Teman-temannya sengaja mengadakan pertemuan untuk melepas kepergiannya.

Suasana di meja makan penuh haru. Semua orang merasa berat untuk berpisah dan meminta dia tetap sering menghubungi mereka setelah ke luar negeri.

Hampir tengah malam, acara itu baru selesai. Setelah mengantar semua orang pergi, Clark membayar tagihan, lalu kembali ke ruangan untuk mengambil tasnya. Saat keluar, dia melewati ruangan sebelah dan mendengar beberapa suara yang tidak asing.

"Fernando, akhirnya kamu berhasil dapatin cinta pertamamu! Gimana rasanya?"

Pintu sedikit terbuka, dia bisa mendengar jelas suara Fernando yang penuh senyum, "Mungkin seperti ... kalau mati sekarang pun rasanya aku rela."

Begitu kalimat itu selesai, ruangan langsung dipenuhi tawa dan candaan.

"Lalu teman masa kecilmu itu gimana?"

Setelah hening sekitar belasan detik, Fernando baru menjawab dengan nada santai, "Dia? Lumayan enak diajak tidur."

"Punya partner ranjang yang bisa dipanggil kapan saja dan nggak perlu tanggung jawab .... Bro, kami semua jadi iri sama kamu."

Di tengah tawa itu, Fernando hanya mengangkat alis tanpa berkata apa-apa.

"Tapi sekarang kamu sudah bertunangan sama Jennah, teman masa kecilmu itu mau gimana?"

"Pisah baik-baik. Di hatiku cuma ada Jennah. Selain dia, aku nggak butuh siapa pun."

Ucapan Fernando begitu yakin, membuat semua orang memuji betapa setianya dirinya. Hanya Clark yang jemarinya menekan kuat telapak tangan hingga memutih.

Clark mengira dirinya sudah tidak akan merasa sakit lagi. Namun setelah mendengar semua itu dengan telinganya sendiri, tetap membuatnya terluka parah. Ternyata, hubungan selama lebih dari 20 tahun ini ... semua obrolan panjang, genggaman tangan, ciuman, bahkan hubungan fisik mereka ....

Hanya berakhir dengan satu kalimat.

"Lumayan enak diajak tidur."

Clark menggigit bibirnya dengan kuat sambil menahan rasa perih yang mengalir di dadanya, lalu berbalik pergi dengan langkah berat.

Hujan turun deras. Clark menunduk sambil berjalan di tengah hujan, tapi tiba-tiba seseorang menghalangi jalannya. Jennah berdiri di depan bersama beberapa wanita sambil menatapnya.

Clark tidak berkata apa-apa. Dia hendak memanggil taksi, tapi langsung ditarik oleh Jennah.

"Dari dulu aku sudah merasa kalian aneh, sekarang akhirnya jelas. Ternyata kamu serendah ini, sampai rela tidur sama pacarku selama itu?"

Nada bicaranya penuh kebencian, membuat wajah Clark sedikit memucat. Dia baru ingin menjelaskan, tapi Jennah tidak memberinya kesempatan, malah menatapnya dengan sinis.

"Kejadian dulu ya sudahlah, tapi sekarang aku dan Fernando sudah bertunangan. Kamu masih datang cari dia? Sesuka itu jadi wanita simpanan yang nggak tahu malu?"

Dada Clark terasa sesak. Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku bukan wanita simpanan dan aku juga nggak datang untuk cari Fernando hari ini ...."

Belum selesai berbicara, Jennah sudah memberi isyarat pada orang di sekitarnya. "Seret dia masuk, lalu cari beberapa pengemis."

Beberapa orang langsung mengerti. Mereka menarik dan mendorong Clark ke arah atas.

"Kalian mau apa?"

Hati Clark bergetar. Dia berusaha melawan, tapi kalah jumlah, hingga akhirnya dikunci di ruangan paling dalam.

Tak lama kemudian, seorang wanita masuk bersama seorang pengemis. Jennah bertepuk tangan pelan, lalu tersenyum sinis sambil memberi jalan.

"Wanita ini butuh dibelai. Tanpa uang pun dia mau, jadi kamu harus memuaskannya dengan baik."

Sambil berkata demikian, dia menyuruh orang menutup pintu.

Di ruang sempit itu, pengemis berpakaian compang-camping langsung menerjang dengan mata berbinar. Clark mengangkat tangan u ntuk mencakar dan melawan sekuat tenaga, tapi sia-sia.

Tenaga pria itu jauh lebih besar. Gaun Clark terkoyak dengan cepat, memperlihatkan sebagian besar kulitnya. Pria itu mendekat dengan kasar dan bau busuk yang menyengat memenuhi udara.

Diliputi rasa marah dan putus asa, Clark meraih asbak dan langsung menghantam kepala pria itu tanpa berpikir panjang.

Seiring dengan terdengarnya suara benturan yang keras, pria itu jatuh tersungkur.

Setelah berhasil lolos dengan susah payah, Clark meraih ponsel dan berlari keluar, lalu bertemu Jennah yang belum pergi jauh di ujung koridor. Melihatnya keluar, raut wajah Jennah langsung berubah. Dia buru-buru menangkap tangan Clark.

"Gimana kamu bisa keluar?"

Jennah hendak menyeretnya kembali, tapi saat melihat bayangan seseorang di sudut, ekspresinya tiba-tiba berubah. Dia menjatuhkan diri dan berguling menuruni tangga.

Fernando yang kebetulan keluar melihat kejadian itu, wajahnya penuh keterkejutan. Dia segera berlari dan memeluk Jennah yang terjatuh. Melihat memar di tubuhnya, amarahnya langsung meledak saat menatap Clark. "Clark! Kenapa kamu dorong Jennah!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status