共有

99| Teman Yalinda

作者: Lefkilavanta
last update 公開日: 2026-11-03 17:00:32

Rapat internal tingkat direksi dimulai tepat pukul satu siang.

Luna duduk di kursi sudut belakang ruangan, membawa buku catatan hitamnya. Di hadapannya, jajaran direktur dan kepala divisi duduk melingkar di meja rapat utama, termasuk Direktur Keuangan Wiratech Group—Prasetya. Pria paruh baya berusia lima puluhan itu tampak tenang membuka presentasi mengenai laporan anggaran proyek kuartal terakhir.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Kembalinya Janda Wiratama   99| Teman Yalinda

    Rapat internal tingkat direksi dimulai tepat pukul satu siang.Luna duduk di kursi sudut belakang ruangan, membawa buku catatan hitamnya. Di hadapannya, jajaran direktur dan kepala divisi duduk melingkar di meja rapat utama, termasuk Direktur Keuangan Wiratech Group—Prasetya. Pria paruh baya berusia lima puluhan itu tampak tenang membuka presentasi mengenai laporan anggaran proyek kuartal terakhir.Darian duduk di kursi kepala rapat, mengawasi jalannya diskusi dengan sorot mata dingin. “Silakan dilanjutkan, Pak Prasetya.”Prasetya mengangguk formal.“Secara garis besar, pengeluaran korporasi masih berada dalam koridor anggaran yang aman.”“Memang ada penyesuaian biaya di beberapa lini

  • Kembalinya Janda Wiratama   98| Celah Lingkaran

    Keesokan harinya, Luna tiba di kantor jauh lebih awal dari biasanya.Ia mengenakan kemeja putih berpotongan bersih, rok hitam selutut, serta sepatu hak rendah yang sama sekali tidak berisik saat menapaki lantai. Rambut pendeknya tertata rapi, membingkai wajahnya dengan aura profesional yang jauh melampaui usia aslinya sebagai seorang siswi SMA yang menjalani masa magang.Selepas menyapa beberapa staf administrasi di lobi utama, ia langsung melangkah menuju ruang sekretaris.“Pagi, Luna,” sapa seorang staf administrasi senior sambil menyodorkan beberapa map tebal ke atas mejanya. “Ini berkas-berkas yang harus disiapkan untuk rapat internal siang nanti. Pak Darian secara khusus meminta agar semuanya diperiksa ulang.”Luna menerima tumpukan dokumen t

  • Kembalinya Janda Wiratama   97| Teman Lama

    Ia mengeluarkan sebuah foto lain dari map. Foto itu memperlihatkan Luna sedang berjalan bersama Darian di sebuah pusat perbelanjaan. Foto lain menunjukkan mereka berdua di pasar malam. Selena menatap foto tersebut cukup lama.“Darian tidak pernah memperlakukan orang lain seperti itu.”Perempuan di hadapannya tidak memberikan tanggapan.“Cari tahu siapa saja orang yang pernah dekat dengan Luna. Teman sekolah, keluarga, bahkan orang-orang yang bekerja bersamanya.”“Baik, Nyonya.”“Dan satu lagi.” Selena menutup map. “Cari tahu apakah dia pernah berhubungan dengan keluarga Yalinda.”Perempuan itu mengangguk. Selena menyandarkan tubuhnya. Ia belum memiliki bukti, tetapi nalurinya mengatakan bahwa Luna bukan sekadar gadis yang kebetulan masuk ke kehidupan mereka. Ada sesuatu yang jauh lebih besar. Selena tidak akan membiarkan gadis itu mengancam posisinya.Menjelang siang, Luna kembali ke mansion karena jadwal kerjanya di perusahaan baru dimulai sore hari. Ia sengaja meminta izin kepada kep

  • Kembalinya Janda Wiratama   96| Duplikat

    “Kamu belum menjawab pertanyaanku.”Darian masih berdiri di belakang Luna. Tatapannya tertuju pada lorong yang menuju ruang kerja lama milik ayah Yalinda.Luna memasukkan kedua tangannya ke saku jaket. “Aku hanya ingin mencari udara segar. Kamarku terasa pengap.”“Di dalam mansion sebesar ini, kamu harus berjalan sampai ke lorong tersebut untuk mencari udara?”Luna tersenyum tipis. “Ternyata Pak Darian sangat memperhatikan ke mana aku berjalan.”“Sulit untuk tidak memperhatikan seseorang yang selalu muncul di tempat yang tidak seharusnya.”Sindiran itu tidak membuat Luna gentar. Ia justru berbalik menghadap Darian.

  • Kembalinya Janda Wiratama   95| Mata Pisau: Bangkai Tikus

    Malam merayap pekat.Luna baru saja selesai membersihkan diri ketika ketukan tajam mengoyak pintu kamarnya. Ia menduga salah satu pelayan, tetapi begitu dibuka, Selena berdiri dengan mata bernyala.“Kita perlu bicara,” desis Selena tanpa menunggu izin, langsung menerobos masuk ke dalam kamar.Netra Selena menyapu sudut ruangan tersebut. Kamar di sayap atas mansion, menghadap langsung ke taman belakang, dan letaknya begitu dekat dengan ruang kerja lama ayah Yalinda—titik strategis yang memang sejak awal diincarnya.“Kamu semakin betah di rumah ini, rupanya,” sindir Selena tajam.Luna menyampirkan handuk kecil di pundaknya. “Bukankah itu bagus? Setidaknya aku tidak merepotkan siapa pun.

  • Kembalinya Janda Wiratama   94| Remember Me!

    Sejak malam di mana bara api menghanguskan sejarah hidupnya, eksistensi Luna di dalam dinding megah mansion Wiratama merayap bagai racun yang tak kasat mata.Ia tidak meledak-ledak. Tidak pula menuntut perhatian. Ia merayap lewat celah-celah terkecil yang selama ini diabaikan oleh Selena—sudut-sudut rumah yang kehilangan jiwa.Pagi itu, Luna menuruni anak tangga dengan balutan pakaian sederhana berwarna netral.Rambut pendeknya dibiarkan tergerai natural, membingkai garis rahangnya yang tegas. Di tangan kanannya, sebuah buku catatan kulit kecil tergenggam.Langkahnya terhenti di ruang keluarga yang lapang. Seorang pelayan paruh baya tengah berdiri di samping vas kristal besar, mengganti tumpukan bunga segar yang menghiasi sudut ruangan.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status