Beranda / Fantasi / Legenda Sang Genius Immortal / 57. Kebangkitan Sang Genius

Share

57. Kebangkitan Sang Genius

Penulis: Bebby
last update Tanggal publikasi: 2026-01-17 22:10:35
Shin Tian mengikuti langkah pamannya melewati koridor kayu yang sunyi. Derit papan lantai terdengar pelan di bawah telapak kakinya, seolah rumah tua itu sendiri menahan napas. Di ujung lorong, pintu ruang utama terbuka setengah—dan di sanalah ia melihat sosok yang sejak tadi berputar-putar di kepalanya.

Seorang pria berdiri membelakangi mereka.

Punggungnya tegap, namun garis bahunya kaku. Rambut hitam yang dulu selalu terikat rapi kini diselipi beberapa helai perak. Tangan pria itu bertumpu di a
Bebby

Halo sobat readers... Author kembali dengan kisah Shin Tian yang semakin menarik.

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Sang Genius Immortal   68. Pertarungan Shin vs Shou

    Keesokan paginya, Lapangan Persatuan Xian Jin dipenuhi orang.Pedagang menutup kios lebih awal. Murid-murid dari berbagai keluarga memanjat pagar batu demi mendapatkan pandangan yang lebih jelas. Para pejabat kota duduk di tribun kehormatan, sementara para tetua Keluarga Shin dan Keluarga Shou menempati sisi yang berlawanan.Di tengah lapangan terbentang arena berlantai batu. Bekas goresan senjata menghiasi permukaannya, menjadi saksi berbagai duel yang pernah berlangsung di sana.Shin Tian tiba tanpa membawa senjata.Sebaliknya, Shou Ren datang dengan tombak hitam di bahunya dan pelindung lengan dari logam tebal.Melihat tangan kosong lawannya, Shou Ren tertawa meremehkan.“Kau tidak membawa senjata?”“Aku punya tangan.”“Itu bukan jawaban seorang pendekar.”“Kalau begitu, anggap saja aku ingin memberimu kesempatan untuk merasa lebih percaya diri.”Wajah Shou Ren kembali menegang.Seorang pejabat kota berdiri di tengah arena.“Pertandingan ini merupakan duel persahabatan untuk menguji

  • Legenda Sang Genius Immortal   67. Tantangan Keluarga Shou

    Genderang perang mengguncang gerbang utama kediaman Keluarga Shin.Dua belas prajurit berseragam biru tua berbaris memasuki halaman. Baju zirah mereka memantulkan cahaya matahari, sementara tombak panjang di tangan mereka bergerak serempak mengikuti langkah komandan. Di bagian depan rombongan, seorang pemuda bertubuh kekar membawa tombak hitam sepanjang dua meter. Tatapannya tajam, dagunya terangkat, dan senyum meremehkan menghiasi wajahnya.Dialah Shou Ren, ahli bela diri muda Keluarga Shou yang telah memenangkan sejumlah pertandingan antarkeluarga.Jenius militer yang menjadi andalan Keluarga Shou sebagai Dewa Perang yang akan memimpin pasukan Kerajaan Song Selatan untuk menghalau invasi dari bangsa asing seperti bangsa Mongol di Selatan dan Kerajaan Jin di Utara.Di belakangnya berjalan seorang pria paruh baya berjubah biru dengan lambang harimau perak di dada. Ia adalah Tetua Shou, perwakilan resmi keluarga militer yang memiliki pengaruh besar di Xian Jin.“Di mana Shin Tian?” seru

  • Legenda Sang Genius Immortal   66. Utusan Keluarga Shou

    Shin Tian tetap tenang dengan sikap angkuh Shin Hao yang tidak menerima kritik yang diberikannya.“Benar. Karena itu, bangkitkan lagi semangatmu.”Shin Hao kembali menyerang, kali ini dengan gerakan lebih cepat. Namun, hasilnya tidak berubah. Setiap kali ia berusaha memaksakan kekuatan, Shin Tian memindahkan titik keseimbangannya sedikit saja.Akhirnya, ketika Shin Hao melancarkan pukulan menyilang, Shin Tian memutar tubuh dan menyentuh pergelangan tangannya.Satu tarikan pendek. Satu langkah menyamping.Shin Hao jatuh terduduk di atas pasir arena.Duk!Halaman mendadak sunyi.Shin Hao memandangi kedua tangannya, seolah tidak percaya bahwa ia telah dikalahkan tanpa menerima satu pukulan pun.Shin Tian mengulurkan tangan. “Berdirilah. Lantai ini tidak bersalah.”Beberapa murid tertawa, tetapi Shin Hao kali ini tidak membalas dengan kemarahan. Setelah ragu sejenak, ia menerima uluran tangan tersebut.“Bagaimana kau melakukannya?” tanyanya pelan. Ada rasa penasaran di hati Shin Hao sekara

  • Legenda Sang Genius Immortal   65. Ujian di Balai Kultivasi

    Suara lonceng dari Balai Kultivasi menggema ke seluruh kediaman Keluarga Shin.Pagi itu, puluhan murid berkumpul di halaman luas yang dikelilingi pilar batu. Udara masih dingin, tetapi suasana terasa panas oleh bisikan dan tatapan penuh rasa ingin tahu. Kabar tentang kemenangan Shin Tian melawan Utusan Lembah Iblis telah menyebar ke seluruh Kota Xian Jin. Kini, semua orang ingin mengetahui seberapa kuat pemuda yang dahulu sering dianggap sebagai aib keluarga itu.Di atas panggung batu, Shin Long berdiri bersama para tetua.“Hari ini, Keluarga Shin mengadakan ujian terbuka untuk mengukur kemampuan generasi muda,” serunya. “Kemenangan kita melawan Lembah Iblis membuktikan bahwa kekuatan tidak boleh hanya bergantung pada para tetua. Masa depan keluarga ini berada di tangan kalian!”Tepuk tangan terdengar, meski beberapa murid masih sibuk melirik Shin Tian yang berdiri santai di bawah panggung.Pemuda itu menguap.Shin Wang yang berdiri di sampingnya langsung menyikut lengannya. “Jangan me

  • Legenda Sang Genius Immortal   64. Warisan Yang Tertidur

    Klik!Tutup kotak kayu hitam itu terangkat perlahan.Cahaya keemasan menyembur dari celahnya, menerangi ruang latihan hingga bayangan di dinding tampak bergerak. Hembusan udara dingin menyapu wajah Shin Tian, membawa aroma tanah tua dan kayu lapuk. Ukiran lambang Keluarga Shin di permukaan kotak berdenyut seperti jantung yang baru terbangun.Shin Wang menahan napas. “Selama puluhan tahun, kotak ini tidak pernah bereaksi kepada siapa pun.”Shin Long mendekat, tetapi segera berhenti ketika cahaya keemasan membentuk lapisan tipis di sekitar tubuh Shin Tian.“Apakah itu berbahaya?”“Kalau berbahaya, seharusnya kotaknya sudah meledak sejak tadi,” jawab Shin Tian santai. “Setidaknya, aku berharap leluhur kita cukup bijaksana untuk tidak membuat jebakan yang merusak barang warisan sendiri.”Shin Wang memelototinya.“Bisakah kau berhenti bercanda ketika sesuatu yang misterius sedang terjadi?”“Aku sedang mengurangi ketegangan, Paman. Usia kita semua akan lebih panjang.”Sebelum Shin Wang memba

  • Legenda Sang Genius Immortal   63. Kebanggan Keluarga Shin

    Lonceng kemenangan berdentang di seluruh Kota Xian Jin.Dari jalan utama hingga pasar yang sempat ditinggalkan penghuninya, orang-orang keluar dari rumah untuk menyaksikan langit yang kembali cerah. Anak-anak berlarian sambil bersorak, para pedagang membuka kembali kios, dan para penjaga yang terluka saling membantu berdiri. Bau asap masih menggantung di udara, tetapi untuk pertama kalinya sejak pusaran hitam muncul, warga berani menarik napas lega.“Kita selamat!”“Utusan Lembah Iblis benar-benar dikalahkan!”“Siapa yang menyangka Tuan Muda Shin Tian memiliki kekuatan sehebat itu?”Nama Shin Tian menyebar dari mulut ke mulut.Di halaman kediaman Keluarga Shin, para tetua berdiri mengelilinginya. Sebagian masih memandangi bekas formasi yang terukir di tanah, seolah berharap menemukan penjelasan atas apa yang baru saja mereka saksikan.Tetua berjanggut putih mengusap dagunya.“Selama puluhan tahun, kami mencoba mengaktifkan Formasi Pelindung Leluhur. Bahkan dengan bantuan tiga tetua sek

  • Legenda Sang Genius Immortal   06. Menara Lonceng

    Udara malam terasa berat, lembap, dan penuh listrik. Di tengah bengkel tersembunyi yang penuh roda-roda gigi, kabel-kabel berserakan, dan bau logam yang tajam, berdiri Shin Tian. Ia berdiri terpaku, matanya menyapu siluet mesin waktu yang menjulang seperti raksasa logam dalam kabut tipis uap panas.

  • Legenda Sang Genius Immortal   05. Mesin Waktu

    Ruang laboratoriumnya tak luas, tapi terasa seperti dunia lain. Lampu-lampu panel menyala lembut, memantulkan sinar ke meja kerja yang penuh dengan serpihan logam, kabel, dan skema digital yang melayang di udara. Suara mesin-mesin kecil mulai berdengung perlahan, menyatu menjadi simfoni pagi yang h

  • Legenda Sang Genius Immortal   04. Segel Kultivasi

    Shin Tian berdiri di ambang ruangan yang remang, matanya menyala seperti bara yang siap meledak. Suara seraknya mengiris keheningan malam, “Paman, mengapa aku tak bisa berkultivasi? Mengapa ada segel menyiksa di tubuhku?” Teriakannya menggema, seakan setiap kata adalah seruan frustasi yang telah la

  • Legenda Sang Genius Immortal   03. Hinaan Sang Ayah

    "Toako, kamu sudah keterlaluan!" suara Tetua Wang meledak di dalam aula utama, menggema di antara pilar-pilar batu yang menjulang seperti penjaga bisu. Matanya yang biasanya tenang kini menyala penuh amarah, urat-urat di lehernya menegang. "Bagaimana mungkin kau mengeluarkan kata-kata seperti itu?!

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status