Share

BAB 20

Author: LucioLucas
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-22 08:00:58

Jam kerja baru saja selesai, Khaelia bersiap untuk pulang saat Carter menyergapnya. Malam ini keduanya sangat sibuk sampai nyaris tidak mengobrol satu sama lain. Makan dan istirahat pun hanya sekedarnya karena diburu waktu. Begitu selesai, kelegaan melanda Khaelia. Ingin cepat memakai jaket karena merasa kedinginan. Sayangnya tidak mudah melakukan itu karena Carter yang memeluknya dan mengusap tubuhnya sembarangan.

“Bulu kudukmu merinding, kamu kedinginan Cara?”

&ldq

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 124

    “Karenia, semua orang juga tahu kalau Carlo sudah sadar dan sekarang memilih untuk bersama Sofia. Kabar mereka berbulan madu bukan bualan belaka. Semestinya kamu dan Carter tidak takut lagi, bukan?”Karenia mendesah, menyugar rambut dan mengamati pantai yang terbentang di hadapannya. Ia pun berharap sama dengan perkataan Joice, begitu Carlo dan istrinya mesra maka Carter akan mendekatinya, tapi kenyataan ternyata tidak sesuai keinginannya.“Carter sudah terlanjur jatuh cinta dengan sekretaris bodoh itu.”Joice terdiam sesaat, mencerna informasi dari Karenia. “Maksudmu Carter menjalin hubungan dengan Khaelia?”“Iya, aku juga baru tahu dari Sofia. Foto-foto Carter dan si sekretaris sedang berciuman pun sudah aku dapatkan. Entah apa yang dilihat Carter dari si miskin itu. Memang tubuhnya seksi, wajahnya pun cantik, tapi banyak perempuan di Soul Hills punya kriteria yang sama. Banyak juga yang tidak kalah cantik dari

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 123

    Alunan musik jazz yang syahdu dari seorang penyanyi perempuan terdengar di klub jazz pinggir pantai. Denting peralatan makan beradu, dengung obrolan bercampur dengan debur ombak. Semua yang ada di sana memakai gaun indah untuk para perempuan dan jas untuk para laki-laki. Menyediakan koktail dan makanan ala Prancis dengan pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Hanya orang tertentu yang bisa datang ke restoran, dan biasanya sudah terdaftar sebagai anggota.Dua perempuan cantik duduk berhadapan di ruang dalam. Keduanya memesan koktail dan camilan, tidak ingin makan berat karena datang memang untuk bicara. Perempuan yang memakai gaun hitam pendek mengusap anting-anting panjang di telinganya. Kalung berlian menghiasi lehernya yang indah. Ia menatap Joice yang sore ini tidak kalah cantik dengan gaun koktail putih. Tidak peduli dengan sekeliling, keduanya saling pandang dalam diam.“Jangan bilang kamu mengajakku bertemu hanya untuk makan camilan?” Joice membuka p

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 122

    “Tidak!” jawab Carter tegas. “Khaelia tidak akan ke mana-mana. Akan tetap di sampingku apa pun yang terjadi.”“Carter! Kau berani membangkang? Kami sudah memilih Joice untukmu dan kenapa kamu malah memilih dia? Kenapa?”Eiwa bertepuk tangan di udara, memberi perintah pada suami, anaknya, dan juga Khaelia. “Kita duduk dan bicara seperti orang beradab. Ayo, jangan membantah!”Kaspia mendengkus, tapi menuruti saran sang istri dengan duduk di sofa. Carter dan Khaelia pun menyusul, duduk di seberang Kaspia. Khaelia merasa kalau dirinya sedang diadili. Segala dosanya dikuliti termasuk harga diri yang tersisa tidak seberapa. Mudah saja bagi Kaspia untuk menyingkirkannya kalau mau, yang menahan laki-laki itu selain Carter adalah Eiwa. Khaelia yakin selama Eiwa tidak menyanggah apa pun, hidupnya masih aman-aman saja.“Kita duduk seperti orang beradab, membicarakan hubungan Carter dengan dia. Sayang, kenapa harus begini? Ini hal mudah. Suruh saja sekretaris itu per

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 121

    Selama ini Khaelia memang takut kala bertemu Kaspia dan Eiwa. Sesama manusia, sama-sama membutuhkan udara untuk bernapas, berpijak di bumi yang sama, dan juga berdarah merah. Perbedaan besar justru pada status sosial. Sebagai yatim piatu, tidak punya banyak harta dan mengandalkan gaji untuk hidup, Khaelia merasa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.Kaspia yang selalu bertutur kata tanpa sopan santun, blak-blakan, dan cenderung menghina, tidak pernah membuatnya nyaman apalagi untuk berdekatan. Sedangkan Eiwa memang lebih ramah, baik, dan lembut padanya. Tetap saja ada tembok tinggi di antara mereka yang tidak berani didaki apalagi diterobos. Khaelia cukup tahu diri dengan statusnya untuk tidak membuat masalah bagi keduanya. Sayangnya, saat ini masalah besar sedang dibuatnya dan membuat sepasang suami istri itu meradang di depannya.Carter menolak untuk melepaskan cengkeraman di pinggang Khaelia. Ia tetap tenang dengan pandangan tertuju pada orang tuanya, se

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 120

    Saat hendak ke ruangan sang manajer, langkah Khaelia dihadang oleh Wika dan Riana. Satu perempuan lagi, entah di mana. Khaelia menatap dua perempuan di depannya dengan heran. Mereka tersenyum cerah seakan melihat sesuatu yang luar biasa. Khaelia merasa bulu kuduknya meremang. Pandangan mereka seolah ingin menelannya.“Hai, Khaelia. Senang sekali ketemu kamu di sini.” Riana membuka lengan seolah hendak memeluk, Khaelia berdiri kaku dengan tangan terkepal di sisi tubuh.“Ehm, urusan pekerjaan.”Wika mengangguk cepat hingga terlihat seperti boneka yang pirnya lepas. “Wah, luar biasa. Kamu datang bersama Tuan Carter!”“Apanya yang luar biasa? Dia adalah bosku,” jawab Khaelia.“Aduh, Khaelia. Kamu bisa dikatakan belum lama. Kami sudah bekerja lebih dari tiga tahun di sini. Selama ini Tuan Carter tidak pernah menampakkan diri. Mendadak datang dan inspeksi, rasanya sungguh luar biasa membahagiakan!&rdq

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 119

    Kepergian Carlo dan Sofia untuk berbulan madu disambut baik semua orang. Carter yang akan menghandle pekerjaan Carlo selama kakaknya pergi. Rencana bulan madu sekitar dua minggu lamanya.“Setelah badai akan ada pelangi, ternyata pepatah ini ada benarnya juga,” Khaelia berkata dengan bahagia selesai menerima telepon dari Sofia yang akan bertolak bulan madu.Setelah peristiwa perkelahian di kafe, hubungan keduanya menjadi baik. Sofia tidak tanggung-tanggung memberikan banyak hadiah pada Khaelia, dari berupa gaun, perhiasan, dan banyak lagi. Hadiah yang tidak bisa ditolak.“Saya senang Nyonya Sofia sekarang bahagia.”“Untunglah, kakakku sadar lebih cepat. Kalau tidak, hancur sudah rumah tangga dan masa depannya.”“Tuan, saya dengar dari Emima katanya pertunangan Karenia putus? Benarkah? Bukan ingin menggosip, hanya ingin tahu saja.”“Benar, tunangannya ternyata terlibat penggelapan pajak dan

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 8

    Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 7

    Carter mendesah, merasakan hasrat menyerbunya hanya karena teringat Khaelia. Ia harus menyingkirkan semua pikiran buruk kalau ingin Khaelia betah di tempatnya bekerja. Ia kehilangan sekretaris lamanya karena laki-laki muda itu tidak kuat bergadang terus menerus, berganti lagi dengan perempuan dan h

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 6

    Dalam benak Khaelia sedang sibuk memikirkan pekerjaan di kantor dan tidak peduli dengan perkataan sepupunya. Sudah biasa Mila selalu menentang pendapatnya, seakan menjadi sepupu paling peduli padahal tidak peduli.“Temen-temenku yang sarjana semua kerja di kantor besar. Saat weekend pada ngumpul di

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 5

    Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah satu bulan Khaelia bekerja dengan Carter. Setiap hari melalui rutinitas yang sama. Membuat kopi, menyusun berkas, melakukan penjadwalan, dan setiap pukul 12 malam keduanya beristirahat 30 menit. Sesekali Carter memanggil pelayan untuk membawa cemila

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status