Mag-log inSungguh mengejutkan saat ia menemukan bahwa wanita cantik yang tampak lembut dan anggun ini sebenarnya jauh lebih luar biasa daripada wanita sebelumnya. Bukan hanya sudah mencapai Grandmaster di usia muda, tapi sebenarnya dia juga memiliki tubuh bawaan tipe es yang jauh lebih langka daripada tipe air. Dua wanita ini, jika seandainya dia berada di dunia kultivasi, mereka mungkin sudah menjadi jenius teratas yang diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan raksasa. Bukan tidak mungkin jika kemunculannya akan mengakibatkan perseteruan berdarah. Apalagi saat menemukan tubuh bawaan tipe es langka, di mana bakat dan masa depan yang tak terbatas. "Selain mengetahui betapa luar biasanya Grandmaster Anan ini, kita juga harus berterima kasih atas bantuannya terhadap pelelangan ini." Serena kembali berbicara dan menarik perhatian semua orang, termasuk Arya itu sendiri. Setelah kembali mendapatkan perhatian semua orang, Serena terus berbicara, "Mungkin semua orang sudah melihat daftar barang-barang
Thalya, yang berdiri di antara nama keluarga Coldway dan Grandmaster Anan, diam-diam menggigit giginya, dan mengepalkan kedua tangannya. Duduk di samping Arya, ia tidak bisa untuk menoleh ke arah Serena di kejauhan dengan tatapan penuh kekecewaan dan kemarahan di antara kedua matanya. Serena Coldway. Thalya bukan tidak mengenal wanita itu, tapi juga dikatakan sangat mengenalnya. Karena sejak kecil, mereka sudah berteman dengan baik, dan bahkan bisa dianggap sebagai saudara perempuan. Namun, karena perbedaan status, semuanya berubah. Sejak Serena menjadi putri utama dari keluarga utama, dan didapuk untuk menjadi ahli waris, wanita itu mulai berubah secara perlahan-lahan. Bukan hanya semakin jarang untuk menemui dan berbicara dengan dirinya, tapi dia juga tidak pernah lagi memperhatikannya. Apalagi sejak identitasnya sebagai keluarga cabang yang memiliki kelihaian dan kepintaran dalam mengurus urusan Keluarga Coldway melebihi Serena dalam beberapa hal. Jarak antara kedua teman k
Setelah kejadian singkat itu. Ketika hari menjelang siang, Arya, Thalya dan Robert tiba di tempat lelang yang berada di sebuah tebing tepi pantai. Sebuah tempat terpencil dan tampak biasa-biasa saja daripada tempat lelang pada umumnya. Selain sebuah rumah kecil berukuran kurang dari sepuluh meter persegi, dan biasa saja yang dijaga oleh beberapa pria di sekitarnya, tidak ada seorang pun yang akan mengira bahwa tempat itu akan menjadi tempat lelang bawah tanah Keluarga Coldway. Tapi itu bisa dimengerti, karena setelah mobil para tamu datang, mereka tidak diizinkan untuk memarkirkan mobilnya di area sana, melainkan menyuruhnya untuk pergi menjauh. Arya yang datang hanya dengan dua orang tambahan, dan bahkan tidak membawa Kiara diam-diam tersenyum saat menyaksikan jika rumah kayu ini sebenarnya hanya kedok. Karena setelah memberikan undangan dan diperiksa oleh para penjaga, Arya yang sama sekali tidak diizinkan untuk membawa alat komunikasi apapun, atau bahkan ponsel sekalipun mul
"Ahh!!" Thalya sendiri bahkan sampai menjerit ketakutan saat mendengar suara-suara tak masuk akal. Sepanjang hidupnya, sebagai seorang wanita yang lebih mempercayai ilmu pengetahuan dan teknologi, dia sama sekali tidak pernah mempercayai hal-hal mistis semacam ini. Tapi, ketika dia mendengar suara-suara aneh, yang tampak seperti jeritan, tapi juga ratapan dan permohonan, dia mulai meragukan pandangannya selama ini. Apalagi saat ia mendengar sebuah ledakan tanpa sebab yang jelas, serta aroma busuk dan suhu dingin di ruangan. Saat itu juga, bukan hanya wajahnya yang pucat dan tubuh yang gemetar ketakutan, tapi pikirannya juga tampak kosong. Saat itu, Kiara yang bisa menyaksikan apa yang dilakukan ayahnya tampak bersemangat dan kagum dengan apa yang dilihatnya. Ketika dia menoleh ke arah Thalya yang terlihat gemetar ketakutan, gadis kecil itu tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Tante, kenapa kamu terlihat pucat dan gemetar? Apakah kamu sedang tidak enak badan?" "Aku---
Menyaksikan bos wanita itu menjerit-jerit dan berlari kembali ke mobil, Karina menjadi sangat tak berdaya. Hari sudah malam dan dirinya cukup lelah dengan semua pekerjaan di siang hari, dan hanya ingin segera beristirahat. Tapi, sejak ia mengunjungi Evelyn di rumah sakit, dia menjadi semakin lelah dengan semua hal yang dilakukan oleh bos wanita ini. Intinya bukan karena dia tidak bisa mengurus bos merepotkan sepertinya, melainkan karena Karina sama sekali tidak mengetahui, apa yang menyebabkan atasannya itu menjadi sehisteris ini. Mengatakan hantu, sosok hitam besar mengerikan, berbulu dan bermata merah yang mengacungkan parang ke arahnya, di mana itu semua? Sekalipun reaksi yang Evelyn tunjukkan bukanlah akting, Karina sama sekali tidak bisa melihat atau mendengarnya! Merasa sangat lelah dan tak berdaya, Karina hanya diam-diam mengeluh dan menghela napas. "Baiklah... Ayo pergi ke tempatku!" Tak ada pilihan lain, Karina hanya bisa membawa Evelyn ke apartemennya dengan harapan
Selesai Hans berkata, dan jelas-jelas menjilat Arya, Robert dan dua lainnya mulai memandang pria ini dalam diam dan heran. Terutama Ryan yang sebelumnya mengetahui jika beberapa waktu lalu Hans ini sempat merencanakan sesuatu kepada Arya. Tapi setelah melihat kehebatannya, dia berubah seratus delapan puluh derajat daripada Hans yang biasanya ia kenal. Tapi juga tidak ada yang menyalahkannya. Karena dengan kekuatan dan keahlian yang selama ini Arya tunjukkan, siapapun yang melihatnya pasti akan berusaha untuk menjilatinya. "Hans," tapi Robert yang berpengalaman masih memperingatkan. "Sebaiknya kau jaga ucapanmu! Sekalipun kau tahu bahwa apa yang kau katakan benar, kau harus hati-hati saat membicarakan seorang Grandmaster." "Grandmaster! Sosok itu bukanlah sesuatu yang bisa kita hina dan bicarakan begitu saja!" Ekspresi Hans seketika mengeras saat mendengar peringatan itu. Tapi dia masih mengangguk berat dan mengingat peringatan yang Robert berikan. "Kau juga," Robert mengalihka







