MasukMaya tertidur lelap setelah penyatuan fisik mereka yang penuh gairah sembari dipeluk Wildan dari belakang. Keesokan malamnya, realitas kembali bergeser pada brutalnya eksekusi jalanan di kawasan Pelabuhan Utara Jakarta.Awan hitam menggantung rendah di atas dermaga. Hujan rintik-rintik mulai turun membasahi jalanan aspal, menciptakan genangan air yang memantulkan cahaya temaram dari lampu jalan. Udara malam terasa sangat dingin dan berbau garam laut, namun ketegangan yang menguar di area pergudangan sepi itu justru membuat suhu terasa mendidih.Sebuah truk trailer panjang melaju pelan melewati deretan peti kemas yang menjulang tinggi. Sesuai dengan instruksi taktis Wildan sehari sebelumnya, ini adalah sebuah kontainer baru milik Black Wolf yang sengaja dikirim melewati jalur pelabuhan tanpa pengawalan mencolok.Mengetahui pergerakan tersebut melalui informannya di pelabuhan yang sudah disuap, puluhan anak buah Hendra sudah bersiaga penuh di balik tumpukan kargo, bersiap untuk melancar
Malam semakin larut menyelimuti ibu kota. Setelah merampungkan strategi balasan mematikan bersama Beno di markas Black Wolf, Wildan memacu mobil SUV-nya membelah jalanan sepi menuju mansion mewahnya. Di dalam kabin mobil, aura membunuh dan ketegangan akibat krisis sabotase di pelabuhan masih melekat kuat. Rahang pria itu mengeras tajam memikirkan kelicikan Indra dan Hendra.Namun tepat ketika roda mobilnya melewati gerbang besi kediamannya, air mukanya berubah drastis. Sang bos besar yang baru saja merencanakan kuburan massal untuk musuhnya, dengan sadar melepas seluruh atribut kekejamannya. Ia tidak akan pernah membawa hawa darah, masalah bisnis, dan dendam ke dalam rumah ini.Wildan melangkah masuk melalui pintu utama. Ruang tengah terasa hangat, diterangi lampu temaram. Matanya langsung menangkap sosok Maya yang sedang bersandar lemah di atas sofa panjang berlapis kulit.Melihat Maya, kelembutan seketika mengambil alih seluruh saraf Wildan. Kehamilan Maya yang kini mulai memasuki m
Kesepakatan kotor kembali terjalin. Malam harinya, Hendra mulai menggunakan koneksi mafia pelabuhannya untuk menyabotase rantai pasokan bengkel Black Wolf. Rencana mereka berjalan sangat mulus. Dua kontainer besar berisi mesin impor dan suku cadang pesanan Wildan yang baru saja bersandar di dermaga, dicegat dan disita secara ilegal di kawasan pelabuhan utara oleh oknum petugas yang sudah disuap habis-habisan oleh Hendra.Keesokan paginya, suasana di bengkel utama Black Wolf yang biasanya hanya dipenuhi deru mesin mobil mewah, mendadak diliputi ketegangan yang sangat pekat. Beno melangkah tergesa-gesa menyusuri lorong dan langsung masuk ke dalam ruang kerja Wildan dengan wajah tegang yang dibasahi keringat."Bos, kita punya masalah besar," lapor Beno tanpa basa-basi sambil meletakkan beberapa dokumen manifest pengiriman ke atas meja kerja. "Kontainer suku cadang VVIP kita ditahan paksa di pelabuhan."Wildan yang sedang memeriksa laporan keuangan bengkel menaikkan sebelah alisnya. Pria
Setelah berhasil meyakinkan sang Jenderal dengan kebohongan tentang hilangnya Bisma secara tiba-tiba, Indra kembali mendapatkan ruang bernapas yang sangat ia butuhkan. Keraguan yang berhasil ia tanamkan di kepala ayahnya membuat eksekusi hukuman keluarga tertunda. Sang Jenderal yang selalu mengandalkan fakta lapangan akhirnya memilih untuk diam-diam menyelidiki kebenaran dokumen itu terlebih dahulu melalui jalur intelijen militernya sendiri sebelum mengambil keputusan fatal.Karena ayahnya menunda hukuman, Indra langsung memanfaatkan celah emas tersebut untuk merancang serangan balik. Ia tahu bahwa konfrontasi fisik langsung di wilayah kekuasaan musuhnya sudah tidak lagi efektif. Wildan bukan lagi sekadar mantan kuli serabutan atau montir jalanan biasa.Pria itu kini adalah bos besar yang memiliki reputasi tinggi, dukungan penuh dari publik, dan puluhan pasukan yang sangat loyal.Malam harinya, Indra menyelinap keluar dari rumahnya yang dikawal ketat oleh pengawal yang diutus oleh ay
Bab 99Di tengah pusaran badai media yang diciptakan oleh Jaksa Bisma, faksi bawah tanah Wildan tidak membiarkan momentum itu berlalu begitu saja. Untuk mematahkan fitnah penculikan secara permanen tanpa perlu memicu benturan secara langsung dengan keluarga Jenderal Soebroto, Sonia mengeksekusi langkah pamungkasnya.Dari balik meja kerjanya, pengacara licin itu menyebarkan sebuah video klarifikasi yang direkam oleh Maya secara anonim ke seluruh platform media sosial dan stasiun berita nasional.Dalam video berdurasi tiga menit tersebut, Maya tampil dengan wajah tenang dan tatapan tegas. Ia menyatakan dengan gamblang bahwa ia melarikan diri atas kemauannya sendiri demi menghindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya. Maya menegaskan bahwa tidak pernah ada penculikan, dan Wildan hanyalah sosok penolong yang menyelamatkan nyawanya.Dampak dari penyebaran video itu luar biasa masif. Bukti visual tersebut menyempurnakan nyanyian Bisma di KPK. Hari itu juga, sta
'Indra pasti akan mengerahkan pembunuh bayaran untuk memburuku setelah siaran ini, dan Wildan si bajingan itu juga tak lagi membutuhkanku. Kalau aku tetap di sini, aku cuma bakal jadi mayat atau narapidana miskin,' batin Bisma panik.Bisma segera menyetop sebuah taksi yang lewat di jalan raya seberang gedung."Cepat, Pak! Ke perumahan elit Menteng sekarang!" perintah Bisma dengan napas memburu, membanting pintu taksi. Ia menuju rumah keduanya yang memang sengaja digunakan untuk menyimpan aset uang haramnya.Sesampainya di rumah mewahnya, Bisma tidak membuang waktu satu detik pun. Ia berlari ke ruang kerjanya yang sepi, membuka lukisan besar di dinding, dan memutar kombinasi brankas rahasianya.Ia mengambil sebuah pasp







