ログインShin Wang menghela napas berat. “Baiklah. Tetapi jika kau kembali dengan luka sebesar telapak tangan, aku akan memastikan kau menjalani latihan pemulihan selama sebulan.”Shin Tian tersenyum tipis. “Kalau lukanya sebesar mangkuk?”“Dua bulan.”“Kalau hanya lecet?”“Tiga bulan. Karena berarti kau ceroboh.”Shin Tian mengangkat kedua tangan menyerah.“Baik, aku akan berusaha pulang tanpa membawa satu pun luka. Rupanya, ancaman Paman lebih menakutkan daripada iblis.”Beberapa tetua tertawa kecil. Ketegangan di ruangan sedikit mencair, tetapi Shin Long tetap terlihat serius.Sebelum Shin Tian pergi, ayahnya memanggilnya. “Tian'er.”Shin Tian berhenti di ambang pintu.“Jangan menganggap dirimu harus menanggung semuanya sendirian. Kau memang memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang lain, tetapi itu bukan alasan untuk mempertaruhkan nyawamu tanpa perhitungan.”Tatapan Shin Tian melunak. “Aku mengerti, Ayah.”Kali ini, ia tidak menjawab sekadar untuk menenangkan ayahnya. Ia benar-benar me
Cahaya merah pada peta kuno berdenyut semakin cepat.Shin Tian berdiri di depan meja kayu, menatap simbol-simbol yang menyala di bagian barat Kota Xian Jin. Dua titik energi telah berubah merah, sedangkan titik ketiga berkedip seperti nyala lilin yang hampir padam. Udara di ruangan terasa dingin.“Jadi, kalian mulai bergerak,” gumamnya.Ia mengusap permukaan peta dengan ujung jari. Garis-garis kuno yang sebelumnya samar perlahan muncul, membentuk jalur dari Kota Xian Jin menuju bagian terdalam Lembah Iblis.Selama beberapa saat, Shin Tian tidak bergerak.Dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah melihat formasi pelindung runtuh akibat kerusakan kecil pada satu titik energi. Ketika titik-titik lainnya ikut hancur, seluruh wilayah yang dilindungi formasi itu berubah menjadi ladang pembantaian.Formasi Pelindung Leluhur bukan sekadar tembok pertahanan. Formasi itu merupakan jaringan energi yang menghubungkan beberapa titik di sekitar kota. Jika salah satunya dirusak, titik lainnya harus mena
Shin Tian mengangkat alis. “Bukankah Ayah terlalu cepat mempercayakan semua itu kepadaku?”“Kalau aku tidak mempercayaimu, untuk apa aku membawakan teh?”“Tehnya tidak buruk. Hanya saja, aku berharap ada camilan.”Shin Long menatapnya tajam. “Kau baru saja makan dua porsi daging!”Shin Tian tertawa. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, percakapan mereka terasa ringan tanpa dibayangi pertengkaran.Namun, tawa itu segera mereda ketika Shin Tian kembali membicarakan rencananya.“Kita harus mulai dari pertanian. Jika hasil panen meningkat, rakyat memiliki lebih banyak makanan dan keluarga memperoleh pemasukan yang stabil. Setelah itu, kita bisa mengembangkan produksi garam, minuman berkualitas, dan barang-barang yang sulit diperoleh di wilayah lain.”Shin Long mengerutkan kening.“Semua itu membutuhkan modal, tenaga kerja, dan jalur distribusi.”“Benar. Karena itu, kita tidak boleh mengerjakan semuanya sekaligus. Kita mulai dengan proyek kecil yang dapat menghasilkan keuntungan nyata. K
Malam menyelimuti Kota Xian Jin. Lentera-lentera merah bergoyang diterpa angin, sementara suara pedagang yang menutup kios perlahan menghilang dari jalanan.Di kediaman Keluarga Shin, kemenangan Shin Tian atas Shou Ren masih menjadi bahan pembicaraan. Namun, sang pemenang justru tidak tertarik merayakannya. Setelah menyelesaikan makan malam, ia meninggalkan aula dan berjalan menuju menara lonceng tua di sudut kediaman.Tempat itu sunyi. Dinding batunya dipenuhi lumut, dan tangga kayunya mengeluarkan bunyi berderit setiap kali diinjak. Dari puncak menara, seluruh Kota Xian Jin terlihat seperti hamparan bintang yang jatuh ke bumi.Shin Tian berhenti di dekat lonceng perunggu yang telah berkarat.Di tempat inilah ia pertama kali menyadari bahwa dirinya telah kembali ke masa lalu.Delapan abad pengalaman, peperangan, pengkhianatan, dan kehilangan masih tersimpan dalam ingatannya. Namun, semua itu tidak berarti apa-apa jika ia gagal mengubah nasib keluarganya.“Jadi, kau memilih bersembunyi
“Ini tidak bisa diterima!” serunya. “Shou Ren belum menggunakan seluruh kemampuannya. Shin Tian pasti melakukan sesuatu terhadap senjata itu!”Shin Tian menoleh perlahan.“Menarik. Ketika kalian mengundangku bertarung, kemenangan ditentukan oleh kemampuan. Sekarang senjata kalian patah, kalian ingin mengganti aturan?”“Kau!”Shin Tian mengangkat tangan, menghentikan protes berikutnya.Ia berjalan ke luar arena, mencabut tombak yang tertancap di tanah, lalu membawanya kembali ke tengah. Dengan ujung jarinya, ia menunjuk bagian yang retak.“Lihat bagian ini. Permukaan luarnya tampak kokoh, tetapi campuran logamnya tidak merata. Ada bagian yang terlalu rapuh. Lubang kecil di sini juga menunjukkan proses penempaan yang buruk.”Ia mengetuk batang tombak.Ting!Bunyinya terdengar tumpul pada satu sisi dan nyaring pada sisi lainnya.“Logam yang baik seharusnya memiliki kepadatan lebih seragam. Ketika menerima tekanan berulang, bagian ini menjadi titik lemah. Shou Ren terus menyerang dengan te
Suara retakan terdengar jelas di tengah arena.Krek!Shou Ren membeku sesaat. Matanya menatap gagang tombak hitam di tangannya, lalu beralih kepada Shin Tian yang berdiri santai beberapa langkah di hadapannya.“Apa maksudmu tombakku cacat?” bentaknya.Shin Tian mengangkat bahu. “Aku hanya mengatakan apa yang kulihat. Kalau kau tidak percaya, silakan ayunkan sekali lagi. Namun, kalau tombakmu patah dan mengenai kakimu sendiri, jangan salahkan aku.”Beberapa penonton tertawa tertahan.Wajah Shou Ren memerah. Baginya, ucapan itu merupakan penghinaan di depan para tetua, pejabat Kota Xian Jin, dan puluhan prajurit Keluarga Shou yang datang untuk menyaksikan kemenangannya.“Kau pikir bisa mempermalukanku dengan omong kosong?” Shou Ren menggeram. “Aku akan membuatmu menarik kembali ucapanmu!”Ia menghentakkan kaki, lalu menerjang.Tombak hitam melesat dengan suara siulan tajam. Ujungnya membidik bahu Shin Tian, kemudian berputar ke arah pinggang sebelum menyapu rendah untuk memotong jalur ge
Langit di atas kediaman Keluarga Shin menghitam, menggantung berat seperti pertanda kutukan yang hendak turun. Awan bergulung-gulung seperti naga kelabu, dan rintik hujan mulai menari di udara, menciptakan irama lembut yang menghantam genting tua menara tua keluarga. Udara terasa lembap dan bergeta
Udara malam terasa berat, lembap, dan penuh listrik. Di tengah bengkel tersembunyi yang penuh roda-roda gigi, kabel-kabel berserakan, dan bau logam yang tajam, berdiri Shin Tian. Ia berdiri terpaku, matanya menyapu siluet mesin waktu yang menjulang seperti raksasa logam dalam kabut tipis uap panas.
Shin Tian berdiri di ambang ruangan yang remang, matanya menyala seperti bara yang siap meledak. Suara seraknya mengiris keheningan malam, “Paman, mengapa aku tak bisa berkultivasi? Mengapa ada segel menyiksa di tubuhku?” Teriakannya menggema, seakan setiap kata adalah seruan frustasi yang telah la
Ruang laboratoriumnya tak luas, tapi terasa seperti dunia lain. Lampu-lampu panel menyala lembut, memantulkan sinar ke meja kerja yang penuh dengan serpihan logam, kabel, dan skema digital yang melayang di udara. Suara mesin-mesin kecil mulai berdengung perlahan, menyatu menjadi simfoni pagi yang h







