Share

Bab 4

Author: Nine
"Nggak apa-apa. Filla sedang sibuk kerja ekerja dan harus pergi duluan." Izzy menundukkan bulu matanya, menghindari tatapan Arsa yang penuh selidik.

Filla menatapnya seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya tidak membongkar kebohongan itu. Dia hanya melotot tajam ke arah Arsa.

"Izzy, kalau ada apa-apa, hubungi aku kapan saja."

Setelah pintu ruang perawatan tertutup, Arsa baru berjalan ke sisi ranjang. Suaranya menyiratkan sedikit rasa bersalah. "Waktu itu orangnya terlalu banyak. Aku nggak lihat kamu ...."

"Nggak apa-apa." Izzy memotongnya dengan tenang, lalu mengulurkan tangan mengambil gelas air di meja samping tempat tidur. Saat sedikit mengangkat tubuhnya, kerah pakaian pasien yang dikenakannya bergeser.

Bekas luka bakar yang mengerikan di bawah tulang selangkanya langsung terlihat. Pupil mata Arsa memicing. "Lukamu separah ini? Bukannya mereka bilang kamu cuma sesak napas akibat menghirup asap?"

Izzy melirik bekas luka itu sekilas, lalu menarik kembali kerah bajunya seolah tidak terjadi apa-apa. "Nggak terlalu serius."

Kening Arsa langsung berkerut. "Aku nggak tahu kamu terluka separah ini .... Aku kira kamu hanya pingsan karena menghirup terlalu banyak asap."

Sudut bibir Izzy sedikit terangkat. Mana mungkin dia tahu? Di matanya hanya ada Lyra. Bagaimana mungkin Arsa sempat memperhatikan seberapa parah luka yang dideritanya?

Izzy tidak menjawab. Dia hanya menunduk dan meminum seteguk air.

"Beberapa hari ke depan, aku yang akan merawatmu," kata Arsa tiba-tiba.

"Nggak perlu." Izzy menggelengkan kepala. "Kamu sibuk kerja. Nggak usah urus aku."

Arsa masih ingin mengatakan sesuatu. Namun, ponselnya tiba-tiba berdering.

"Arsa ...." Suara Lyra yang terdengar seperti sedang menangis datang dari seberang telepon. "Tanganku sakit sekali .... Dokter bilang lukanya mungkin mengalami infeksi ...."

Ekspresi Arsa langsung berubah ragu. Izzy memandangnya dan sedikit tersenyum. "Pergilah."

"Aku ...." Arsa menggenggam ponselnya dengan erat sambil mengernyit. "Aku juga nggak terlalu pandai merawat orang. Aku carikan perawat untuk menjagamu."

Izzy mengangguk. "Baik."

Setelah Arsa pergi dengan tergesa-gesa, ruang perawatan akhirnya kembali sunyi.

Izzy menatap langit-langit, lalu tiba-tiba tertawa pelan. Padahal Arsa baru saja bilang ingin merawatnya. Namun hanya karena satu panggilan dari Lyra, dia langsung pergi tanpa ragu sedikit pun.

Sama seperti saat kebakaran itu. Dia tanpa ragu berlari menuju Lyra. Bahkan tidak menoleh sekali pun untuk melihat dirinya.

Izzy perlahan menutup mata. Dadanya terasa sakit hingga hampir membuatnya sesak napas. Ada janji-janji yang sejak awal memang tidak seharusnya dipercaya.

Pada hari Izzy keluar dari rumah sakit, Arsa datang sendiri untuk menjemputnya. "Malam ini ada acara lelang, ikut denganku." Dia menyerahkan sebuah mantel kasmir baru yang baru dibelinya.

Izzy langsung menolak, "Nggak perlu ...."

"Masih marah?" Arsa mengira dia masih merajuk. Alisnya sedikit berkerut. "Waktu itu aku benar-benar nggak lihat kamu. Setelah sadar kamu belum keluar, aku langsung suruh orang masuk untuk melakukan pencarian dan penyelamatan."

Izzy membuka mulut, tetapi pada akhirnya hanya menerima mantel itu dalam diam.

Setelah masuk ke mobil, dia baru menyadari bahwa Lyra juga ada di sana. "Lyra juga ingin ikut, jadi sekalian kubawa," jelas Arsa dengan santai.

Izzy tidak berkata apa-apa dan duduk diam di kursi belakang.

Sepanjang perjalanan, Lyra terus mengobrol dengan penuh semangat bersama Arsa. Mulai dari berbagai kenangan masa kecil mereka hingga pengalaman selama belajar di luar negeri. Meskipun Arsa tidak banyak bicara, setiap kali Lyra berbicara, dia selalu merespons dengan sangat alami.

Izzy memandang pemandangan yang melintas cepat di luar jendela. Dia merasa seperti orang asing yang kebetulan berada di sana.

Di lokasi lelang, setiap barang yang dilirik Lyra langsung ditawar oleh Arsa dan dibelikan untuknya. Sikap royal yang begitu mencolok itu segera menarik perhatian banyak orang.

"Bukannya itu Pak Arsa? Dia benar-benar murah hati sekali sama pacarnya."

"Aku dengar pacarnya yang rawat dia selama tiga tahun. Wajar kalau dia memanjakannya sampai begitu."

"Nggak juga. Bukannya wanita yang disebut di berita itu Nona Izzy? Yang ini sepertinya mantan yang dulu meninggalkan Pak Arsa ...."

Di tengah suara bisikan itu, beberapa orang salah mengira Lyra sebagai Izzy. Arsa sempat tertegun setelah mendengarnya. Barulah dia seperti teringat sesuatu lalu menoleh ke arah Izzy. "Ada barang yang kamu inginkan?"

Kebetulan saat itu sebuah kalung safir sedang dipamerkan di atas panggung.

Di bawah cahaya lampu, batu safir itu memancarkan kilau biru gelap seperti lautan dalam. Tatapan Izzy tanpa sadar berhenti sesaat lebih lama pada kalung tersebut. Arsa langsung mengangkat papan tawaran.

"Dua puluh miliar!"

"Kalung itu punya kisah yang cukup istimewa."

Lyra tiba-tiba membuka suara, "Itu adalah hadiah cinta yang diberikan seorang raja luar negeri kepada permaisurinya. Maknanya adalah kesetiaan dan cinta yang abadi hingga maut memisahkan."

Dia melirik Izzy dengan penuh arti. "Menurutku sangat cocok diberikan ke Izzy."

Jari Arsa sempat berhenti sejenak.

Setelah kalung itu berhasil dimenangkan dan diantarkan kepada mereka, Arsa malah langsung menyerahkannya kepada Lyra. "Kalung ini lebih cocok untukmu."

"Bukankah ini kurang pantas?" Lyra berpura-pura ragu. "Bukannya Izzy yang suka?"

"Aku bisa belikan yang lain." Arsa menoleh ke arah Izzy. "Kamu mau apa?"

Izzy menundukkan pandangannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum mengejek diri sendiri. Hadiah yang melambangkan kesetiaan tidak bisa diberikan kepadanya. Namun, bisa diberikan kepada Lyra. Ternyata perbedaan antara dicintai dan tidak dicintai memang begitu jelas.

"Nggak perlu," jawabnya pelan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 23

    Izzy tetap pergi, dengan tanpa keraguan sedikit pun. Kepergiannya juga sesuai dengan apa yang telah diduga semua orang. Bahkan Tano dan yang lainnya tanpa sadar menghela napas lega saat melihatnya pergi.Mereka semua tahu bahwa jika Izzy benar-benar dipaksa untuk tetap tinggal, maka hari-hari berikutnya mungkin akan terus seperti hari ini. Dia akan terus dipaksa menerima cinta Arsa. Namun, tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.Mungkin inilah yang disebut memiliki takdir untuk bertemu, tetapi tidak memiliki takdir untuk bersama.Mereka pernah saling mencintai. Sayangnya, hati mereka tidak pernah berada pada waktu yang sama.Saat Izzy paling mencintainya, Arsa hanya memikirkan harga dirinya sendiri. Bahkan dia lebih memilih memberikan seluruh perhatian kepada seseorang yang pernah meninggalkannya. Daripada melihat orang yang benar-benar layak dihargai dan selama ini berada di sisinya.Lalu ketika Izzy pergi ... dia baru menyesal. Baru ingin memperbaiki semuanya.Na

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 22

    "Izzy, selamat ulang tahun." Suara Arsa menariknya kembali dari lamunannya.Izzy menarik sudut bibirnya tipis. Dia menundukkan pandangan, menyembunyikan semua emosi di matanya, lalu menjawab pelan, "Terima kasih."Saat pikirannya masih melayang ke mana-mana, sepotong kue tiba-tiba disodorkan ke hadapannya. Ketika mengangkat kepala, dia melihat wajah Arsa yang dipenuhi senyum."Izzy, nggak perlu terima kasih sama aku. Kali ini semuanya memang terlalu mendadak, jadi persiapannya masih kurang. Tahun depan aku pasti akan mengadakan pesta ulang tahun yang lebih cocok dan lebih megah untukmu.""Gimana?"Izzy tidak menjawab. Dia mengambil sesuap kue. Krim mahal itu terasa lembut di mulut, manis tanpa membuat enek. Namun entah mengapa, rasanya tetap hambar baginya.Tanpa sadar, dia menggenggam gelang batu kecubung di tangannya sedikit lebih erat. Butiran kristal saling beradu dan mengeluarkan bunyi pelan. Sebenarnya, dia tidak menyukai satu pun hadiah itu.Yang benar-benar dia inginkan hanyala

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 21

    Dua hari kemudian, tibalah hari ulang tahun Izzy. Arsa sengaja membatalkan semua jadwal pekerjaannya. Namun baru saat hendak menyiapkan kue ulang tahun, dia menyadari betapa sedikitnya dia mengenal Izzy. Dia bahkan tidak tahu rasa kue apa yang disukai Izzy.Karena tidak punya pilihan lain, dia akhirnya membeli semua jenis dan semua rasa yang tersedia. Kalau dipikir-pikir, ini mungkin pertama kalinya dia benar-benar merayakan ulang tahun Izzy dengan serius.Sebelum kecelakaannya, sebagai putra kebanggaan Keluarga Radhika, Arsa bahkan tidak pernah memperhatikan ulang tahun seorang siswi miskin yang dibiayai keluarganya. Kemudian setelah Izzy datang ke sisinya, Arsa malah sedang berada dalam masa paling kelam setelah lumpuh.Saat itu, pikirannya hanya dipenuhi rasa malu karena kondisinya dilihat orang lain dan hampir setiap hari dia melampiaskan emosinya kepada Izzy. Belakangan, berkat perhatian dan dorongan yang terus diberikan Izzy, kondisinya perlahan membaik.Arsa akhirnya belajar men

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 20

    Izzy benar-benar tidak mengerti.Untuk apa semua ini? Arsa tidak mungkin bisa menahannya di sini seumur hidup. Cepat atau lambat, dia tetap akan pergi. Kalau begitu, untuk apa terus melakukan hal-hal yang sia-sia seperti ini?Namun, Arsa tidak pernah peduli berapa lama waktu akan berlalu. Yang dia takutkan hanyalah satu hal. Bahwa suatu hari nanti Izzy akan pergi lagi. Sama seperti terakhir kali, menghilang begitu saja dari hidupnya.Karena itulah, selama masih ada kesempatan untuk berada di sisinya, baik kesempatan itu sekecil apa pun, Arsa tidak ingin melepaskannya.Ketika Izzy menghitung matahari terbenam untuk ketiga kalinya sejak berada di vila itu, Arsa kembali pulang. Kali ini, dia membawa sesuatu bersamanya. Sekelompok besar anggrek kupu-kupu.Bunga itu adalah permintaan Izzy beberapa hari sebelumnya. Saat Arsa bertanya apakah ada sesuatu yang dia sukai dan ingin dibawakan lain kali, itulah yang dia minta.Sebenarnya, cuaca di ibu kota tidak terlalu cocok untuk menanam anggrek

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 19

    Sama seperti dulu saat dia menyukai Arsa.Ketika mendengar Arsa terpuruk setelah lumpuh akibat kecelakaan, Izzy langsung datang ke sisinya tanpa ragu. Meskipun saat itu Arsa mudah marah, sulit ditebak, bahkan sering memaki dan melampiaskan emosinya kepadanya, Izzy tidak pernah berpikir untuk mundur.Begitu pula dengan Marco.Meski Izzy berkali-kali menolak dan menjaga jarak, Marco tetap sama seperti sebelumnya. Dia tidak pernah menyerah. Dia terus bertahan dengan ketulusan dan kesabarannya hingga akhirnya berhasil menyentuh hati Izzy.Namun selama bersama Arsa, Izzy tidak pernah merasakan hal seperti itu. Bahkan pada masa-masa menjelang kesembuhannya, ketika sikap Arsa perlahan berubah dari kasar menjadi lebih tenang, perubahan itu hanya sebatas tidak lagi seburuk dulu.Tidak lebih dari itu."Kalau begitu, Lyra gimana?"Izzy menundukkan pandangan, menyembunyikan emosi di matanya. Suaranya tetap tenang.Arsa sama sekali tidak merasa kecewa dengan sikapnya. Sebaliknya setelah mendengar p

  • Kuberi Cinta Malah Dianggap Saudara   Bab 18

    Di sisi lain, Izzy sama sekali tidak mengetahui semua itu. Sebenarnya, ide untuk mengadakan pernikahan di tanah air datang dari ayah Marco.Meskipun sekarang ayah Marco telah menetap di luar negeri, para sesepuh keluarga besar mereka masih tinggal di dalam negeri. Selain itu, kakek dan nenek Marco juga sudah lama tidak bertemu dengan cucu mereka. Ditambah lagi, sebagian besar teman dan kerabat keluarga juga berada di sini.Karena itulah, pada akhirnya lokasi pernikahan tetap diputuskan di tanah air.Mempersiapkan pernikahan adalah pekerjaan yang rumit dan sangat menyita waktu. Karena tanggal pernikahan ditetapkan cukup mendadak, ada begitu banyak hal yang harus mereka urus.Setiap hari mereka sibuk ke sana kemari hingga Izzy kewalahan. Dia bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal lain. Nama Arsa pun sudah lama terlempar dari pikirannya.Namun yang tidak dia sangka adalah, meskipun dia telah melupakan Arsa, Arsa tidak melupakannya. Bahkan pria itu langsung muncul di hadapannya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status