Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 141 Sangat panas

Share

Bab 141 Sangat panas

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-07-12 08:26:35

Wati belum sempat menimpali, kembali terdengar jeritan Amina. Amina sedang rebah dengan paha mengangkang lebar-lebar. Darto menjilati liang intim Amina yang baru saja klimaks, lalu menggenjotnya kembali.

“Ah, Paaak, gesek terus, oukhhh, terus Pak, lebih kuat, oukhhh, ya, begitu Pak, oukhh tongkatmu enak sekali Pak, oukhhh, aku nggak tahan, la-gi, aaaaaaaaakhhhhh!”

Darto bisa merasakan cairan Amina kembali keluar begitu banyak. “Keluar lagi Bu, pepekmu kapan keringnya?” bis
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 232 Gairah Devan dan Yuyun

    "Nggak ada, Mas," jawab Yuyun.Devan meraba belahan bokong Yuyun dan menyentuh liang intimnya.Tatapan mata Yuyun masih sama, Yuyun tidak menanggapi sentuhan Devan seolah-olah tidak merasakan apapun.Devan mulai bingung, dia segera menarik jemari tangannya dari sisi liang intim Yuyun."Kenapa berhenti? Bukannya tadi Mas pengen kita melakukan hubungan intim?" Tanya Yuyun dengan tatapan mata datar."Ya, tadinya aku mau melakukan hubungan intim tapi sepertinya kamu tidak menginginkannya, nggak papa kalau kamu lelah kamu istirahat saja di kamar," ujar Devan seraya bangun dari posisi telentang lalu mengangkat tubuh Yuyun ke sampingnya. Devan kembali tengkurap di karpet memeluk bantal dan tidak melakukan apa-apa selain memejamkan kedua matanya.Yuyun tidak mengerti kenapa Devan tidak melanjutkan apa yang diinginkan dan malah tengkurap seperti sebelumnya."Kalau bosan sama aku, ngomong, bukan malah menghindar," ujar Yuyun lalu berdiri dari karpet dan pergi

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 231 Menyentuh Yuyun lagi

    "Mana Neng kuncinya?" Tanya Anto seraya menyentuh kedua puting Yuyun lalu memelintirnya dengan jemari tangannya. Yuyun menggenggam kedua pergelangan tangan Anto untuk menahannya tapi hal tersebut tidak bisa menghentikan gerakan jemari Anto pada kedua dadanya. Yuyun sesekali membalas tatapan mata Anto yang kini tengah menatap kancing baju Yuyun yang hanya menutup sampai separuh dada, kedua buah dada Yuyun yang putingnya berada dalam permainan Anto terlihat bergoyang-goyang menyembul naik dan hampir keluar dari gaunnya."Akh, To, awh, kenapa ditarik putingku? Ahhh, oouhhh, aahh," desah Yuyun sambil menggigit bibir bawahnya."Kalau aku tanya dijawab Neng, malah merintih," desis Anto di telinga Yuyun seraya memberikan gigitan pelan pada daun telinga Yuyun. Pilinan jemari tangan Anto berubah menjadi remasan kuat dan beruntun hingga membuat tubuh Yuyun menggeliat kesana-kemari. Ujung hidung Anto mulai mengendus sisi leher Yuyun yang jenjang. Yuyun ingin mengakhiri permainan yang k

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 230 Patah-patah

    Darto sejak tadi masih mencuri dengar percakapan antara Devan dan Anto. Dia sudah tidak sabar ingin menonjok kepala Anto dengan tinjunya, terlebih lagi ketika mendengar Devan mengatakan tentang pinggangnya yang patah jika harus menggantikan Anto menjadi supir Amina. Darto paham dengan maksud dari percakapan tersebut yang intinya Devan kelelahan melayani birahi Amina yang berlebihan. Sebelum pembicaraan antara mereka terlalu jauh, Darto sengaja terbatuk-batuk untuk menunjukkan keberadaan dirinya di dekat ambang pintu ruangan utama."Uhuk! Uhuk! Kalian ini kalau bicara nggak pakai saringan, semua diomongin," omelnya pada Devan dan Anto."Ngomongin apa ya Pak? Tadi saya hanya bahas perumpamaan dan bukan cerita nyata Pak," sahut Anto sambil mengukir senyum kaku pada bibirnya."Aku bisa dengar semuanya, kalian ngeluh kalau jadi sopir Amina pinggang kalian patah-patah! Lelah! Atau apalah! Jangan-jangan di belakangku kalian diam-diam nyuri ...." Ujar Darto sambil menunjuk

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 229 Takut Sendiri

    "Pak Darto nyuruh aku nyari kamu Mbak, dia bilang suruh setor rekap laporan keuangan, sudah gitu saja, aku mau lanjutkan pekerjaanku dulu," ujar Susanti pada Lindar. "San, tunggu, apa hanya itu?" Tanya Lindar pada Susanti, pikirnya Susanti hendak mengadukan tindakan mesum yang dilakukannya pada Juminto."Iya, sudah ditunggu dari tadi, kayaknya Pak Darto lagi kesal, Mbak Lindar ke sana saja buruan," saran Susanti pada Lindar.Lindar langsung melengos dan pergi.Saat tiba di ruangan kerja Darto, Lindar segera menyerahkan pembukuan yang diminta Darto."Ini Pak laporan keuangan hari ini," ujar Lindar seraya meletakkan buku tersebut di atas meja kerja Darto."Kalau kamu pergi mendadak mendingan kamu titipkan laporannya sama Susanti atau si Narti, banyak kan pegawai wanita di peternakan? Bukan malah telat setor seperti sekarang!" Omel Darto pada Lindar."Iya Pak, maaf, besok-besok nggak akan terlambat lagi," janji Lindar pada Darto. Darto tidak menyahut,

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 228 Desahan Lindar

    "Malas aku," jawab Devan."Kenapa?" Tanya Wati dengan kening mengernyit."Palingan juga si Mita yang booking tempat seharian penuh," jawab Devan keceplosan."Nah, kan, ngaku, idih, enak nggak Bang dapat pacar perawan?" Goda Wati."Keceng kerempeng, lantas saja Rangga nggak nafsu, masih kecil," sahut Devan sambil cengar-cengir."Apanya yang kecil?" Pancing Wati dengan wajah penasaran."Semuanya serba kecil, kurang panas juga pas begituan, nggak begitu nafsu aku," ujar Devan seraya menggelengkan kepalanya."Tapi duit Mita banyak, anak bos dia," seru Wati."Yuyun nggak pernah minta ini itu ke aku, buat apa aku kerja keras muaskan Mita? Karena duit? Kalau perlu duit palingan juga cuma buat beli rokok sama bensin sudah," sahutnya enteng.Wati berjalan masuk dan tidak mengajak Devan pergi. Hari itu hanya Wati yang pergi ke kafe sementara Devan tinggal di rumah sambil menonton TV. ***Di sisi lain, Darto sudah duduk di dalam ruangan kerjanya men

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 227 Remasan tangan Devan

    Tak lama kemudian terlihat Amina menenteng tasnya sambil berjalan dari arah pintu utama menuju ke mobil. Devan segera mengambil langkah menjauh dari samping mobil sambil meremas bokong Amina ketika Amina melenggang tepat di depannya."Akh," pekik Amina sambil menoleh ke arah Devan dengan suara tertahan."Ayo, To, kita berangkat sekarang, sudah siang ini," ujar Amina pada Anto, tepat sebelum masuk ke dalam mobil Amina melirik sebentar ke arah Devan lalu mengedipkan sebelah matanya.Anto segera menutup pintu dan masuk ke dalam mobil duduk di belakang kemudi.Tak lama kemudian mobil Amina meluncur pergi meninggalkan kediaman Darto. Devan kembali ke beranda untuk menikmati rokoknya. Di dalam ruangan utama, Wati terus mengintip ke luar melalui sisi dalam jendela kaca sejak Amina keluar dari rumah tadi. Wati juga memergoki Devan meremas bokong Amina di halaman. "Puas Bang?" Celetuk Wati sambil meringis dengan kepala melongok ke luar pintu.Devan menoleh

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status