Share

5. Menginap Di Rumah Kakak Ipar

last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-27 22:08:03

"Menginap lah di rumah. Keira tidak ada yang menemani," kata Rafael kepada Adiva.

Rafael membawa adik iparnya menginap di rumahnya untuk sementara. Ia tahu saat ini Adiva sedang terpuruk dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Dan ingin menenangkan diri.

Adiva tak mau pulang ke rumah. Karena ia tak bisa menyembunyikan kesedihan dihadapan orang tuanya. Jika ia mengatakan bahwa Davin berselingkuh, yang ada dirinya yang disalahkan.

Oleh karena perkataan yang disampaikan oleh adik iparnya itu, ia menginginkan Adiva untuk tinggal di rumahnya sementara dan pulang esok pagi. Dengan adanya Keira, bisa sedikit menghibur hati wanita itu. Sebab Adiva sangat dekat dengan Keira.

"Apa tidak masalah, Mas?" tanya Adiva menatap Rafael dengan keraguan.

Rafael melirik sedikit. "Jangan sungkan. Kita keluarga."

Rafael mengetahui bahwa Adiva merasa tak enak hati bila menginap di rumahnya. Mungkin, ia menjaga perasaan kakaknya. Wanita itu masih memikirkan perasaan orang lain di saat perasaannya sedang hancur berkeping-keping.

"Baik kalau begitu. Aku akan menginap. Tapi boleh 'kan, aku tidurnya bareng Keira? Aku kangen sama dia."

"Tidak masalah. Silakan datang ke kamar Keira!"

"Terima kasih, Mas Rafael." Adiva nampak sumringah.

Entah mengapa ada sesuatu yang ganjil ditangkap oleh Rafael. Dari senyuman manis wanita itu, dapat Rafael lihat sesuatu yang berbeda. Meskipun ia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, ada yang lain dari sisi tersembunyi wanita itu.

Adiva membawa tasnya menuju kamar Keira. Sedang-kan Rafael, menatap punggung adik iparnya yang melangkah menuju tangga menuju ke kamar putrinya. Ia menghela nafas ketika punggung wanita itu menghilang. Tatapan pria itu, memicing menyiratkan sesuatu yang misterius.

Rafael melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum. Ia menuangkan air di dalam gelas diiringi tatapan mata yang menyorot tajam. Setelah meneguk isi gelas hingga tandas, ia meletakkan kembali gelas di meja. Pria itu berusaha menghapuskan rasa dahaga dengan emosi yang terpendam.

"Kenapa dia memilih menutupi kebusukan kakaknya?" gumam Rafael heran.

Rafael berharap dengan menunjukkan perbuatan Davin di belakangnya yang menjalin hubungan gelap dengan Pamela. Ia berharap supaya Adiva bisa bertengkar dan saling bermusuhan satu sama lain dengan kakaknya. Dan hasilnya, ia sukses membuat hubungan mereka sebagai saudara merenggang.

Tapi yang membuat Rafael tak habis pikir, mengapa Adiva tidak berkata jujur kepada dirinya tentang hubungan Davin di belakangnya bersama kakak wanita itu? Apakah karena ia tidak ingin membuat Pamela bertengkar dengan dirinya walaupun ia sudah tahu? Apakah rasa sayang Adiva kepada Pamela begitu besar hingga ia menutupi kebusukan kakaknya?

"Dia adik yang sangat baik. Pasti perasaannya hancur karena merasa dikhianati oleh kakaknya."

"Tidak apa-apa, Adiva. Aku juga akan berpura-pura tidak tahu." Rafael menampilkan senyum smirk.

Rafael menuangkan kembali air minumnya. Setelah dirasa dahaganya hilang, ia menuju ke kamar dan ingin segera mandi karena sudah merasakan sangat gerah. Sebelum ia melangkah ke kamar mandi, notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.

Farid menghubungi Rafael bahwa istrinya tinggal bersama Davin dan bermalam di sana. Dan mungkin esok pagi baru akan kembali. Rafael hanya tersenyum miring. Kini ia putuskan untuk tidak akan peduli lagi terhadap istrinya.

Mertuanya melarang dirinya bercerai dengan Pamela. Rafael menurut, bukan karena dirinya lemah, ataupun takut. Tapi ia punya alasan tersendiri untuk mencari celah untung dan ruginya.

Selain itu, ia tidak ingin membuat keributan antara keluarga besar dan memilih mengikuti alurnya saja. Dirinya akan melihat, sampai batas mana Pamela akan meneruskan hubungan terlarangnya dengan sahabatnya itu. Dan Rafael hanya menunjukkan perbuatan Pamela di depan kedua mertuanya.

Rafael enggan memberitahu orang tuanya sendiri. Biarkan mereka semua mengetahui bahwa rumah tangganya baik-baik saja. Tapi di balik itu semua, ada sebuah dendam yang Rafael simpan. Pria itu berniat menghancurkan wanita yang telah melahirkan anaknya dan juga sahabatnya yang menikam dirinya dari belakang.

Rafael mandi menggunakan air hangat. Tetesan air yang mengalir dari shower, membasahi tubuhnya yang berotot dan atletis. Ia memejamkan mata berharap dengan mandi air hangat ini bisa membuat stressnya menjadi hilang.

Setelah selesai mandi ia mengeringkan tubuh dan rambut. Pria itu mengurung diri untuk berpakaian. Dia ingin mengawasi kamar putrinya melalui CCTV yang disambungkan melalui handphonenya. Rafael ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Adiva di sana.

Terlihat Adiva sedang menggendong Keira dan memegang susu di botol untuk diminum oleh Keira. Adiva nampak begitu telaten merawat putrinya dibandingkan dengan Pamela yang merupakan ibu kandung Keira. Adiva terlihat lebih mahir dalam menggendong bayi. Tak sadar Rafael mengulas senyum di bibirnya.

Rafael masih memperhatikan Adiva yang dengan perlahan meletakkan tubuh Keira kedalam boks. Terlihat jelas rambut Adiva yang masih basah. Sepertinya, wanita itu baru saja mandi sama sepertinya.

Berikutnya Rafael melebarkan mata ketika Adiva melepaskan bathrobe dan bertelanjang bulat. Rafael mencoba mengalihkan pandangan dari tablet yang ia pegang sembari meneguk ludahnya dengan kasar. Entah mengapa tubuhnya terasa panas.

Rafael sudah lama tidak menyalurkan kebutuhan biologisnya. Setelah istrinya melahirkan Keira dan memilih untuk bekerja kembali serta jarang pulang, istrinya jarang melayani Rafael.

Rafael yang merupakan pria normal haus belaian, melihat adik iparnya tanpa sehelai benang pun membuat gairah dalam dirinya seakan membara. Tapi Rafael cepat menggelengkan kepala.

Rafael meletakkan tabletnya dengan kasar diatas kasur. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Nafasnya memburu disertai wajah yang memerah. Mata pria itu terlihat berkabut oleh nafsu.

"Aku tidak boleh seperti ini," gumam Rafael.

Berusaha Rafael menahan mati-matian hasratnya, semakin tubuhnya terasa panas. Bahkan, bagian tubuh bawah dengan seenaknya menegang sempurna. Ia menggigit bibir dengan kuat. jika begini terus, pada akhirnya ia akan air dingin.

Rafael keluar dari kamar dengan masih menggunakan piyama. Pria itu duduk di ruang keluarga dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Dia memejamkan mata mencoba menahan hasrat yang selama beberapa bulan ini tidak ia salurkan. Tak lama kemudian, Adiva keluar dari kamar menggunakan dress ketat dengan tali spaghetti berwarna hitam. Wanita itu melangkah dengan santai tanpa memperhatikan Rafael. Mungkin, Adiva tak menyadari bahwa ada kakak iparnya disana.

Rafael menatap tajam kepada Adiva yang berjalan di hadapannya. Rafael tahu Adiva tidak sadar melihat keberadaan Rafael di sana. Tanpa sadar kedua tangan Rafael bergerak menyentuh keperkasaan yang sudah menegang sejak tadi. mengocok miliknya dan menggerakan tangannya memompa dengan perlahan.

Tak lama setelah itu, Adiva keluar dari dapur membawa gelas air minum. Rafael bisa melihat adik iparnya terpaku melihat pemandangan yang ada di hadapan wanita itu. Rafael telah membuka lebar piyamanya dan memainkan miliknya sambil menatap Adiva dengan tatapan ingin menerkam. Bukannya pergi dari sana, Adiva malah terpaku mematung menatap kakak iparnya sedang bermain Solo.

"Ouhhh .... lebih cepat, Sayang. Enggh ...."

Rafael mendesah seolah sedang menggagahi tubuh seorang wanita. Bahkan, Rafael dengan percaya diri dihadapan Adiva menggerakkan pinggulnya. Setelah mencapai puncak, Rafael melolong panjang dan mendongakkan kepala sembari keperkasaannya memuncratkan cairan kental putih.

Setelah puas bermain solo, Rafael tanpa mempedulikan Adiva yang berada di hadapannya, bangkit dari duduknya. Pria itu melenggang pergi meninggalkan Adiva. Tubuh Adiva bergetar dengan gelas yang ia pegang hampir tumpah. Setelah puas bermain Solo pria itu tidak memperdulikan Adiva sama sekali. Seolah-olah menganggap Adiva tak berada di sana.

"Kenapa kamu malah tetap berdiam diri di sana dan melihatnya, Adiva?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ku Balas Pengkhianatan Istri & Sahabatku   8. Aku Kurang Apa

    "Kau sudah lakukan apa yang Aku perintahkan?" tanya Rafael melirik ke arah Farid."Sudah, Tuan. Saya pastikan semua investor yang ada di perusahaan Tuan Davin akan pergi satu persatu." Farid tersenyum tipis memandang bosnya.Rafael mengangguk puas mendengar jawaban asistennya. Ia memerintahkan kepada Farid untuk menyerobot data perusahaan milik Davin dan meretasnya agar saham turun drastis. Dan itu berpotensi akan merugikan perusahaan milik Davin senilai trilyunan.Farid memperhatikan ekspresi wajah Rafael yang begitu tenang sekaligus misterius. Pria itu sudah bisa menebak bahwa Rafael akan melakukan tindakan berbahaya dan juga menakutkan bagi kedua orang pengkhianat itu. Istrinya, dan juga sahabatnya."Anda sepertinya tidak main-main dengan apa yang Anda lakukan," komentar Farid sambil menyulut api cerutunya."Aku bermain-main?" Rafael tertawa kecil. "kamu salah kalau bilang aku jadi bermain-main. Aku sedang mencari pacuan untuk adrenalin yang begitu menantang. Tapi masalahnya, aku

  • Ku Balas Pengkhianatan Istri & Sahabatku   7. Rasa Yang Lenyap

    "Aku tidak menyangka kalau kamu ternyata masih ingat pulang ke rumah. Kenapa tidak terus-terusan tidur dengan selingkuhan mu di sana?" sindir Rafael kepada Pamela yang sedang menyisir rambutnya."Kamu sudah mendapatkan kepuasan darinya. Kenapa tidak menginap di sana beberapa hari supaya kamu bisa setiap saat melayaninya?" Rafael menyindir istrinya yang setelah semalaman tidak pulang ke rumah. Dan pulang ketika pagi tanpa merasa bersalah sedikitpun. Pamela menatap tajam suaminya yang terang-terangan menyindir."Enteng kamu berbicara seperti itu!" kata Pamela menahan kesal.Rafael berdecih. "Apakah aku harus berbicara lembut kepadamu?""Ini rumahku. Tentu saja aku bebas mau pulang atau tidak," sahut Pamela dengan sinis."Tapi ingat satu hal! Kamu bisa kehilangan hak rumah ini jika terus menerus bersama pria itu." Rafael sedikit memberikan ancaman kepada istrinya.Pria itu mendekati Pamela dan berbisik, "seleramu bagus juga. Sahabat ku yang kamu pilih sebagai selingkuhan mu."Pamela ter

  • Ku Balas Pengkhianatan Istri & Sahabatku   6. Akan Menghancurkan

    "Kenapa kamu malah terlihat dan tidak pergi dari sana?" Pertanyaan itu hanya Rafael simpan dalam hati.Rafael dengan santai menaiki tangga tanpa menoleh ke arah belakang dimana adik iparnya kini berada. Pria itu terlihat lega setelah menyalurkan biologisnya walaupun melalui fantasi liar. Ini lebih baik daripada dia nantinya merasakan pusing kepala. Sedangkan Adiva yang tersadar dari lamunannya, merendahkan tubuhnya dengan lemah. Wanita itu berjongkok sambil mengatur detak jantung dan nafasnya yang tak beraturan. Berulang kali ia menggelengkan kepala seperti tak percaya dengan apa yang baru saja ia perhatikan. Adiva kembali melihat ke arah tangga di mana Kakak ipar nya telah menghilang. Ia meringis pelan sambil menoleh ke arah sofa tempat kakak iparnya melakukan fantasi liar. Ia menghembuskan nafas kasar mencoba membuang beban yang menghimpit rongga dada. "Kenapa aku bukannya pergi malah mematung dan memperhatikan itu semua?" Adiva menggigit ibu

  • Ku Balas Pengkhianatan Istri & Sahabatku   5. Menginap Di Rumah Kakak Ipar

    "Menginap lah di rumah. Keira tidak ada yang menemani," kata Rafael kepada Adiva.Rafael membawa adik iparnya menginap di rumahnya untuk sementara. Ia tahu saat ini Adiva sedang terpuruk dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Dan ingin menenangkan diri. Adiva tak mau pulang ke rumah. Karena ia tak bisa menyembunyikan kesedihan dihadapan orang tuanya. Jika ia mengatakan bahwa Davin berselingkuh, yang ada dirinya yang disalahkan. Oleh karena perkataan yang disampaikan oleh adik iparnya itu, ia menginginkan Adiva untuk tinggal di rumahnya sementara dan pulang esok pagi. Dengan adanya Keira, bisa sedikit menghibur hati wanita itu. Sebab Adiva sangat dekat dengan Keira."Apa tidak masalah, Mas?" tanya Adiva menatap Rafael dengan keraguan.Rafael melirik sedikit. "Jangan sungkan. Kita keluarga."Rafael mengetahui bahwa Adiva merasa tak enak hati bila menginap di rumahnya. Mungkin, ia menjaga perasaan kakaknya. Wanita itu masih memikirkan perasaan orang lain di saat perasaannya sedang

  • Ku Balas Pengkhianatan Istri & Sahabatku   4. Memergoki Perselingkuhan

    "Di mana dia?" tanya Rafael melirik ke arah Farid."Sesuai permintaan Anda, saya sudah mengirimkan pesan kepada yang bersangkutan menggunakan nomor asing untuk memberitahukan hal ini," sahut Farid tersenyum tipis."Bagus." Rafael menyeringai tajam.Saat ini Rafael dan asistennya berada di dalam mobil tepat di depan sebuah apartemen. Mereka berdua sedang melakukan pengintaian. Di tangan Rafael, terdapat sebuah tablet yang menampilkan video dua orang manusia yang sedang bergumul."Apa kedatangannya masih lama?" tanya Rafael tak sabar.Farid melihat titik merah pada ponselnya. "Sebentar lagi.""Itu dia. Tepat sekali datangnya." Rafael tersenyum senang ketika melihat sebuah taksi berhenti."Kita lihat bagaimana reaksi Adiva melihat perbuatan kakaknya." Rafael mengusap dagunya secara dramatis.Adiva baru saja turun dari taksi dan berjalan menuju ke apartemen. Rafael mengawasi adik iparnya itu. Ia ingin memastikan apa saja yang akan dilakukan oleh Adiva. Rafael memantau Adiva yang sedang

  • Ku Balas Pengkhianatan Istri & Sahabatku   3. Berselingkuh

    "Ini, Tuan ... Nyonya selama ini berhubungan dengan pria ini." Beri tahu Farid.Rafael membuka dokumen yang diberikan oleh asisten kepadanya. Tadi malam, ia meminta Farid untuk mencari tahu tentang apa yang selama ini dilakukan oleh istrinya. Dan juga siapa pria yang menjadi simpanan sang istri. "Pria yang memiliki hubungan dengan Nyonya, adalah sahabat Anda." "A-apa?!"Rafael terkejut bukan main mendengar fakta yang telah terpampang di depan matanya. Dua orang yang sangat ia sayangi dan ia percaya, ternyata tega menghianati dan menusuknya dari belakang. Pamela dan Davin, menjalin hubungan terlarang. Rasanya seperti mimpi dalam kondisi seperti ini. "Selain sahabat baik Anda, bukankah pria ini pacar Nona Adiva, Tuan?" tanya Farid memastikan."Benar. Dia adalah pacar adik ipar ku." Rafael tahu bahwa adik iparnya itu sangat mencintai Davin,sahabatnya. Jika Adiva tahu, sudah pasti sangat kecewa dan juga marah. Kecewa kepada orang yang ia sayangi, dan juga orang yang tumbuh besar bersa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status