ログインLin Feng dan Luo Ning kemudian masuk kedalam kamar mereka setelah membayar biaya penginapan kepada pelayan. "Ning'er bisa tidur di kasur, feng gege akan tidur di lantai," kata Lin Feng. "Aku ingin tidur satu kasur bersama feng gege," balas Luo Ning. Lin Feng menelan ludahnya, namun dia tidak menolak permintaan Luo Ning dan tidur bersama dalam kasur yang sama. Sebagai seorang lelaki yang normal, Lin Feng sangat bergairah dan berhasrat kepada Luo Ning. Tanpa terasa, mereka mulai memadu kasih dan melakukan pergumulan yang sangat dahsyat. Keesokan harinya, muka Lin Feng dan Luo Ning terasa segar setelah hampir satu malam melakukan pergumulan. "Feng gege, mulai sekarang Luo Ning milik Feng gege," kata Luo Ning. Lin Feng mengangguk. "Kalau begitu, ayo kita lakukan sekali lagi!" Lin Feng langsung memeluk Luo Ning dan mereka berdua kembali melakukan pergumulan. Setelah merasa puas, Lin Feng dan Luo Ning mandi dan mengganti pakaian mereka. Mereka kemudian keluar dari penginapan untuk m
"Aku masih hidup dan akan membunuhmu." Lin Feng tiba-tiba muncul dihadapan Kin Mo dan langsung mencekiknya. Kin Mo sekarang bukanlah tandingan Lin Feng sehingga dia tidak berkutik dihadapan Lin Feng. Kin Mo berusaha melepas cekikan tangan Lin Feng, namun dia tidak dapat melakukannya. "Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi sekuat ini?" Kin Mo sangat heran dengan perkembangan Lin Feng yang sangat drastis. "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini," jawab Lin Feng sambil mengeluarkan pedangnya. Lin Feng kemudian menusuk perut Kin Mo sehingga Kin Mo tewas begitu saja tanpa perlawanan yang berarti. Setelah berhasil menghabisi Kin Mo, Lin Feng kembali melompat dan menapakkan kakinya di gunung tengkorak. "Siapa yang datang ke tempatku?" Iblis yansen merasakan aura yang tidak bersahabat yang dikeluarkan oleh Lin Feng. Iblis yansen kemudian keluar dari istananya dan mencari aura Lin Feng tersebut hingga menjumpai Lin Feng di area padang rumput. "Siapa kamu?" tanya iblis yansen set
Lin Feng dan Lin Long kemudian menyantap hidangan yang disediakan oleh raja nalendra dengan sangat lahap. Setelah selesai makan, Lin Feng dan Lin Long pergi dari istana meninggalkan raja nalendra dan menteri-menterinya. Saat sedang berjalan, seorang kelompok penyembah iblis bernama Kin Mo menghadang langkah Lin Feng dan Lin Long. "Kalian telah membunuh tiga kelompok penyembah iblis, dan aku akan membalasnya," kata Kin Mo. Lin Feng dan Lin Long tidak banyak berbicara dan langsung menyerang Kin Mo. Mereka tahu jika Kin Mo adalah bagian dari kelompok penyembah iblis sehingga tidak ragu-ragu menyerangnya. "Mencari mati!" Kin Mo menepis serangan Lin Feng dan Lin Long. Kin Mo adalah bawahan langsung dari iblis yansen, kekuatannya sangat kuat sehingga berhasil membuat Lin Feng dan Lin Long kualahan menghadapinya. Tak lama, Lin Feng dan Lin Long terluka parah karena mereka bukanlah tandingan Kin Mo. "Feng'er, sepertinya kita harus kabur, dia sangat kuat dan kita tidak bisa menghadap
Lin Feng dan Lin Long kemudian meninggalkan hutan, mereka melesat untuk mencari informasi tentang gunung tengkorak. Setelah beberapa saat melesat, Lin Feng dan Lin Long sampai di ibukota kerajaan nalendra. Mereka dihadang oleh penjaga gerbang saat hendak memasuki ibukota. "Tunjukkan lencana identitas kalian!" perintah penjaga. "Kami tidak memiliki lencana identitas," jawab Lin Long. "Kalau begitu, kalian harus membayar seratus koin emas untuk memasuki ibukota," kata penjaga. Lin Long tidak banyak berkomentar, dia mengambil seratus koin emas dan memberikannya kepada penjaga gerbang. Lin Feng dan Lin Long kemudian melenggang masuk ibukota. "Feng'er kita akan mencari pusat informasi," kata Lin Long. Pusat informasi adalah jasa jual beli informasi. Lin Long berpikir ibukota nalendra pasti memiliki pusat informasi tersebut. "Baik kek, aku akan bertanya kepada penduduk ibukota," balas Lin Feng. Lin Feng kemudian bertanya kepada salah satu penduduk kota. "Tuan, apa kamu menge
Setelah sampai di hutan, Lin Feng dan Lin Long langsung disambut oleh harimau iblis yang tiba-tiba muncul dari semak-semak. Harimau iblis itu mencoba menerkam Lin Feng. Namun, Lin Long langsung meninju harimau tersebut sehingga terlempar beberapa meter mengenai pohon. Lin Feng lalu bergerak secepat kilat sambil mengeluarkan pedangnya. Dia menebas kepala harimau iblis tersebut hingga harimau itupun tewas. Kekuatan harimau iblis sangat lemah sehingga Lin Feng dapat membunuhnya dengan mudah. Harimau iblis mengeluarkan kristal iblis dan Lin Feng langsung mengambilnya. Lin Feng dan Lin Long yang merasa lapar kemudian membakar daging harimau iblis. "Feng'er, apa tidak berbahaya jika kita memakan binatang iblis?" tanya Lin Long. "Kita coba saja dulu kek! Daging binatang iblis mungkin berguna untuk meningkatkan kekuatan fisik," jawab Lin Feng. Setelah daging harimau iblis matang, Lin Long mencoba memakannya sedikit. Namun, organ dalamnya tidak kuat dengan energi hitam yang dikeluark
"Dimana gunung tengkorak itu berada?" tanya Lin Long. "Sabar dulu tuan! Kita tidak perlu terburu-buru," kata Barata. "Aku hanya khawatir nasib benua malaka sama seperti benua tianlang," jawab Lin Long. "Aku juga mengkhawatirkan hal itu, namun iblis yansen setara dengan kultivator tahap legenda tingkat lima, kita tidak bisa mengalahkannya. Lebih baik kita susun strategi dan tingkatkan kekuatan terlebih dahulu," balas Barata. "Kakek, ucapan tuan Barata memang benar, kita tidak perlu terburu-buru! Lagian, rakyat benua malaka tidak terancam seperti di benua tianlang, iblis yansen hanya menginginkan rakyat benua malaka menjadi penyembahnya," sela Lin Feng. Lin Long mengangguk setuju, namun dia merasa mustahil dapat mengalahkan iblis yansen. Hal itu karena meningkatkan kultivasi sampai setara atau melebih iblis yansen sangat sulit untuk dilakukan. "Feng'er, sepertinya kita tidak mungkin dapat mengalahlan iblis yansen," kata Lin Long. "Benar, aku menyadari hal itu," sahut Barat
“Berhenti atau kamu akan mati!” Lin Feng menghentikan langkahnya, membalik badannya menatap Tuan Muda Huang. “Aku memaafkan sikapmu barusan. Tapi, jika kamu masih bersikap bodoh, aku akan membunuhmu serta tiga pengawalmu.”Bukan terintimidasi, Tuan Muda Huang itu justru terbahak. “Hahaha … Kultiva
“Aku akan menjual kristal jiwa.”Pelayan tersebut tersenyum sinis menatap Lin Feng. “Menara Bulan tidak kekurangan kristal jiwa. Lebih baik kamu enyah dari sini! Kristal jiwa apa yang akan pemuda sepertimu jual? Kultivasimu bahkan hanya di tahap pembentukan kelima.”Pelayan Menara Bulan meremehkan
Lin Feng berjalan santai menikmati keindahan kota Seribu Api. Kota itu terlihat ramai penuh dengan lalu lalang warga kota yang melakukan aktivitasnya. Banyak kedai dan kios besar maupun kecil berjejer rapi menjual berbagai pernak-pernik hasil kerajinan tangan, makanan, pakaian, herbal, senjata, sumb
Lin Feng menatap Huang Li dan Huang Mo. Dia melihat kultivasi Huang Li berada ditahap pemula kelima sementara Huang Mo berada ditahap pemula ketiga. “Putramu pantas mendapatkannya.” “Kurang ajar … Serangggg!” perintah Huang Li kepada Huang Mo tanpa banyak basa-basi. Huang Mo langsung mengambil ped







