Share

Bab 2 

Author: Anjani
Ketika sadar, aku sudah berada di kamarku dalam kapal pesiar. Aku tidak tahu siapa yang telah menyelamatkanku.

Aku mendengar bahwa Thomas telah menangani masalah ini. Setelah kapal pesiar berlabuh, dia secara pribadi mengantar Angeline kembali ke rumah Keluarga Sentosa.

Saat tiba di rumah, aku kebetulan mendengar Thomas berkata, "Angie sudah pertaruhkan reputasinya untuk selamatkan aku. Aku pasti harus bertanggung jawab. Sebaiknya kita tetapkan tanggal pernikahannya."

Langkahku pun terhenti. Meskipun sudah mempersiapkan diri untuk sepenuhnya meninggalkan Thomas di kehidupan ini, mendengar ucapan itu masih menimbulkan rasa sakit di hatiku.

Dia merasa bahwa Angeline telah mengorbankan reputasinya. Namun, jika aku yang melakukan hal itu, dia hanya akan menganggapku ingin menjilatnya dan tidak tahu malu.

Dulu, ada banyak gosip yang beredar di komunitas kami hingga gosip itu sampai ke telinga orang tuaku. Oleh karena itu, mereka baru pergi ke rumah Keluarga Panjari untuk membicarakannya. Setelah itu, Thomas baru terpaksa setuju untuk menikahiku.

Melihatku, Angeline terlihat serbasalah. "Paman, Bibi, sebaiknya jangan deh. Tom itu orang yang disukai Karin. Nggak apa-apa meski orang-orang bergosip tentangku. Aku nggak mau menyakiti perasaan adik sepupuku."

Sebelum orang tuaku bersuara, sosok Thomas yang tinggi dan tegap menghalangi jalanku. "Karena kamu sudah mendengar semuanya, sebaiknya aku langsung ngomong yang jelas. Karina, aku nggak menyukaimu. Seberapa keras pun kamu berusaha, itu juga percuma saja. Lebih cepat kamu berpikir terbuka, itu akan baik bagi aku maupun kamu."

Aku menjawab dengan pelan, "Emm, jangan khawatir. Mulai sekarang, aku nggak akan ganggu kamu dan Kak Angie lagi. Semoga kalian bahagia."

Thomas menyipitkan matanya dan mengamatiku.

Aku mendengar suara ibuku dari belakang. "Dasar kamu ini, betapa baiknya kalau kamu berpikir terbuka lebih awal. Waktu Ayah dan Ibu perkenalkan pasangan padamu nanti, kamu nggak boleh tolak lagi, ya."

Aku mencoba mengabaikan tatapan mendalam Thomas dan mengangguk sambil tersenyum. "Oke."

Setelah menetapkan tanggal pernikahan, Thomas mulai sering mengunjungi rumah Keluarga Sentosa.

Dulu, aku sangat sulit bertemu dengannya. Aku bahkan harus bergantung pada teman-temannya untuk mengetahui keberadaannya. Meskipun diejek sebagai bucin, aku juga tidak bisa marah.

Sekarang, aku malah bertemu dengannya lebih sering dalam setengah bulan terakhir daripada sepanjang tahun sebelumnya. Namun, aku sama sekali tidak merasa gembira.

Angeline selalu berpura-pura baik, tetapi sebenarnya sedang pamer padaku. "Karin, ini mawar yang diberikan Tom kepadaku, mau sekuntum?"

"Kalung ini dipesan khusus sama Tom dari luar negeri. Mau coba pakai? Yang dia berikan terlalu banyak, aku nggak juga nggak bisa pakai semuanya."

Namun, di kehidupan sebelumnya, bahkan aku yang harus membeli cincin pernikahanku dan Thomas.

Saat aku sedang melamun, Angeline tiba-tiba menarik kalung itu sampai putus. Mutiara berkualitas tinggi yang berkilauan itu pun berserakan di lantai dan menggelinding sampai ke depan sepasang sepatu kulit hitam.

"Tom!" Angeline bergegas menghampiri Thomas, lalu melirikku dengan ekspresi sedih dan berkata, "Karina pasti nggak sengaja. Jangan salahkan dia. Aku yang salah karena nggak lindungi dengan baik barang-barang yang kamu berikan kepadaku ...."

Ekspresi Thomas menjadi muram.

"Karina, sebelumnya, kamu bersikap begitu bijak di depan orang tuamu. Tapi waktu mereka pergi melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari terakhir, sifat aslimu akhirnya keluar juga? Sejak kecil, kamu selalu suka menindas Angie. Kamu masih belum puas sampai sekarang?"

Tenggorokanku terasa pahit. Aku menegaskan kata-kataku, "Aku nggak begitu."

Angeline segera menunduk. "Tom, ini semua salahku. Akulah yang harus disalahkan."

Thomas melindungi Angeline di belakangnya, lalu berujar dengan nada memperingatkan, "Aku nggak bisa ikut campur dalam urusan Keluarga Sentosa sebelumnya, tapi sekarang Angie itu tunanganku. Aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu, sampai orang tuamu kembali."

Dulu, jika bisa tinggal serumah dengan Thomas, aku mungkin akan melompat kegirangan.

Melihat aku diam saja, Thomas berhenti sejenak, lalu lanjut memperingatiku, "Tolong hormati dirimu dan jaga jarak dariku. Jangan sampai Angie salah paham."

Malam itu, Angeline membujuk Thomas untuk mengeringkan rambutnya. Dia sengaja membuat banyak suara agar aku mengetahuinya.

Aku berjalan melewati mereka tanpa berhenti. Thomas juga tidak bereaksi. Namun, ketika melihatku tiba-tiba memotong pendek rambutku keesokan harinya, dia tersenyum tipis dan berkomentar, "Kamu sengaja potong rambut untuk menarik perhatianku?"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 8 

    Selama beberapa saat selanjutnya, aku mengikuti keinginan orang tuaku dan belajar mengelola perusahaan keluarga kami. Insidenku dengan Angeline di pesta pernikahan telah diklarifikasi. Begitu rekaman CCTV dirilis, kebenaran juga langsung terungkap.Aku mendengar bahwa Angeline memohon mati-matian kepada Thomas untuk tidak mengusirnya. Selama dibiarkan tetap tinggal di rumah Keluarga Panjari, dia akan melakukan apa saja. Bagaimanapun juga, Keluarga Sentosa pasti tidak akan menerimanya lagi.Mengenai rumor tentang Tristan di ibu kota, itu hanyalah rumor mengenai dia yang sangat kejam dan tegas dalam bertindak. Selama ada yang mengkhianatinya, dia tidak akan mengampuni orang itu meskipun orang itu adalah keluarganya.Namun, aku tidak takut. Aku hanya tahu bahwa Tristan baik padaku, dan aku juga baik padanya. Itu sudah cukup.Suatu malam, aku bertemu dengan Thomas lagi. Dia seharusnya sudah mabuk dan mencengkeram pergelangan tanganku erat-erat karena tidak ingin membiarkanku pergi.Melihat

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 7

    "Mobil Thomas masih ada di bawah. Karin, kamu nggak mau turun?" Aku menggeleng ke arah ibuku dan menjawab, "Nggak usah pedulikan dia." Benar saja, dua jam kemudian, Thomas melaju pergi.Setelah kejadian ini, orang tuaku sangat sedih. Mereka bahkan sampai memutuskan hubungan bisnis dengan Keluarga Panjari.Semua orang di komunitas elite Kota Naklat berspekulasi tentang apa yang terjadi antara kedua keluarga. Selain pernikahan yang dibatalkan tanpa alasan, keluarga kami bahkan memutuskan hubungan bisnis. Seseorang yang ada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa itu karena aku cemburu dan membuat keributan yang tidak bisa diperbaiki.Ketika aku diundang ke sebuah pesta, semua orang memandangku dengan tatapan mengejek."Itu orangnya. Dia itu wanita bermuka dua yang merusak pernikahan kakaknya sendiri."Seseorang bahkan sengaja mencoba menumpahkan anggur merah ke arahku saat aku mendekat. Pada saat itu, seseorang yang terasa asing sekaligus familier menarikku ke dalam pelukannya. Dia meng

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 6 

    Suasana hati Angeline memang sangat buruk. Awalnya, Thomas masih bersabar dan mencoba menghiburnya. Dia berjanji akan memberi Angeline pernikahan yang lebih baik dan sempurna lain kali. Dia bahkan akan mengajak Angeline berbulan madu ke luar negeri.Berhubung Angeline masih tidak senang, Thomas menyipitkan matanya dan berujar, "Angie, sejak kapan kamu jadi orang yang begitu nggak tahu berterima kasih?" Angeline langsung panik. Dia memaksakan diri untuk meneteskan air mata, lalu mulai menangis tak terkendali. "Tom, kamu salah paham. Aku begitu menantikan pernikahan hari ini, tapi semuanya sudah hancur. Aku sedih banget." Thomas melunakkan sikap dan nada bicaranya. "Aku sudah gantikan kamu kasih pelajaran pada Karina." Angeline ingin mengatakan itu sama sekali tidak. Dia berharap Karina benar-benar mati. Mereka berasal dari latar belakang yang sama. Kenapa Karina selalu bisa menikmati hidup, sedangkan dia tidak bisa. Dia bahkan harus berebut, bersaing, dan menyenangkan orang lain.Nam

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 5 

    Memulihkan rekaman CCTV membutuhkan waktu. Tristan memberitahuku bahwa dia mengambil jurusan ilmu komputer dan bahkan kuliah di universitas yang sama denganku.Aku pun sedikit terkejut. Saat itu, seluruh fokusku tertuju pada Thomas. Aku tidak pernah memperhatikan pria lain selain dia. Jika tidak, aku seharusnya mengingat seseorang seunggul Tristan.Di sisi lain, Angeline dengan panik menarik lengan baju Thomas. "Tom, seingatku, kamu membelikanku sepuluh gaun pengantin. Meski yang ini rusak, aku bisa pakai yang cadangan. Kita selesaikan saja dulu upacaranya." Thomas menarik tangannya dari cengkeraman Angeline, lalu menatap ke arah aku dan Tristan pergi dengan perasaan kacau. Entah kenapa, dia merasa semuanya seperti sedang perlahan-lahan lepas dari kendalinya."Lain kali saja. Patuh dikit." Thomas mengabaikan permohonan di mata Angeline dan bersikeras membatalkan pernikahan hari ini. Melihat suasana hatinya yang buruk, Angeline tidak berani memaksakan kehendaknya.Aku juga terkejut ke

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 4

    Gaunku sudah digunting sampai robek, bahkan sampai menunjukkan pakaian dalamku.Tristan terlihat sangat sakit hati. Dia melepas jasnya untuk menyelimuti tubuhku, lalu menggunakan dasinya untuk menghapus lipstik di wajahku. Kemudian, dia baru melirik Thomas."Apa masih perlu ditanya? Masih nggak kelihatan? Aku pacar Karin." Thomas diam-diam mengepalkan tangannya. Tatapannya tertuju pada tangan Tristan yang melingkari pinggangku. Di pergelangan tangannya ada gelang yang mirip dengan milikku. Itu adalah model pasangan.Beberapa detik kemudian, Thomas tiba-tiba rileks. Dia memasang ekspresi seperti sudah memahami semuanya."Karina, hebat juga kamu. Kamu bahkan mencari orang untuk bersandiwara bersamamu. Dari mana kamu sewa aktor ini? Dia cukup menghayati peran." Menyadari perhatian Thomas telah beralih, Angeline mulai menangis lagi. "Karina, berhubung kamu sudah punya pacar, kamu seharusnya segera melupakan perasaanmu pada Tom. Kenapa kamu membuat keributan seperti ini? Apa kamu mau mend

  • Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya   Bab 3

    "Nggak, kamu berpikir kejauhan."Meskipun tanpa kejadian semalam, aku memang sudah memesan janji potong rambut untuk hari ini.Thomas jelas tidak percaya padaku. Dia mengamatiku dari atas sampai bawah. "Kamu seharusnya tahu aku nggak suka wanita berambut pendek. Mau coba menarik perhatianku dengan cara ini sangatlah bodoh."Aku mengabaikannya dan langsung pergi ke kamarku. Aku berganti pakaian dengan gaun merah yang sudah lama tidak kupakai. Warna yang cerah itu sangat menarik perhatian.Thomas melirikku dengan acuh tak acuh dari pagar, tetapi cengkeramannya pada pagar sedikit mengencang. Urat-urat di punggung tangannya terlihat jelas.Pada saat ini, Angeline memeluknya dari belakang. "Tom, Karin banyak berubah akhir-akhir ini. Apa dia masih ngambek dan belum maafkan kita atas pertunangan kita?"Thomas memalingkan muka. "Biarkan saja dia. Begitu menyadari trik itu nggak berhasil, dia akan kembali ke tampang semulanya."Aku keluar rumah tanpa menoleh untuk bertemu dengan pasangan kencan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status