LOGINTapi Arya segera menepis pemikiran itu. Karena saat ia melihat Serena, ia menemukan ekspresi yang sedikit marah, jijik dan tidak senang saat melihat ke arah Declan. Sekalipun wanita itu sangat pandai menyembunyikan ekspresinya, Arya masih bisa menemukan jika keduanya mungkin tidak akur. Di sisi lain, Arya menemukan jika ada tatapan penuh perhatian dan kasih sayang yang berlebihan dari sorot mata Declan saat melihat Serena, seolah-olah dunia tidak lebih penting daripada wanita di hadapannya. Seorang simp? Arya segera menyadari sesuatu dan tiba-tiba tersenyum penuh pengertian. Namun, ia masih sedikit terkejut saat melihat ekspresi Thalya yang tampak marah, kesal dan benci saat menatap Declan. Thalya dan kedua pasangan itu, apakah mereka memiliki cerita di baliknya? Cinta segitiga? Arya hampir tertawa saat memikirkannya, tapi ia tidak repot-repot untuk menanyakannya, dan hanya melirik Declan dengan seringai ringan di bibirnya. "Seratus juta!" "Desis..." Napas dingin penuh ket
"Sebenarnya..." Melihat keseriusan dari kata-kata dan sorot mata Arya, Thalya tampak malu saat berkata, "Aku hanya memiliki uang kurang dari dua juta." Arya mengerutkan keningnya, dan menoleh ke arah Robert yang langsung disambut dengan senyum kecut di bibirnya. "Master Anan, aku harus minta maaf, karena setelah yang terjadi sampai sejauh ini, saya hanya membawa uang tidak lebih dari 10 juta. Melihat antusias para penawar sekarang, aku ragu...." Robert tidak perlu melanjutkan, karena Arya yang kini sedikit mengerutkan keningnya tampak mulai berpikir dan tidak memperhatikannya lagi. Sekarang, karena uang yang ia miliki paling banyak hanya akan 15 juta jika ditambah dengan uang Thalya dan Robert, sebenarnya Arya sempat berpikir untuk mengambilnya secara paksa. Tapi kemudian dia menolak ide tersebut, karena ia tidak ingin menjadi bajingan yang tak tahu malu dengan memanfaatkan kekuatannya. Hanya saja, saat ia mengingat betapa berharganya gelang itu baginya, Arya mulai berpikir se
"Barang selanjutnya!" Serena di atas panggung kembali berkata dan meminta petugas untuk membawa barang selanjutnya. Tapi barang kali ini tidak ditutup menggunakan kain seperti barang-barang lainnya. Melainkan diletakkan di dalam sebuah kotak kaca persegi berukuran tiga puluh sentimeter persegi. "Ini... Tidak mungkin!" Tepat ketika Arya melihat barang yang berada di dalam kaca itu, wajahnya langsung berubah beberapa kali. Untuk sesaat tubuhnya juga tampak tegang dan sedikit gemetar. Ketika Thalya dan Robert melihatnya, keduanya benar-benar terkejut saat menyaksikan reaksi berlebihan yang Arya tunjukkan. Untuk pertama kalinya, keduanya baru menyadari bahwa sosok yang biasa kalem dan tenang terhadap apapun ternyata juga bisa bereaksi sebesar itu. Namun, ketika mereka berdua melihat ke arah barang yang dilelang, mereka langsung menjadi sangat bingung. "Sebuah gelang rajut?" Bukan hanya Thalya dan Robert, tapi semua orang yang ada di pelelangan itu juga mengalami kejutan dan kebi
Melihat ketertarikan Arya, Thalya yang berada di sampingnya merasa terkejut dan buru-buru melihat barang yang ada dengan kejutan yang membingungkan. "Sebuah batu?" Thalya tidak bisa untuk tidak menoleh antara batu berwarna biru cerah di atas stan, dan Arya itu sendiri. "Batu ini, apakah ini luar biasa?" Saat bertanya, ia juga tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa aneh. "Sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa. Tapi bisa melihatnya di bumi benar-benar sangat mengejutkanku!" Jawaban Arya ini juga semakin membingungkan Thalya. Bahkan Robert juga mulai mengerutkan keningnya untuk berpikir, apa yang ada di balik kata-kata Arya sebenarnya. Tapi Arya tidak menjelaskannya dan berkata kepada Thalya, "Apakah kau tahu dari mana batu ini berasal?" "Biar aku lihat!" Thalya buru-buru melihat katalog barang lelang, dan menemukan nama "batu energi" yang saat ini sedang dilelang. "Batu energi murni!" Serena yang ada di platform pelelangan mulai berbicara dan memperkenalkan, "Batu beru
Sungguh mengejutkan saat ia menemukan bahwa wanita cantik yang tampak lembut dan anggun ini sebenarnya jauh lebih luar biasa daripada wanita sebelumnya. Bukan hanya sudah mencapai Grandmaster di usia muda, tapi sebenarnya dia juga memiliki tubuh bawaan tipe es yang jauh lebih langka daripada tipe air. Dua wanita ini, jika seandainya dia berada di dunia kultivasi, mereka mungkin sudah menjadi jenius teratas yang diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan raksasa. Bukan tidak mungkin jika kemunculannya akan mengakibatkan perseteruan berdarah. Apalagi saat menemukan tubuh bawaan tipe es langka, di mana bakat dan masa depan yang tak terbatas. "Selain mengetahui betapa luar biasanya Grandmaster Anan ini, kita juga harus berterima kasih atas bantuannya terhadap pelelangan ini." Serena kembali berbicara dan menarik perhatian semua orang, termasuk Arya itu sendiri. Setelah kembali mendapatkan perhatian semua orang, Serena terus berbicara, "Mungkin semua orang sudah melihat daftar barang-barang
Thalya, yang berdiri di antara nama keluarga Coldway dan Grandmaster Anan, diam-diam menggigit giginya, dan mengepalkan kedua tangannya. Duduk di samping Arya, ia tidak bisa untuk menoleh ke arah Serena di kejauhan dengan tatapan penuh kekecewaan dan kemarahan di antara kedua matanya. Serena Coldway. Thalya bukan tidak mengenal wanita itu, tapi juga dikatakan sangat mengenalnya. Karena sejak kecil, mereka sudah berteman dengan baik, dan bahkan bisa dianggap sebagai saudara perempuan. Namun, karena perbedaan status, semuanya berubah. Sejak Serena menjadi putri utama dari keluarga utama, dan didapuk untuk menjadi ahli waris, wanita itu mulai berubah secara perlahan-lahan. Bukan hanya semakin jarang untuk menemui dan berbicara dengan dirinya, tapi dia juga tidak pernah lagi memperhatikannya. Apalagi sejak identitasnya sebagai keluarga cabang yang memiliki kelihaian dan kepintaran dalam mengurus urusan Keluarga Coldway melebihi Serena dalam beberapa hal. Jarak antara kedua teman k







