مشاركة

Ch. 108 Rencana Demi Rencana

مؤلف: Selfie Hurtness
last update تاريخ النشر: 2026-05-05 20:58:34

Amel berdiri dengan masker menutupi wajah, matanya menatap lurus ke sebuah meja yang ada disudut ruangan. Orang yang dia cari ada di sana, tengah mengobrol dengan perempuan yang kemarin dia lihat di rumah sakit, tengah mengobrol dengan sangat akrab sama seperti yang dia lihat sekarang.

Nampak mereka tengah berbicara serius, sesekali tertawa bersamaan, menikmati camilan mereka atau menyeruput kopi yang ada di atas meja.

Tubuh Amel seperti membeku, matanya memanas. Bayang air mata mulai menghal
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (4)
goodnovel comment avatar
Juli Ati
eee ya ee e ya
goodnovel comment avatar
NING
Ampunn....pasangan bucin ini. Iri aku tuh.
goodnovel comment avatar
Fitri Si'cewe Cubby
so sweet.........
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 112 Sudah Dekat!

    Lamunan Yaksa buyar, ia tersentak oleh dering ponselnya. Ditatapnya layar itu sekilas, nama yang di sana membuat Yaksa menarik napas panjang dan memilih untuk menghidupkan mesin mobil daripada mengangkat panggilan itu.Juliana benar, sekeras apapun dia menolak, keputusan itu sudah bulat dan tidak bisa dibantah lagi. Kepala Yaksa seketika penuh, masih sepagi ini dan ia sudah harus dibuat tidak mood oleh rentetan teror yang tak henti masuk ke dalam ponselnya. Mendadak Yaksa sedikit risau, ia benarkan kekhawatiran Syifa tadi. Di ruang meeting nanti, Yaksa akan duduk bersama Anton dengan sejawat lain. Yang mana mereka sudah tahu masalah apa yang terjadi di antara mereka. Ada dua kubu di rumah sakit, kubu pencari muka dan posisi aman, ada di pihak Anton dan selalu menatap sinis Yaksa yang digelari predikat lelaki perebut calon istri orang. Sedangkan sebagian lagi, sebagian kecil lebih tepatnya, ada di posisi Yaksa. Tidak menghakimi Yaksa atas pernikahan yang terjadi antara dia dan Syifa.

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 111 Bimbang

    Anton menatap wajah Amel yang nampak pulas di balik selimut. Bahunya terekspos sempurna, lengkap dengan leher dan sebagian dada yang tidak tertutup selimut. Kantuk dan lelah Anton lenyap, otaknya sibuk berpikir bagaimana caranya mengamankan Amel sehingga kemudian Anton bisa hidup dengan tenang dan damai bersama Syifa. Perlukah dia mencarikan Amel jodoh? Tapi yang seperti apa? Anton bahkan tidak tahu laki-laki yang seperti apa yang Amel inginkan, selama ini yang dia tahu hanyalah Amel tidak ingin posisinya di atas kasur Anton tergeser oleh siapapun! Bisa saja Anton mengusulkan agar papa atau mama Amel mencarikan gadis itu jodoh, tapi ia takut kalau Amel lantas malah buka mulut dan membongkar rahasia kotor mereka ini! 'Sialan!' umpat Anton dalam hati. Kenapa makin lama Anton makin sadar bahwa sebenarnya ia sedang menggali kuburannya sendiri? Semua bermula dari rayuannya pada Amel! Andaikan malam itu tidak pernah terjadi dan hubungan terlarang ini tidak pernah mereka awali, apakah h

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 110 Rencana Demi Rencana

    Suara penyatuan itu makin terdengar menggila. Berpadu dengan desahan yang bersahut-sahutan dari keduanya. Amel mencengkeram kuat lengan Anton, hingga kemudian mereka meledak bersamaan, ditandai pekikan keras dan penuhnya rahim Amel dengan cairan hangat yang menyembur dari diri Anton. Anton terengah, segera mencabut miliknya yang membuat cairan putih itu turut meleleh keluar. Wajah mereka memerah dengan keringat yang membanjiri tubuh. Rasanya semua beban Anton seperti ikut menguap, tubuhnya terasa ringan, rileks dan lengket. Sementara Amel, jika biasanya ia langsung bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih selemas apapun kakinya, maka kali ini Amel memutuskan untuk tetap berbaring di atas ranjang. Matanya terpejam, seolah tengah menikmati surga dunia yang baru saja Anton beri padanya."Mel, jangan tidur dulu dong. Bersih-bersih dulu." ucap Anton sembari menatapnya dengan gemas. "Abang dulu sana." sahutnya santai, Amel membuka mata sekilas, melirik Anton-ah bukan Anton,

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 109 Riak Gelombang (21++)

    Mata Syifa membulat disusul senyum yang merekah, untung Yaksa segera memberi gestur agar dia naik ke atas mobil kalau tidak .... Syifa duduk di jok setelah memindahkan buket bunga dan barang lain ke pangkuan, ia tak henti-henti menatap buket mawar itu dengan senyum lebar. Hingga tidak sadar, Yaksa sudah duduk di joknya dan mulai menyalakan mesin mobil. "Kita makan dulu." ucapnya singkat. "Kemana?" Syifa mulai meneguk kopinya, ah ... ini favoritenya! "Steak? Atau ingin sesuatu?"Syifa nampak berpikir keras, kotak cokelat ia pindahkan dari pangkuan ke dashboard. Dalam bayangannya, fine dining berdua bersama Yaksa terlihat cukup romantis. Namun bayangan itu buyar ketika sadar mereka masih dengan setelan scrub masing-masing. Kontan Syifa mencebik, untuk pertama kalinya ia tidak suka dengan seragam kebanggaannya ini. "Drive thru aja gimana?"Sangat tidak etis sekali pakai setelan scrub begini sampai kemana-mana. Pakaian ini bukan untuk nongkrong! "Yakin?" Yaksa menoleh sekilas, pand

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 108 Rencana Demi Rencana

    Amel berdiri dengan masker menutupi wajah, matanya menatap lurus ke sebuah meja yang ada disudut ruangan. Orang yang dia cari ada di sana, tengah mengobrol dengan perempuan yang kemarin dia lihat di rumah sakit, tengah mengobrol dengan sangat akrab sama seperti yang dia lihat sekarang. Nampak mereka tengah berbicara serius, sesekali tertawa bersamaan, menikmati camilan mereka atau menyeruput kopi yang ada di atas meja. Tubuh Amel seperti membeku, matanya memanas. Bayang air mata mulai menghalangi pandangannya. Ia pikir, tujuh tahun menahan semua cemburu dan perasaan tak sukanya pada pasangan Anton, sudah berakhir. Nyatanya, putusnya Anton dengan Syifa karena perempuan itu memilih untuk menikahi laki-laki lain, tidak membuat penderitaan Amel berakhir. Baru beberapa saat ia menikmati hidup dan Anton untuk dirinya sendiri, kini ia harus menerima kenyataan bahwa setelah kepergian Syifa, kini hadir perempuan lain di antara mereka. Dia cantik! Dengan gelar spesialis bedah plastik dari

  • Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan   Ch. 107 Cito?

    "Bye!"Syifa melambaikan tangan, membiarkan mobil itu pergi dari halaman kliniknya, ia membalikkan badan, hampir berteriak saking kagetnya karena melihat Afi sudah berdiri dengan senyum lebar di wajah. "Astaga, Afi!" pekik Syifa gemas. Namun gadis itu malah makin nyengir, matanya berbinar membuat Syifa lantas mengangkat tangan dan menempelkan telapak tangan di dahi Afi. Normal. Afi mencebik, menurunkan tangan Syifa lalu kembali nyengir tanpa melepaskan pandangan matanya. "Kenapa sih, Fi?" tanya Syifa jemu, apa yang terjadi pada gadis ini? "Minta info amalannya dong, Dok." ucapnya masih dengan senyum lebar. Dahi Syifa berkerut, ia menatap Afi dengan tatapan tidak mengerti. "Amalan apa sih?"Afi menghela napas panjang, wajahnya berubah serius. "Amalan yang Dokter lakukan biar bisa dapet suami spek komplit kayak dokter Yaksa gitu, Dok." ucapnya dengan segera. "Kan mau juga punya suami ganteng, tajir, perhatian plus manis begitu."Syifa mulai paham, ia ikut nyengir, hendak balas

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status