Mag-log in"Seorang Cucu. Mas rasa itu yang paling ingin kakek lihat saat ini sayang." Jelas Tuan Kenzo mengingat permintaan kakeknya dulu saat menikahi Aluna. Sayang nya dulu Tuan Kenzo tak pernah mempedulikan keinginan itu, banginya itu hanyalah permintaan konyol yang tidak mungkin bisa dirinya lakukan. Karena Tuan Kenzo sendiri tidak mau memiliki anak dari perempuan manapun selain Nyonya Laras. Sayang, istri kesayangan nya itu sudah lama meninggalkan nya seumur hidup.Berbeda dengan Tuan Kenzo yang mengutarakan keinginan nya dengan penuh semangat di hadapan sang istri. Aluna justru terdiam dan menundukkan kepalanya ragu, dia tidak tahu harus menyikapi nya seperti apa. Baginya, omongan Tuan Kenzo tadi sangat sulit untuk di percaya."Kenapa diam sayang? kamu tidak mau memiliki anak bersama ku?" Tanya Tuan Kenzo penasaran, melihat reaksi Aluna yang hanya diam saja, justru diam nya itu cenderung ke arah rasa berat."Bukan tidak mau Mas." Jawab Aluna lirih, tampak muncul rasa sedih yang sangat ter
"Mas ayo sini kita foto dulu!" Ajak Aluna dengan semangat saat sedang berada di tepi sungai Aare yang merupakan terpanjang sepenuhnya mengalir di dalam wilayah Swiss. Sungai ini berair biru kehijauan jernih mengelilingi kota tua Bern. Meskipun banyak sungai indah lain nya di Swiss, tapi sungai Aare adalah yang oaling populer sehingga Aluna pun tak mau melewatkan momen indah di tempat itu. Tuan Kenzo pun menurut begitu saja dengan ajakan Aluna. Jika selama ini dia hanya bisa bersikap kaku dan dingin pada Aluna, kali ini justru berbeda, Tuan Kenzo seolah menunjukkan sisi lain nya yang terlihat begitu perhatian dan hangat. Aluna sendiri menyukai sikap sang suami yang saat ini sudah mulai bisa membuka hati untuknya. Selama seminggu lebih ini Aluna benar-benae menghabiskan waktu liburnya di negara Swiss bersama Tuan Kenzo. Mereka mendatangi tempat-tempat wisata yang terkenal di sana. Tak lupa sebagai mahasiswa arsitektur Aluna juga mengunjungi kawasan Lucerne, sebuah kota tua yang indah
"Hallo, ada apa Ar?" tanya Tuan Daffa langsung to the point, karena sahabat karib nya itu tidak biasanya menghubunginya. Biasanya menelpon hanya untuk masalah pekerjaan atau paling tidak untuk sekejar mengajak minum-minum.Masalah nya kali ini dirinya sedang tidak ada kerja sama dengan sahabat nya itu. Dan untuk masalah ngumpul-ngumpul, seperti nya tidak mungkin. Karena Tuan Kenzo juga belum sembuh total pasca kecelakaan yang menimpanya.3 sekawan itu akan ngumpul bersama jika ada waktu luang, tapi jika salah satu tidak bisa hadir maka, acara ngumpul-ngumpul itu pun tak kan pernah ada."Gila si Kenzo Daf, apa kamu di kirimi foto nya juga?" Kali ini Pak Arga mengadu pada Tuan Daffa."Iya, aku sudah melihatnya." Jawab Tuan Daffa dengan santainya, seolah apa yang telah di lihat nya itu bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan, atau sesuatu yang mempengaruhi kehidupan nya."Kok kamu terdengar santai saja Daf?" Tanya Pak Arga keheranan. Jika memang Tuan Daffa sudah melihat foto-foto yang
Di balik lelah nya permainan yang telah mereka lakukan di kamar dan di kamar mandi, pada akhirnya Tuan Kenzo membiarkan Aluna istirahat setelah mereka selesai mandi. Tuan Kenzo menatap ke arah wajah Aluna yang begitu damai saat tertidur, membuat hati Tuan Kenzo kian menghangat. Entah sudah berapa lama dirinya menutup hati dan perasaan nya hingga dia benar-benar melupakan apa itu Cinta. Hingga tiba dimana Aluna datang dengan membawa cerita dan pengharapan baru untuk Tuan Kenzo.Dia tersenyum, laki-laki super dingin utu akhirnya menemukan pawang nya lagi. Setiap mengingat momen-momen kebersamaan nya bersama Aluna akhir-akhir ini membuat Tuan Kenzo semakin yakin dengan keputusan nya, juga dia semakin yakin jika Aluna lah perempuan yang selama ini dirinya tunggu-tunggu untuk kembali melengkapi hidupnya yang tak sempurna tanpa cinta itu.Diam-diam Tuan Kenzo mengirim foto-foto kebersamaan nya dengan Aluna, foto yang menampakkan moment di mana Aluna dan Tuan Kenzo terlihat sama-sama bahagi
Waktu terasa begitu lambat bagi ke dua insan yang tengah beradu untuk mencapai puncak ke nik matan. Meskipun kali ini Aluna harus memegang kendali permainan, tapi dirinya merasa puas saat Tuan Kenzo mengaduh di bawah nya. "Sstttt .... ehmmm ... ahhh ... Sayang kamu hebat sekali, milikmu begitu rapat dan menjepit kuat pusaka besar milikku ... ahh ..." Seru Tuan Kenzo yang di buat mabuk kepayang oleh go yangan maut Aluna. Sedangkan Aluna yang mendapat pujian itu merasa tersanjung dan menjadi lebih semangat lagi. Melihat sang suami takhluk di bawah kendalinya, membuat Aluna semakin bersemangat di bakar api gelora. "Shitt ... kamu nakal sekali sayang ..." "Nakal sama suami sendiri nggak papa kan?" Jawab Aluna dengan suara manjanya, dia bahkan sengaja menggigit bibir bawah nya seolah memprovokasi Tuan Kenzo dan kembali memancing gelora lelaki itu. Tuan Kenzo yang melihat aksi Aluna tadi benar-benar terpancing. Hingga tangan nya mulai memainkan gunukan kembar milik Aluna. Tak puas
Tujuan pertama mereka adalah Bern, Ibu kota Swiss yang memiliki kawasan Old Town, tempat ini menawarkan suasana abad pertengahan yang tenang, anggun, dan dikelilingi oleh kelokan indah Sungai Aare yang berwarna hijau toska. Karena keaslian arsitekturnya yang terjaga sejak abad ke-12 menjadikan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Tentunya sebagai Lulusan arsitek hal ini sangat menarik untuk Aluna pelajari, liburan nya akan menambah wawasan baru dalam pandangan nya sebagai calon arsitek. Sebelum berangkat kemarin, Aluna sudah enyiapkan list perjalanan tempat apa saja yang akan mereka kunjungi selama di Swiss. "Mas aku nggak sabar deh menunggu hari esok tiba," Kata Aluna dengan semangat saat mereka berada di dalam kamar penginapan yang sudah di pesan nya. "Kamu tenang saja, besok hingga waktu liburan kita selesai, kamu bebas menjelajah seisi Negeri ini, apapun yang kamu mau dan kamu butuhkan katakan saja pada suamimu ini. Meskipun jalan nelum normal, tapi suamimu ini serba
Setelah tau akan menikah dengan Tuan Kenzo, saat ingin berangkat ke Gedung Gama untuk melangsungkan pernikahan nya, orang-orang suruhan Tuan Kenzo sudah datang untuk mengambil barang-barang milik Aluna untuk dibawa nya ke mansion. Sehingga barang-barang milik Aluna sudah tertata rapi di dalam kam
Dunia ibarat roda yang terus berputar. Kadang akan membawa kita kepuncak kebahagiaan tanpa duga dan bisa juga membawa kita pada jurang nestapa.Setelah kehilangan Ayah nya dan kini menikah dengan laki-laki arogan bermarga Mahesa, yang menjadi satu-satunya penerus di keluarga itu.Dunia Aluna seketi
Pagi sang surya bangunkan mimpi, embun pagi yang telah menghilang akan cahaya mentari yang kini mulai menyinari bumi dengan kehangatan sinarnya. Membangunkan setiap insan yang terlelap dari mimpi malamnya. Hari Minggu yang seharusnya Aluna nikmati dengan begitu santai nya. Hari Minggu yang seharus
"Harus Kenzo katakan berapa kali agar Kakek bisa paham, sampai kapanpun Kenzo tidak akan mau menikah lagi. Sekalipun perempuan itu pilihan kakek." Ucap laki-laki berbadan tinggi besar yang kini sedang duduk tegak di sebuah sofa yang menghadap langsung dengan laki-laki paruhbaya yang dipanggilnya ka







