Share

126. Sadar Dimanfaatkan

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-07-21 18:55:06

​"Ada apa, Pi?" Tiara terhenyak kaget saat melihat suaminya berdiri mendadak dari sofa dengan ekspresi wajah yang tegang.

​"Freya ...." Tanpa menghiraukan pertanyaan sang Istri, Santoso langsung berjalan cepat menuju ruang kerjanya untuk memanggil Diego yang berada di dalam sana bersama Dani.

​Tiara mengekor di belakang dengan perasaan cemas melihat gerak-gerik Santoso yang terburu-buru. ​"Freya kenapa? Kok kamu panik begitu?" tanyanya semakin penasaran.

​Santoso tidak menjawab. Saat tiba di de
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   132. Ingin Sekali Bertemu

    ​Di depan pintu gerbang utama, Santoso, Tiara, dan Dani tampak sedang menunggu gerbang dibuka.Wajah ​Dani terlihat cemas, pucat pasi, padahal ia sendiri yang tadi ngotot memaksa kedua orang tuanya datang ke sini untuk melihat keadaan Freya.​"Kamu yakin Pamanmu yang mengundang kita ke sini, Dani? Jangan membohongi kami!" tanya Tiara dengan nada curiga sekaligus tidak percaya mendengar ucapan anaknya.​Dani hanya diam sambil menghela panjang. Ia memang berbohong dengan mengatakan kalau Diego mengundang keluarga mereka ke mansion untuk melihat keadaan Freya dan menikmati makan malam bersama.Padahal, jangankan mengundang, tulang-tulang Dani saja ingin dipatahkan oleh Diego malam ini.​"Tidak mungkin Dani berbohong, Mi. Dia dan Diego 'kan tadi sempat berbicara panjang lebar di ruang kerja. Mungkin saja Diego membahas soal undangan makan malam itu di sana. Lebih baik kita datang saja, daripada Diego mengira kita tidak menghargai undangannya," bela Santoso meyakinkan istrinya.​Tiara meli

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   131. Dani Datang

    ​"Kopi itu mengandung obat penenang dosis tinggi, Tuan. Dan mengenai kedatangan Dani ke rumah kedua orang tuanya, itu karena dia memang berniat membalas dendam pada Anda. Sepertinya saat ini Dani benar-benar dikendalikan oleh Nadia."​Diego menyimak penjelasan dari orang suruhannya dengan tatapan dingin. Bukan hanya Yoss yang sengaja ia tugaskan di lapangan untuk memata-matai gerak-gerik Dani, tapi seluruh tim terbaik dari agensi Detektif profesional miliknya ikut diturunkan langsung.​Mungkin Dani lupa siapa yang sedang ia hadapi. Diego bukan pria idiot yang mudah dijatuhkan, apalagi hanya dengan rencana murahan seperti itu.​"Bagaimana, Tuan? Apa Anda akan membalas perbuatan Dani pada Anda?" tanya anak buahnya di ujung sambungan.​"Aku pasti akan memberinya pelajaran," jawab Diego datar tanpa emosi.​"Lalu, bagaimana dengan Nadia? Apa Anda juga berniat memberinya pelajaran? Wanita itu sangat berbahaya, dia ular berbisa yang bisa kapan saja menggigit Tuan, bahkan Dani sendiri. Saya y

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   130. Detektif Sewaan

    ​"Sudah dapat informasi lengkap tentang Freya?" Dani berbicara setengah berbisik dengan seseorang di seberang telepon sambil mengawasi area sekitar.​"Sudah, Pak. Kami berhasil mendapatkan rekam medis dan informasi terkait kecelakaan yang menimpanya satu bulan lalu. Wanita bernama Freya itu sempat mengalami koma akibat benturan keras di kepala. Setelah menjalani operasi besar, dia berhasil selamat, tapi dia mengalami amnesia berat. Semua memorinya terhapus total, bahkan dia tidak mengenali identitasnya sendiri. Dan saat ini, dia tinggal bersama seorang pria yang mengaku sebagai suaminya."​Dani terdiam sejenak mencerna penjelasan dari Detektif swasta sewaan, sebuah agensi penyelidikan independen yang cukup ternama.​Meski kapasitas agensi ini bukan level Detektif profesional papan atas seperti lembaga milik Diego Foster, informasi yang mereka berikan tergolong sangat cepat dan mendalam.​"Amnesia?" Dani membeo, memastikan tak salah dengar.​"Benar, Pak. Selain amnesia, kondisi fisik w

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   129. Buah Cinta

    ​"Bagaimana? Sudah merasa agak enakan?" Diego menatap Freya lekat-lekat, meski wanita di hadapannya itu terus saja mengalihkan pandangan dan menghindari tatapannya.​Freya mengangguk pelan, lalu menjawab ketus, "Bukan berarti kamu boleh pergi dari kamar ini! Aku tidak mau merasakan sakit perut lagi."​Diego tersenyum tipis, menyadari wanitanya mulai menunjukkan sisi manja yang ia rindukan."Artinya anakku tahu kalau Daddy-nya sedang dibenci oleh Mommy-nya. Dia sengaja membuat perutmu sakit agar kita selalu dekat, dan dia ingin kamu bisa secepatnya mengingat siapa aku."​Freya berdecak kasar. "Entahlah, mungkin ini cuma bawaan bayi." Ia memberanikan diri membalas tatapan Diego, lalu beralih pada bekas kemerahan di pipi pria itu yang masih terlihat jelas. "Kamu ... tidak marah?"​Diego menaikkan sebelah alisnya. "Marah? Kenapa aku harus marah?"​"Itu ... pipimu merah. Tadi aku menamparmu cukup keras. Kenapa kamu tidak marah? Bukannya kamu tidak pernah diperlakukan serendah itu oleh wani

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   128. Cemburu dan Obsesi

    ​"Lepas!" Freya mendorong dada bidang Diego sekuat tenaga, memutus paksa tautan bibir mereka yang posesif.​Plak!​Satu tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri Diego, bersamaan dengan pintu kamar yang dibuka lebar oleh Bibi Ziang.Wanita paruh baya itu datang bersama Dokter Spesialis Kandungan.​"Maaf!" Bibi Ziang yang terkejut setengah mati refleks menutup pintu itu kembali.​Sementara, Freya langsung bergeming dengan mata membulat. Perlahan menatap telapak tangannya yang terasa panas. Dalam hati, ia merutuki perbuatannya yang sangat keterlaluan pada Diego tadi. Namun, tidak ada kemarahan sama sekali di wajah Diego. Pria itu hanya mengusap rahangnya pelan, lalu berdiri tegap dan berkata tegas ke arah pintu, "Bawa dokternya masuk. Periksa kandungan Istriku!"​"Baik, Tuan," sahut Bibi Ziang dari luar. Kembali membuka pintu dan mempersilakan Dokter wanita di belakangnya untuk masuk.​Freya terus menatap Diego yang pipinya tampak sedikit memerah karena tamparan keras tadi.'Dia ... t

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   127. Tidak Boleh Menyebutnya

    ​"Bawa ini ke lab sekarang!" perintah Diego dari kaca jendela mobil.Ia menyerahkan cangkir kopi berisi obat penenang pada Yoss yang sengaja berjaga di luar gerbang rumah Santoso dengan penyamaran sempurna.​"Baik, Tuan," sahut Yoss sigap.​Diego melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi menuju mansion.Sampai di istana Foster, Diego turun dari mobil dan melangkah tergesa-gesa memasuki kediaman mewahnya.​"Di mana Freya?" tanya Diego saat berpapasan dengan Bibi Ziang di lorong.​"Nona Freya ada di dalam kamar utama, Tuan."​"Kenapa kalian tidak membawanya ke rumah sakit? Atau minimal panggilkan Dokter!" cecar Diego dengan raut wajah cemas sambil terus melangkah menuju kamar.​"Maaf, Tuan. Yenzing takut melanggar peraturan yang dibuat Tuan. Dan sebenarnya ... Nona Freya menolak dibawa ke rumah sakit," jawab Bibi Ziang yang menyusul di belakang.​Diego berdecak kasar, rahangnya mengeras menahan gejolak kekhawatiran yang makin menyesakkan dada.​Saat pintu kamar utama didorong dan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status