공유

Bab 185

작가: Fitri
"Kalaupun bukan anakku, aku tetap berniat bertanggung jawab."

Soal Daisy, bukan berarti dia tidak pernah curiga. Hanya saja, hal yang dia selidiki masih belum mendapat jawaban pasti.

Hinari terkejut. "Kamu ini sebenarnya ...."

Kayden menekan pemantik api. Api menyala lalu padam, menerangi ekspresi di wajahnya. Dia sebenarnya tidak terlalu peduli Daisy itu anak siapa. Yang ingin dia tahu hanyalah satu jawaban.

Setelah mereka berpisah, apakah Lunara pernah menyukai orang lain. Dia memang tidak ing
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 206

    Keesokan paginya, Lunara bangun tidur. Di bantal, ada bekas air.Mimpi semalam membuatnya sedikit linglung. Dia tertegun sejenak, lalu bangkit untuk mencuci muka dan bersiap.Di ruang makan, Priya sudah menyiapkan sarapan dan sedang menyisir rambut Daisy. "Luna, kamu makan dulu. Nanti aku yang antar Daisy ke sekolah."Hari ini Priya akan kembali ke rumah lama di sana.Lunara menyendokkan bubur dan memakannya. "Gimana kalau aku izin kerja dan menemanimu pergi?""Untuk apa? Memangnya aku nggak tahu jalan atau nggak bisa baca? Aku ini bukan anak kecil."Daisy mengangkat kepala menatap Priya. Dengan serius, dia berkata, "Nenek, aku tahu jalan, juga bisa baca."Priya memegang wajah mungilnya, menciuminya berkali-kali. "Ya, ya, Daisy memang paling hebat."Lunara menggosok lengannya yang merinding. Sejak kecil sampai sekarang, dia belum pernah mendengar Priya berbicara kepadanya dengan suara selembut itu. Kasih sayang lintas generasi memang menakutkan.Setelah makan, mereka bertiga masuk ke l

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 205

    [ Boleh video call? ]Pesan itu baru saja dikirim, undangan video dari pihak sana langsung muncul.Begitu dibuka, Kayden langsung melihat wajah seorang anak kecil yang mendekat ke kamera. Wajahnya begitu menggemaskan sampai membuat hati terenyuh. Begitu melihat wajah Kayden, Daisy langsung tersenyum lebar dan menyapa dengan sopan, "Om Kayden, selamat malam."Suara Kayden tanpa sadar ikut melembut, "Daisy, selamat malam."Lunara melirik sebentar, lalu mengingatkan Daisy agar tidak turun dari tempat tidur sendiri supaya tidak jatuh. Setelah itu, dia berbalik keluar dari kamar dan pergi ke kamar yang lebih kecil di seberang.Dia menceritakan kepada Priya tentang apa yang baru saja terjadi.Priya juga tampak terkejut. "Selugas itu? Tengah malam masih sempat menempelkan stempel perusahaan dan meminta bagian keuangan mentransfer uang. Mereka benar-benar nggak takut repot.""Mungkin mereka sebenarnya sudah menjalankan prosesnya sebelumnya, hanya saja baru selesai sekarang?""Bisa jadi. Bagaim

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 204

    Notifikasi pesan masuk lagi.[ Kayden: Awalnya memang aku berniat menghubungi Osmar dan yang lain. Tapi sekarang aku nggak ingin melakukan itu. ]Lunara berbaring telentang di tempat tidur sambil menatap ponselnya.Daisy tengkurap di samping sambil memainkan rambutnya, dan entah bagaimana dia bisa bermain seasyik itu. Lunara tidak membalas. Kayden kembali mengirim pesan.[ Itu rumahku. Yang di sebelah juga milikku. Yang di atas juga milikku. Sertifikat rumah, listrik, air, gas, semuanya atas namaku. Cepat atau lambat kamu juga akan tahu. ][ Tinggal di sini akan membuat kalian jauh lebih aman. ]Bulu mata Lunara sedikit bergetar.Kayden sedang menjelaskan kepadanya?Dulu saat mereka berpacaran, Kayden bahkan tidak pernah berbicara sepanjang ini sekaligus. Kayden selalu menjawabnya dengan tidak sabar dan seadanya.Kalau dulu dia menjelaskan sesuatu sejelas ini, Lunara pasti akan sangat bahagia.Namun, sekarang dia terlalu tenang. Kayden tidak berani membohonginya lagi, mungkin karena sa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 203

    Kayden ingin meninggalkan warisan untuk putrinya, putri mereka. Lunara tidak akan menerima apa pun yang diberikan olehnya, tetapi dia tidak akan menghalangi Daisy untuk menerima seluruh hartanya.Semua yang dia miliki akan diberikan kepada Daisy. Itu sudah seharusnya.Hanya saja, Lunara akan menjadi satu-satunya wali.....Hujan turun terus selama seminggu penuh.Setelah keluar dari rumah sakit, Priya untuk pertama kalinya datang ke rumah baru yang disewa Lunara. Begitu masuk, dia langsung melihat ke sana kemari. Di wajahnya tampak jelas rasa puas.Namun setelah mendengar harga sewanya, Priya mulai curiga. "Semurah ini? Di kawasan ini seharusnya minimal lebih dari 20 juta, 'kan?"Lokasi kompleks ini termasuk pusat kota. Rumah sebesar ini setidaknya seharusnya disewakan lebih dari 20 juta.Lunara menggigit sedotan sambil minum air."Katanya pemilik rumah nggak kekurangan uang. Dia hanya ingin mencari penyewa yang bisa merawat rumah dengan baik.""Nggak kekurangan uang juga bukan berarti

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 202

    Kayden ingin mengusir rasa sesak yang menyesakkan di dalam dadanya. Namun, sekeras apa pun dia mencoba, tetap tidak ada gunanya. Dia meletakkan ponselnya di samping, alisnya berkerut saat menatap Alden."Gimana kondisi perusahaan Keluarga Angkasa sekarang?""Asetnya dibekukan. Keluarga pekerja itu terus menekan dan nggak mau mengalah. Beberapa mitra kerja juga mengalami kerugian karena kejadian waktu itu, jadi Bu Lunara sepertinya masih terus membayar utang kepada mereka."Alden melirik wajah Kayden sebelum berkata dengan hati-hati, "Di antara mereka ... ada satu perusahaan yang berada di bawah Grup Narasoma ...."Merasa suasana di sekitar Kayden semakin dingin, Alden tetap memaksa dirinya menyelesaikan kalimat itu. "Pesanan dari grup kita waktu itu cukup besar, jadi dampaknya juga nggak kecil ...."Alden menelan ludah."Artinya, Kak ... sebenarnya kamu adalah kreditur terbesar Bu Lunara saat ini."Utang yang dibayarkan Lunara kepada perusahaan-perusahaan mitra memang termasuk perusaha

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 201

    Pada saat itu, Lunara baru menyadari bahwa Priya mencintai ayahnya, dan juga mencintainya. Mungkin ketika di universitas dulu, alasan dia mengejar cinta seperti itu juga karena dia pernah melihat cinta yang begitu manis.Saat memikirkan Kayden, edamame di mulut Lunara tiba-tiba lupa dia kunyah, dan tanpa sengaja langsung tertelan. Dia minum beberapa teguk air, lalu tiba-tiba tidak lagi ingin makan.Di rumah tadi sebenarnya dia sudah kenyang. Dia hanya ingin melihat seperti apa kualitas makanan Priya di rumah sakit. Setelah mencicipi beberapa suap, rasanya tidak buruk juga."Ayah pernah bilang, rumah itu adalah tempat kalian menikah. Kalau kamu ingin menjualnya, jual saja. Aku nggak keberatan."Priya tersenyum."Baik, kita putuskan begitu saja. Setelah aku keluar dari rumah sakit baru kita urus. Uang dari penjualan itu nanti dibagi dua untuk Meidy dan Daisy."Sambil menutup kotak makan, Lunara berkata santai, "Istri baru Zavian juga sedang hamil."Priya melambaikan tangannya."Aku nggak

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 50

    "Begitu rupanya. Kalian berdua memang kelihatan serasi."Kayden tersenyum tipis, tidak menanggapi.Di sisi lain, Lunara baru saja mengambil minuman ketika tanpa sengaja seorang pelayan menumpahkan anggur ke arahnya.Anggur merah menodai gaun satin putih, tampak semakin mencolok.Sorot mata Kayden te

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 47

    Lunara juga tidak menyadari bahwa dirinya melamar ke anak perusahaan Grup Narasoma.Kebetulan akun HR tersebut sedang dikelola oleh Ignas. Saat dibuka, terlihat bahwa waktu terakhir Lunara aktif di aplikasi pencari kerja adalah setengah jam yang lalu.Wajah Kayden terlihat sangat masam. Dia mengusap

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 49

    "Kenapa nggak minum? Kamu dari perusahaan mana?"Sambil berbicara, tangan pria itu mengarah ke punggung Lunara yang terbuka. Belum sempat menyentuh, seluruh tubuh Lunara sudah merinding.Dia segera menghindar ke samping. Setelah berhasil menghindar, sambil memegang sampanye, dia berkata, "Aku dari d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 51

    Wajahnya memerah sesaat, menahan detak jantung yang bergejolak. "Tapi ...."Kayden tidak sabar. "Toh bukannya aku nggak pernah lihat juga. Anggap saja ini pembayaranmu untuk gaun itu."Meski Lunara membelakanginya untuk melepas pakaian yang dikenakan, tetap saja dia harus berbalik badan untuk mengam

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status