LOGINPada hari ketika misi rahasia suamiku berakhir, aku mengajak putriku ke sekolah dasar untuk mengambil formulir pendaftaran. Petugas sekolah tampak keheranan. "Ayah putri Ibu sudah tercatat bersama nama anak lain di sistem. Coba periksa lagi, data yang dimasukkan sudah benar?" Aku mengerutkan kening. "Nggak mungkin. Coba saya tanya dulu." Saat membuka ponsel, aku menerima notifikasi postingan baru dari Dhani, suamiku. Dia pasti lupa menyembunyikannya dari akunku. [Tujuh tahun menikah rahasia, sekarang akhirnya bisa dengan bangga memberi tahu seluruh dunia, kamu adalah istriku.] Dalam foto itu, sahabatku menggendong putranya sambil bersandar di bahu Dhani, dengan mata berkerut karena senyum lebar. Yang mereka pegang adalah akta nikah yang persis sama dengan yang ada di tanganku. Otakku seketika kosong, jari-jariku tanpa sadar terus menggulir ke bawah. Kolom komentar penuh dengan ucapan selamat. Ada teman-teman yang sama-sama kenal denganku dan Dhani, ada juga rekan-rekan kerjaku. Komentar paling bawah adalah dari ibu mertuaku. [Kasihan dia sudah menyembunyikan pernikahan kalian selama tujuh tahun. Kamu harus menebusnya kepada mereka.] [Jangan lupa dirahasiakan dari Kania. Jangan sampai dia tahu akta nikahnya palsu, dia pasti patah hati.] Dhani membalas dengan emoji oke. Jari-jariku yang memegang ponsel mulai gemetar. Ternyata, selama tujuh tahun ini aku berbakti merawat ibunya dan membesarkan putrinya. Sementara dia sibuk menemani istri dan anak yang lain. Semua orang tahu, tapi mereka semua membantu menyembunyikannya dariku. Dadaku terasa sesak hingga sulit bernapas. Putriku menarik-narik bajuku, lalu menunjuk ke arah pintu dengan hati-hati. "Ibu, hujannya tambah deras. Kita masih mau nunggu Ayah?" Aku membuka payung dan menggenggam tangan mungilnya. "Jangan ditunggu lagi." "Mulai sekarang, kita nggak akan menunggunya lagi."
View MoreDarahku seketika membeku.Saat menoleh, mataku bertatapan dengan Dhani.Lingkaran hitam di bawah matanya sangat gelap, dan tubuhnya tampak jauh lebih kurus."Kania, aku selama ini selalu mencarimu."Suara Dhani terdengar sedikit tercekat."Aku menyelidiki penyebab kematian Ella, dan baru tahu kalau kamu waktu itu nggak bohong.""Aku sudah menceraikan Reva. Dia dan anaknya sudah kuusir.""Kania, aku nggak bisa tidur sejak kamu pergi."Setiap kata yang diucapkan Dhani memang benar adanya.Orang yang dulu jarang dia pedulikan itu, ketika benar-benar pergi, rasanya seperti ada bongkahan yang dikeruk dari hatinya.Rasanya hampa dan menyesakkan.Dia pun kehilangan semangat bekerja, sehingga pendapatan perusahaan menurun drastis.Hilda memarahinya, tetapi melihat kondisi anaknya seperti itu, dia ikut merasa sedih.Akhirnya, Dhani diberi waktu satu bulan.Dalam waktu satu bulan, asalkan dia menemukan aku dan membawaku pulang.Dia akan langsung mengatur pernikahan kami, agar aku menjadi menantu
Aku menghabiskan waktu siang dan malam di laboratorium.Gajiku terus meningkat.Profesor Mike, yang awalnya tampak sangat bangga, kemudian mulai terlihat cemas.Dia bahkan meluangkan waktu untuk menasihatiku."Kania, aku paham kamu punya ambisi yang menggebu-gebu.""Aku juga sangat kagum dengan orang yang rajin. Tapi, caramu ini agak berlebihan. Aku khawatir kamu tiba-tiba pingsan kelelahan."Aku hanya mengangguk sekilas, lalu mengulurkan tangan untuk mendorongnya."Profesor, tolong geser ke tempat lain. Di sini menghalangi jalanku."Profesor Mike bertukar pandang dengan Desi di belakangnya dengan tatapan pasrah.Desi menggelengkan kepala."Maaf, Profesor, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa."Aku mengabaikan percakapan di sekitarku dan fokus sepenuhnya pada penelitianku.Bukan apa-apa.Hanya saja, hatiku yang tegang terasa lebih tenang dengan kesibukan ini.Aku bangun pagi-pagi buta dan pulang larut malam.Aku yang paling awal tiba di laboratorium, dan yang keluar paling akhir.Belum
Malam itu, aku mengatur barang-barang bawaanku sampai larut malam.Aku membuat camilan malam-malam, sesuatu yang jarang kulakukan.Biasanya, Hilda harus tidur cepat.Oleh karena itu, tidak boleh ada suara sedikit pun di rumah pada jam-jam ini.Bahkan saat terbangun di tengah malam pun aku khawatir mengganggunya, sehingga aku harus repot-repot pergi ke kamar mandi di beberapa lantai di bawah.Sekarang, aku menikmati semangkuk mi.Perut dan hatiku terasa hangat.Sejak saat ini, aku hidup hanya untuk diriku sendiri.Lampu dimatikan.Cahaya bulan bersinar terang di luar jendela.Aku tidur nyenyak sepanjang malam.Beberapa berikutnya, dokumen-dokumenku selesai diurus.Aku juga mulai bekerja, menghabiskan sepanjang hari tenggelam dalam penelitian.Kemampuanku ternyata lebih tinggi dari yang kubayangkan.Belum sampai satu minggu, aku berhasil menentukan arah penelitian yang jelas.Seorang profesor tua berambut pirang dan bermata biru, yang mengenakan kacamata baca, memeriksa kembali materi ya
Turun dari pesawat.Di kota yang asing ini, jalanan dipenuhi dengan berbagai macam orang berambut pirang dan bermata biru.Di tengah kerumunan, seorang wanita yang tampak berasal dari negara yang sama denganku menghampiri dengan senyum lembut."Bu Kania, benar?""Saya anggota Institut Penelitian Medis, panggil saja Desi. Saya sudah pernah mengirimkan tawaran kerja kepada Anda tujuh tahun yang lalu.""Sayangnya, Anda saat itu mengatakan sedang hamil dan nggak memungkinkan untuk menerima tawarannya.""Nggak disangka, tujuh tahun kemudian, kami masih bisa mendapat kesempatan untuk menyambut Anda bergabung dengan kami."Aku pun tersenyum lembut."Terima kasih. Saya merasa sangat terhormat, kalian masih bersedia memberi saya kesempatan."Tahun ketika Dhani pergi untuk menerima misi rahasia melalui telepon.Kebetulan saat itu aku sedang hamil.Dhani khawatir dengan keselamatanku jika pergi ke luar negeri sendirian. Hilda bahkan terang-terangan mengatakan bahwa pernikahan akan dibatalkan jika












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.