Share

77. Firasat Buruk

Author: Dita SY
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-03 16:25:20

​Sret!

​Prang!

​Suara bingkai foto yang menghantam lantai dan hancur berkeping-keping memecah keheningan di dalam kamar bercahaya temaram.

​Diego langsung membuka mata. Pandang matanya tertuju pada serpihan kaca yang berserakan di sudut ruangan mewah itu.

Baru saja ia terlelap, suara bising tersebut sudah memaksanya terjaga. Dengan enggan, ia meraih ponsel di atas nakas, lalu menghubungi bagian housekeeping untuk membersihkan kekacauan tersebut.

​Setelah menutup telepon, tatapan Diego beralih p
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Rhama Meysherly
yg banyak dong kak up nya
goodnovel comment avatar
Tuti Khatulistiwa
Ayo kak up lagi donk
goodnovel comment avatar
Tuti Khatulistiwa
Penasaran gimana reaksi paman Diego
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   206. Akan Diledakkan

    ​"Kalian semua minggir! Atau aku tekan tombol ini sekarang dan seluruh bangunan rumah sakit ini hancur berkeping-keping!" ancam wanita itu sambil menyibakkan jubah hitam, memperlihatkan rakitan bom waktu aktif yang melilit tubuhnya.​Sontak, belasan pengawal Diego menarik diri dan mundur beberapa langkah. Suasana lobi rumah sakit berubah menjadi kacau.Para perawat, Dokter dan pasien berlarian panik, menjerit histeris berhamburan menyelamatkan diri ke luar gedung.​Di tengah gelombang manusia yang saling sikut, Jackie memasang badan, menerobos paksa kerumunan itu.Setelah berhasil menembus area tengah lobi, matanya membelalak lebar menyaksikan wanita itu melangkah tanpa rasa takut mendekati barisan pertahanan di depan pintu lift.​"Bagaimana bisa dia menembus pemeriksaan ketat di depan?" bentak Jackie emosi, menghardik anak buah Diego dan petugas kepolisian yang berjaga.&

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   205. Ancaman Baru

    ​"Ya, aku akan ikut suamiku pulang ke Atalia. Dan soal permasalahan kami ... aku anggap semuanya sudah selesai," jawab Freya tegas tanpa ada keraguan sedikit pun.​Terdengar hembusan napas berat penuh kekecewaan dari ujung sambungan telepon. "Baiklah kalau begitu ... semoga kalian berdua selalu bahagia," ucap Jackie parau. "Terima kasih sudah mau menjadi temanku selama beberapa bulan terakhir ini, Freya."​Belum sempat Freya membalas ucapan itu, Jackie sudah menutup sambungan secara sepihak.Tak lama kemudian, suara deheman halus terdengar dari samping.​Diego menatap Freya lekat-lekat dengan sebelah alis terangkat naik. "Siapa pria itu, Baby?"​"Bukan siapa-siapa. Dia hanya teman yang selama ini menjaga dan membantu merawat kandunganku," jawab Freya tenang.​Diego mengangguk pelan. Berusaha keras menekan gejolak cemburu yang membakar dada saat mengetahui ada pria lain yang pernah begitu peduli pada istrinya.​"Aku ingin kamu .... "​"Hanya sebatas pertemanan, Paman, tidak lebih," poto

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   204. Memilih Dia Lagi?

    ​"Ya, Tuan Muda Dante adalah anak kandung dari Tuan Diego Foster dan Nyonya Freya, istri sahnya."​Jackie terdiam membeku dengan mata membulat sempurna. Kalimat itu menghantamnya begitu telak. Dadanya terasa sangat sesak, seolah pasokan udara di sekitarnya menguap tanpa sisa.​"Silakan tinggalkan lantai ini sekarang juga, Detektif. Saya yakin Anda tidak memiliki janji temu dengan Tuan Diego Foster. Hanya pihak berkepentingan yang diizinkan berada di area ini," tegas pengawal bertubuh tinggi besar seperti raksasa itu dengan suara berat.​Sepersekian detik membisu, Jackie menelan ludah dengan tenggorokan yang terasa mengering. Matanya menyapu suasana koridor yang dipenuhi deretan pria berjas hitam.Meski kerinduan pada Freya begitu membakar dada, ia sadar ... jika tetap nekat berhadapan dengan Diego Foster tanpa persiapan, sama saja dengan menyerahkan nyawa secara cuma-cuma.​"Silakan pergi!" tegur pengawal itu sekali lagi, nadanya mulai mengancam.​Jackie mengangguk kaku. Tanpa menguca

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   203. Dante Foster?

    ​Baru saja menginjakkan kaki di parkiran rumah sakit, langkah Jackie langsung dihentikan oleh seorang petugas keamanan.​"Maaf, Pak. Kalau Anda ingin masuk ke gedung rumah sakit, Anda diwajibkan melewati jalur pemeriksaan ketat di sebelah sana," tunjuk satpam itu ke jalan di sebelah kiri.​Jackie mengerutkan kening. Tatapannya mengedar mengamati suasana sekitar rumah sakit yang memang tampak jauh lebih lengang dari biasanya.Namun, puluhan pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam tampak berlalu-lalang mengawasi area.Tak hanya itu, raungan baling-baling dari beberapa helikopter militer yang berputar-putar di atas bangunan kian mempertegas ... ada sesuatu di dalam rumah sakit.​"Ada apa ini?" gumam Jackie pelan. Menatap satpam di depannya dengan penuh selidik. "Kenapa rumah sakit ini menerapkan protokol seketat ini? Siapa sebenarnya orang penting yang ada di dalam?"​"Menurut informasi resmi, pengamanan berlapis ini difasilitasi langsung atas instruksi kepresidenan untuk menjamin k

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   202. Usaha Lagi

    Di tempat berbeda."Aku dengar, bayi itu akhirnya selamat berkat donor darah dari ayah kandungnya."​Jackie mendongak, menatap rekan kerjanya yang berdiri di depan meja. Namun, ia tidak bersuara, hanya mampu mengembus napas berat dan kembali menatap kosong ke atas meja.​"Sudah, jangan menyiksa dirimu dengan rasa bersalah terus-menerus," hibur rekan kerjanya berusaha menyemangati. "Yang terpenting bayi itu selamat. Kamu bisa menghubungi ibunya lagi dan minta maaf secara baik-baik. Jangan hanya karena satu kegagalan yang tidak disengaja, kamu langsung menyerah begitu saja untuk mengejar hati ibu dari bayi itu. Ayo jangan menyerah, Jack!"​Jackie kembali menghela napas panjang. Rasa bersalah yang membakar dadanya tidak serta-merta padam hanya karena mendengar kata-kata sang rekan kerja.Ia merutuki kegagalannya mendapatkan donor darah untuk Dante di saat-saat paling kritis.

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   201. Zhang Akhirnya Tahu

    ​"Aku butuh bantuanmu. Diego Foster ada di Hong Kong saat ini," ucap Zhang pada seseorang di ujung sambungan telepon, di tengah perjalanannya menuju gudang rahasia.​"Diego Foster? Untuk apa dia ke sana?" sahut suara dingin di seberang sana. "Apa dia turun tangan langsung hanya untuk memantau pengiriman barang ke Kota itu? Aneh sekali. Seorang Diego Foster mau repot-repot mengurus pekerjaan sepele seperti itu."​Zhang mengembus napas kasar. "Bukan itu alasannya. Aku juga tahu dia tidak akan sudi turun tangan langsung meskipun pengiriman barangnya gagal total di sini. Dia pasti hanya akan mengerahkan pasukan elitnya. Mana mungkin pria itu mau membuang tenaganya secara cuma-cuma hanya untuk urusan sepele."​"Itu dia maksudku. Lalu, apa alasan sebenarnya dia datang ke sana?" tanya orang di seberang telepon.​"Dia sudah menikah," jelas Zhang, nadanya terdengar kesal. "Entah masalah apa yang terjadi di an

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status