Share

Bab 69

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-04-25 11:01:26

69

Hari bertukar menjadi minggu. Zhao Yìchen mempercepat penyelesaian pekerjaan, karena dia hendak ikut Wirya dan rombongan ke Sydney.

Mendekati hari keberangkatan, Zhao Yìchen mengemasi banyak barang titipan para bos, buat seluruh ajudan dan tim HKB. Bersama para ajudan baru, pria berkumis itu memastikan semua barang tersusun rapi, sebelum menutup dan melakban beberapa kardus besar.

Zikria dan Fikri membantu Delany mengemasi makanan beku, yang dipacking dalam cooling box berukuran sedang. Zik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 108

    108Waktu berganti. Wirya kembali dinas ke luar negeri setelah lebih dari 8 bulan dia hanya bertugas di seputar Indonesia. Wirya berangkat ke China bersama Girish, Zikria, dan Harshil. Mereka berkeliling banyak unit kerja dan area proyek di sekitar Tianjin, Beijing, Guangzhou, dan Shanghai. Zhao Yìchen dan Elma menghuni kediaman Wirya guna menemani ketiga bocah. Irshava tengah ikut Hendri meninjau lokasi proyek di Malang, hingga tidak bisa membantu mengurus ketiga anak abangnya. Sabrina dan Zaheera juga tengah fokus mengurus bisnis masing-masing, hingga mereka tidak mampu memerhatikan Bayazid dan kedua adiknya, setiap hari. Edelweiss, Ineke, Leni dan yang lainnya, bergantian datang untuk mengantarkan makanan, ataupun kudapan buat seisi rumah. Elma yang belum pandai memasak, menyambut gembira kiriman para kerabatnya tersebut, karena dia dan kedua asisten rumah tidak pusing lagi memikirkan menu lauk yang hendak dimasak. Pagi itu, Tang Jason menghubungi Zhao Yìchen guna menyampaikan

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 107

    107Sepasang insan menatap layar monitor dengan serius. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka, ketika menyaksikan selaput kecil dalam perut Elma, telah terdeteksi dengan akurat.Zhao Yìchen mengucap hamdalah berulang kali. Dia memandangi Elma yang perutnya tengah dibersihkan dari gel, oleh asisten dokter kandungan. Setelah Elma duduk di kursinya, Dokter Eldelyn memberikan berbagai wejangan, agar pasangan di hadapannya bisa bekerjasama untuk menjaga kandungan Elma, hingga tiba waktunya melahirkan nanti.Hampir setengah jam berlalu, pasangan tersebut telah berada di mobil SUV putih. Zhao Yìchen mengarahkan kendaraannya menuju cluster 5, guna mengabari keluarganya tentang berita bahagia itu. Elma menunduk sambil mengusap perutnya yang masih rata. Perempuan bergaun cokelat muda itu benar-benar tidak menyangka, jika akhirnya dia bisa mengandung. Pada awalnya Elma sempat khawatir. Pernikahannya dengan Zhao Yìchen sudah mencapai 11 bulan. Namun, dia belum juga hamil. Elma sudah berniat unt

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 106

    106Sepulang dari umrah, Zhao Yìchen beberapa kali menemani Wirya mengunjungi psikiater. Zhao Yìchen turut berkonsultasi, demi menenangkan jiwanya yang masih terguncang dengan wafatnya Delany. Selain mereka, ketiga anak Wirya juga ikut terapi. Zhao Yìchen, Hendri, Irshava, Zulfi, bahkan Dante, turut andil dalam mengantarkan Bayazid, Marwa dan Zayd, ke psikiater, secara bergantian. Penghujung tahun telah tiba. Jauhari dan Avreen pulang pada minggu kedua. Mereka hendak menghadiri acara pelantikan petinggi PB dan PBK 2nd generation. Siang menjelang sore itu, ratusan orang berkumpul di aula luas di lantai 15 gedung PBK. Sebagian besar dari mereka adalah para pengawal lapis 1 sampai lapisan terakhir, dan perwakilan dari setiap cabang di luar negeri. Tio dan Alvaro bergantian memberikan pidato singkat. Kemudian giliran Wirya yang menyampaikan kata-kata sambutan dengan santai. Hadirin terkekeh kala Wirya melontarkan candaan. Mereka senang, karena pria itu terlihat sudah lebih tenang dari

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 105

    105Bulan demi bulan berganti. Zhao Yìchen, Elma dan keluarga Wirya serta almarhumah Delany, bergantian datang ke kediaman Wirya, guna memberikan dukungan penuh pada pria itu dan ketiga anaknya.Sebab mengalami depresi, Wirya akhirnya cuti selama 3 bulan dari posisi direktur utama PBK. Pada awalnya dia hendak berhenti, tetapi ditolak sembilan komisaris lainnya. Alvaro turun langsung menjaga stabilitas perusahaan itu, sambil menunggu Hisyam dan rekan-rekannya siap untuk diserahkan tanggung jawab sepenuhnya. Selain itu, Alvaro dan para sahabatnya bergantian menginap di rumah Wirya, atau mengajak pria itu beserta ketiga anaknya berlibur ke banyak tempat wisata, guna menyembuhkan luka batin mereka.Awal bulan Oktober, Zhao Yìchen dan keluarganya, menemani Wirya yang hendak umrah. Selain mereka, belasan pengawal lapis 1 dan 2, serta keluarga Kartawinata, turut berangkat bersama istri masing-masing. Bayazid turut diangkut Wirya, karena putra tertuanys itu sudah memahami tata cara umrah. S

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 104

    104 Ketibaan Wirya dan kelompoknya di siang hari ketiga, disambut isak tangis banyak orang. Wirya mendatangi Harsaya dan langsung mendekap bapaknya, sembari merengek mengutarakan kesedihannya. Harsaya mengusap punggung putra sulungnya sembari menenangkan Wirya. Dia juga menguatkan hati sang putra, karena ketiga cucunya butuh ketegaran Wirya. Seusai menyalami Murti, Wirya menyambangi kedua mertuanya di ruang tengah. Wirya bersujud di lantai sambil memohon ampun, karena tidak bisa menjaga Delany dengan baik. Qianfan dan Nancy bekerjasama membujuk menantu mereka yang sesenggukan. Keduanya juga turut menguatkan Wirya, supaya pria itu bisa lebih tenang. Wirya memanggil ketiga anaknya dan menciumi pipi mereka satu per satu. Kemudian Wirya mendekap ketiganya sembari terisak-isak, yang menyebabkan hadirin turut berurai air mata.Sekian menit berlalu. Wirya memutari area guna menghampiri para tetua. Meskipun jiwa dan raganya penat, tetapi Wirya berusaha untuk tetap beramah tamah dengan me

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 103

    103Kabar wafatnya Delany, menghantam keras dada Zhao Yìchen. Dia meraung menyebut nama sang adik, sembari menangis di sofa ruang kerja Tio, di mana Yoga telah menyampaikan informasi itu pada orang-orang terdekat Wirya. Andri termangu di sofa tunggal. Bulir bening luruh dari kedua matanya, sebelum dia meraih saputangan dari saku kemeja, yang digunakan untuk menutupi mukanya. Tio yang menempati kursi putar, menelungkup di meja. Bahunya berguncang seiring dengan isakannya. Rangga terdiam cukup lama, sebelum memejamkan mata dan menangis. Hal serupa juga dilakukan Haryono, Fajar, Nugraha dan Aswin. Hanya Yoga dan Mardi yang bertahan tetap tegar, sembari menelepon banyak orang untuk menyampaikan berita duka.Dalam hitungan menit, banyak orang berdatangan ke ruangan itu. Hamid dan Haikal yang terbiasa tenang, juga tampak syok seperti yang lainnya. Tim Hisyam tidak mengatakan apa pun dan hanya menunduk sambil bersila di lantai, karena semua kursi penuh. Sedu sedan terdengar di seputar rua

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 27

    27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 18

    18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 13

    13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 12

    12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status