تسجيل الدخولEldric sempat menoleh ke arah pusaran hitam di kejauhan, tetapi akhirnya dia terpaksa meninggalkannya.Jika sebuah Sektor Bayangan baru terbuka, berarti Sektor Bayangan lain harus menghilang. Hanya saja, tidak seorang pun menyangka bahwa Sektor Bayangan yang menjadi tempat berlangsungnya konferensi kali ini justru merupakan wilayah yang harus dikorbankan.Ada kemungkinan besar kehancuran itu juga berkaitan dengan Genderang Sembilan Naga yang telah diambil Nathan.Tak lama kemudian, seluruh orang yang berada di sana telah pergi.Tanah terus retak, ruang di sekitarnya runtuh, dan seluruh Sektor Bayangan akhirnya pecah dalam kehancuran dahsyat sebelum lenyap sepenuhnya.Di sisi lain, Nathan sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Dia masih mengikuti petunjuk peta harta karun dan terus bergerak melewati wilayah asing tersebut.Namun, saat melewati kawasan yang dipenuhi semak belukar lebat, langkah Nathan mendadak terhenti. Ekspresinya seketika berubah serius ketika dia meras
Nathan kemudian teringat pada Garuda Bara yang berada di Pegunungan Monster. Saat mereka berpisah, dia sama sekali tidak merasakan adanya kekuatan Garuda Bara di dalam tubuhnya.Lalu, dari mana kekuatan itu muncul sekarang?Seolah mengetahui kebingungannya, suara lelaki tua tersebut kembali terdengar. “Itu adalah kekuatan yang lahir dari perpaduan Taiju dan Garuda Bara.”Nada suaranya terdengar penuh sindiran. “Kau tidak mungkin sudah memanfaatkannya, lalu pura-pura tidak tahu sekarang, kan?”Nathan semakin bingung. Dia sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti yang tersirat dari ucapan lelaki tua itu dengan Lyra. Namun, perkataan tersebut justru membuat sebuah ingatan yang selama ini dia anggap sebagai mimpi kembali muncul.Nathan teringat pada beberapa hari ketika dirinya tidak sadarkan diri, termasuk mimpi aneh yang terasa begitu nyata.Saat itu, dia mengira wanita yang datang menemuinya adalah Elara. Karena itulah, setelah sadar, dia terus menganggap semua kejadian tersebut h
Benturan itu membuat organ dalam Nathan terasa bergejolak. Energi di dalam tubuhnya seolah ditekan oleh sesuatu, darah mengalir deras hingga dia memuntahkan seteguk darah. Namun, darah yang keluar dari mulutnya ternyata berwarna hitam pekat.Begitu jatuh ke permukaan batu, darah tersebut langsung mengikis batu hingga meleleh dan menembus permukaannya.Nathan menatap batu yang berlubang akibat darahnya sendiri. Wajahnya berubah serius saat melihat cairan hitam yang masih menetes dari bibirnya. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi pada tubuhnya.Nathan mengamati sekeliling dengan saksama. Setelah memastikan keadaan tempat tersebut, dia akhirnya yakin bahwa dirinya telah tiba di Sektor Bayangan baru yang baru saja terbuka.Energi spiritual di tempat ini terasa sangat murni dan padat. Hanya dengan menghirupnya, tubuh Nathan sudah merasa jauh lebih nyaman.Namun, ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang. Kekuatan spiritual di dalam tubuhnya seperti terkunci oleh suatu teka
Harland yang berada puluhan mil dari lokasi tersebut juga merasakan perubahan itu. Dia segera menunggangi seekor paus pembunuh dan melaju menuju sumber gangguan.Begitu tiba, Harland langsung mengernyit saat melihat pusaran raksasa di hadapannya. Energi spiritual yang terus mengalir dari dalamnya bahkan bisa dirasakan dengan jelas dari kejauhan.“Mungkinkah ada celah menuju Sektor Bayangan?”Harland dapat memastikan bahwa energi spiritual tersebut bukan berasal dari dunia fana. Aura sepadat itu hanya mungkin ditemukan di Sektor Bayangan.Biasanya, pintu masuk menuju setiap Sektor Bayangan tersembunyi dengan sangat baik dan dilindungi formasi khusus. Untuk membukanya pun diperlukan mantra tertentu. Namun, sekarang sebuah pintu masuk berukuran raksasa justru muncul begitu saja di tengah lautan.Menurut Harland, satu-satunya kemungkinan adalah telah terjadi keretakan pada salah satu Sektor Bayangan hingga menciptakan celah yang menghubungkan tempat tersebut dengan dunia fana.Setelah mem
Setelah suasana hening beberapa saat, Julian akhirnya angkat bicara.“Semuanya, kemunculan Sektor Bayangan baru ini merupakan kesempatan besar bagi Delapan Wilayah Agung. Namun, kita belum mengetahui apa yang ada di dalamnya.”Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, “Karena itu, aku akan mengambil risiko untuk masuk dan menyelidikinya terlebih dahulu. Sebelum aku kembali, jangan ada yang masuk dengan gegabah.”Nada bicara Julian terdengar seolah-olah dia benar-benar mengkhawatirkan keselamatan semua orang. Namun, siapa pun yang berada di tempat itu memahami maksud sebenarnya.Julian ingin menjadi orang pertama yang masuk agar bisa mengambil sumber daya di dalam Sektor Bayangan baru sebelum orang lain mendapat kesempatan. Bagaimanapun, orang yang datang lebih dulu selalu memiliki keuntungan terbesar.Hanya saja, pusaran hitam tersebut terlihat begitu ganas dan penuh ketidakpastian. Orang pertama yang masuk juga akan menghadapi bahaya paling besar. Karena itu, tidak seorang pun kebera
Dari kejauhan, Rudeus melihat keduanya berbicara sambil tertawa. Wajahnya semakin merah karena menahan amarah.Pada akhirnya, pertandingan terakhir dimenangkan Giga. Dengan hasil tersebut, Turnamen Agung Sektor Bayangan resmi berakhir, dan Giga kembali menduduki posisi teratas.Namun, semua orang tahu bahwa Nathan adalah kuda hitam terbesar dalam turnamen kali ini. Jika Nathan tidak mengalami cedera dan sempat bertarung melawan Giga dalam kondisi terbaiknya, belum tentu hasil akhirnya akan seperti sekarang.Tingkat kultivasi Nathan memang belum terlalu tinggi, tetapi berbagai harta yang dimilikinya membuat banyak orang tidak bisa mengabaikannya. Terutama Genderang Sembilan Naga.Artefak tersebut mampu menjebak Ronan yang telah berubah menjadi monster di dalamnya, membuatnya tidak berdaya sebelum akhirnya tubuhnya dihancurkan hingga menjadi gumpalan darah dan daging. Jika Giga yang terjebak di dalam artefak tersebut, mungkin hasil akhirnya tidak akan jauh berbeda.“Tuan Julian, sekaran
Sesampainya di sana, mata mereka terpana oleh pemandangan yang mengguncang jiwa. Perkebunan yang dulu megah kini hancur menjadi reruntuhan, bangunan-bangunan ambruk dengan lubang-lubang besar menggores tanah yang seakan menangis. Di ujung utara Villa, sebuah menara tua menjulang, memancarkan aura k
Nathan menatap tawa itu, merasakan denyut ancaman di udara. “Sebentar lagi, kau tak akan bisa tertawa lagi,” gumamnya, suaranya serak oleh tekad.Tubuhnya perlahan memancarkan cahaya keemasan, bak matahari terbit di cakrawala malam. Sisik-sisik emas muncul, merambat di kulitnya, membentuk baju zira
Saat itu, di luar pelabuhan, Sentinel berdiri di atas kapal yang mengayuh pelan menuju lautan luas. Matahari mulai terbenam di cakrawala, sementara gelombang laut yang tak terduga seakan menggambarkan kegelisahan dalam jiwanya. Mencari Nathan tidak hanya soal menemukan dia. Lebih dari itu, dia haru
Kraaaak!Kraak!Suara retakan halus menggema di seantero lembah.Batu-batu yang menyelimuti tubuh Darwin mulai pecah, retak satu per satu, lalu hancur menjadi debu. Tubuh raksasa itu kini tampak rapuh, terbungkuk lemah di atas tanah yang retak-retak. Luka parah mencabik sebagian tubuhnya, dan wajah







