Share

Chapter 8

Author: Rara Radika
last update publish date: 2026-06-04 21:18:29

Sosoknya yang amat gagah melangkah gontai di dalam kegelapan. Derap langkah yang berat menjadi backsound menyeramkan dikala heningnya malam. Disertai suara-suara rantai yang di seret dan pintu besi berkarat yang dibuka menimbulkan bunyi nyaring membuat sesuatu di dalamnya kontan terjaga.

Meraung ganas seekor serigala hitam di dalam kandang jerusi besi. Matanya yang tajam meruncing menelisik pada sosok gagah di dalam kegelapan, mengendus mengenali sosok tuannya lantas bersimpuh serigala tersebut pada sang empu.

Demiral menerima rantai besi yang disodorkan oleh penjaga bertubuh besar bak algojo. Lalu dikalungkan rantai tersebut pada leher serigala ganas miliknya, membawa hewan buas itu keluar dari dalam kandang.

Dia menggiring hewan buas besar berbulu hitam tersebut pada lorong yang gelap, sesekali raungan ganasnya serigala membuat segala bulu tubuh bergidik ngeri. Di belakangnya, dua orang algojo mengetuk setiap pintu kiri dan kanan menggunakan tongkat besi. Sengaja membuat semua pikiran yang ada di dalamnya agar terus terjaga.

Mereka terhenti pada sebuah pintu besi yang dikunci dengan rantai serta gembok besar. Seorang algojo membukanya, mempersilahkan sang empu masuk. Di dalam terdapat penjara berjeruji besi, berisikan seongok manusia bernyawa dengan luka dan darah pada sekujur tubuhnya.

Tali pegangan hewan itu sengaja di lepas, yang mana ia langsung berlari meraung serta mencakar-cakar jeruji besi yang menghalanginya dari sang mangsa.

Seseorang di dalamnya meringis dengan lemah. Terbaring pasrah tidak bisa berbuat apapun sebab rasa sakit menyertai setiap inci dari tubuhnya. Nafasnya yang sesak serta berat membuatnya berharap untuk cepat dihukum mati. Namun ketika melihat serigala lapar yang siap mencabik dagingnya, nyali pria ini menjadi menciut.

"Inilah saatnya."

Demiral memberi titah pada sang algojo untuk membuka jeruji besi sang tawanan tersebut. Bunyi rantai serta gembok besar terdengar nyaring saling bergesekan, sementara di bawah sudah ada serigala lapar yang siap menerkam.

Raungan serigala disertai jeritan kesakitan menggema di dalam lorong yang gelap itu. Membuat semua nyawa yang berada di dalamnya ikut merasakan kesakitan serupa. Raungan, jeritan, serta tangis meminta ampun terdengar begitu nyaring sebelum akhirnya perlahan-lahan mulai menghilang berbarengan dengan nyawa yang melayang.

Itulah akibatnya untuk seorang pengkhianat. Tiga peluru yang bersarang pada tubuhnya yang diberikan oleh Demiral satu pekan yang lalu tidak membuatnya mati. Membuat sang pengkhianat dengan gila melontarkan semua fakta sisi bisnis yang dijalani oleh sang empu yang ia khianati pada aparat berwajib. Membuat waktu berharga milik tuanya terbuang guna membuat klarifikasi.

Satu algojo lainya datang ke dalam ruangan, menyampaikan pesan pada Demiral yang lantas pria itu langsung keluar dari sana, pergi berjalan pada lorong yang gelap lalu keluar melalui pintu yang langsung terhubung dengan aula Villa.

Nolan Hugo berdiri di sisi jendela, berdiri memasukan dua tanganya pada saku celana sembari memandang taman yang indah di luar. Ia menoleh saat mendengar suara derap kaki melangkah.

"Kau memanggilku?" tanya Demiral. Diambilnya satu kotak nikotin dari dalam saku, yang hendak ia sulut namun gerakan tanganya seketika terhenti saat mengingat perkataan seorang wanita.

Aku rasa kau tidak merokok.

Ck. Pria itu berdecak. Mematik api menyulut batang nikotin, menghisap asap nikotin itu dalam-dalam lalu ia hembuskan perlahan.

"Kau tidak membawa apapun pergi bersamamu?" tanya Nolan yang kontan membuat Demiral enggan kembali menghisap nikotin miliknya. Pria itu tersenyum miring, menjatuhkan batang nikotin tersebut ke bawah lalu ia injak dengan kasar.

"Tidak ada yang perlu kubawa," jawabnya singkat.

Kemudian dua pria itu saling berhadapan, memandang dengan begitu tajam dari dalam manik masing-masing yang terasa ngeri mematikan. Satu detik kemudian Nolan terkekeh, kembali pada raut wajahnya yang manis dan cerita layaknya seorang aktor.

"Aku percaya padamu. Baiklah, aku masih memiliki tugas yang perlu kuselesaikan," ucapnya, lalu say hello pada wanita cantik yang mengenakan gaun tidur seksi warna merah di lantai dua yang sejak tadi tengah menunggunya.

Nolan berbalik pergi. Senyuman manis pria itu hilang saat ia sudah tidak berhadapan lagi dengan Demiral. Raut wajah manisnya berubah menjadi dingin sedingin es, tanpa ekspresi dan sedatar lautan.

Ia menggiring wanita cantiknya masuk ke dalam kamar di lantai dua. Mengunci pintu rapat. Dihempaskannya tubuh sintal itu ke atas ranjang, Nolan tarik satu kaki jenjangnya ke atas lalu ia kecup ringan.

"You're so perfect."

Kemudian, ia buka kemeja putih miliknya dan terpampanglah dada bidang serta otot-otot perutnya yang dibentuk begitu sempurna, sangat seksi memesona. Kembali Nolan tarik kaki sang wanita, membukanya lebar-lebar ia kangkangkan. Mencondongkan wajahnya pun menunduk, disesapinya inti tubuh wanitanya yang kontan membuat sang pemilik mendesah kuat, mencengkram rambut blonde milik pria itu sensual.

"U-uh Nolan ...."

Sang wanita sudah kelojotan tidak tahan, Nolan menarik tubuhnya menjauh, mencengkram rambut wanita itu lalu ia arahkan batangnya yang sudah berdiri tegak pun keras menantang pada mulut sintal tersebut. Dilumat, hisap, dan ia mainkan lidahnya di dalam kuluman batang panjang itu membuat Nolan semakin keras mencengkram rambutnya serta gencar menggoyangkan pinggul.

"Oh shit!"

Dua tangan Nolan bergerak cepat di atas kepala sang wanita, membuatnya bergerak cepat serta menelan habis batangnya yang panas. Ia sodokan lebih dalam, dalam, dan sangat dalam pada sentakan terakhir, mengeluarkan semua cairan putih kental itu di dalam mulut yang langsung ditelan habis tak tersisa.

Kemudian pria itu berbaring, membawa tubuh wanitanya ke atas pangkuan. Membiarkan bokong sintal itu bergerak maju mundur dan memakan habis batangnya yang panas. Gencar gerakan pinggulnya berpengalaman, membuat suara cepakan antara kulit dengan daging paha yang montok bertabrakan.

Suara desahan keduanya beradu, serta nafasnya yang memburu-buru. Permainan mereka semakin panas saat posisi wanita duduk berbalik membelakangi Nolan yang berbaring. Gencar serta kuat goyangan pinggulnya amat membuat geli dan ngilu. Sekali lagi Nolan hentakan pinggulnya dari bawah, hentakan dalam dan kembali menyemburkan air-air kental panasnya di dalam perut sang wanita.

Wanita tersebut ambruk di samping Nolan yang langsung memeluknya. Saling mengatur nafas yang masih membara tak karuan, memasukan kembali oksigen yang terkuras habis keluar. Keduanya saling menatap dengan sayu-sayu redup.

"I like your eye."

"Just my eye?"

"Haha. I like you too."

Sementara itu di lantai bawah. Demiral masih terpaku pada posisi awalnya berdiri. Menyulut beberapa batang nikotin yang ia hisap habis. Dua algojo mendekatinya, menyeret seorang wanita dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Mr. Nolan membiusnya."

Demiral tetap berdiri memandang keluar jendela. Tidak ia lihat wanita malang itu sedetikpun.

"Antar dia pulang, pastikan kali ini untuk menidurkannya di atas ranjang."

"Baik."

Dua algojo tersebut kembali menyeret wanita cantik tersebut. Dapat Demiral lihat bayang-bayangnya dari balik kaca jendela. Wanita cantik bertubuh mungil, aktris naik daun yang kini sedang ramai diperbincangkan sebagai kekasih dari Nolan Hugo. Wanita malang itu, Emily.

******

"Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak memakai alas kaki? Ada apa dengan tampilanmu yang kacau?"

Semua pertanyaan itu hendak Louis layangkan pada wanita cantik yang duduk di sebelahnya. Menyender pada kursi serta menatap kosong jalanan di luar jendela. Valerie menjadi pendiam sejak ia menarik Louis untuk segera keluar dari pesta itu, ia juga tidak mengatakan apa yang telah terjadi pun Louis yang tidak mampu bertanya.

.

.

.

Bersambung ....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • LUST OBSESSION    Chapter 8

    Sosoknya yang amat gagah melangkah gontai di dalam kegelapan. Derap langkah yang berat menjadi backsound menyeramkan dikala heningnya malam. Disertai suara-suara rantai yang di seret dan pintu besi berkarat yang dibuka menimbulkan bunyi nyaring membuat sesuatu di dalamnya kontan terjaga. Meraung ganas seekor serigala hitam di dalam kandang jerusi besi. Matanya yang tajam meruncing menelisik pada sosok gagah di dalam kegelapan, mengendus mengenali sosok tuannya lantas bersimpuh serigala tersebut pada sang empu. Demiral menerima rantai besi yang disodorkan oleh penjaga bertubuh besar bak algojo. Lalu dikalungkan rantai tersebut pada leher serigala ganas miliknya, membawa hewan buas itu keluar dari dalam kandang. Dia menggiring hewan buas besar berbulu hitam tersebut pada lorong yang gelap, sesekali raungan ganasnya serigala membuat segala bulu tubuh bergidik ngeri. Di belakangnya, dua orang algojo mengetuk setiap pintu kiri dan kanan menggunakan tongkat besi. Sengaja membuat semua pi

  • LUST OBSESSION    Chapter 7

    Berdiri membelakangi meja yang tersusun kue-kue cantik dan indah di atasnya. Ia berdiri di sisi ruangan, sendiri seraya menimati sesapan redwine dari dalam gelas miliknya. Sementara Louis pergi ke kamar mandi, Valerie sendiri, terdiam dan matanya hanya focus menelisik setiap orang yang berada di aula besar tersebut. Ia tidak suka keramaian, tidak suka orang-orang palsu, dan juga tidak suka omong kosong. Oleh karena itu dirinya menepi. Sesapan pada cairan merah beralkohol miliknya telah tandas. Ia berbalik untuk mengambil gelas lainnya. Detik itu juga gerakan tangannya terhenti tatkala maniknya menangkap sesosok pria yang amat di kenalnya berjalan menuju lorong Villa. Demiral melangkah gontai memasuki lorong hingga hilang sosok pria itu terhalang pilar besar. Valerie masih memiliki dendam serta hutang pernyataan dari pria tersebut, bergegas ia pergi untuk menyusul ke mana pria itu melangkah. Pada sisi Villa, terdapat taman serta kolam renang berukuran cukup besar. Demiral pergi

  • LUST OBSESSION    Chapter 6

    Awan yang cerah, matahari bersinar begitu hangat, serta angin segar menerpa setiap inci kulit putih mulus yang terbuka dan bercahaya saat pantulan mentari menyorotinya.Wanita cantik itu terbaring di sebuah gazebo di tepi taman kediamannya. Hanya mengenakan celana pendek di atas paha serta kaos crop top tipis yang memperlihatkan pusarnya yang ditindik. Dia mengangkat kakinya yang terdapat bekas luka ke atas, mengingat kembali hal yang terjadi beberapa hari yang lalu.Itu adalah hari Minggu. Saat Valerie membawa Louis untuk mengelilingi kota Roma, berakhir dengan dirinya yang dibawa pergi oleh Demiral ke kediaman pria itu. Kemudian, dia terluka lalu pria itu mengobatinya. Setelahnya, Valerie tidak mengingat apapun selain terakhir ia melihat hujan badai berkabut di luar jendela.Besok paginya, beberapa penjaga menemukan Valerie berbaring di depan gerbang Mega mansion kediamannya, tidak sadarkan diri serta linglung. Entah apa yang terjadi, tapi Valerie yakin jika itu adalah perbuatan Dem

  • LUST OBSESSION    Chapter 5

    Hujan badai serta angin kencang masih melanda kota Roma, membuat kemacetan di mana-mana. Sembari menunggu supir menjemput, wanita cantik itu memutuskan untuk ikut Demiral naik pada penthouse pria tersebut. Keduanya kini berada dalam private lift menuju lantai tujuan. Hening di antara mereka, tidak ada percakapan apapun selama beberapa menit di dalam sana.Private lift mengantar langsung pada pintu penthouse Demiral. Di depan, sudah ada Lucas yang menunggu bigbosnya sedari tadi. Pintu penthouse telah terbuka, beberapa orang pria bertubuh tegap berpakaian jas rapih tengah duduk di dalam sana."Bawa dia ke lantai atas," pinta Demiral pada Lucas. Kemudian setelah itu, ia pergi untuk bergabung dengan beberapa pria yang sempat memandang Valerie dengan tatapan heran.Lucas mempersilahkan Valerie masuk. Lalu ia bawa Valerie naik tangga menuju lantai dua, membukakan satu ruangan untuk wanita itu tempati. Sebuah kamar."Mohon tunggu di sini, Ms. Yoxavos."Lucas pergi setelah menutup pintu. Men

  • LUST OBSESSION    Chapter 4

    Hari ini pagi-pagi sekali. Valerie mengajak Louis untuk mengelilingi pusat kota Roma. Karena pria tersebut baru menginjakan kakinya di ibukota Italia, Valerie berniat dengan baik hati mengajaknya untuk pergi jalan-jalan dan memperkenalkan kota kelahirannya pada pria tersebut. Dia mengajaknya untuk menikmati sarapan khas di sana, pergi berbelanja, dan juga pergi menonton film.Alih-alih membuat Louis menikmati, Valerie malah lebih menikmatinya sendiri, bahkan dia mengajak Louis pergi ke tempat yang ada di dalam daftar otaknya selama ini. Louis pergi menemaninya, dan bukan sebaliknya. Itu terlihat jelas di mata Valerie jika wanita itu benar-benar antusias ketika berkeliling.Kini keduanya berakhir di sebuah kedai ice cream. Setelah itu, mereka berjalan bersama menyusuri trotoar jalan sembari memakan Ice cream di tangan.Valerie berpakaian Casual hari ini. Rok mini sepaha dan kaos putih bergambar kucing. Memakai topi pada rambutnya yang sengaja diurai agar orang-orang di sekitar tidak te

  • LUST OBSESSION    Chapter 3

    Valerie melenggang cepat seraya melihat ke sekitar sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang terparkir dengan mesin menyala di basement. Sedetik kemudian wanita cantik itu kontan tersentak saat mendapati seorang pria dengan kaca mata beningnya di dalam sana, duduk tepat di sampingnya. Lantas pria tersebut menatap Valerie heran.Wanita cantik ini menggigit bibir bawahnya, menoleh pada jendela mobil yang mana sudah banyak wartawan di luar sana. Ia tidak bisa keluar."Mereka semua mengejar ku, sial!" gumam Valerie rendah. Lalu wajahnya kembali lagi menilik pria dingin di sebelahnya."Maafkan aku, tapi bisakah kau membawaku keluar dari sini?" pinta Valerie dengan wajah memohon."Jalan." Perintah pria tersebut pada sang supir yang langsung menurutinya, menekan pedal gas dan pergi dari area basement tersebut."Terima kasih," tutur Valerie lega. "Apa kau akan pulang?" tanya Demiral, yang ternyata pria yang berada di dalam mobil tersebut adalah Demiral. Pria itu datang unt

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status