ANMELDENKaisar Wen langsung bangkit dari tempat duduknya, begitupun dengan istri dan anaknya. Dia lalu berlutut di hadapan Lin Feng, "istriku, anakku, berlututlah kepada tuan muda feng," Kaisar menyuruh istri dan anaknya berlutut sepertinya. Istri dan anak Kaisar Wen kemudian hendak ikut berlutut di hadapan Lin Feng. Demi rakyat, mereka tidak malu untuk berlutut. Lin Feng membawa harapan, dan Kekaisaran Wen tidak akan runtuh. Lin Feng langsung menyuruh kaisar bangkit dan mencegah istri dan anak kaisar ikut berlutut. "Kalian tidak perlu berlutut di hadapanku!" "Sebagai kaisar, aku telah gagal melindungi rakyatku. Tuan muda Feng memberi harapan bagi keselamatan kekaisaran Wen, kami pantas untuk berlutut," jawab kaisar wen. Lin Feng memegang bahu kaisar Wen, kemudian menyuruhnya bangkit. "Berdirilah!" Kaisar Wenpun tidak berani membantah dan berdiri. "Tuan Feng, panggil saja aku Wen Long! Istriku bernama Wen Ziefei dan putraku Wen Qingchen." "Salam kenal, aku Lin Feng," balas Lin Fen
Setelah dua hari melesat, Lin Feng sampai di ibukota. Penjagaan di ibukota sangat ketat, penjaga tidak mengizinkan siapapun keluar dari ibukota. Ibukota seakan terisolasi karena kaisar wen tidak ingin keracunan menyebar keluar. Lin Feng dihadang oleh penjaga gerbang saat hendak memasuki ibukota. "Apa yang ingin anda lakukan di ibukota? Jika anda memasuki ibukota, maka anda tidak bisa kembali keluar," kata penjaga. Aturan tersebut karena racun yang menimpa warga ibukota mengakibatkan penyakit menular. Jika warga ibukota dibiarkan keluar, maka penyakit menular tersebut dapat menyebar ke segala penjuru kekaisaran. "Biarkan aku masuk! Aku akan menyembuhkan racun warga ibukota," perintah Lin Feng. Lima penjaga gerbang ibukota tertawa, "hahaha ... apa kamu sedang bermimpi di siang bolong? Banyak alkemis dan tabib tingkat tinggi namun tidak bisa menyembuhkan racun yang menimpa warga ibukota." Lin Feng tidak banyak bicara, dia mengambil lima pil penawar. "Dari yang aku lihat, kalian
"Apa itu?" tanya Lin Feng. "Di puncak gunung ada kristal magma," jawab poenik petir. "Kenapa aku tidak merasakannya?" desah Hui San bingung. Poenik petir kemudian menjelaskan bahwa Hui San menjadi sangat lemah karena belum lama dia baru keluar dari dalam telur batu. Kekuatan Hui San tidak seperti dulu lagi. Indera dan kepekaannya tidak dapat merasakan sumberdaya tingkat tinggi seperti kristal magma. Hui San bahkan tidak merasakan adanya merak surgawi dan poenik petir di pulau terlarang. Hui San mengangguk mendengarkan penjelasan dari poenik petir. Dulu, Hui San memang penguasa binatang spirit, namun sekarang kekuatannya sangat lemah karena baru berenkarnasi. Dia perlu meningkatkan kekuatan agar kembali seperti dulu lagi. Sementara itu, Lin Feng berlari menuju ke sebuah gunung yang ada di pulau tersebut. Dia kemudian langsung menaiki puncak gunung yang berkawah. Di tengah kawah yang sangat panas terdapat sebuah kristal berwarna kemerahan, itulah kristal magma yang dimaksud ol
"Siapa kamu? kenapa bisa berbicara dengan kami?" tanya merak surgawi dan poenik petir. Swusss Hui San mengeluarkan auranya, membuat merak surgawi dan poenik petir bergetar ketakutan. Hui San merupakan penguasa binatang spirit, auranya membuat merak surgawi dan poenik petir menyadari hal itu. Mereka berdua kemudian tunduk di hadapan Hui San. "Senior, kita hanya sedang berlatih dan akan segera mengakhiri pertarungan," kata poenik petir. Lin Feng memandangi Hui San, merak surgawi dan poenik petir. Dia sedikit bingung karena binatang spirit tersebut dapat berbicara. "Apa semua binatang spirit di alam para dewa bisa berbicara?" gumamnya. Hui San kemudian mendekati Lin Feng. "Tuan, mereka hanya sedang berlatih," katanya. Merak surgawi dan poenik petir menyusul Hui San, mereka penasaran dengan tuan yang dimaksud oleh Hui San. Hui San merupakan penguasa binatang spirit, bagaimana mungkin memiliki tuan? Merak surgawi dan poenik petir kemudian menunduk kepada Lin Feng. "Benar yang
Lin Feng hanya bisa bertahan dengan ratusan ribu kelalawar yang berusaha merusak otaknya. Dia terus mengayunkan pedangnya dan membunuh puluhan demi puluhan kelalawar. Namun, beberapa kelalawar berhasil menempel di tubuhnya dan menggigit serta mencakarnya. "Sialan, kelalawar-kelalawar ini sangat merepotkan karena ukuran mereka yang kecil dan jumlah mereka yang sangat banyak," desah Lin Feng. "Aku akan mencoba teknik yang selama ini aku pikirkan," lanjut Lin Feng mendesah. Dia selama ini memikirkan teknik semburan api yang dikeluarkan dari mulutnya. Jika dia memiliki akar spiritual api, tentu dia dapat mengeluarkan elemen api. Dari dalam dantian, Lin Feng mengalirkan energi api ke mulutnya, lalu menyemburkan api yang tercipta tepat ke arah kelalawar yang mengepungnya. "Semburan Api Neraka," teriaknya menamai teknik semburan apinya. Semburan api tersebut ternyata sangat besar meskipun Lin Feng baru pertama kali mencoba Ribuan kelalawar tewas terbakar api yang dikeluarkan olehnya.
"Tidak tuan, tuan memiliki jiwa beladiri naga kuno sehingga dapat mengaktifkan akar spiritual racun. Tuan dapat bertahan dari racun karena jiwa beladiri tuan dapat membuat racun menjadi energi positif sehingga dapat meningkatkan kultivasi," jawab Hui San. Lin Feng kemudian mulai melangkah di area kebun beracun. Nafasnya terasa berat dan udara di sekitar mencekik tenggorokannya karena mengandung racun yang sangat mematikan. Semakin lama, langkah Lin Feng semakin gontai, keringat hitam membanjiri tubuhnya. Keringat hitam tersebut merupakan hasil dari efek beracun yang dinetralisir oleh jiwa beladiri naga kuno. Lin Feng beruntung memiliki jiwa beladiri naga kuno. Jika saja yang melangkah di kebun beracun itu orang biasa, mereka pasti akan mati meskipun hanya sekali menghirup nafas. Lin Feng kemudian duduk dengan posisi lotus di tengah hamparan tanaman dan bunga beracun, dia akan berkultivasi dengan memanfaatkan udara beracun di sekitarnya. "Aku harus mengalirkan energi racun keda
Di hutan kegelapan, Pendekar mabuk telah sampai di hutan kegelapan setelah mengantarkan Ye Jun kembali ke sektenya dengan selamat, dia menemui cakar setan dan hantu rimba kemudian memberikan pusaka dan sumberdaya yang dititipkan oleh Lin Feng. Sementara itu, Muo Jin yang dahulu lepas dari kejar
"Baiklah kalau begitu," balas kaisar. "Ngomong-ngomong, kekaisaran qilin sangat berhutang budi kepada pendekar mabuk. Berkat pendekar mabuk, kita semua selamat dari serangan assassin," lanjutnya. Li Wang dan Cang Lin menganggukkan kepala mereka. "Jika tidak ada pendekar mabuk, kita semua mungkin
Lin Feng mengalirkan energi api ke meridiannya. Dia lalu masuk ke dalam kolam air. Semakin dalam dia menyelam, semakin dingin pula hawa yang dia rasakan. Namun, Lin Feng membuat suhu tubuhnya terjaga dengan energi api. Lin Feng terus masuk ke dalam kolam air dan tak lama, dia melihat sebuah mus
"Berapa hari tuan ingin menyewa kuda tercepat?" tanya pelayan. "Aku akan menyewanya sekitar seminggu," jawab Lin Feng. "Untuk seminggu, tuan bisa membayar tujuh juta koin emas. Tapi tuan perlu menitipkan uang sebesar dua ratus juta koin emas sebagai jaminan. Jika tuan membawa kuda sewaan kembali k







