Share

90. Hilang

Penulis: Black Aurora
last update Tanggal publikasi: 2026-06-10 19:27:28

Sirene ambulans meraung-raung membelah malam Namun bahkan di dalam kendaraan itu, Xeyren menolak untuk melepaskan Lovelle dari dekapannya.

Salah satu paramedis beberapa kali mencoba membujuknya

"Tuan, kami harus meletakkan pasien di brankar agar lebih mudah ditangani."

"Tidak." Jawaban Xeyren terdengar datar, tidak ada ruang untuk perdebatan.

Lovelle yang masih setengah sadar hanya bisa bersandar lemah di dada Xeyren, membuat darah membasahi sebagian besar kemeja pria itu.

Namun Xeyr
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
Waduhhhh kasian xeyran harus kehilangan lovelle
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kiss The Antagonist    92. Kembali

    Lovelle menatap Nathan tanpa berkedip dengan jantung yang masih berdetak terlalu cepat, seolah pikirannya belum mampu mengejar kenyataan yang baru saja menghantam dirinya. Dan tampak begitu lega melihatnya. "Aku..." suara Lovelle terdengar pelan. "Aku benar-benar sudah kembali?" Nathan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap gadis itu beberapa saat sebelum akhirnya menganggukkan kepala. "Ya." Untuk beberapa saat, Lovelle tidak mengatakan apa-apa, ia hanya menatap selimut putih yang menutupi tubuhnya. Ia sudah kembali.Kalimat itu terdengar begitu sederhana, tetapi justru terasa sulit untuk dipahami. Karena anehnya, saat mendengar bahwa dirinya telah kembali, yang pertama kali muncul di dalam pikirannya... adalah sebuah Mansion megah yang berdiri di bawah langit asing. Mansion Crow. Dan disusul oleh satu per satu wajah mulai bermunculan di benaknya. Profesor Seraphine yang selalu terlihat tenang di balik kecerdasannya. Crelia dengan segala kebencian dan rasa sakit yang

  • Kiss The Antagonist    91. Dunia Nyata

    Suara berdenging nyaring memenuhi telinga Lovelle. Kepalanya terasa sangat berat., seluruh tubuhnya pun juga terasa mati rasa. Ia mencoba menggerakkan jari-jarinya, tetapi bahkan gerakan sesederhana itu pun terasa begitu sulit. Gelap. Dingin. Dan rasanya... seperti baru saja jatuh dari tempat yang sangat tinggi. Dengan santai perlahan, Lovelle pun mulai membuka matanya, lalu mengernyit saat cahaya putih yang menyilaukan langsung menusuk penglihatannya. Pandangannya pun seketika terihat buram, semuanya tampak tidak jelas. Bayangan manusia yang bergerak ke sana kemari membuatnya semakin pusing. Lalu tiba-tiba sebuah suara terdengar. "Dokter!" Seseorang berteriak. "Pasien sudah sadar!" Dan suara langkah kaki bergegas mendekat, sebelum beberapa wajah asing muncul. "Nona? Bisakah Anda mendengar saya?" Lovelle mengerjap pelan. Aneh. Ia bisa mengerti kalimat itu, tapi entah kenapa rasanya begitu rumit. Seseorang menyentuh pergelangan tangannya. Dan seseorang yang la

  • Kiss The Antagonist    90. Hilang

    Sirene ambulans meraung-raung membelah malam Namun bahkan di dalam kendaraan itu, Xeyren menolak untuk melepaskan Lovelle dari dekapannya. Salah satu paramedis beberapa kali mencoba membujuknya "Tuan, kami harus meletakkan pasien di brankar agar lebih mudah ditangani." "Tidak." Jawaban Xeyren terdengar datar, tidak ada ruang untuk perdebatan. Lovelle yang masih setengah sadar hanya bisa bersandar lemah di dada Xeyren, membuat darah membasahi sebagian besar kemeja pria itu. Namun Xeyren sama sekali tidak memedulikannya, seluruh perhatiannya hanya tertuju pada wajah pucat gadis tersebut. "Tekanan darahnya terus turun," bisik salah satu petugas kepada rekannya. Mereka berusaha bekerja secepat mungkin, tetapi suasana di dalam ambulans terasa lebih mencekam daripada ruang operasi. Karena setiap kali monitor berbunyi terlalu lama, tatapan tajam Xeyren langsung berpindah ke arah mereka. Sesampainya di rumah sakit, keadaan pun tidak menjadi lebih baik. Para dokter dan per

  • Kiss The Antagonist    89. Kematian

    Jeritan melengking itu menggema di seluruh lantai tiga, suara yang begitu nyaring hingga membuat para pelayan di koridor membeku di tempat. Beberapa orang saling berpandangan untuk beberapa saat, lalu kepanikan pun pecah seketika. "Itu dari kamar Nona Crelia!" "Ya, Tuhan! Apa yang terjadi?!" Salah seorang pelayan berlari menuju tangga, sementara yang lain segera menghubungi penjaga. Hanya dalam hitungan detik, seluruh sayap timur Mansion itu pun mulai heboh. Sementara di ruang kerjanya, Xeyren sedang menatap layar data yang masih menampilkan wajah pria bersurai pirang yang baru saja berhasil diidentifikasi sebagai Anomali Kedua. Pikirannya masih dipenuhi berbagai kemungkinan, sampai pintu ruangannya terbuka dengan mendadak. "Tuan Crow!" Seorang penjaga masuk dengan wajah pucat. Xeyren pun mengangkat kepala dan menatap ke arahnya. "Ada apa?" "Nona Crelia!" Alis lebat dan gelap Xeyren seketika berkerut. "Apa lagi yang dia lakukan?" Penjaga itu menelan ludah. "Kami... kamu me

  • Kiss The Antagonist    88. Mengirimmu Kembali

    Lorong lantai tiga Mansion Crow terasa lebih sepi dibanding biasanya, hanya suara langkah kaki Lovelle yang terdengar pelan di atas lantai marmer mengkilap. Di kedua tangannya, ia membawa sebuah baki berisi semangkuk sup hangat, teh herbal, serta beberapa potong roti krim yang baru saja disiapkan dapur. Lovelle membawa makanan itu untuk Crelia, meskipun sejujurnya ia tidak begitu yakin kenapa dirinya melakukan ini. Mungkin karena bosan, atau karena merasa bersalah. Atau mungkin juga karena ia benar-benar tidak memiliki siapa pun untuk diajak berbicara di Mansion sebesar ini. Sejak perjanjian antara dirinya dan Xeyren dibuat, hidupnya memang sedikit berubah. Pria itu tidak mengurungnya setelah Lovelle berjanji tidak akan kabur lagi, dan Xeyren tidak akan membunuh orang lagi. Sekarang ia bisa berjalan-jalan di dalam Mansion sesuka hati, mengunjungi perpustakaan, atau keluar dan jalan-jalan ke taman. Bahkan para penjaga juga tidak lagi mengawasinya setiap detik. Namun ke

  • Kiss The Antagonist    87. Menemukanmu

    Mansion Crow tampak sunyi menjelang pukul dua dini hari. Hujan masih turun di luar jendela ruang kerja Xeyren, meninggalkan suara rintik yang konstan di tengah keheningan malam. Namun di dalam ruangan, suasana justru terasa semakin tegang. Puluhan layar holografik melayang di udara, menampilkan berbagai data yang baru saja dikirim oleh Seraphine. Xeyren berdiri di depan salah satu layar dengan ekspresi dingin. Ucapan Seraphine terus terngiang di kepalanya. ((Anomali kedua sudah berada di dunia ini sejak lama)) Kalimat itu telah mengubah segalanya. Jika benar demikian, maka orang tersebut pasti meninggalkan jejak. Dan jika ada jejak... maka ia pun pasti bisa segera ditemukan. "Tuan Crow." Salah satu bawahannya memasuki ruangan sambil membawa tablet data. "Kami sudah memeriksa seluruh lokasi yang memiliki kemunculan resonansi anomali selama lima tahun terakhir." "Dan?" "Ada sesuatu yang aneh." Tatapan Xeyren pun langsung beralih sepenuhnya ke arah pria itu, yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status