Startseite / Urban / Kuli Gagah Spesialis / 125. Buat perhitungan

Teilen

125. Buat perhitungan

last update Veröffentlichungsdatum: 21.08.2026 21:39:51

Hilangnya lapisan pelindung bayaran di sekitar tempat persembunyian Indra memberikan jalan yang luar biasa lapang bagi invasi mematikan serangan sang penguasa jalanan.

Tepat pada tengah malam, Wildan memimpin langsung operasi penyerbuan senyap ke dalam gedung penthouse tersebut. Ia tidak menggunakan lift utama. Bersama Beno dan lima anggota elit Black Wolf, Wildan menggunakan akses jalur servis untuk menembus masuk tanpa memancing perhatian pihak keamanan reguler gedung.

Di lantai empat puluh,
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kuli Gagah Spesialis   125. Buat perhitungan

    Hilangnya lapisan pelindung bayaran di sekitar tempat persembunyian Indra memberikan jalan yang luar biasa lapang bagi invasi mematikan serangan sang penguasa jalanan.Tepat pada tengah malam, Wildan memimpin langsung operasi penyerbuan senyap ke dalam gedung penthouse tersebut. Ia tidak menggunakan lift utama. Bersama Beno dan lima anggota elit Black Wolf, Wildan menggunakan akses jalur servis untuk menembus masuk tanpa memancing perhatian pihak keamanan reguler gedung.Di lantai empat puluh, lorong menuju unit penthouse itu sunyi senyap. Tidak ada satu pun penjaga bertubuh kekar yang tersisa untuk menghalangi mereka."Bersih, Bos. Tikus-tikus bayaran itu udah kabur semua gara-gara uangnya kita sita siang tadi," lapor Beno dengan suara berbisik, memegang linggis baja di tangan kanannya."Bagus. Buka pintunya. Paksa," perintah Wildan dengan nada sangat dingin.Sementara itu, di dalam ruang utama penthouse, Indra sedang duduk santai di atas sofa kulit mewahnya. Ia baru saja menuangkan

  • Kuli Gagah Spesialis   124. Indra terpojok

    Instruksi darurat dari Wildan langsung memicu perburuan siber di markas bawah tanah Black Wolf. Sepanjang malam, ruang rapat itu berubah menjadi pusat komando yang luar biasa sibuk dan tegang. Tim peretas bayaran Wildan bekerja tanpa henti, mengerahkan seluruh sumber daya komputasi yang mereka miliki untuk membongkar enkripsi digital yang digunakan oleh peretas suruhan Indra."Gimana progresnya? Waktu kita nggak banyak!" tuntut Wildan. Pria itu berdiri menjulang di belakang kursi ketua peretas, matanya menatap tajam ke arah barisan kode yang bergerak acak di layar."Sistem mereka pakai perutean anonim di tiga negara berbeda, Bos. Pertahanannya lumayan rapat," jawab sang ketua peretas tanpa mengalihkan pandangannya dari monitor. Keringat dingin menetes di pelipisnya. "Tapi berkat dana server VIP yang Bos kasih barusan, kita bisa maksa nembus gerbang utamanya sekarang."Akibat kepiawainan anak-anak buah Wildan di bagian IT yang sangat cerdas dan juga kucuran dana operasional yang begit

  • Kuli Gagah Spesialis   123. Menyeret Indra!

    Cincin berlian di jari manis Maya kini terasa sangat berat dan mencekik. Maya mencoba menarik cincin itu, namun ukurannya yang terlampau pas membuatnya sulit dilepas. Ia akhirnya hanya bisa menangis sesenggukan, terjebak dalam sangkar pria yang ternyata menyimpan dendam paling mematikan pada keluarganya.Sementara itu, di luar pintu kamar yang terkunci rapat, Wildan tidak beranjak satu sentimeter pun. Pria itu terduduk lemas di atas lantai marmer yang dingin. Punggung lebarnya bersandar kaku pada daun pintu kayu jati. Perasaan frustrasi yang mendidih membakar dadanya.Langkah kaki terdengar mendekat. Wulan berjalan menghampiri adiknya dengan raut wajah yang sama hancurnya. Mata wanita paruh baya itu sembab sehabis menangis."Wil ... kamu mau sampai kapan ngurung Maya di dalam sana? Kasihan dia, Wil. Kondisi mentalnya lagi nggak stabil, apalagi dia lagi hamil," tegur Wulan pelan, ikut duduk berjongkok di sebelah adiknya.Wildan mendongak, menatap kakaknya dengan mata merah yang memanc

  • Kuli Gagah Spesialis   122. Murka salah paham

    "Nggak," jawab Wildan cepat. “Aku nggak akan keluar dari sini.” Ia melangkah maju dan berdiri menjulang di depan ranjang. Matanya menatap Maya dengan nanar dan juga penuh penyesalan. "Dengerin aku baik-baik, Maya,” ucap Wildan, sengaja mengubah nada bicaranya menjadi lebih tinggi, untuk menunjukkan ketegasannya. "Aku nggak peduli kamu mau nangis, kamu mau mukul aku, atau kamu mau teriak benci sama aku tiap hari. Kamu tetep bakal ada di rumah ini. Kamu nggak akan aku biarin keluar satu langkah pun dari kamar ini." "Kamu egois! Kamu nyekap aku sama persis kayak yang dilakuin Mas Indra!" balas Maya dengan suara bergetar menahan marah. "Iya, aku egois!" potong Wildan tanpa ragu. "Karena kalau aku biarin kamu keluar, Indra bakal langsung nyulik kamu. Dia yang kirim email arsip pengadilan itu ke tablet kamu buat misahin kita dengan salah paham. Kamu pikir aku bakal ngebiarin rencana bajingan itu berhasil? Nggak akan pernah." Maya menatap nanar wajah pria di hadapannya. Hatinya benar

  • Kuli Gagah Spesialis   121. Maya benci

    Penolakan kasar dan tamparan keras dari Maya menciptakan keheningan yang luar biasa mencekam di dalam ruang tengah tersebut. Suara tamparan itu seolah memekakkan telinga. Wulan yang masih duduk berlutut di atas karpet menahan napasnya, tidak berani bersuara atau bergerak sedikit pun.Wildan, pria yang biasanya selalu memiliki kendali atas segala situasi di jalanan maupun di dalam bengkelnya, kini hanya bisa terdiam membeku. Rahangnya mengeras tajam. Urat-urat di lehernya menonjol menahan gejolak emosi yang tertahan di dada."May, aku mohon. Dengerin penjelasanku dulu," ucap Wildan dengan suara bariton yang parau."Penjelasan apa lagi?!" jerit Maya. Matanya menatap Wildan dengan sorot penuh rasa jijik. "Semua bukti udah ada di depan mata kamu! Kamu sengaja jadi montir di bengkel Mario. Kamu sengaja nolongin aku. Kamu nyembunyiin identitas ayahku yang ternyata jadi saksi palsu buat ibumu! Semuanya cuma rencana balas dendam, kan?!"Wildan mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat di sisi tub

  • Kuli Gagah Spesialis   120. Ternyata Ayah Maya

    Mata Maya terpaku pada deretan nama yang tertulis di layar tabletnya. Tepat di bawah nama Indra Wiguna, deretan nama saksi-saksi persidangan itu memuat satu nama yang sangat ia kenal. Nama yang membuat aliran darah di sekujur tubuhnya berhenti berdesir.Saksi-saksi: Surya Kusuma.Itu adalah nama mendiang ayah kandungnya.Menyadari fakta bahwa salah satu saksi pemberat hukuman ibu kandung Wildan adalah ayahnya sendiri, dunia Maya seketika runtuh berkeping-keping. Tablet pintar di tangannya terlepas hingga jatuh membentur lantai karpet akibat jari-jarinya yang bergetar hebat kehilangan tenaga.Napas Maya menjadi sangat sesak. Ia meraup udara dengan mulut terbuka, seolah pasokan oksigen di dalam ruangan luas itu tiba-tiba tersedot habis tak tersisa. Rentetan kebetulan yang selama ini ia anggap sebagai takdir mendadak menjelma menjadi sebuah konspirasi yang sangat kejam. Ia akhirnya menyadari bahwa seluruh awal mula hubungannya dengan Wildan murni didasari oleh motivasi balas dendam yang

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status