Share

343. Menahannya!

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-10-19 11:51:43

"Ini rumahnya."

Langkah kaki Diego, Ruth, dan Yoss terhenti tepat di depan rumah panggung kayu sederhana yang berdiri tidak jauh dari pantai.

Suasana di sekitar rumah itu tampak sepi, hanya terdengar suara deburan ombak dan desau angin pesisir yang menerpa dedaunan.

​Diego, yang masih mengenakan caping bambu dan kemeja nelayan usang, mengetuk pintu kayu rumah tersebut dengan pelan.

​Tok! Tok! Tok!

"Permisi!" seru Yoss.

Ruth mendekat, ikut mengetuk pintu bersama Tuan Besar-nya.

"Permisi. Ada ora
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   348. Hiburan Malam

    Suasana di dalam ruang rawat VIP perlahan kembali hening setelah kepergian Diego dan Freya.Yoss melirik sekilas ke arah ZingZing yang masih berdiri termangu menatap pintu, sebelum akhirnya ia berpamitan untuk mengurus beberapa urusan logistik rumah sakit.​Tak lama berselang, Ruth melangkah masuk ke dalam kamar. Pria berpenampilan tegas itu menghampiri ZingZing yang tampak bosan dan kebingungan di sudut ruangan.Sebagai bagian dari kesepakatan Diego untuk membawa pemuda itu ke kota, Ruth diberi tugas khusus untuk meninjau adaptasi ZingZing di dunia luar.​"Heh, anak pulau," panggil Ruth dengan nada datar khasnya. "Jangan berdiri terus di situ seperti patung selamat datang. Ikut aku keluar."​ZingZing mengerutkan keningnya bingung. "Mau ke mana?"​"Tuan Diego menyuruhku membuatmu terbiasa dengan kehidupan kota. Kalau kamu terus-menerus di sini, kamu hanya akan jadi penonton setia di rumah sakit," jawab Ruth sambil melangkah keluar, memberi isyarat agar ZingZing mengekor."Iya tapi kit

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   347. Terpesona

    "Baby, ada kabar bahagia untukmu."Di sudut ruang VIP Diego menghubungi sang istri sambil menatap ke arah Zhue yang tertidur pulas."Kabar baik apa Paman? Apa Zhue dan Yenzing sudah ditemukan?" tanya Freya. Suaranya terdengar gemetar. "Katakan Paman!""Ya, Zhue sudah ditemukan, tapi Yenzing belum. Saat ini Zhue berada di rumah sakit dalam keadaan baik-baik saja setelah mendapat penanganan dari dokter. Kemungkinan Yenzing juga bisa ditemukan dalam keadaan hidup.""Ya Tuhan, syukurlah," ucap Freya. "Apa aku boleh ke sana Paman?""Ya, tentu saja. Kamu akan dijemput supir. Kamu tunggu saja di sana ya.""Baik Paman, terima kasih."Keduanya mengakhiri pembicaraan di dalam telepon.​Tak berapa lama pintu ruangan tiba-tiba terbuka dari luar. Langkah kaki tergesa-gesa terdengar mendekat.Freya, dengan ekspresi wajah yang masih menyisakan kekhawatiran mendalam dan mata sembab, langsung menerobos masuk ke dalam kamar rawat.Setelah melihat adiknya terbaring lemah di atas ranjang, pertahanan Frey

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   346. Akhirnya Setuju

    "Jangan terpancing! Jangan dengarkan omongan dia. Dia hanya ingin menjebakmu. Orang-orang kota hanya bisa menghina dan merendahkan orang pesisir seperti kita!" cegah Gama panik, memukul bahu anaknya. "Dia hanya ingin menipu kita!"​"Ayah ... tapi ...." ZingZing tampak bimbang luar biasa. Keinginan terpendamnya sejak kecil untuk melihat dunia luar mendadak mendesak naik ke permukaan. "Di pulau ini kita miskin, Ayah ... kalau aku ikut dengan Tuan ini, aku bisa mengubah hidup kita ...."​"ZingZing!" bentak Gama marah besar. "Kamu bukan anak yang bodoh! Kamu pasti tahu apa yang mereka inginkan! Mereka hanya akan menipumu. Jangan terpancing!""Tapi Ayah .... "​"Cukup!" Suara bariton Diego menggelegar menghentikan perdebatan ayah dan anak itu.Diego menatap Gama dengan dingin. "Bagaimana, Tua Bangka? Uang ini milikmu, dan anakmu ikut denganku ke kota untuk memulai hidup baru. Atau ... kalau kalian menolak, dan aku ratakan pulau ini malam ini juga bersama seluruh penduduknya?""Tuan Diego F

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   345. Tawaran Menggiurkan

    "Tidak ada di sekitar sini. Kita sudah melewatinya dua kali dan tidak ada tanda-tanda keberadaan Yenzing," ujar Ruth nyaris putus asa.Matahari pagi belum sepenuhnya naik ketika Diego, Ruth, dan Yoss kembali menyusuri garis pantai pulau terpencil itu dengan langkah penuh kewaspadaan.Setelah berjam-jam menyisir area sekitar hutan dan perkampungan nelayan semalaman tanpa hasil untuk mencari keberadaan Yenzing, Diego mengambil keputusan tegas.Mencari Yenzing di tengah pulau yang luas ini bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, dan keselamatan Zhue yang sedang sakit serta terancam oleh obsesi keluarga Gama harus diprioritaskan lebih dulu.​"Kita tidak bisa terus-menerus membuang waktu dengan cara kucing-kucingan seperti ini, Tuan," bisik Yoss saat mereka berjalan di balik semak-semak lebat menuju rumah panggung Gama. "Warga desa mulai curiga pada gerak-gerik kita."​Diego menghentikan langkah, menatap lurus ke arah rumah panggung kayu di hadapan mereka dengan tatapan dingin."Aku tah

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   344. Memohon

    "Kalau Zhue ditemukan di lautan yang tidak jauh dari pantai ini, ada kemungkinan Yenzing juga berada di sekitar sana," ucap Diego sambil menatap hamparan laut lepas di depannya.​"Saya sudah memerintah pengawal yang lain untuk menyusuri lautan itu Tuan."Diego mengangguk. "Kalau begitu, kita cari Yenzing di daratan.""Baik Tuan."​Ketiga orang itu langsung menyusuri jalan setapak di tepi pantai, menjauh dari kawasan rumah Gama agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih lanjut dari warga desa.Di dalam hati Diego, bara kemurkaan dan kekhawatiran bercampur aduk menjadi satu.Memikirkan bagaimana caranya agar Zhue bisa keluar dari cengkeraman keluarga nelayan yang berniat memaksa gadis itu menikah, tetapi ia juga harus memastikan keberadaan Yenzing.Jika Zhue terdampar di pulau ini, bukan hal yang tidak mungkin suaminya juga berhasil menyelamatkan diri ke daratan yang sama, meski hingga kini belum ada jejak yang ditemukan."Kita cari di sebelah sana! Berpencar!" titah Diego."Baik Tuan!"**

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   343. Menahannya!

    "Ini rumahnya."Langkah kaki Diego, Ruth, dan Yoss terhenti tepat di depan rumah panggung kayu sederhana yang berdiri tidak jauh dari pantai.Suasana di sekitar rumah itu tampak sepi, hanya terdengar suara deburan ombak dan desau angin pesisir yang menerpa dedaunan.​Diego, yang masih mengenakan caping bambu dan kemeja nelayan usang, mengetuk pintu kayu rumah tersebut dengan pelan.​Tok! Tok! Tok!"Permisi!" seru Yoss.Ruth mendekat, ikut mengetuk pintu bersama Tuan Besar-nya."Permisi. Ada orang di dalam?"​Tak lama berselang, pintu berderit pelan. Seorang pria paruh baya berwajah ramah, yang kemungkinan Gama membuka pintu hanya setengah.Ia menatap ketiga tamu asing itu dengan kening berkerut. ​"Kalian siapa? Mau apa pagi-pagi begini ke rumah saya?" tanya Gama dengan nada curiga, memperhatikan penampilan Diego dan dua pria di samping kiri dari atas sampai bawah.​Diego membuka caping bambunya sedikit, menampakkan sorot mata tajam yang langsung memancarkan wibawa luar biasa. "Maaf me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status