Share

45. Ruang Rahasia

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-06-13 20:37:02

Tak ingin membuang waktu, Freya berjalan terburu-buru mencari keberadaan Diego.

​Di tengah kabin utama yang terlihat sangat mewah, ia berpapasan dengan Yenzing.

"Di mana Paman?" tanya Freya tanpa basa-basi, dengan napas sedikit memburu.

​"Tuan Diego sedang berada di dalam ruang VVIP, Nona," jawab Yenzing sopan.

​Freya mengembus napas panjang, mencoba menenangkan debar jantungnya. "Bawa aku ke sana sekarang. Aku harus bicara dengannya."

​Yenzing terdiam, wajahnya terlihat ragu. Pasalnya, ruangan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   286. Menguji Kesabaran

    Laura melirik sinis ke arah Freya yang kini duduk santai di atas sofa. Seolah tak ada orang lain di kamar VIP itu.Sementara, Diego tampak fokus mengusap dada Jegar untuk menenangkan balita yang tangisannya mulai mereda tersebut.​"Saya akan mengusahakan kesembuhan Jegar, asal dia mau dirawat intensif di rumah sakit ini sampai kondisinya benar-benar stabil," ujar Laura penuh perhatian pada Diego.​"Ya, lakukan apa saja yang terbaik untuk Jegar. Berapapun biayanya, aku yang akan menanggung semuanya," balas Diego.​"Kalau masalah biaya, pihak rumah sakit sama sekali tidak khawatir karena yang kami rawat adalah putra dari Tuan Diego Foster. Anda tenang saja, segala fasilitas terbaik yang dibutuhkan Jegar pasti akan disanggupi oleh kami."Diego mengangguk pelan. Lalu tatapan matanya beralih pada Freya.​Di depannya, Laura terus memutar otak mencari topik perbincangan agar bisa lebih lama berduaan dengan Diego di kamar rawat itu, meski ia harus menahan rasa risih melihat keberadaan Freya.

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   285. Permainan Kotor

    Jemari lentik Freya bergerak lincah di atas layar ponsel, membalas pesan masuk dari Thomas.​Freya [Hai, Thomas. Kabarku baik-baik saja. Aku sengaja menghubungimu karena ingin meminta bantuanmu untuk memeriksa kondisi anak dari temanku. Jujur, aku sangat meragukan vonis Dokter di sini yang menurutku terlalu berlebihan dan janggal. Tapi sayangnya, suamiku langsung percaya begitu saja pada vonis tersebut]​Thomas [Oke, aku akan membantumu. Bisa kamu beritahu gejalanya lebih spesifik? Tolong kirimkan juga dokumen rekam medis, riwayat pasien, dan rekaman video kondisi fisik anak itu, agar aku bisa mempelajarinya lebih dulu sebelum melakukan pemeriksaan langsung]​Freya [Baik, akan aku kirim secepatnya. Tapi ngomong-ngomong, apa kamu tidak keberatan datang langsung ke Atalia? Bukannya kamu sedang di Lebanon?]​Thomas [Kebetulan, sudah beberapa minggu ini aku ada di Atalia. Tepatnya bertugas di rumah sakit baru milik keluarga Fox. Aku diminta langsung oleh direksi keluarganya untuk membantu

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   284. Mencari Teman Lama

    "Tidak ada siapa-siapa di sini," kata Yenzing setelah menelusuri dan memeriksa setiap sudut koridor rumah sakit dengan saksama.Bahkan Zhue menyaksikan sendiri bagaimana Yenzing memeriksa lorong-lorong sepi itu di setiap sudutnya tanpa terkecuali.​"Mungkin ... memang hanya perasaanku saja yang terlalu cemas," ucap Zhue pelan, mencoba menenangkan diri sendiri.​"Sebaiknya kamu susul Nona Freya di kamar perawatan VIP sekarang. Aku akan memeriksa area luar dan sekitar parkiran sebentar," usul Yenzing memberi saran.​Zhue langsung menggeleng tegas. "Aku tidak mau! Aku bisa makin emosi kalau sampai melihat Kak Freya diabaikan oleh Tuan Diego hanya demi membela anak angkatnya itu. Lebih baik aku ikut bersamamu saja ke mana pun kamu pergi."​Yenzing menghela napas panjang, menatap kekasihnya dengan pasrah. "Baiklah, kalau memang itu maumu." Terpaksa pria itu merangkul bahu Zhue, membawanya berjalan menuju area parkiran untuk memeriksa situasi di sana.​Di tengah perjalanan menelusuri korido

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   283. Jadi Incaran Pembunuh

    "Aku ingin melihat Jegar!" ucap Freya tegas, mengakhiri ketegangan dengan suaminya tadi.Ia berusaha menekan emosi di dadanya agar pertengkaran di antara mereka tidak berlarut-larut.Tanpa menunggu jawaban dari Diego, Freya melangkah melewati pria itu dan masuk ke dalam kamar perawatan.​Sementara itu, Diego yang masih dihantui rasa penasaran akan suara deringan ponsel misterius yang sempat memecah keributan mereka tadi, melangkah cepat menghampiri sudut lorong tempat asal suara tersebut.Pandang matanya menyapu tajam setiap pilar dan pintu di sekitar. ​Namun, ia tidak melihat siapa pun di sana. Koridor itu tampak lengang.Merasa ada yang tidak beres, Diego berbalik arah dan menemui Bayu_pengawal pribadi yang bertubuh tinggi besar seperti raksasa.​"Awasi seluruh area rumah sakit ini tanpa terkecuali! Beritahu aku secepatnya jika kalian melihat ada hal sekecil apa pun yang janggal dan mencurigakan!" titah Diego tegas.​"Baik, Tuan!" sahut Bayu dan bodyguard lainnya.​Diego kembali mel

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   282. Permainan Gila ++

    "Euhm!"Laura memejamkan mata rapat-rapat sambil menggigit bibirnya. Merasakan sentuhan nakal pria itu, yang membuatnya kesal, jijik, tapi ... suka.Pria itu tersenyum saat melihat Laura hanya diam, seperti sedang menikmati setiap usapan bibirnya di kulit selembut sutra itu."Wangimu ... aku suka," bisik pria itu. "Aku tahu kamu mengeluarkan biaya yang sangat mahal untuk merawat aset yang disukai semua pria di dunia ini, tapi aku pastikan Diego hanya akan mendapatkan sisa dariku," tawa pria itu membahana.​Laura hanya diam. Tubuhnya terasa kaku seperti terhipnotis. Ia ingin menolak, memberontak, tapi sesuatu di dalam dirinya berkata lanjut.Aroma parfum maskulin bercampur dengan ketakutan serta ambisi terselubung memenuhi udara.Laura tetap pada posisi, berdiri terpaku di tepi tempat tidur berukuran king size, membiarkan pria itu semakin mengikis jarak hingga tak ada lagi celah di antara mereka."Apa rasanya akan sama seperti saat aku menikmati tubuh wanita panggilan?"​Pria itu meren

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   281. Demi Kerjasama ++

    Kring!Laura terperanjat kaget saat mendengar suara deringan ponsel miliknya. Dengan gerakan panik, ia berusaha merogoh saku dokternya, tetapi tangannya justru terselip di saku lain.​Kringgg!​Suara deringan ponsel itu makin bergema di koridor yang sepi. Diego dan Freya seketika menghentikan perdebatan mereka dan menoleh ke sumber suara.​"Siapa di sana?" geram Diego dengan suara bariton yang menekan.​Jantung Laura berdegup kencang. Dengan gerakan kilat, ia berbalik dan menyelinap masuk ke dalam ruang penyimpanan alat medis yang gelap sebelum Diego sempat melihat.Sambil menahan napas dan merapatkan tubuh ke balik pintu, Laura mengangkat panggilan telepon tersebut dengan suara berbisik yang kesal.​"Sialan! Kamu hampir saja membuat keberadaanku ketahuan!" desis Laura murka pada pria di ujung sambungan.​Suara tawa berat, bernada meremehkan terdengar dari seberang telepon. "Tenang, Dokter Cantik. Kamu tidak perlu sepanik itu. Aku menelpon karena ada hal penting yang harus kita selesa

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status