Share

Bab 110

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-19 11:13:01

110

Zhao Yìchen menghentikan mobil beberapa belas meter sebelum rumah kontrakan Anita. Mobil tidak bisa terus maju, karena banyak orang yang tengah berkerumun di depan.

Zhao Yìchen menunggu istrinya turun. Dia mengunci mobil, lalu menggapai tangan kiri Elma dan jalan menerobos kerumunan. Keduanya kesulitan menembus area terdekat dengan rumah, karena banyak pria bertampang sangar yang tengah berdiri di sana.

Zhao Yìchen menarik Elma agar berpindah ke belakangnya. Pria berjaket hitam itu memaks
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 110

    110Zhao Yìchen menghentikan mobil beberapa belas meter sebelum rumah kontrakan Anita. Mobil tidak bisa terus maju, karena banyak orang yang tengah berkerumun di depan. Zhao Yìchen menunggu istrinya turun. Dia mengunci mobil, lalu menggapai tangan kiri Elma dan jalan menerobos kerumunan. Keduanya kesulitan menembus area terdekat dengan rumah, karena banyak pria bertampang sangar yang tengah berdiri di sana. Zhao Yìchen menarik Elma agar berpindah ke belakangnya. Pria berjaket hitam itu memaksa merentangkan tangan untuk membuka jalan, dan Elma segera maju memasuki pekarangan sempit yang banyak barang berhamburan. Elma memasuki ruang tamu sambil mengucapkan salam. Zhao Yìchen menyusul dan segera menyambangi Jaya yang tengah menunggui Norman, yang berbaring di kasur tipis.Elma mengambil alih bocah laki-laki dari gendongan Anisa, yang tengah sibuk menenangkan Siti. Perempuan tua itu sejak tadi mengumpati kelompok pria di depan rumah, yang merupakan anak buah bos rentenir. Anita menya

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 109

    109 Pengajian bulanan malam itu di kediaman Wirya, didatangi lebih dari 200 orang. Mereka penasaran dengan sosok aktris China, yang tampil dengan gamis biru dan pasmina putih, yang diberikan Irshava. Vanetta tampak senang, karena para tamu yang hadir sebagian besar bisa berbahasa Mandarin. Dia kaget, kala Zhao Yìchen mengajaknya berbincang dalam bahasa Kanton, yang dibalas perempuan itu dengan semangat. Elma mengamati sang aktris yang tampak berkilau. Dia tersenyum, ketika Zayd mendekati Vanetta dan duduk di pangkuan perempuan tersebut dengan santai. "Kenapa aku jadi mikir, kalau dia yang akan jadi istrinya Bang W?" tanya Salwa. "Kirain aku aja yang mikir, gitu," sahut Leni."Zayd langsung suka. Nempel terus dia dari tadi," papar Elma. "Zid dan Marwa, reaksinya, gimana?" desak Novi. "Mereka juga welcome. Marwa bahkan sudah berani ngelihatin gambar desain buatannya," ungkap Elma. "Mungkin Marwa bisa ngerasa, kalau aura Vanetta itu baik," papar Rida sembari memandangi perempuan

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 108

    108Waktu berganti. Wirya kembali dinas ke luar negeri setelah lebih dari 8 bulan dia hanya bertugas di seputar Indonesia. Wirya berangkat ke China bersama Girish, Zikria, dan Harshil. Mereka berkeliling banyak unit kerja dan area proyek di sekitar Tianjin, Beijing, Guangzhou, dan Shanghai. Zhao Yìchen dan Elma menghuni kediaman Wirya guna menemani ketiga bocah. Irshava tengah ikut Hendri meninjau lokasi proyek di Malang, hingga tidak bisa membantu mengurus ketiga anak abangnya. Sabrina dan Zaheera juga tengah fokus mengurus bisnis masing-masing, hingga mereka tidak mampu memerhatikan Bayazid dan kedua adiknya, setiap hari. Edelweiss, Ineke, Leni dan yang lainnya, bergantian datang untuk mengantarkan makanan, ataupun kudapan buat seisi rumah. Elma yang belum pandai memasak, menyambut gembira kiriman para kerabatnya tersebut, karena dia dan kedua asisten rumah tidak pusing lagi memikirkan menu lauk yang hendak dimasak. Pagi itu, Tang Jason menghubungi Zhao Yìchen guna menyampaikan

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 107

    107Sepasang insan menatap layar monitor dengan serius. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka, ketika menyaksikan selaput kecil dalam perut Elma, telah terdeteksi dengan akurat.Zhao Yìchen mengucap hamdalah berulang kali. Dia memandangi Elma yang perutnya tengah dibersihkan dari gel, oleh asisten dokter kandungan. Setelah Elma duduk di kursinya, Dokter Eldelyn memberikan berbagai wejangan, agar pasangan di hadapannya bisa bekerjasama untuk menjaga kandungan Elma, hingga tiba waktunya melahirkan nanti.Hampir setengah jam berlalu, pasangan tersebut telah berada di mobil SUV putih. Zhao Yìchen mengarahkan kendaraannya menuju cluster 5, guna mengabari keluarganya tentang berita bahagia itu. Elma menunduk sambil mengusap perutnya yang masih rata. Perempuan bergaun cokelat muda itu benar-benar tidak menyangka, jika akhirnya dia bisa mengandung. Pada awalnya Elma sempat khawatir. Pernikahannya dengan Zhao Yìchen sudah mencapai 11 bulan. Namun, dia belum juga hamil. Elma sudah berniat unt

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 106

    106Sepulang dari umrah, Zhao Yìchen beberapa kali menemani Wirya mengunjungi psikiater. Zhao Yìchen turut berkonsultasi, demi menenangkan jiwanya yang masih terguncang dengan wafatnya Delany. Selain mereka, ketiga anak Wirya juga ikut terapi. Zhao Yìchen, Hendri, Irshava, Zulfi, bahkan Dante, turut andil dalam mengantarkan Bayazid, Marwa dan Zayd, ke psikiater, secara bergantian. Penghujung tahun telah tiba. Jauhari dan Avreen pulang pada minggu kedua. Mereka hendak menghadiri acara pelantikan petinggi PB dan PBK 2nd generation. Siang menjelang sore itu, ratusan orang berkumpul di aula luas di lantai 15 gedung PBK. Sebagian besar dari mereka adalah para pengawal lapis 1 sampai lapisan terakhir, dan perwakilan dari setiap cabang di luar negeri. Tio dan Alvaro bergantian memberikan pidato singkat. Kemudian giliran Wirya yang menyampaikan kata-kata sambutan dengan santai. Hadirin terkekeh kala Wirya melontarkan candaan. Mereka senang, karena pria itu terlihat sudah lebih tenang dari

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 105

    105Bulan demi bulan berganti. Zhao Yìchen, Elma dan keluarga Wirya serta almarhumah Delany, bergantian datang ke kediaman Wirya, guna memberikan dukungan penuh pada pria itu dan ketiga anaknya.Sebab mengalami depresi, Wirya akhirnya cuti selama 3 bulan dari posisi direktur utama PBK. Pada awalnya dia hendak berhenti, tetapi ditolak sembilan komisaris lainnya. Alvaro turun langsung menjaga stabilitas perusahaan itu, sambil menunggu Hisyam dan rekan-rekannya siap untuk diserahkan tanggung jawab sepenuhnya. Selain itu, Alvaro dan para sahabatnya bergantian menginap di rumah Wirya, atau mengajak pria itu beserta ketiga anaknya berlibur ke banyak tempat wisata, guna menyembuhkan luka batin mereka.Awal bulan Oktober, Zhao Yìchen dan keluarganya, menemani Wirya yang hendak umrah. Selain mereka, belasan pengawal lapis 1 dan 2, serta keluarga Kartawinata, turut berangkat bersama istri masing-masing. Bayazid turut diangkut Wirya, karena putra tertuanys itu sudah memahami tata cara umrah. S

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 12

    12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 27

    27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 18

    18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 13

    13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status