Share

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya
Author: Anjani

Bab 1

Author: Anjani
Thomas membuka matanya dengan susah payah. Dia memuntahkan air dan berkata dengan suara serak, "Minggir."

Ketika melihat siapa wanita di depannya, dia tiba-tiba membeku. "Angie, itu kamu?"

Thomas melihat ke sekeliling dan menemukanku yang juga basah kuyup di sudut.

Di kehidupan sebelumnya, akulah yang langsung melompat ke laut dan mempertaruhkan segalanya untuk menyelamatkan Thomas. Namun, hal pertama yang dia lakukan setelah tersadar adalah mendorongku menjauh dengan mata dipenuhi rasa jijik.

Kemudian, Thomas menyuruh orang memberinya handuk dan air. Dia membilas mulut dan menyeka bibirnya di depan semua orang, seolah-olah baru saja disentuh oleh sesuatu yang kotor.

Namun, sekarang ....

"Tom, syukurlah kamu baik-baik saja, aku ...." Angeline Sentosa setengah berjongkok di samping Thomas. Dia terlihat cemas, tetapi juga agak malu. Dia merasa ragu untuk berbicara, lalu sengaja menutupi bibirnya dengan tangannya.

Thomas langsung mengerti dan tidak mengatakan apa-apa. Dia membiarkan Angeline memapahnya pergi tanpa melirikku lagi.

Aku tahu Thomas sudah diam-diam dibius. Itulah sebabnya dia tanpa sengaja jatuh ke laut. Di kehidupan sebelumnya, dia dengan cepat menemukan pelakunya. Jadi, aku juga tidak perlu mengingatkannya.

Air laut sangat dingin. Malam itu, aku pun demam.

"Tok, tok."

Aku membuka pintu dengan keadaan linglung. Begitu melihat Thomas, aku langsung tersadar. "Buat apa kamu datang kemari?"

Thomas bersandar malas di kusen pintu dan melirikku dengan acuh tak acuh. "Karina, trik apa yang kamu mainkan sekarang?"

Aku menatapnya dengan bingung. "Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan."

Thomas mencibir dengan dingin, "Di depan begitu banyak orang, kamu sengaja panggil Angie untuk memberiku CPR. Memangnya reputasinya nggak penting? Kenapa kamu begitu egois?"

Tenggorokanku terasa tercekat. Aku ingin sekali bertanya padanya, 'Lalu, kamu mau aku gimana? Menyelamatkanmu salah, panggil orang yang kamu suka juga salah. Aku seharusnya biarkan saja kamu tenggelam di laut.'

"Terserah kamu mau mikir apa." Aku menarik napas, lalu berkata dengan pelan, "Kalau nggak ada urusan lain, aku mau istirahat dulu. Aku nggak enak badan."

Thomas mungkin mengira aku hanya berpura-pura dan mencoba mendapatkan simpati. Dia tersenyum kecut dan menyahut, "Mau pura-pura jual mahal? Karina, trikmu makin banyak saja. Kalau nggak enak badan, ya minum obat. Aku bukan dokter."

Melihatnya pergi, aku menghela napas panjang. Semua orang di lingkaran elite Kota Naklat tahu aku menyukai Thomas dengan begitu keras kepala dan tidak peduli pada harga diri.

Dia mengatakan bahwa rambut hitam panjang dan lurus terlihat lembut. Aku pun mempertahankan gaya rambut itu sejak kecil dan tidak pernah mengubahnya. Dia juga mengatakan bahwa pakaian berwarna pastel terlihat bagus. Jadi, tidak pernah muncul lagi pakaian berwarna gelap di lemari pakaianku.

Dia menyukai gadis yang pendiam dan anggun. Aku pun menolak semua ajakan teman untuk keluar demi berlatih musik, catur, kaligrafi, dan melukis di rumah.

Setelah pelajaran pahit dari kehidupan sebelumnya, aku baru mengerti. Angeline memenuhi semua kriteria Thomas, hanya karena orang yang disukainya adalah Angeline. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha, tidak peduli aku berdiri di hadapannya dengan penampilan seperti apa, aku bahkan tidak layak diliriknya.

Tak lama kemudian, berita tentang Angeline yang melakukan CPR pada Thomas tersebar.

Makan malam di kapal pesiar ini diselenggarakan oleh Keluarga Panjari. Kecelakaan yang menimpa Thomas telah membuat semua orang di kapal panik. Beberapa pria yang mengenakan seragam keamanan mendekatiku.

"Bu Karina, mohon kerja samanya dalam penyelidikan."

Mereka mengatakan bahwa karena akulah yang pertama kali menemukan Thomas jatuh ke laut, aku adalah tersangka utama.

Aku pun tidak mengerti. "Jelas-jelas, aku yang menyelamatkannya."

Petugas keamanan itu memasang tampang minta maaf, "Pak Thomas bilang, semua ini mungkin adalah rekayasamu dengan tujuan ingin memaksanya balas budi."

Aku pun terkejut. Memaksanya balas budi? Ternyata Thomas berpikir begitu tentang aku.

Mereka secara paksa membawaku ke ruang penyimpanan di kabin dan menguncinya. Meskipun aku sudah memperingatkan mereka bahwa itu ilegal, satu-satunya tanggapan yang kuterima adalah, "Pak Thomas akan bertanggung jawab penuh. Dia bilang kamu nggak boleh dibebaskan sebelum kebenarannya terungkap."

Dengan begitu, aku dikurung selama sehari semalam. Berhubung demam tinggi dan tidak diberi makan ataupun minum, aku akhirnya pingsan. Dalam keadaan linglung, aku merasa ada sepasang tangan kuat yang mengangkatku.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 8 

    Selama beberapa saat selanjutnya, aku mengikuti keinginan orang tuaku dan belajar mengelola perusahaan keluarga kami. Insidenku dengan Angeline di pesta pernikahan telah diklarifikasi. Begitu rekaman CCTV dirilis, kebenaran juga langsung terungkap.Aku mendengar bahwa Angeline memohon mati-matian kepada Thomas untuk tidak mengusirnya. Selama dibiarkan tetap tinggal di rumah Keluarga Panjari, dia akan melakukan apa saja. Bagaimanapun juga, Keluarga Sentosa pasti tidak akan menerimanya lagi.Mengenai rumor tentang Tristan di ibu kota, itu hanyalah rumor mengenai dia yang sangat kejam dan tegas dalam bertindak. Selama ada yang mengkhianatinya, dia tidak akan mengampuni orang itu meskipun orang itu adalah keluarganya.Namun, aku tidak takut. Aku hanya tahu bahwa Tristan baik padaku, dan aku juga baik padanya. Itu sudah cukup.Suatu malam, aku bertemu dengan Thomas lagi. Dia seharusnya sudah mabuk dan mencengkeram pergelangan tanganku erat-erat karena tidak ingin membiarkanku pergi.Melihat

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 7

    "Mobil Thomas masih ada di bawah. Karin, kamu nggak mau turun?" Aku menggeleng ke arah ibuku dan menjawab, "Nggak usah pedulikan dia." Benar saja, dua jam kemudian, Thomas melaju pergi.Setelah kejadian ini, orang tuaku sangat sedih. Mereka bahkan sampai memutuskan hubungan bisnis dengan Keluarga Panjari.Semua orang di komunitas elite Kota Naklat berspekulasi tentang apa yang terjadi antara kedua keluarga. Selain pernikahan yang dibatalkan tanpa alasan, keluarga kami bahkan memutuskan hubungan bisnis. Seseorang yang ada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa itu karena aku cemburu dan membuat keributan yang tidak bisa diperbaiki.Ketika aku diundang ke sebuah pesta, semua orang memandangku dengan tatapan mengejek."Itu orangnya. Dia itu wanita bermuka dua yang merusak pernikahan kakaknya sendiri."Seseorang bahkan sengaja mencoba menumpahkan anggur merah ke arahku saat aku mendekat. Pada saat itu, seseorang yang terasa asing sekaligus familier menarikku ke dalam pelukannya. Dia meng

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 6 

    Suasana hati Angeline memang sangat buruk. Awalnya, Thomas masih bersabar dan mencoba menghiburnya. Dia berjanji akan memberi Angeline pernikahan yang lebih baik dan sempurna lain kali. Dia bahkan akan mengajak Angeline berbulan madu ke luar negeri.Berhubung Angeline masih tidak senang, Thomas menyipitkan matanya dan berujar, "Angie, sejak kapan kamu jadi orang yang begitu nggak tahu berterima kasih?" Angeline langsung panik. Dia memaksakan diri untuk meneteskan air mata, lalu mulai menangis tak terkendali. "Tom, kamu salah paham. Aku begitu menantikan pernikahan hari ini, tapi semuanya sudah hancur. Aku sedih banget." Thomas melunakkan sikap dan nada bicaranya. "Aku sudah gantikan kamu kasih pelajaran pada Karina." Angeline ingin mengatakan itu sama sekali tidak. Dia berharap Karina benar-benar mati. Mereka berasal dari latar belakang yang sama. Kenapa Karina selalu bisa menikmati hidup, sedangkan dia tidak bisa. Dia bahkan harus berebut, bersaing, dan menyenangkan orang lain.Nam

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 5 

    Memulihkan rekaman CCTV membutuhkan waktu. Tristan memberitahuku bahwa dia mengambil jurusan ilmu komputer dan bahkan kuliah di universitas yang sama denganku.Aku pun sedikit terkejut. Saat itu, seluruh fokusku tertuju pada Thomas. Aku tidak pernah memperhatikan pria lain selain dia. Jika tidak, aku seharusnya mengingat seseorang seunggul Tristan.Di sisi lain, Angeline dengan panik menarik lengan baju Thomas. "Tom, seingatku, kamu membelikanku sepuluh gaun pengantin. Meski yang ini rusak, aku bisa pakai yang cadangan. Kita selesaikan saja dulu upacaranya." Thomas menarik tangannya dari cengkeraman Angeline, lalu menatap ke arah aku dan Tristan pergi dengan perasaan kacau. Entah kenapa, dia merasa semuanya seperti sedang perlahan-lahan lepas dari kendalinya."Lain kali saja. Patuh dikit." Thomas mengabaikan permohonan di mata Angeline dan bersikeras membatalkan pernikahan hari ini. Melihat suasana hatinya yang buruk, Angeline tidak berani memaksakan kehendaknya.Aku juga terkejut ke

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 4

    Gaunku sudah digunting sampai robek, bahkan sampai menunjukkan pakaian dalamku.Tristan terlihat sangat sakit hati. Dia melepas jasnya untuk menyelimuti tubuhku, lalu menggunakan dasinya untuk menghapus lipstik di wajahku. Kemudian, dia baru melirik Thomas."Apa masih perlu ditanya? Masih nggak kelihatan? Aku pacar Karin." Thomas diam-diam mengepalkan tangannya. Tatapannya tertuju pada tangan Tristan yang melingkari pinggangku. Di pergelangan tangannya ada gelang yang mirip dengan milikku. Itu adalah model pasangan.Beberapa detik kemudian, Thomas tiba-tiba rileks. Dia memasang ekspresi seperti sudah memahami semuanya."Karina, hebat juga kamu. Kamu bahkan mencari orang untuk bersandiwara bersamamu. Dari mana kamu sewa aktor ini? Dia cukup menghayati peran." Menyadari perhatian Thomas telah beralih, Angeline mulai menangis lagi. "Karina, berhubung kamu sudah punya pacar, kamu seharusnya segera melupakan perasaanmu pada Tom. Kenapa kamu membuat keributan seperti ini? Apa kamu mau mend

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 3

    "Nggak, kamu berpikir kejauhan."Meskipun tanpa kejadian semalam, aku memang sudah memesan janji potong rambut untuk hari ini.Thomas jelas tidak percaya padaku. Dia mengamatiku dari atas sampai bawah. "Kamu seharusnya tahu aku nggak suka wanita berambut pendek. Mau coba menarik perhatianku dengan cara ini sangatlah bodoh."Aku mengabaikannya dan langsung pergi ke kamarku. Aku berganti pakaian dengan gaun merah yang sudah lama tidak kupakai. Warna yang cerah itu sangat menarik perhatian.Thomas melirikku dengan acuh tak acuh dari pagar, tetapi cengkeramannya pada pagar sedikit mengencang. Urat-urat di punggung tangannya terlihat jelas.Pada saat ini, Angeline memeluknya dari belakang. "Tom, Karin banyak berubah akhir-akhir ini. Apa dia masih ngambek dan belum maafkan kita atas pertunangan kita?"Thomas memalingkan muka. "Biarkan saja dia. Begitu menyadari trik itu nggak berhasil, dia akan kembali ke tampang semulanya."Aku keluar rumah tanpa menoleh untuk bertemu dengan pasangan kencan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status