Share

Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran
Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran
Author: Sandy

Bab 1

Author: Sandy
Selama lima tahun menikah, aku dan Sakha tak pernah dikaruniai anak. Hari ini adalah jamuan perayaan keberhasilan Grup Wirawan memenangkan proyek di kawasan timur kota. Sekaligus hari kesembilan sejak aku dan Sakha sepakat mulai program kehamilan.

Namun, ketika sekretaris Sakha menabrak menara sampanye hingga minumannya menyiram seluruh tubuh pihak rekanan, reaksi pertama Sakha malah melindungi wanita itu dengan berdiri di depannya.

Lalu, tanpa ragu sedikit pun, dia memerintahkanku, "Prycil, minta maaf sama Pak Lorenzo."

Aku tertegun dan tidak percaya dengan apa yang kudengar.

Pihak mitra ikut mengerutkan kening, menunjuk Julia dengan wajah kesal, "Pak Sakha, yang buat kesalahan adalah nona ini. Aku cuma ingin dia yang meminta maaf."

Mata Julia memerah. Dia menarik lengan baju Sakha seolah meminta perlindungan, tampak seperti pihak yang paling tersakiti. Sakha menepuk punggung tangannya dengan lembut, lalu menatapku tanpa peduli apa pun. "Kenapa masih bengong? Cepat angkat gelas dan bersulang dengan Pak Lorenzo."

"Kalau satu gelas nggak cukup, minum dua gelas. Kalau masih belum cukup, tiga gelas. Pokoknya sampai Pak Lorenzo nggak marah."

Sakha lupa bahwa kami sedang program kehamilan. Atau mungkin, dia memang tidak peduli.

Orang-orang di sekitar mulai berbisik pelan, menatapku dengan pandangan tak tega. Semua orang tahu ini bukan salahku. Semua orang juga bisa melihat dengan jelas bahwa Sakha sudah bertekad mati-matian melindungi Julia.

Aku sebenarnya ingin menolak. Namun, Sakha seakan sudah menduganya, lalu menggerakkan bibirnya ke arahku. 'Kupon rujuk.'

Dulu, demi bisa menikahiku, Sakha pernah melamarku sebanyak 99 kali, dan aku menolaknya 99 kali pula. Kupikir dia akan menyerah. Namun pada lamaran ke-100, Sakha mengumpulkan seluruh keluargaku dan teman-temanku, lalu bersumpah di depan umum.

"Prycil, seumur hidup ini aku hanya mengakui kamu seorang. Kalau kamu nggak mau, aku akan terus melamar sampai kamu bersedia menikah denganku."

Aku tersentuh oleh keteguhan cintanya, lalu menyetujuinya.

Sebagai balasan atas cintanya padaku, pada malam pertama pernikahan, aku mencetak 99 lembar kupon rujuk. Kami berjanji, selama kupon-kupon itu belum habis, kami tidak akan pernah berpisah.

Tiga tahun pertama, Sakha menjaganya dengan sangat baik. Dia tidak pernah menggunakannya sekali pun. Sampai Julia muncul. Dalam dua tahun singkat, dia telah menghabiskan 96 kupon.

Sekarang, ini adalah kupon ke-97.

Jari-jariku yang menggenggam gelas anggur sedikit memucat. Aku memaksakan senyum, melangkah ke hadapan pihak mitra. "Pak Lorenzo, saya bersulang dengan Anda."

Pihak mitra menghela napas dan menyuruhku cukup minum seteguk saja. Namun, aku tetap tersenyum dan menghabiskan seluruh gelas anggur itu. Dari sudut mataku, aku melihat Sakha mengusap hidung Julia dengan penuh kasih sayang dan berbicara dengan suara lembut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran   Bab 10

    Saat lelah, aku sesekali pergi ke desa nelayan di Liguria untuk tinggal selama seminggu.Setahun berlalu, aku berhasil menjadi pengacara rekan di firma hukum, karierku terus menanjak dengan stabil. Segalanya berkembang ke arah yang baik, kecuali sesekali ketika melihat wajah Sakha yang murung di bawah gedung. Itu saja sudah cukup membuat suasana hatiku terasa sial.Selama satu tahun berpisah, dia menerima 99 surat perjanjian perceraian, tetapi tetap menolak menandatanganinya. Sepertinya dia ingin mengerahkan kembali kegigihan yang dulu dia gunakan untuk mengejarku dan berharap aku iba, lalu bersedia kembali bersamanya.Awalnya, hatiku memang sempat tersentuh sedikit.Namun setelah melihat kabar yang dikirim rekan kerja, aku memadamkan sendiri rasa iba yang seharusnya tidak pernah ada itu.Di dalam negeri, Sakha mendatangi orang tuaku dan mengungkapkan semuanya. Dia menangis sambil menyatakan penyesalannya. Hanya saja dia lupa satu hal, sifat anak sering kali mewarisi orang tuanya.Aku

  • Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran   Bab 9

    "Dua tahun ini, aku terlalu memperhatikan Julia karena aku melihat bayangan dirimu sembilan tahun lalu pada dirinya, dan keliru mengira bahwa aku menyukainya. Tapi setelah kamu pergi, aku baru menyadari, apa yang kusebut suka itu hanyalah ilusi. Orang yang benar-benar kucintai sejak awal sampai sekarang tetap kamu."Aku menatapnya dengan sinis, berusaha keras menahan rasa mual yang bergolak di perutku.Pengakuan penuh perasaan yang dia anggap mendalam itu masih berlanjut, "Selama bertahun-tahun ini, semua yang kamu lakukan selalu kulihat. Mungkin karena kemampuanmu di pekerjaan membuatku tertekan dan tersentuh, aku merasa kamu berubah.""Rasional dan kuat, seperti mesin yang dingin dan tak berperasaan.""Jadi ketika Julia muncul, tanpa sadar aku ingin mendekat. Seolah-olah aku kembali melihat dirimu saat pertama kali kita bertemu darinya ....""Prycil, aku nggak ingin bercerai, apalagi kehilanganmu. Mengingat aku rela mengatasi fobiaku terhadap pesawat dan pergi ke luar negeri untukmu,

  • Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran   Bab 8

    Bahkan untuk urusan bisnis lintas negara sekalipun, dia selalu memercayakannya kepadaku untuk membawakan kontrak yang sudah dia tandatangani lebih dulu dan menyelesaikannya."Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kamu tiba-tiba mau ke luar negeri?" Orang di seberang telepon terus mendesak meminta alasan.Sakha terdiam sejenak, lalu mengembuskan napas panjang. "Prycil pergi ....""Hah?" Nada di seberang terdengar terkejut. Namun di luar dugaan, dia tidak melanjutkan pertanyaan itu."Aku mau tanya sesuatu. Selama tiga tahun ini, apakah kalian semua merasa aku sudah melewati batas dengan Julia? Apakah kalian merasa aku telah menyakiti Prycil?"Pertanyaannya membuat sahabat di seberang sana terdiam. Dan terkadang, diam adalah jawaban terbaik."Aku mengerti."Pria itu membuka mulut dengan wajah getir, "Ini salahku. Sejak Julia muncul, tanpa sadar aku tertarik padanya.""Aku merasa dia kadang mirip Prycil waktu muda dulu, cerah dan penuh semangat. Tapi aku seharusnya nggak mencampuradukkan mer

  • Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran   Bab 7

    Meskipun dia terus-menerus menghibur dirinya sendiri di dalam hati, melihat meja kerjaku yang tetap kosong tetap membuatnya gelisah. Bahkan saat menangani pekerjaan, dia menjadi tidak fokus.Saat Sakha kembali melihat meja kerjaku yang kosong, rasa tidak nyaman di hatinya semakin berat. Akhirnya, dia tidak bisa lagi menahannya dan memanggil direktur HR."Pak Sakha, apakah ada pekerjaan yang ingin Anda sampaikan?""Prycil hari ini izin?" Pria itu menatap dokumen di depannya, bertanya seolah tanpa terlalu memikirkannya.Direktur HR tertegun sejenak, lalu menatapnya dengan wajah penuh kebingungan. "Bu Prycil sudah mengundurkan diri.""Apa?!"Tangan Sakha yang sedang menandatangani dokumen tiba-tiba berhenti, ujung pena merobek kertas putih yang halus. "Kapan ini terjadi? Siapa yang menyetujuinya? Kenapa aku nggak tahu?"Direktur HR bertanya dengan ragu, "Diajukan tadi malam dan Anda yang menyetujui pagi ini."Kalimat itu membuat Sakha seketika tersentak, lalu dia terdiam di tempat. Kemudi

  • Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran   Bab 6

    Lalu, dia kembali tertegun di tempat. Deretan rak pajang di dinding penuh sesak oleh hadiah-hadiah yang pernah dia berikan kepadaku. Namun jika diperhatikan dengan saksama, akan terlihat bahwa ada tiga set perhiasan yang persis sama diletakkan di bagian tengah lemari.Salah satu set di antaranya memiliki tanggal faktur yang dibeli kemarin. Tanpa sadar, pikirannya teringat pada syal merek Collypis yang kemarin dia berikan kepada sekretaris itu.Saat melihat sosok Julia yang tampak rapuh, dia langsung menyuruh orang terbang ke Italia untuk memesan secara khusus. Malam itu juga, barang tersebut sudah dikirim ke hadapannya.Baik dari segi nilai maupun ketulusan, semuanya jauh melampaui satu lemari perhiasan yang ada di depannya ini.Pada saat itu, dia terjerumus ke dalam perenungan yang mendalam. Sejak kapan cinta yang dulu begitu istimewa dan hanya tertuju padaku berubah menjadi perasaan yang murahan dan sekadar formalitas?Malam itu, dia duduk di ruang tamu dan menghabiskan seluruh minum

  • Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran   Bab 5

    Aku mengabaikan getaran ponsel itu dan langsung mematikannya. Mulai saat ini, pernikahanku selama lima tahun dengan Sakha benar-benar berakhir.Di hotel, Sakha mulai membalas dengan panik setelah membaca pesanku.[ Cerai? Jangan bercanda. Kupon rujuknya sebanyak itu, mana mungkin habis secepat ini? ][ Kamu nggak suka hadiah yang kubelikan? Kalau begitu aku pilihkan yang lain? ][ Prycil, angkat teleponnya. Kita bicara baik-baik. ][ Kenapa ponselmu mati? Kamu benar-benar marah? ]Pria itu sama sekali tidak mau percaya bahwa aku akan mengabaikannya. Dia meneleponku berulang kali, tanpa mau menyerah. Sampai akhirnya, setelah mendengar nada sibuk untuk ke-39 kalinya, barulah kepanikan benar-benar menyergapnya."Nggak mungkin ... nggak mungkin. Sebelum keluar tadi semuanya masih baik-baik saja ...."Di benaknya terbayang kembali ekspresiku saat menyebut kupon rujuk yang begitu tenang. Saking tenangnya, sampai seperti sudah benar-benar menyerah. Begitu memikirkan hal itu, Sakha segera mera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status