Share

Bab 9

Author: Loraina
Kedua pria yang sama-sama berasal dari puncak kesuksesan itu, kini saling berkelahi di atas hamparan rumput rumah perawatan. Tinju demi tinju menghantam tubuhnya dan darah berceceran.

"Apa hakmu bawa dia pergi! Akulah yang berutang padanya! Aku ingin menebusnya!"

Nathan sudah dipukuli hingga sudut bibirnya berdarah, tetapi dia tetap mati-matian melindungi pintu di belakangnya.

"Menebus?"

Elvano menendang lututnya dengan keras, lalu mencengkeram kerah bajunya. "Kamu sudah menyiksanya sampai tinggal setengah nyawa, sekarang masih berani bicara soal penebusan denganku? Penebusan terbaikmu adalah lenyap sepenuhnya dari dunianya!"

Saat keduanya saling berhadapan, suasana terasa begitu tegang.

"Uhuk ... uhuk ...."

Dari balkon lantai dua vila, tiba-tiba terdengar suara batuk yang lemah. Aku berpegangan pada pagar balkon, menatap dua pria yang saling memukul di bawah sana. Pandanganku mulai menggelap berulang kali.

"Jangan ... jangan bertengkar lagi ...."

Baru tiga kata terucap, tiba-tiba rasa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kulepaskan Pria yang Tak Menghargaiku   Bab 10

    Hari aku keluar dari rumah sakit, cuacanya cerah.Elvano mendorong kursi roda, membawaku keluar dari pintu utama rumah sakit. Yang tidak kuketahui adalah di sudut jalan seberang rumah sakit, terparkir sebuah Maybach hitam. Kaca mobilnya diturunkan sedikit.Nathan duduk di dalam mobil, menatap sosok mungil kurus yang dibungkus rapat dengan selimut kasmir oleh Elvano.Baru setengah bulan berlalu, di kedua pelipisnya sudah tumbuh uban tipis. Dia melihat Elvano menggendongku ke dalam mobil, melihat mobil itu membawa pergi diriku, melaju semakin jauh, hingga akhirnya menyatu dengan arus lalu lintas dan menghilang.Dia terus menatap seperti itu, sampai pandangannya mengabur, sampai matahari terbenam. Dengan tangannya sendiri, dia menyerahkan penebusannya kepada orang lain. Dalam hidup ini, tak ada lagi jalan pulang.Setahun kemudian, di Kota Dali.Sinar matahari di kota tua itu selalu membawa perasaan culas tetapi hangat. Pohon bougenvil besar di halaman bermekaran lebat, tampak menyala sepe

  • Kulepaskan Pria yang Tak Menghargaiku   Bab 9

    Kedua pria yang sama-sama berasal dari puncak kesuksesan itu, kini saling berkelahi di atas hamparan rumput rumah perawatan. Tinju demi tinju menghantam tubuhnya dan darah berceceran."Apa hakmu bawa dia pergi! Akulah yang berutang padanya! Aku ingin menebusnya!"Nathan sudah dipukuli hingga sudut bibirnya berdarah, tetapi dia tetap mati-matian melindungi pintu di belakangnya."Menebus?"Elvano menendang lututnya dengan keras, lalu mencengkeram kerah bajunya. "Kamu sudah menyiksanya sampai tinggal setengah nyawa, sekarang masih berani bicara soal penebusan denganku? Penebusan terbaikmu adalah lenyap sepenuhnya dari dunianya!"Saat keduanya saling berhadapan, suasana terasa begitu tegang."Uhuk ... uhuk ...."Dari balkon lantai dua vila, tiba-tiba terdengar suara batuk yang lemah. Aku berpegangan pada pagar balkon, menatap dua pria yang saling memukul di bawah sana. Pandanganku mulai menggelap berulang kali."Jangan ... jangan bertengkar lagi ...."Baru tiga kata terucap, tiba-tiba rasa

  • Kulepaskan Pria yang Tak Menghargaiku   Bab 8

    "Ivory! Aku akan membawamu ke rumah sakit! Jangan menakut-nakutiku!"Dengan sisa tenaga yang kupunya, aku mendorongnya menjauh. Kemudian, aku bersandar pada pohon di sampingku, lalu menatap dingin pria yang panik dan kehilangan kendali itu."Nathan, dengarkan baik-baik.""Aku lebih memilih membusuk sendirian di kamar kontrakan, hancur, menjadi abu, daripada menerima penyelamatan munafik darimu. Karena setiap inci udara yang pernah kamu sentuh, membuatku merasa mual."Nathan berdiri di sana, hanya bisa menatap dengan mata terbelalak saat aku "dipersilakan" masuk ke mobil oleh para pengawal yang dia kirim.Pada detik pintu mobil itu tertutup, aku mendengar teriakannya yang menyayat hati.Begitulah caranya, dia merenggutku dari sisi Elvano dengan cara paling hina, lalu mengurungku di sebuah vila perawatan pribadi di pinggiran kota.Di tempat ini, ada tim medis kelas dunia yang bersiaga 24 jam. Ada obat-obatan kanker termahal, yang setiap hari diterbangkan langsung dari luar negeri.Namun,

  • Kulepaskan Pria yang Tak Menghargaiku   Bab 7

    Aku menatapnya, mengucapkan kata demi kata dengan suara serakku. Itu adalah kata-kata paling jelas yang pernah kuucapkan seumur hidupku."Sedangkan nyawamu ... terlalu kotor. Aku nggak menginginkannya."Tubuh Nathan terguncang hebat. Dia berlutut di hadapan semua orang. Pria yang dulunya begitu arogan dan meremehkanku, kini berlutut di hadapanku."Ivory, jangan perlakukan aku seperti ini ... kumohon, beri aku satu kesempatan lagi ...." Dia merangkak berlutut hendak memeluk kakiku, tetapi diadang oleh Elvano.Elvano melepas jasnya dan menyampirkannya ke gaun pestaku yang tipis, lalu mengangkatku ke dalam pelukannya."Ivory, kita pulang." Dia membawaku berbalik tanpa memedulikan siapa pun, meninggalkan pria di belakang sana yang hancur. "Mulai hari ini, Ivory adalah milikku, Elvano. Siapa pun yang berani membuatnya menderita sedikit saja, akan kubuat seluruh keluarganya ikut terkubur."Suara Elvano bergema sebagai sebuah pernyataan di seluruh aula.Aku meringkuk di pelukannya yang hangat

  • Kulepaskan Pria yang Tak Menghargaiku   Bab 6

    Aku menekan tombol putar.Setelah suara deru angin dan salju yang riuh, sebuah suara gadis yang serak terdengar dari pengeras suara dan menggema di aula pesta yang sunyi senyap."Nathan ... Nathan, bangun ... jangan tidur ...."Itu suaraku sendiri. Serak, rusak, tetapi menyiratkan keteguhan saat putus asa. Lalu, terdengar potongan lagu nina bobo yang terputus-putus dan sangat fals.Setiap nadanya dipenuhi kelelahan. Terutama di bagian ketiga, nada yang pecah itu terdengar seperti jeritan yang menembus gendang telinga semua orang yang hadir.Di akhir rekaman, terdengar teriakan minta tolong yang dikeluarkan dengan sisa tenaga terakhir, disusul raungan baling-baling helikopter yang kian mendekat.Itulah rekaman terakhir yang dulu mati-matian kubuat dengan ponsel tua yang hampir kehabisan baterai. Aku berpikir, kalau kami benar-benar mati, setidaknya masih ada sesuatu yang tersisa. Aku tidak pernah menyangka, rekaman itu akan menjadi bukti krusial yang mengungkap kebenaran.Tatapan semua

  • Kulepaskan Pria yang Tak Menghargaiku   Bab 5

    Tatapanku membeku, hatiku perlahan mencelos. Setelah turun dari gunung salju waktu itu, Althea adalah perawat yang menjagaku.Saat itu aku tidak punya keluarga, dan karena pita suaraku rusak, aku tidak bisa berbicara untuk beberapa waktu. Di sisiku hanya ada dia. Melihatku bosan, dia sering bercerita tentang berbagai hal sepele sejak mulai bekerja. Aku pun menceritakan kepadanya semua yang terjadi di gunung salju.Sampai akhirnya dia tahu, pria yang terbaring di ICU itu ternyata adalah Nathan, tuan muda Keluarga Lucarno di ibu kota. Pada hari aku dijemput Keluarga Lucarno untuk keluar dari rumah sakit, dia mencuri tali merah milikku dan menemui Nathan.Dia berkata, gadis bisu sepertiku mana mungkin bisa menyanyikan lagu nina bobo.Althea mengulang semua yang kuceritakan kepadanya kepada Nathan, sementara tatapan Nathan padaku kian lama kian dingin."Aku menganggap Ivory sebagai teman, makanya aku menceritakan semua ini padanya. Aku nggak menyangka dia malah ingin meraup uang dengan men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status