Share

Bab 84

Author: Risya Petrova
last update publish date: 2026-08-08 23:43:42

Di dalam kediaman mewah yang dijaga ketat oleh puluhan pasukan Black Wolf, realitas perang seakan tertahan di luar gerbang tinggi bangunan tersebut. Kontras dengan Indra yang sedang sibuk merancang pembantaian berdarah bersama aliansi mafianya, suasana di kediaman Wildan justru terasa luar biasa hangat dan damai.

Aroma masakan rumahan yang lezat menguar dari arah dapur, menyapu bersih sisa-sisa trauma psikologis yang selama ini bersarang di dada Maya.

Wulan, dengan celemek melingkar di pinggan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kuli Gagah Spesialis   178. Kandungan Maya

    BRAK!!Pintu besi ruang penyekapan di ujung lorong paling gelap dari lambung kapal itu akhirnya ditendang hancur hingga terlepas sepenuhnya dari engsel. Suara benturan besi menghantam lantai bergema sangat keras, memecah kesunyian di dalam ruangan pengap tersebut.Sosok Wildan yang bermandikan darah melangkah masuk menembus kepulan asap tebal. Kemejanya yang terkoyak basah oleh campuran darahnya sendiri dan darah musuh. Tatapan matanya lurus, dingin, dan memancarkan aura kematian pekat layaknya dewa penjemput nyawa.Di dalam ruangan sempit berbau karat tersebut, Indra Wiguna berdiri mematung. Wajah cacatnya mendadak pucat pasi seperti mayat. Senjata api yang berada di tangan kanannya bergetar hebat sebelum akhirnya terlepas dan jatuh menatap lantai besi."Nggak ... nggak mungkin …," bisik Indra dengan suara bergetar tak percaya. Matanya terbelalak menatap rivalnya. "Kamu udah mati! Aku lihat sendiri foto tubuhmu bersimbah darah semalam!""Gue nggak bakal mati sebelum potong leher lo,

  • Kuli Gagah Spesialis   177. Balas dendam

    Bab 177DOR! DOR! DOR!Dua granat kejut dilempar masuk ke dalam lorong bawah lambung kapal, disusul dentuman keras yang memekakkan telinga. Asap putih tebal seketika memenuhi lorong besi yang sempit dan pengap tersebut.Anak buah Kohar yang berjaga di balik barikade peti kayu panik luar biasa. Mereka mencoba membalas tembakan secara membabi buta ke arah pintu masuk, namun arah peluru mereka berantakan karena mata mereka perih dan telinga mereka berdengung."Maju! Bantai mereka semua!" teriak Wildan memberikan komando.Pasukan Black Wolf bersama para tentara bayaran merangsek masuk tanpa takut. Rentetan tembakan senapan otomatis seketika menggema memekakkan telinga di seluruh lorong bawah kapal. Suara pecahan kaca, desingan peluru yang memantul di dinding besi, dan jeritan histeris musuh menyatu dalam kekacauan massal.Sebab komplotan preman bayaran milik Kohar pada dasarnya hanyalah sekumpulan bajingan jalanan yang bertarung murni demi bayaran uang, moral tempur mereka langsung hancur

  • Kuli Gagah Spesialis   176. Semuanya demi kamu

    Sesampainya di geladak atas, Wildan menarik napas pelan dan melompat melewati pagar pembatas kapal. Ia langsung berjongkok di balik tumpukan tong besi.Kondisi area penjagaan luar benar-benar menguntungkan Wildan. Para penjaga pesisir dan pembunuh bayaran yang disewa oleh Kohar terlihat sangat lengah menjaga perimeter luar. Mereka sedang duduk melingkar di atas peti kayu, mabuk oleh euforia kemenangan palsu setelah menghancurkan mansion Wildan malam sebelumnya.Di titik itu, terdapat empat orang penjaga bersenjata laras panjang. Suara tawa dan obrolan mereka terdengar sangat santai."Kohar berani bayar kita dobel cuma buat jaga kapal rongsokan ini. Enak banget kerjaan kita malam ini," ucap salah satu penjaga berambut gondrong sambil menenggak bir kalengnya."Iyalah santai, musuh utamanya aja udah mampus semalam," balas temannya yang memakai jaket kulit. "Si Wildan itu pasti udah mati kehabisan darah di rumahnya sendiri. Gue lihat sendiri perutnya robek. Si Indra juga nekat, istri oran

  • Kuli Gagah Spesialis   175. Terjepit

    Karena dikurunng dan dikekang oleh Indra, menyebabkan isa-sisa harapan di dada Maya perlahan mulai meredup. Rasa putus asa menekan dadanya dengan sangat kuat. Pengkhianatan ibunya dan foto Wildan yang bersimbah darah benar-benar menghimpit kewarasannya. Ia merasa sepenuhnya sendirian dan tidak berdaya di tengah laut.Namun di tengah isak tangisnya yang memilukan, Maya tiba-tiba merasakan sebuah tendangan kecil dari dalam perutnya. Janinnya bergerak.Gerakan pelan itu seakan menjadi tombol penyadar bagi Maya. Insting keibuannya untuk melindungi darah daging Wildan langsung merespons dan mengambil alih seluruh ketakutannya. Ia sadar, jika ia terus menangis dan menyerah pada rasa takut, Indra pasti akan mencelakai bayinya cepat atau lambat. Ia harus bertahan hidup. Ia harus kuat demi anak mereka.Kekuatan terselubung yang luar biasa kokoh mendadak muncul dari dasar hati Maya. Ia menarik napas panjang, menelan seluruh isak tangisnya secara paksa, dan mengangkat wajahnya yang masih basah.T

  • Kuli Gagah Spesialis   174. Iring-iringan

    Dokter Sisca langsung menyuntikkan obat penenang dosis rendah ke lengan Wildan. Wajah dokter cantik itu memerah karena marah sekaligus khawatir."Otot perutmu robek parah, Wildan! Tubuhmu kehabisan banyak darah!" bentak Sisca tegas. "Kalau kamu nekat jalan sekarang, jahitanmu bakal jebol total. Kamu bisa mati konyol di tengah jalan sebelum sempat ketemu Maya! Paham nggak?!"Wildan memukul lantai beton dengan kepalan tangannya yang bergetar. Frustrasi absolut menghancurkan egonya. Ia adalah raja jalanan, tapi saat ini ia bahkan tidak sanggup berdiri untuk menyelamatkan istrinya sendiri."Maya lagi disekap sama psikopat, Dok! Gue nggak bisa cuma diam tidur di sini!" jerit Wildan tertahan, air mata keputusasaan menggenang di pelupuk matanya."Gue paham, Bos. Kita semua juga mau selamatin Mbak Maya," bujuk Beno, memapah Wildan kembali ke atas ranjang dengan sangat hati-hati. "Tapi Dokter Sisca benar. Fisik lo hancur lebur. Kasih waktu dua hari buat penyembuhan awal. Kalau lo mati, siapa y

  • Kuli Gagah Spesialis   173. Tak bisa

    Akibat manipulasi mental dan teror verbal tanpa henti di dalam ruangan pengap itu, sisa-sisa harapan di dada Maya perlahan mulai meredup. Rasa putus asa menekan dadanya dengan sangat kuat. Pengkhianatan ibunya dan foto Wildan yang bersimbah darah benar-benar menghimpit kewarasannya. Ia merasa sepenuhnya sendirian dan tidak berdaya di tengah laut.Namun di tengah isak tangisnya yang memilukan, Maya tiba-tiba merasakan sebuah tendangan kecil dari dalam perutnya. Janinnya bergerak.Gerakan pelan itu seakan menjadi tombol penyadar bagi Maya. Insting keibuannya untuk melindungi darah daging Wildan langsung merespons dan mengambil alih seluruh ketakutannya. Ia sadar, jika ia terus menangis dan menyerah pada rasa takut, Indra pasti akan mencelakai bayinya cepat atau lambat. Ia harus bertahan hidup. Ia harus kuat demi anak mereka.Kekuatan terselubung yang luar biasa kokoh mendadak muncul dari dasar hati Maya. Ia menarik napas panjang, menelan seluruh isak tangisnya secara paksa, dan mengangk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status