Home / Rumah Tangga / Lelaki Plus-Plus / Bab 5 : Menuntaskan Hasrat

Share

Bab 5 : Menuntaskan Hasrat

Author: Ichageul
last update Last Updated: 2025-10-21 09:27:20

Di halaman belakang rumah mewah dan megah ini, nampak beberapa orang berkumpul bersama. Rupanya Chiko tengah mengadakan pesta di kediamannya. Kembali Kalandra dibuat tak nyaman melihat orang-orang yang hanya mengenakan pakaian minim. Para wanita mengenakan bikini, sementara para pria mengenakan segitiga pengaman saja.

Untuk sesaat Kalandra hanya bertahan di tempatnya. Dia tidak tauhu bagaimana rupa Chiko. Orang-orang yang ada di halaman belakang sibuk dengan urusannya masing-masing. Mata Kalandra mencari orang yang bisa ditanya olehnya.

Pria itu segera menyingkir ketika dua orang yang tak jauh darinya tengah asik beradu bibir. Bunyi decapan mereka bahkan sampai terdengar ke telinganya. Beruntung ada seorang pelayan melintas di depannya.

“Maaf, kalau Pak Chiko di mana?”

Pelayan pria itu mengedarkan pandangannya sejenak. Kemudian tangannya menunjuk sebuah kursi santai di mana terdapat sepasang pria dan wanita tengah bercumbu.

Kalandra menarik nafas panjang sebelum mendekati kursi santai tersebut. Di sana, Chiko sedang asik mencumbu seorang wanita.

“Ehem.. Pak Chiko,” panggil Kalandra.

Panggilan Kalandra yang tidak terlalu kencang tentu saja tidak terdengar oleh Chiko. Terlebih dia sedang tenggelam dalam birahinya. Sang wanita yang duduk di pangkuannya terus mengunci kesadarannya. Wajah Chiko terbenam di antara dua bukit kembar sang wanita yang tidak tertutup apa-apa.

“Pak Chiko!”

Kalandra terpaksa meninggikan suaranya dan upayanya kali ini berhasil. Perhatian Chiko langsung beralih padanya.

“Saya mengantarkan paket.”

“Taruh saja di meja,” jawab Chiko singkat. Pria itu melanjutkan cumbuannya yang sempat terjeda.

Tanpa berlama-lama, Kalandra segera menaruh paket di atas meja kemudian segera berlalu dari sana.

Sambil mengendarai sepeda motornya, Kalandra terus mengumpat dalam hati. Kenapa hari ini dia begitu sial. Terjebak dalam situasi yang membuatnya canggung.

Selama ini dia hanya melihat dunia hanya dari satu sisi saja. Di sekelilingnya penuh dengan orang-orang yang berjuang mati-matian. Berjuang mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berjuang melawan penyakit yang dideritanya dan berjuang menyelamatkan nyawa pasien.

Melihat orang-orang yang menjalani hidup dengan santai dan membuang-buang waktu, baru kali ini dilihatnya.

Waktu sudah hampir jam setengah sembilan malam. Kalandra harus bergegas menemui Heri kemudian menjemput Alya di rumah sakit. Seperti biasa jika Nabila masuk rumah sakit, Kalandra akan berjaga di rumah sakit saat malam hari.

***

Alya berjalan keluar dari pelataran parkir rumah sakit Medika Pratama. Sekitar sepuluh menit yang lalu Aruna, adiknya datang bersama kekasihnya. Dia bisa menitipkan Nabila sebentar pada mereka sebelum Kalandra menggantikannya.

Sebelum kembali ke rumahnya, lebih dulu Alya membeli makanan untuk dirinya dan suaminya. Dia tahu pasti Kalandra belum makan malam. Sambil membawa bungkusan berisi makanan, wanita itu memasuki gang di mana rumahnya berada.

Lampu di rumah sudah menyala ketika dirinya tiba. Kalandra memang selalu menyalakan lampu sebelum pergi. Alya segera masuk ke dalam rumah. Setelah memindahkan makanan ke piring, wanita itu memilih membersihkan diri lebih dulu.

Dari arah depan gang, sebuah sorot lampu motor nampak mendekat. Kalandra memutuskan pulang dulu ke rumah sebelum pergi ke rumah sakit. Dia ingin berganti pakaian lebih dulu.

Sesampainya di depan rumah, pria itu segera masuk ke dalam usai memarkirkan motornya. Pria itu terkejut saat tahu pintu rumah tidak terkunci.

“Sayang,” panggilnya.

“Iya Mas,” jawab Alya keluar dari kamar mandi. Tubuh wanita itu sudah terbalut daster berbahan katun. Pakaian dinasnya sehari-hari.

“Loh, kok kamu udah pulang? Nabil sama siapa?”

“Ada Aruna sama Ricky. Mas udah makan?”

“Belum.”

Alya dengan cekatan mengambil segelas air dingin untuk suaminya. Wajah Kalandra nampak lelah setelah bekerja seharian.

Kalandra duduk di kursi tamu kemudian meneguk minumannya sambil habis. Alya mendudukkan diri di samping suaminya. Dia berinisiatif memijat pundak suaminya.

“Mas pasti capek banget.”

“Lumayan.”

“Makasih ya Mas, sudah bekerja keras untuk ku dan Nabil.”

Alya memeluk Kalandra dari belakang. Wanita itu benar-benar merasa beruntung mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab seperti Kalandra.

Mereka sudah saling mengenal sejak SMA. Kalandra adalah Kakak kelas Alya. Mereka bertemu lagi saat berkuliah di kampus yang sama. Di sanalah akhirnya mereka mulai menjalin asmara sampai akhirnya Kalandra mengajak Alya menikah setelah wanita itu menyelesaikan studinya.

“Sudah kewajiban ku, sayang. Oh ya..”

Kalandra memutar dulu tubuhnya sebelum melanjutkan pembicaraan. Dia mengeluarkan semua uang hasil pendapatannya hari ini, kecuali uang hasil pengiriman paket. Dia takut Alya bertanya terlalu banyak dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan. Rencananya uang hasil pengiriman paket akan langsung didepositokan ke rumah sakit olehnya.

“Ini penghasilan hari ini.”

Kalandra mengeluarkan uang hasil mengojek, uang pemberian rekan-rekan ojolnya dan uang hasil membantu pindahan dari Suherman. Total uang yang diberikan olehnya sebanyak lima ratus ribu rupiah.

“Pendapatan ojek hari ini dua ratus ribu. Ini yang tiga ratus, sumbangan dari teman-teman untuk pengobatan Nabil dan yang dua ratus dari Bang Suherman. Mas tadi membantu tetangganya pindahan. Abang pakai dua ratus. Seratus buat makan dan beli bensin. Seratus lagi buat bekal besok.”

“Ya Allah, Mas.”

Alya menerima uang pemberian suaminya penuh rasa syukur. Dia memeluk Kalandra dengan mata berkaca-kaca.

Kalandra melingkarkan kedua tangannya di punggung Alya. Menghirup aroma tubuh istrinya membuat semua rasa letihnya menghilang.

“Mas mau makan dulu?”

“Aruna dan Ricky sampai jam berapa di rumah sakit?”

“Aku sudah bilang mereka di sana sampai Mas datang.”

“Kalau gitu, boleh dong Yang. Sebentar aja ya?”

Melihat dan mengalami kejadian yang membuat dirinya panas dingin, Kalandra perlu pelampiasan. Beruntung dia sudah memiliki istri, tempatnya untuk melampiaskan hasrat.

Tahu apa yang diinginkan suaminya, Alya hanya menganggukkan kepalanya saja. Kalandra menarik tengkuk Alya kemudian melabuhkan ciuman di bibir ranum istrinya.

Awalnya Kalandra memberikan ciuman yang lembut dan tidak tergesa-gesa. Namun semakin dalamnya pertautan bibir mereka, bibirnya semakin intens menyapu, menyesap, memagut dan melum*t bibir Alya. Tangannya juga mulai menggerayangi tubuh istrinya.

Cumbuan di antara keduanya semakin intens. Keduanya sudah tenggelam dalam birahi yang mereka ciptakan sendiri. Suara decapan memenuhi seisi ruangan. Terkadang bibir Kalandra berada di leher Alya dan memberikan sesapan yang meninggalkan tanda kepemilikan di sana.

Sebuah desahan lolos dari mulut Alya, membuat Kalandra semakin bernafsu. Pria itu bangun dari duduknya. Sambil menggendong sang istri, pria itu memasuki kamarnya. Pelan-pelan dibaringkan tubuh Alya di atas kasur yang tidak memakai ranjang.

Pria itu melepaskan daster yang dikenakan Alya disambung dengan melepaskan bagian yang masih tersisa. Kini dia bisa melihat tubuh molek istrinya yang tidak mengenakan apapun lagi. Puas memandangi tanpa adanya rasa takut.

Alya bangun kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher Kalandra. Wanita itu sudah tidak sabar untuk memulai percintaan dengan suaminya. Kalandra melepaskan kaos yang membungkus tubuhnya. Dada bidang dan perut ratanya langsung terpampang di hadapan sang istri.

Walau tidak pernah fitness, namun tubuh Kalandra masih tetap terjaga karena pria itu rajin berolahraga setiap hari. Biar pun hanya melakukan jogging, push up, sit up atau pull up saja.

Alya membantu Kalandra membuka celana yang dikenakannya. Begitu wanita itu melepaskan segitiga pengaman milik suaminya, senjata pusaka Kalandra yang sudah mengeras langsung mencuat keluar. Sambil menciumi bibir suaminya, Alya memegang dan merem*s b*tangan kenyal suaminya.

Cukup dengan cumbuan, keduanya akan masuk ke permainan inti. Alya berbaring pasrah di atas kasur. Kalandra memposisikan dirinya di atas Alya. Perlahan namun pasti pria itu memasukkan senjata pusakanya ke lembah nirwana kesukaannya.

Keduanya langsung tenggelam dalam kabut gairah. Saling berusaha memuaskan satu sama lain diiringi oleh deru nafas yang bersahutan dengan suara desah*an dan lenguhan.

Tubuh Kalandra terus bergerak di atas Alya, memberi penetrasi yang sudah membuat istrinya merasakan gelombang hangat. Punggung pria itu sudah lembab oleh keringat akibat aktivitas panas mereka. Estimasi waktu sepuluh menit untuk sesi percintaan mereka ternyata harus diperpanjang.

Pelukan di punggung Kalandra semakin erat ketika untuk kedua kalinya Alya dihempas gelombang kenikmatan. Kalandra mempercepat ritmenya hingga akhirnya terdengar erangannya ketika pria itu sampai ke puncaknya. Melepaskan cairan kentalnya ke dalam rahim sang istri.

Kalandra mengakhiri percintaan mereka dengan sebuah ciuman di kening istrinya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 65 : Tempat Terbaik

    Tangis Alya semakin kencang setelah Bayu menyebutkan waktu kematian anaknya. Tangis bercampur ratapan keluar dari mulut wanita itu. Kedua tangannya terus memeluk tubuh Nabila yang sudah terbujur kaku. Kalandra juga tidak bisa menahan tangisnya. Setelah banyak hal yang dia lakukan demi kesembuhan putrinya, nyatanya sang anak pergi juga meninggalkan dirinya. Sambil mengusap airmatanya, Kalandra mencoba menenangkan istrinya. “Alya… tolong jangan seperti ini, sayang. Kasihan Nabil.” “LEPAS!!” Dengan kasar Alya menepis tangan Kalandra. Kali ini wanita itu menatap tajam suaminya sambil terus berderaian airmata. “Kalau Mas tidak memindahkannya ke sini, Nabil pasti baik-baik saja! Kamu yang sudah membunuhnya, kamu, Mas!!” Alya tengah melampiaskan kemarahan dan kesedihan yang dirasakan akibat kehilangan anaknya. Dia melampiakan semuanya pada sang suami. Apalagi tadi mereka sudah bersitegang soal pemindahan Nabila dari ruang ICU. Teriakan Alya yang cukup kencang, menarik perhatian orang-

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 64 : Nabil Ngantuk

    “Nabil akan tetap berada di ICU.” Alya mengambil lembaran kertas tersebut kemudian merobeknya. Kalandra yang merasa kesal, meminta formulir lain pada sang perawat. Melihat perdebatan pasangan suami istri itu, membuat perawat tersebut bingung. Di tengah perdebatan Kalandra dan Ayla, Bayu mendekat. Pria itu mengatakan kalau Nabila sudah bisa ditengok. Setelah mengenakan pakaian steril, pasangan tersebut segera masuk ke dalam ruang ICU. Alya hampir saja menangis melihat anaknya terbaring lemah dengan banyak peralatan medis menepel di tubuhnya. Kalandra langsung mendekat lalu memegang tangan anaknya. “Nabil..” “Papa..” suara Nabil terdengar pelan dan lemah. “Sayang,” Alya mendekati anaknya kemudian mencium kening Nabila. “Sehat-sehat ya, sayang. Nabil anak yang kuat,” suara Alya bergetar menahan tangis yang hendak meledak. Nabila memandangi kedua orang tuanya bergantian. Wajah keduanya nampak sedih dan cemas. Sebisa mungkin anak itu mencoba tersenyum agar kedua orang tuanya tidak

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 63 : Kritis

    Kalandra terbangun saat mendengar teriakan Alya. Buru-buru pria itu masuk ke dalam kamar. Nampak Alya tengah mengguncang tubuh Nabila yang tak kunjung bergerak. “Kenapa, sayang?” “Nabil, Mas. Nabil…” Kalandra segera memeriksa keadaan anaknya. Dia masih bisa merasakan hembusan nafas anaknya, namun denyut nadinya sangat lemah. Tanpa pikir panjang, pria itu langsung mengangkat tubuh Nabila. “Hubungi dokter Bayu, kita ke rumash sakit sekarang.” Tanpa menunggu jawaban Alya, Kalandra langsung keluar kamar. sambil membopong tubuh Nabila, pria itu berjalan cepat ke rumah sakit. Di belakangnya Alya menyusul dengan tergesa. Tak lupa wanita itu menghubungi Bayu. Sambil terus berjalan, Alya menunggu sampai Bayu menjawab panggilannya. “Halo.” “Mas.. Nabil, Mas. Nabil pingsan lagi.” “Kamu di mana sekarang?” “Mas Andra dan aku lagi jalan ke rumah sakit.” “Ya sudah, aku tunggu di IGD.” Dengan nafas terengah, akhirnya Kalandra tiba juga di IGD rumah sakit. Bayu yang sudah menunggu di sana

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 62 : Belum Siap

    Kehidupan rumah tangga Kalandra dan Alya tetap berjalan seperti biasanya. Kondisinya masih tetap sama, masih belum ada komunikasi yang berarti di antara keduanya. Alya masih cenderung membatasi interaksi dengan suaminya. Hanya Nabila yang menjadi penghubung keduanya. Kadang Kalandra memanfaatkan anaknya agar bisa berdekatan dengan Alya. Untung saja Nabila mau membantunya. Terlebih anak itu terlihat senang ketika melihat kedua orang tuanya berdekatan. Setiap malam, Nabila selalu ingin ditemani tidur oleh kedua orang tuanya. Tentu saja Kalandra dengan senang hati mengabulkan keinginan anaknya. Setiap malam dia selalu menemani Nabila sampai tertidur. Namun setelahnya dia cukup tahu diri untuk pindah ke kamar sebelah. Malam ini, seperti biasa Nabila minta ditemani kedua orang tuanya. Alya selalu mengambil di pojok dekat tembok, sementara Kalandra berada di bagian sisi. Nabila berbaring telentang sambil memegangi tangan kedua orang tuanya. Dia masih mengajak keduanya untuk berbicara.

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 61 : Hati yang Tersakiti

    Setengah jam kemudian Kalandra sampai di café bersama dengan Nabila. Pria itu terkejut melihat Yulia sedang bersama dengan istrinya. “Apa yang kamu lakukan di sini?” berang Kalandra. “Aku merindukan mu,” jawab Yulia dengan nada manja. Alya nampak kesal karena Yulia melakukan itu di depan Nabila. Anak itu hanya melihat pada orang tuanya dan Yulia bergantian, tanpa anak itu tahu apa yang sedang terjadi. Alya segera berdiri kemudian memeluk lengan Kalandra dengan mesra. Matanya melihat pada Yulia penuh kemenangan. Kalandra cukup terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya, namun pria itu tentu saja memanfaatkan situasi yang terjadi. dia melepaskan pegangan Alya di lengannya kemudian menarik pinggang sang istri. “Apa kamu lama menunggu, sayang?” “Ngga, Mas. Apa pekerjaannya sudah selesai? Maaf kalau aku mengganggu pekerjaan Mas.” “Ngga apa-apa.” “Mama.. tadi Papa jualan mobil. Papa bisa juga tiga mobil, Ma,” celetuk Nabila dengan nada bangga. Sambil bermain sendiri, Nabil

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 60 : Istri Sah vs Jablay

    Karena Kalandra membawa pulang Nabila, mau tidak mau Alya pun ikut pulang ke rumah. Wanita itu membawa kembali semua barang-barang yang dibawa sebelumnya. kembalinya wanita itu bukan karena sudah memaafkan suaminya, tapi hanya demi Nabila. Biar bagaimana pun anak itu masih butuh kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya. Kehidupan rumah tangga Kalandra dan Alya berjalan seperti biasanya, namun suasananya sudah jauh berubah. Sekarang seolah ada jarak tidak terlihat di antara pasangan suami istri tersebut. Alya tetap menjalankan kwajibannya sebagai istri, menyiapkan makan, mencuci dan menyetrika baju suaminya dan membereskan rumah. Namun tidak ada komunikasi di antara keduanya. Untuk meminta Kalandra makan saja, Alya meminta Nabila yang menjadi perantara. Wanita itu masih belum mau membuka komunikasi dengan suaminya. Takut hanya ada pertengkaran saja di antara mereka. Kalandra sendiri memilih mengikuti apa yang diinginkan istrinya, walau hatinya sakit melihat sikap diam Alya. Tap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status