Share

344. Memohon

Author: Dita SY
last update publish date: 2026-10-19 13:48:43

"Kalau Zhue ditemukan di lautan yang tidak jauh dari pantai ini, ada kemungkinan Yenzing juga berada di sekitar sana," ucap Diego sambil menatap hamparan laut lepas di depannya.

​"Saya sudah memerintah pengawal yang lain untuk menyusuri lautan itu Tuan."

Diego mengangguk. "Kalau begitu, kita cari Yenzing di daratan."

"Baik Tuan."

​Ketiga orang itu langsung menyusuri jalan setapak di tepi pantai, menjauh dari kawasan rumah Gama agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih lanjut dari warga desa.

Di d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   344. Memohon

    "Kalau Zhue ditemukan di lautan yang tidak jauh dari pantai ini, ada kemungkinan Yenzing juga berada di sekitar sana," ucap Diego sambil menatap hamparan laut lepas di depannya.​"Saya sudah memerintah pengawal yang lain untuk menyusuri lautan itu Tuan."Diego mengangguk. "Kalau begitu, kita cari Yenzing di daratan.""Baik Tuan."​Ketiga orang itu langsung menyusuri jalan setapak di tepi pantai, menjauh dari kawasan rumah Gama agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih lanjut dari warga desa.Di dalam hati Diego, bara kemurkaan dan kekhawatiran bercampur aduk menjadi satu.Memikirkan bagaimana caranya agar Zhue bisa keluar dari cengkeraman keluarga nelayan yang berniat memaksa gadis itu menikah, tetapi ia juga harus memastikan keberadaan Yenzing.Jika Zhue terdampar di pulau ini, bukan hal yang tidak mungkin suaminya juga berhasil menyelamatkan diri ke daratan yang sama, meski hingga kini belum ada jejak yang ditemukan."Kita cari di sebelah sana! Berpencar!" titah Diego."Baik Tuan!"**

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   343. Menahannya!

    "Ini rumahnya."Langkah kaki Diego, Ruth, dan Yoss terhenti tepat di depan rumah panggung kayu sederhana yang berdiri tidak jauh dari pantai.Suasana di sekitar rumah itu tampak sepi, hanya terdengar suara deburan ombak dan desau angin pesisir yang menerpa dedaunan.​Diego, yang masih mengenakan caping bambu dan kemeja nelayan usang, mengetuk pintu kayu rumah tersebut dengan pelan.​Tok! Tok! Tok!"Permisi!" seru Yoss.Ruth mendekat, ikut mengetuk pintu bersama Tuan Besar-nya."Permisi. Ada orang di dalam?"​Tak lama berselang, pintu berderit pelan. Seorang pria paruh baya berwajah ramah, yang kemungkinan Gama membuka pintu hanya setengah.Ia menatap ketiga tamu asing itu dengan kening berkerut. ​"Kalian siapa? Mau apa pagi-pagi begini ke rumah saya?" tanya Gama dengan nada curiga, memperhatikan penampilan Diego dan dua pria di samping kiri dari atas sampai bawah.​Diego membuka caping bambunya sedikit, menampakkan sorot mata tajam yang langsung memancarkan wibawa luar biasa. "Maaf me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   342. Di Rumah Nelayan itu!

    "Kalian yakin Zhue ada di sana?" tanya Diego sambil mengamati lautan lepas di depannya."Saya tidak begitu yakin Tuan tapi warga di sana tadi mengatakan ada yang menemukan gadis terapung di atas lautan, kemungkinan korban badai," jelas Ruth.Sementara di sampingnya, Yoss tidak berani memberikan kepastian, ataupun jawaban."Kemungkinan benar itu Zhue," angguk Diego. "Kita harus segera ke sana dan mencari Yenzing juga. Aku yakin Yenzing tidak berada jauh dari tempat Zhue ditemukan.""Semoga saja, Tuan," angguk Ruth.Kapal mereka terus melaju. Langit malam di perairan luar pulau terpencil itu tampak kelam tanpa bintang.Di bawah naungan gelapnya malam, kapal nelayan sewaan yang membawa Diego, Ruth, dan Yoss perlahan merapat ke sudut tersembunyi pantai berbatu.Mereka bertiga telah merombak total penampilan. Mengenakan kemeja kain usang, celana kain longgar, serta topi caping bambu khas nelayan pesisir, ketiganya tampak begitu menyatu dengan kultur lokal, meski aura ketegasan dan sorot ma

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   341. Menyamar

    Tiga hari berlalu, pencarian Zhue dan Yenzing masih dilakukan dan diperlebar ke seluruh penjuru lautan Atalia."Cari di semua pulau!" seru Ruth.Deru mesin kapal pengawal elit Foster membelah ombak samudra dengan kecepatan stabil, menyusuri garis pantai dari gugusan pulau-pulau kecil di perbatasan teritorial Atalia.Di anjungan kapal, Yoss dan Ruth berdiri bersisian, mengarahkan pandangan tajam ke arah daratan hijau yang mulai tampak di hadapan mereka."Ruth, apa kamu melihat itu?" tunjuk Yoss."Ya, sangat jelas. Kemungkinan ada kehidupan di sana.""Hmmmm. Semoga saja kita mendapatkan titik terang."​Setelah berjam-jam melakukan penyisiran tanpa hasil di tengah laut lepas, sebuah pulau berpenghuni dengan bentangan pantai pasir putih yang asri akhirnya terlihat jelas di balik kabut tipis pagi hari.​"Yoss, lihat itu juga! Di sebelah barat ada perkampungan nelayan kecil dan dermaga kayu," seru Ruth sambil menunjuk ke arah pantai dengan jarinya."Ternyata ada pulau lain di sebelahnya," g

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   340. Jodoh Anakku

    "Kalian boleh membawanya pulang," kata Xiang.Gama dan ZingZing saling menatap, kemudian mengalihkan pandangan mereka pada Zhue yang belum sadarkan diri.Wajah Gama menyiratkan kekhawatiran mendalam, pasalnya mereka berdua tidak memiliki keahlian apapun dibidang medis. Terlebih, istri Gama_ibu kandung ZingZing sudah meninggal dunia satu tahun lalu."Tidak usah membayar. Kalian boleh melunasi pembayaran yang sudah kita sepakati setelah gadis ini benar-benar sembuh," tambah Xiang menenangkan kekhawatiran dua pria di depannya.Gama menghela napas panjang, lalu mengatakan, "Maaf sebelumnya, tapi saya tidak bisa merawat gadis ini. Rumah kami kecil dan kamu tidak memiliki keahlian dalam pengobatan. Kami takut gadis ini justru semakin parah jika dirawat oleh kami."ZingZing mengangguk sependapat dengan ucapan ayahnya. Sementara Xiang justru tersenyum santai. "Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan. Kalian hanya perlu memberikan dia cairan setiap dua jam sekali dan memberikan obat ramuan da

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   339. Terombang-ambing

    Di tengah lautan tenang setelah badai dahsyat mereda. ​Tubuh Zhue terlihat terombang-ambing di atas permukaan air.Pakaian selam neoprena yang dikenakannya serta sisa udara di dalam jaket pengapungnya membuat tubuh gadis itu tidak langsung tenggelam ke dasar laut yang gelap.Namun, kondisinya sangat memprihatinkan. Wajahnya pucat pasi tanpa warna, bibirnya membiru akibat hipotermia parah, dan ia berada dalam ambang batas antara kesadaran dan kematian setelah kehabisan oksigen serta menelan banyak air laut semalam."Benda apa itu?"Seorang pemuda memperhatikan benda yang mengapung tidak jauh dari perahu kayu sederhana milik ayahnya."Ikan? Tidak! Itu bukan ikan, jelas sekali kalau itu benda mengapung," gumam pemuda itu penasaran setengah mati dengan apa yang ia lihat.Di atas perahu usang itu, seorang nelayan tua bernama Gama bersama anak laki-lakinya, ZingZing, tengah menebar jaring di atas permukaan air.ZingZing yang berdiri di pinggir kapal, langsung berlari menghampiri sang ayah y

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status