共有

Bab 1501

作者: Imgnmln
last update 公開日: 2025-11-05 18:13:03

Nathan menatapnya dingin. “Kalau kau ingin tahu siapa guruku,” katanya lirih, “Kau harus mengalahkanku lebih dulu.”

Raja Goblin tertawa pendek, suaranya seperti baja beradu dengan batu. “Berani sekali. Kau pikir tubuhmu bisa menahan amarah dewa?”

“Aku tidak tahu…” Nathan melangkah ke depan. Cahaya dari tubuhnya menyala lebih terang. “Tapi aku akan mencobanya.”

Langit berguncang lagi. Kedua aura bertabrakan, cahaya keemasan melawan gelombang hitam dari Raja Goblin. Udara berubah padat, tanah di
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Iyan Tea
tambahkan lagi bab nya biar makin semangat yang baca nya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2004

    Setelah menjelajah cukup lama tanpa bertemu satu pun anggota Ordo Maledicta, keraguan mulai muncul dalam benaknya. Dia bahkan mulai mempertanyakan apakah tempat ini benar-benar Sektor Bayangan milik Ordo Maledicta.Setengah hari berlalu.Nathan masih terus menyusuri pegunungan, hutan, dan hamparan batu tanpa menemukan satu pun makhluk hidup. Semula dia menganggap semua itu hanya kebetulan, tetapi semakin jauh melangkah, rasa ganjil di dalam hatinya semakin kuat.Tempat ini benar-benar kosong.Bukan hanya manusia yang menghilang, melainkan seluruh kehidupan seolah telah lenyap dari wilayah itu hingga kawasan tersebut terasa seperti sangkar raksasa yang ditinggalkan penghuninya.***Sementara Nathan masih mencari keberadaan Sarah, jauh di dalam Sektor Bayangan lain yang dikuasai Ordo Maledicta, tujuh sosok berjubah bintang dengan lambang Maledicta telah berkumpul di sebuah aula megah.Wajah mereka seluruhnya tertutup kain hitam sehingga identitas masing-masing tidak terlihat.Di kursi u

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2003

    "Hari ini Nathan akan belajar, apa akibatnya jika berani menjadi musuh Ordo Maledicta."Begitu kata-kata itu terucap, tekanan yang memancar dari tubuhnya kembali meningkat berkali-kali lipat hingga beberapa anggota klan mulai memuntahkan darah. Wajah mereka memucat karena energi kehidupan terus terkuras."Berani membuat keributan di Moniyan seolah aku tidak ada?"Suara tenang tiba-tiba bergema dari langit. Sesosok pria perlahan turun dari udara, lalu gelombang aura yang lembut menyebar dan langsung menghapus tekanan berat yang menindih semua orang.Tubuh para anggota Klan Draken Ascalon mendadak terasa ringan. Mereka segera bangkit satu per satu, termasuk Kieran yang buru-buru melangkah maju lalu membungkuk hormat."Kieran memberi salam kepada Tuan Ryujin."Ryujin hanya menganggukkan kepala tipis sebelum mengalihkan pandangannya kepada Arkhon Abyss dengan ekspresi yang tetap datar.Begitu melihat sosok itu muncul, wajah Arkhon Abyss dan Kaidar langsung berubah drastis."Tuan Ryujin, i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2002

    “Serangan musuh—!”Dia baru saja hendak berteriak ketika tangan pria berjubah hitam itu lebih dulu mencengkram lehernya.Krek! Bruk! Bruk!Suara patahan tulang terdengar jelas, tubuh penjaga itu langsung terkulai tanpa nyawa. Mayat kedua orang tersebut jatuh ke tanah.Pria berjubah hitam itu perlahan mengangkat kepalanya. Cahaya lampu menerangi sebagian wajahnya. Senyuman menyeramkan segera terukir di bibirnya.Arkhon Abyss menatap dua mayat di kakinya sekilas, lalu dia kembali melangkah masuk ke area klan. Sepanjang perjalanan, siapa pun yang berpapasan dengannya langsung dibunuh tanpa ampun.Plaak! Bruk! Krek!Satu demi satu anggota Klan Draken Ascalon tumbang sebelum sempat memahami apa yang terjadi.Tak lama kemudian, Arkhon Abyss tiba di area bawah tanah tempat Kaidar ditahan. Dia mengangkat tangannya.BAAANG!Segel di pintu penjara langsung hancur.Pintu baja berat itu terbuka perlahan.Di dalam sel, Kaidar sedang duduk meringkuk di sudut ruangan. Setelah kehilangan roh spiritua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2001

    Sementara itu, Nathan sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi di luar. Dia hanya merasakan cahaya menyelimuti seluruh tubuhnya.Beberapa saat kemudian, sensasi itu menghilang.Saat membuka mata, pemandangan di sekitarnya sudah berubah total. Langit malam masih terlihat di kejauhan. Namun energi spiritual yang memenuhi udara jauh lebih padat dibanding dunia luar.Pegunungan hijau membentang tanpa ujung, hutan lebat bergoyang diterpa angin. Sungai-sungai jernih mengalir di antara lembah, menciptakan suasana yang dipenuhi kehidupan. Bahkan dibandingkan wilayah milik Keluarga Island di Dune Hall, tempat ini jauh lebih kaya energi spiritual.Nathan mengamati sekeliling dengan waspada, matanya perlahan menyipit. Karena instingnya mengatakan tempat ini tidak sesederhana yang terlihat.Wilayah yang dimiliki Ordo Maledicta jelas tidak bisa dibandingkan dengan wilayah Ordo Abyssal.Nathan memang belum mengetahui seberapa luas Sektor Bayangan yang dikuasai Ordo Maledicta, tetapi satu hal s

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2000

    Nathan sempat terdiam beberapa saat, kemudian sudut bibirnya terangkat tipis. “Ide yang sempurna.”Wiuunngg~Cincin Ruang di jarinya berkilau. Gelombang energi langsung menyapu seluruh aula dan berbagai artefak berkualitas tinggi yang tersimpan di sana terangkat dari rak-rak penyimpanan. Dalam hitungan detik semuanya menghilang ke dalam Cincin Ruang miliknya.Bonang yang melihatnya langsung membelalak. “K-kau… bandit.”Nathan tersenyum santai. “Aku hanya membantu mereka mengosongkan gudang.”Tak lama kemudian, keduanya meninggalkan Aula Seribu Relik dan kembali menuju Moniyan.***Perjalanan pulang berlangsung tanpa hambatan.Dengan Kunci Resonansi Dunia yang sudah berada di tangannya, Nathan akhirnya memiliki kesempatan untuk memasuki markas Ordo Maledicta dan menyelamatkan Sarah.Ketika mereka tiba di Moniyan, malam telah turun sepenuhnya.Namun Nathan sama sekali tidak berniat beristirahat. Begitu kembali, dia langsung menuju lokasi pintu masuk Sektor Bayangan yang selama ini terse

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1999

    Bahkan Garrick ikut membeku sesaat.“Serang dia!” Teriaknya.Dia tahu memberi Nathan kesempatan bergerak bebas sama saja dengan membiarkan pembantaian terjadi.Puluhan anggota Aula Seribu Relik langsung menerjang bersamaan. Sebagian besar mengincar Nathan, sementara sisanya berlari menuju Bonang.Namun Bonang justru tampak santai. Dia mengeluarkan Botol Porselen Hitam dari Cincin Ruangnya sambil tersenyum lebar.“Hari ini sepertinya hari keberuntunganku.” Dia mengangkat botol itu tinggi-tinggi. “Kalau begitu, mari kita gunakan artefak ini untuk membuka keberuntungan.”Begitu kata-kata itu selesai, energi spiritual mengalir deras ke dalam Botol Porselen Hitam.Wiuuunngg~Cahaya ungu terang langsung memancar dari permukaannya.Sesaat kemudian, seberkas energi mengerikan melesat keluar seperti tombak cahaya.Sreet!Anggota Aula Seribu Relik yang berada paling depan bahkan tidak sempat berteriak. Dadanya langsung tertembus dan tubuhnya roboh dengan mata masih terbuka lebar.Melihat artefa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1252

    "Kaidar?" Lasso terperangah. ‘Jadi ini semua bukan tentang balas dendam untuk Matilda? Ini tentang si pengkhianat kecil itu?’Namun, pikirannya langsung mengeras.Tidak.Kaidar adalah orang yang memberitahunya tentang kematian putra dan adiknya. Kaidar adalah sisa terakhir dari Keluarga Winaya yang

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1286

    Di perbatasan Barat Daya, Kota Orbit.Sekte Herbivor terasa muram. Sejak Nathan membunuh Julian—sang pemimpin sebelumnya, sekte yang dulunya menjadi nomor satu di wilayah Selatan ini seolah kehilangan cahayanya. Irarki yang sekarang mengambil alih pusing tujuh keliling. Mengurus sekte yang sedang d

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1241

    Begitu melewati pintu itu, senyum di wajah Sancho berubah menjadi seringai dingin. Ia berjalan menyusuri koridor tersembunyi dan membuka sebuah pintu rahasia.Di dalamnya, sebuah ruangan putih steril yang menyilaukan. Empat sosok berdiri diam seperti patung, mengenakan pakaian tempur putih bersih y

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1273

    Pemandangan ini membuat wajah Sancho semakin gelap. Rencana Formasi Sutranya untuk Nathan jadi sedikit lebih rumit dengan adanya Keluarga Arteta.Suasana di aula kembali hening, tapi kali ini jauh lebih berat. Nathan menatap lurus ke arah Sancho, matanya memancarkan niat membunuh yang tak terselubu

    last update最終更新日 : 2026-03-31
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status