Share

Bab 18

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-06-22 10:57:50
18

Belasan pasang mata mengamati kegiatan beberapa orang, yang tengah melakukan sesuatu di dekat ekscavator besar. Para pengintai itu saling melirik, sebelum sama-sama mendengkus.

Detik berganti menjadi menit. Kaki yang mulai pegal menjadikan Asmiratih duduk sambil menyelonjorkan kedua kaki. Dia gemas dan ingin sekali menghajar para perusuh, tetapi Asmiratih harus menyabarkan diri dan menuruti perintah Beni.

Tepukan di lengan kiri menjadikan Asmiratih menengadah. Dia memandangi tangan Harun yan
Olivia Yoyet

Gws, Asmi.

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 21

    21Ruang rapat di HG Company, siang itu tampak ramai. Mereka fokus mendengarkan penawaran tender baru yang digagas HKB, HWZ, GUNZ, BHARATHAYA, dan LCGL.Wirya, Zulfi, dan Zikria, bergantian menerangkan ketiga proyek baru yang akan dilaksanakan awal Mei tahun depan, di beberapa negara Eropa Tengah dan Skandinavia. Setelah ketiganya duduk, Hisyam berdiri dan memulai presentasi tentang PB dan PBK. Pria beralis tebal itu tampak sangat percaya diri mengerjakan tugasnya. Sebagai mantan direktur utama PBK, dan ketua pengawal pertama pasukan Australia, Hisyam cukup dikenal banyak pebisnis di seputar Melbourne. Saat sesi tanya jawab, Hisyam mendengarkan beberapa pertanyaan yang diajukan peserta rapat. Kemudian dia berpindah ke dekat juniornya, lalu memegangi kedua pundak Zikria. "Dia direktur operasional PBK, jadi dia yang harus jawab," terang Hisyam, yang menyebabkan hadirin tersenyum. "Abang aja. Aku tadi sudah bicara 1 jam nonstop," kelakar Zikria. Hisyam merunduk sedikit. "Aku kebelet

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 20

    20Upacara pembukaan pendidikan dan pelatihan khusus calon bodyguard, pagi itu berlangsung khidmat. 50 peserta dari berbagai angkatan, terlihat serius mendengarkan pidato Wirya yang cukup panjang. Zikria mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ketika Andri, Yanuar, Mardi, Aswin, dan Zulfi, kompak membentuk gorokan di leher masing-masing. Penonton terbahak, karena tahu jika itu cara Power Rangers untuk memperingatkan Wirya, yang sulit menghentikan pidatonya, bila tengah memegangi mikrofon. Zikria menoleh ke kiri dan seketika terkekeh, menyaksikan Lazuardi dan Dimas membentuk pistol dengan tangan kanan, lalu ditembakkan ke Deswin serta Uwais, yang berpura-pura sempoyongan. "Abang-abang, tolong, jangan melawak," ujar Chloe, yang bertindak sebagai MC. "Jangan dicegah, Chloe. Aku justru senang melihat mereka merusuh," canda Isaac, yang menemani Chloe di tempat khusus MC. "Lagi, Bang," pintanya yang menyebabkan khalayak terpingkal. "Cukup, Gaes," sela Zulfi sambil memukul lengan adik-adikny

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 19

    19Zikria memandangi layar ponselnya yang menampilkan wajah pucat Asmiratih. Zikria menahan diri untuk tidak banyak bertanya, karena Asmiratih masih lemah. Zikria akhirnya berbincang dengan Ren Liangyi, yang menerangkan peningkatan kondisi Asmiratih. Zikria meminta sang dokter andalan tim PBK itu, untuk tetap menemani Asmiratih, hingga gadis tersebut diizinkan tim dokter untuk keluar dari rumah sakit."Dek, nanti langsung pulang ke Jakarta aja," usul Zikria."Enggak bisa, Bang. Aku mesti ngasih keterangan lagi, karena sopir itu juga terluka kena panahku," tolak Asmiratih dengan suara pelan."Bagian itu, serahkan ke para Abang dan Koko. Kamu sama Hana langsung pulang dan istirahat." "Lihat sikon. Aku juga mesti nungguin Bang Adit." "Dia mau ke sana?" "Iya. Pesawat Pramudya sudah otw ke sini." "Ada abangmu, aku makin tenang." "Abang nggak usah mikirin aku. Fokus aja ke kerjaan." "Mana bisa aku nggak mikirin? Kamu itu belahan jiwaku." Pekikan Hana dan Ren Liangyi menjadikan Zikri

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 18

    18Belasan pasang mata mengamati kegiatan beberapa orang, yang tengah melakukan sesuatu di dekat ekscavator besar. Para pengintai itu saling melirik, sebelum sama-sama mendengkus.Detik berganti menjadi menit. Kaki yang mulai pegal menjadikan Asmiratih duduk sambil menyelonjorkan kedua kaki. Dia gemas dan ingin sekali menghajar para perusuh, tetapi Asmiratih harus menyabarkan diri dan menuruti perintah Beni. Tepukan di lengan kiri menjadikan Asmiratih menengadah. Dia memandangi tangan Harun yang tengah memberi kode, kemudian Asmiratih mengangguk patuh.Gadis bermata besar itu memasang masker dan penutup rambut. Dia berdiri separuh tegak, lalu jalan sambil merunduk bersama Hana, Li Mye Na, dan Jhiang Florencia. Keempat perempuan itu berhenti di ujung kanan bangunan kantor. Mereka bergantian menaiki undakan sembari tetap merunduk. Lalu bersembunyi di belakang empat pilar besar. Asmiratih memasang panah ke busur kecil. Dia mengarahkan busur ke orang tertinggi, yang tengah berdiri di de

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 17

    17Langit malam tampak cerah. Jutaan bintang memamerkan diri. Demikian pula dengan rembulan yang mempertontonkan separuh bentuknya, yang memukau siapa pun yang melihatnya.Asap tipis mengepul dari alat panggangan di sudut kanan halaman belakang kediaman Varten Beaumont. Pria itu sibuk membolak- balik daging sapi dan ayam di panggangan. Sedangkan Nicholas membantu mengoleskan bumbu bakaran. Sementara Russel dan Brad mengurus panggangan kedua.Di meja prasmanan, Orlando dan Tarendra berduet membuat minuman non alkohol. Sementara belasan pria lainnya bekerjasama membuat burger, dan kentang goreng di meja depan gazebo.Seorang pria bercelemek biru terlihat serius mengaduk adonan hekkeng, di dapur besar. Sedangkan kedua asisten koki menyusun kulit hekkeng di meja pantry, yang telah dibersihkan sebelumnya. Zikria mengangkat wadah stainless besar dari meja dekat kompor, dan berpindah ke dekat Zulfan yang langsung mengambil alih benda itu. Zikria menempatkan adonan ke sepanjang deretan kulit

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 16

    16Empat orang keluar dari pintu kedatangan pesawat di terminal luar negeri. Mereka menyeret koper masing-masing sembari merapatkan jaket panjang, yang menutupi tubuh hingga betis. Seorang pria berbadan jangkung menyambut mereka pada belasan meter di depan pintu kaca. Kelimanya bersalaman, lalu bergegas menuju mobil van penjemput, yang telah menunggu di tempat parkir VIP. Asmiratih memasuki pintu tengah dan menepuk pundak kiri sopir yang membalasnya dengan penghormatan. Asmiratih menempati kursi belakang, lalu Hana menyusul.Beni dan Harun menduduki kursi tengah. Sha Jun Hui, ketua pengawal cabang China, menutup pintu mobil, kemudian dia memasuki pintu samping kiri depan.Tidak lama kemudian, Sha Guan Lin, Adik Sha Jun Hui, melajukan kendaraan menuju pintu keluar bandara. Sementara keempat penumpang di belakang mendengarkan penuturan Sha Jun Hui, mengenai masalah yang terjadi di proyek 5 Hangzou."Pelaku utamanya, belum ditemukan?" tanya Harun. "Belum. Masih dicari, Bang," jawab Sh

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 14

    14*Grup Petinggi & Asisten Old-New* Lazuardi : Assalamualaikum. Mohon perhatiannya sebentar. Nanang : Mangga, @Ardi.Dimas : Silakan, @Darling. Akhtar : Hadir. Pradiza : Aku di sini. Jariz : Menantimu, sambil ngemil keripik singkong balado. Panji : Aku lagi ngunyah keripik talas. Faidhan :

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 10

    10 Zikria mendengarkan penuturan Dzardi Charand, Adik Dzafri Chalondra, yang merupakan anggota tim rahasia. Zikria telah meminta Dzardi untuk mengikuti Lova ke mana pun gadis itu pergi, karena direktur operasional PBK itu mengetahui kegemaran Lova akan dunia hiburan malam. Kenal sejak belasan tah

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 02

    02Bulan bertukar dengan cepat. Asmiratih berhasil mengerjakan semua tugasnya lebih awal 2 bulan dari waktu yang telah disepakati. Dia menolak semua tawaran pekerjaan tambahan, karena ingin kembali ke profesi awalnya sebagai bodyguard lady. Asmiratih dan Ferlita segera mengemasi semua barang merek

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 01 - Penolakan

    01"Dek, nikah, yuk!" ajak Zikria Hafidz Shiddique. Asmiratih Kirania Bryatta tertegun sesaat, lalu dia menyahut, "Nggak mau." Raut wajah semringah yang semula ditampilkan Zikria, mendadak berubah masam. Pria berkumis tipis itu mengamati perempuan yang telah menjadi kekasihnya, sejak 2 tahun sila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status