共有

Bab 228

作者: Hare Ra
last update 最終更新日: 2025-11-15 10:37:17

“Sayang, perutku sakit,” keluh Salsa saat baru saja bangun istirahat siang hari.

Indra yang berbaring di sebelahnya sangat panik mendengarnya. Dia langsung memegang tangan Salsa. “Apa sudah waktunya?”

“Ya, mungkin sudah mau lahir,” jawab Salsa.

“Kamu tunggu disini ya, aku akan siapkan mobil. Kita ke rumah sakit, dan aku akan telepon Bi Tri agar membantu,” ujar Indra.

Salsa hanya mengangguk lemah, perutnya mulai terasa sakit yang semakin intens.

“Ada apa, Nak?” tanya Seva melihat Indra yang keluar kamar dengan buru-buru.

“Salsa mau melahirkan, Bu.”

“Biar Ibu telepon Tri, kamu siapkan mobil dan keperluan lainnya.”

“Terima kasih, Bu.”

Seva dengan kursi rodanya menuju ke kamar Salsa dan Indra. Dia masuk dan melihat Sasla terbaring sambil memegang perutnya.

“Nak, kamu kuat. Ibu doakan semuanya akan baik-baik saja ya, maaf ibu gak bisa ikut ke rumah sakit,” ujar seva mengelus punggung Salsa.

Seketika, terbayang bagaimana dulu dia berjuang melahirkan Indra. Tidak ada rumah sakit ataupun dokt
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Romi Habie
Dari sekian puluh NOVEL yang aku pernah baca di sini. Hanya CERITA ini yang menurutku sangat BAGUS dan MENYENTUH jalan ceritanya.....
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 394

    “Kenapa kamu sudah bebas?” tanya Aliman.Aliman tahu, seharusnya Gavin masih dikurung di dalam penjara menerima hukuman akibat apa yang dia lakukan.Sebenarnya Gavin juga tampak terkejut melihat Andira menggendong anak. Dia tahu kapan Andira menikah, tapi dia ingin bertanya tentu saja takut.“Aku mendapat keringanan dan membayar,” jawab Gavin pelan.“Ini bukan rumahmu, untuk apa kau pulang kesini?”“Aku minta maaf dan ingin memulai semuanya dari awal. Aku tahu aku salah, tidak seharusnya aku meninggalkan Andira saat pernikahan. Aku sudah menyadari kesalahanku.”Sedangkan Dira hanya diam, sedikitpun dia tidak ingin melihat lagi wajah Gavin. Dan dia tidak akan pernah mengenalkan kepada Sandi siapa ayah kandungnya. Biarlah yang Sandi tahu kalau ayahnya adalah Hasan.“Mas Hasan, ayo ke kamar,” ujar Dira memanggil Hasan.Hasan bingung, dia menatap Indra dan Aliman bergantian. Dia sekarang tahu siapa lelaki itu, sudah pasti itu Gavin. Lelaki yang telah meninggalkan Dira dan membuat keluarg

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 393

    “Kamu malu gak punya mertua kayak gitu?” tanya Salsa kepada Indra.Indra menggeleng. “Ngapain malu.”“Kamu berasal dari keluarga yang jelas asal usulnya. Memiliki seorang ayah dokter dan berpengaruh, sedangkan aku? Papa hanya terkenal sebagai orang jahat,” jawab Salsa.Indra meraih tangan Salsa dan mengecupnya lembut. “Kamu kayak gak tau bagaimana perjuanganku mencari orang tua.”“Tapi, sekarang sudah ketemu. Dan aku yang tidak ada habisnya, hilang bertahun-tahun tanpa gangguan. Dan saat Papa ada merasa bakal dapat keuntungan dariku, dia akan muncul lagi.”“Jangan dipikirkan.”Keduanya kembali ke rumah, untuk hari ini Indra masih akan beristirahat di rumah. Besok, dia baru akan kembali ke kantor dengan segala permasalahan yang menanti.“Loh, mana Juna? Dirawat?” tanya Dira khawatir saat melihat Juna tidak ikut pulang.“Dia mau sama kakeknya, dia baru lihat kalau Papa itu dokter,” jawab Indra.“Jadi, tadi Papa langsung yang periksa dia?”“Iya. Dan Juna baru tahu kalau kakeknya dokter,

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 392

    "Junaa!" "Sayang, Juna kenapa?" tanya Salsa yang segera menyusul Indra keluar kamar.Sementara Indra berlari menuruni tangga."Papa... Huuuu!"Juna terpeleset dan jatuh dari tangga. Wajah mungil itu menangis."Nak..." Indra langsung memeluk Juna dan memeriksa kepalanya, juga seluruh tubuhnya.Untungnya tidak ada yang luka."Bawa ke rumah sakit, Sayang. Kita periksa," ujar Salsa yang juga sudah tiba di bawah dengan air mata mengalir deras."Ini rusak..." ujar Juna menunjukkan burung dari kertas origami yang mau dia berikan kepada orang tuanya."Gapapa, Sayang.""Ini untuk Papa dan Mama."Indra kembali memeluk Juna, anaknya telah menyiapkan kado spesial yang dibuat oleh tangannya sendiri.Salsa dan Indra menerima hadiah itu dari Juna. Memang, hanya sebuah hadiah sederhana, tapi nilainya sangat berharga. "Terima kasih, Nak. Ini masih terlihat bagus kok. Mama suka," jawab Salsa."Nanti Juna buat lagi deh."Juna sudah tidak lagi menangis, ternyata tangisannya karena burung yang telah dia

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 391

    “Salsa, tidak ada seorang ayah pun yang mau membuat anaknya menderita!” teriak Andy Marigo marah.“Oh ya?”“Kamu tidak mau percaya dengan Papa. Setiap ayah, ingin anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kamu tidak mengerti dengan jalan pikiran Papa.”Salsa tersenyum kecut. “Kalau begitu, jangan campuri rumah tanggaku dengan Indra. Aku bahagia, bahkan sangat bahagia. Seperti yang Papa katakan, hanya ingin aku bahagia. Sekarang aku katakan, aku sudah bahagia.”Andy Marigo tidak menyerah. “Dengan suami mata keranjang kamu bahagia? Jangan membohongi dirimu sendiri, Salsa.”“Terserah kalau Papa tidak percaya.”Salsa berbalik meninggalkan sang ayah yang tampak mengepalkan tangannya.“Salsa, jangan menyesal!”“Tidak, aku tidak akan menyesal, Pa. Maaf,” jawab Salsa yang kembali menoleh ke belakang menatap sang ayah dengan pandangan tegas dan yakin.“Dia menerima kamu apa adanya, dia akan memberikan modal yang besar pada perusahaan Papa. Sekarang, saatnya kamu yang berbakti kepada Papa

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 390

    “Siapa kamu?” tanya Leo kesal.“Vito.”“Saya tidak perlu nama! Untuk apa kamu kemari?”Vito duduk di hadapan Leo dengan santai. “Hanya ingin memberitahu kalau kamu tidak bisa lari kemana-mana.”“Apa maksudnya?”“Kamu salah pilih lawan, sebenarnya Indra dan Salsa ingin menghabisi kamu dengan tangannya sendiri. Tapi, jangan sampai mereka mengotori tangannya, biar aku saja,” jawab Vito.Bught!Dengan satu kali tendangan, Leo tersungkur di lantai.“Kau tahu siapa yang kau usik? Kau salah pilih lawan!”“Kau suruhan Indra?”“Itu tidak penting, sekarang nikmati saja.”Kembali lagi Vito menghajar Leo. Darah segar mengalir di sudut bibir Leo, anak buahnya ternyata tidak mampu menghadapi Vito. Hanya Vito seorang diri, mereka sudah babak belur.“Masuk!” teriak Vito setelah dia puas menghajar Leo dan memotretnya lalu dikirimkan kepada Aliman.Dua orang polisi masuk dan langsung meringkus Leo dan kedua anak buahnya. Tanpa adanya perlawan, Leo benar-benar kalah.“Beres satu,” ujar Vito sambil menge

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 389

    “Ehm, jadi kakek tukang sapu ya?”Ternyata Aliman sudah berada di dalam ruangan rawat Salsa dan Indra. Sontak saja itu membuat Salsa dan Indra tergelak.“Kakek, Juna mau es cream.”Sekarang, Juna tahu tempatnya dia merengek minta es cream ke kakeknya. Dia pikir kalau menunggu Amara datang siang nanti pastinya akan lama. Dan kebetulan Aliman datang.Juna seolah tidak merasa bersalah telah salah mengira sang kakek.“Mau apa?” tanya Aliman yang kini sudah menggendong cucunya.Kehadiran Juna dalam hidup Aliman benar-benar membuat warna baru. Dia yang kehilangan cinta sejatinya dalam pernikahan yang bahkan tidak sampai seumur jagung, itu membuatnya bersedih. Tapi, Juna berhasil mengembalikan tawa sang kakek.Indra hanya menggeleng melihat anaknya yang begitu manja kepada Aliman. Dia yakin kalau ibunya melihat dari atas sana, Seva pasti sangat senang.“Es cream.”“Yaudah sebentar lagi kita turun ke bawah cari es cream. Tapi, kakek mau bicara sama papa dulu sebentar ya.”Juna mengangguk.Sal

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status